8 Juni 2026

Hari: 28 September 2023

Kunjungi Bangkir Farm, Kementan Bagikan Kiat Bangun Agribisnis Kokoh

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG - Disela sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, berkesempatan mengunjungi area peternakan Bangkir Farm, di Kabupaten Semarang Kamis (29/9) dengan komoditas Ayam KUB.

Bangkir Farm dimiliki oleh petani milenial Semarang, Muhammad Riski Kurniawan yang merupakan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) YOMA yang juga Young Ambassador Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian saat ini sudah menjadi bisnis bersifat global, dan kolaborasi menjadi kata kunci bisnis pertanian masa kini.

"Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (petani muda) untuk membangun ekosistem," kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, kunci sukses selain memperluas jejaring, manfaatkan teknologi dan fokus pada satu komoditas.

“Dan fokus kalian harus pada suatu komoditas, tekuni sampai berhasil.” tegas Syahrul.

Bangkir Farm merupakan peternakan ayam KUB yang berfokus pada pembibitan doc ayam kub, pembesaran potong, indukan ayam kub dan telur.

Ayam Kampung Unggul merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik hasil persilangan antara sesama ayam kampung.

Saat kunjungan Dedi bertanya jawab secara langsung dilokasi kandang ayam Bangkir Farm, mulai dari awal mula Riski mengembangkan usahanya, macam produk dan dimana dipasarkan.

Riski menjelaskan awal dari pengembangan peternakan ayam nya untuk DOC membeli dulu kemudian dikembangkan sendiri.

“Setahun KUB petelur dapat memproduksi telur 180 Setelah dua tahun menjadi ayam pedaging jelas Riski.

Pakan yang dipasok dari petani dengan jenis jagung ,dedak halus dari penggilingan padi dalam proses nya Riski mendapat dukungan dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP).

Ia juga menjelaskan dua jenis ayam KUB dan yang membedakan adalah kemampuan produksi telur untuk KUB satu 180 butir pertahun, KUB dua sampai 200 butir.

Baca juga: Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

Riski menjelaskan juga bahwa pilek adalah penyakit yang biasa menjangkiti ayam KUB di peternakan ini, cara mengatasi nya dengan mengisolasi ayam yang sakit terpisah dengan yang lain nya.

Setelah berkeliling dan bertanya langsung pada Riski, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi memberi arahan sekaligus membagikan kiat kiat membangun agribisnis.

“Potensi KUB ini luar biasa, karena kualitasnya dan tingkat pertumbuhan lebih tinggi.dan sebagai petani milenial harus berorientasi Agribisnis, bangun usaha dengan skala bisnis yang berorientasi profit” ujar Dedi.

Untuk membangun agribisnis beberapa kiat yang dapat saya sarankan.

“Bibit, di sini Riski bersama asosiasi sudah menguasai pembibitan, kalian harus menguasai dari mulai memilah bibit unggul sampai pengembang biakan, jangan tergantung dengan orang lain, kalau asosiasi adalah mitra kita” jelas Dedi.

Nutrisi untuk peternakan harus dikuasai, jangan tergantung dengan orang lain, tadi disebutkan kesulitan pengadaan jagung, kalo memungkinkan tanam jagung, kalau tidak bisa tanam sendiri, kerjasama dengan petani jagung, rangkul ajak kerjasama.

“Untuk tepung ikan kerjasama dengan petani nelayan yang memproduksi ajak kerjasama”tambahnya.

Ketiga pengendalian penyakit, makanya saya tadi tanya apa yang sering menjadi penyakit yang biasa terjadi harus pahami, kuasai dan kendalikan.

“Dan yang terakhir adalah pemasaran, kunci nya adalah banyak teman perluas jaringan, bangun kerjasama seluas luas nya”. pesan Dedi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung kesini, dengan produk dari DOC, Pedaging dan Pupuk, dari diversikasi usaha yang dia (Riski) punya, bersama assosiasi saya yakin usahanya akan berkembang dengan baik tandas” Dedi.

Pada kunjungan ini Kepala BPPSDMP didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi,Yusral Tahir.

Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

TANIINDONESIA.COM//BOYOLALI - Motivasi kembali disampaikan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kali ini motivasi disampaikan saat Kepala BPPSDMP melanjutkan kunjungan kerja ke BPP Mojosongo, di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/9/).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Penyuluh, Petani dan Petani Milenial dari sekitar Kecamatan Mojosongo. Hadir mendampingi Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani adalah garda terdepan dalam pertanian.

"Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Ditambahkan Syahrul, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk 273 juta jiwa, bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat, pemberi solusi untuk petani, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi.

“Karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa," tegas Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

"Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam," ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Petani Milenial Pasuruan, Kementan Sampaikan 3 Elemen Utama Syarat Keberhasilan Petani Muda

"Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani," ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadang pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif," katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

"Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Mojosongo ini," imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP juga diacungi jempol oleh Dedi.

"Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

"Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia," paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatkan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

"Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma," terangnya.

Dedi juga mengatakan, petani perlu menggunakan PGPR untuk merangsang pertumbuhan akar untuk menyedot unsur hara dan air di dalam tanah.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Mojosongo yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati untuk budidaya beras sehat.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Ahmad Nasrullah Fathurahman, menjelaskan jika Kabupaten Boyolali tengah melakukan peningkatan kegiatan penyuluhan. Melalui penguatan kelembagaan petani.

Ia optimis dengan melibatkan 133 orang penyuluh, 245 gapoktan, 2199 poktan 47 pemuda petani, 279 kelompok ternak, Kabupaten Boyolali mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui konsep smart farming.

Ia juga menjelaskan Kabupaten Boyolali saat ini sedang proses Digitalisasi Lahan Pertanian untuk pemetaan lahan secara digital.

"18 BPP sudah dilengkapi digital. Permasalahan ketenagaan terbatasnya jumlah penyuluh," katanya.

Koordinator BPP Mojosongo Retna Palupi mengucapkan terima kasih kepada kepala badan atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

"Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL," katanya.

"Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 2 PNS dan 5 P3K kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami," ujarnya.

Retna pun menjelaskan produk yang ditampiilkan yang sebelumnya dipamerkan di pelataran BPP Mojosongo.

Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami :
“Puspahati yang merupakan paguyuban gabungan kelompok tani yang memproduksi agen hayati. dan Kelompok Tani Pangudi Bogo, jelas Retna.

“Pangudi Bogo memiliki arti penyedia pangan, kelompok tani yang mulai tahun 2017 bergerak pada produksi beras organik, dengan kemasan yang menarik, produk mereka juga dipasarkan memanfaatkan media sosial” tutup Retna.(***)