21 April 2026

Hari: 12 September 2023

Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

TANIINDONESIA.COM//CILACAP - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Cilacap, bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI. Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang petani dan 10 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan Hortikultura Lestari (PHL) peserta mendapatkan materi secara klasikal di Hotel Sindoro, Kabupaten Cilacap, Jum'at (8/9).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hortikultura merupakan subsektor pertanian yang memiliki kebanyakan kelebihan. Indonesia, kata Mentan Syahrul, memiliki beragam tanaman hortikultura yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sehingga, hal ini akan memiliki implikasi positif bagi pengembangan bisnis hortikultura ke depan. Bahkan, kata Mentan Syahrul, beberapa tanaman hortikultura Indonesia telah mampu menembus pasar internasional.

"Indonesia ini adalah negara yang penuh dengan berkah. Kita memiliki tanaman yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tentu ini menjadi keunggulan kita dan saya harap hal itu dapat terus dikembangkan," kata Mentan Syahrul.

Pemanfaatan pekarangan, menurut Mentan Syahrul adalah upaya yang semakin hari terus berkembang. Dengan begitu, pertanian tak melulu soal lahan yang luas, namun mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.

"Itulah inovasi dan teknologi. Keduanya berkolaborasi membangun pertanian kita semakin maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, pertanian merupakan sumber rezeki yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Menurutnya, sektor pertanian adalah bisnis, sekaligus lapangan kerja yang sangat menjanjikan. "Banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya melalui budidaya tanaman hortikultura," ungkap Dedi.

Dedi melanjutkan, pemanfaatan lahan pekarangan, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. "Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan dan dikelola melalui pendekatan terpadu untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Oleh karenanya, mari manfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian produktif," ajak Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto berharap melalui Bimtek ini, bukan hanya meningkatkan aspek pengetahuan saja namun juga diikuti dengan praktek di lapangan.

Baca juga: Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

“Sebagai salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sudah menjadi kewajiban kami untuk bergerilya mendiseminasikan program dan inovasi dari Kementerian Pertanian. Melalui Bimtek ini, yang juga melibatkan PPL, kami berharap kedepannya ilmu yang didapat di ruangan ini dipraktikkan di lingkungannya masing-masing. Tentunya dengan pendampingan Dinas Pertanian, khususnya Bapak/Ibu PPL,” katanya.

Teti Rohatiningsih, anggota Komisi IV DPR RI yang juga hadir langsung di lokasi turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta Bimtek.

“Saat ini kita perlu berinovasi dan berkreasi dalam usaha pertanian agar tetap bisa bertahan serta berkembang kedepannya. Salah satu hal yg dapat dilakukan adalah melakukan usaha pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah kita masing-masing, dan dikombinasikan dengan metode tumpang sari,” ujar Teti.

Ia juga berharap hasil panen diperoleh nantinya dapat dijual atau diolah untuk menghasilkan nilai ekonomi, namun utamanya adalah dimanfaatkan sendiri, terutama pada saat harga komoditas pertanian cukup tinggi.

Hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Mahbub Junaedi, selaku Kabid Hortikultura berkomitmen penuh untuk penggalakkan PHL di wilayahnya. Pasalnya program tersebut juga diproyeksikan dapat mendukung penuruan prevalensi stunting di masyarkat.

“Program PHL sudah cukup lama digalakkan di Kabupaten Cilacap, yang dulu bernama Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Tujuan dilaksanakannya program tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan marjinal/pekarangan/ruang terbuka, serta meningkatkan produksi sayuran di rumah tangga dan pendapatan rumah tangga. Apabila kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka harapannya mampu utk mendukung penurunan prevelensi stunting di masyarakat,” pungkas Mahbub.

Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) tahun 2023 resmi dimulai pada Senin (11/9/2023). Bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Cabang (Pusdiklat Kwarcab) Kota Yogyakarta, KMD 2023 akan dilangsungkan selama satu minggu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu manfaat kegiatan KMD adalah memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengembangkan mental, fisik, intelektual, emosional dan lain sebagainya. Dengan begitu, mahasiswa dalam mengambil peran positif di tengah-tengah masyarakat.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus mampu merespon tantangan dengan menjadi manusia yang unggul untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Dikatakannya, teori dan praktik harus seiring sejalan agar mahasiswa dapat menjadi solusi bagi pengembangan pertanian Indonesia ke depan. Sebagai insan pertanian, Mentan Syahrul menilai mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki motivasi tinggi untuk dapat memajukan pertanian Indonesia melalui penguatan karakter yang ditempa dalam kegiatan kepramukaan.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual pertanian. Oleh karenanya, harus memiliki kemampuan dalam menata dan mengelola sebuah konsepsi agar dapat diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat kita," tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSSMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, sebagai bagian dari insan pertanian dan generasi milenial, mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki daya nalar yang mumpuni dalam membangun sektor pertanian Indonesia yang begitu melimpah.

"Sebagai insan pertanian atau petani milenial, tentu mahasiswa Polbangtan YOMA yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ke depan, termasuk dalam sektor pertanian. Oleh karenanya, petani milenial harus cerdas, berpendidikan tinggi dan inovatif, juga adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Dedi.

Baca juga: Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

Dengan begitu, Dedi berharap tujuan pembangunan nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan produktivitas, menggenjot ekspor dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat dapat tercapai.

"Maka, diperlukan karakter mahasiswa yang kuat pula. Punya kemampuan mumpuni. Melalui kegiatan KMD inilah hal itu dipupuk dan dibangun," tutur Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Sujono, menerangkan bahwa pelaksanaan KMD merupakan salah satu tahapan yang rutin dilaksanakan untuk menumbuhkan karakter unggulan bagi mahasiswa baru.

“Pendidikan vokasi mempunyai ciri khas pengembangan karakter yang kuat, salah satunya yaitu melalui kegiatan Pramuka Saka Taruna Bumi yang membidangi pertanian ini akan memberi bekal pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman praktis,”ujarnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Heroe Poerwadi selaku ketua Kwarcab Kota Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa dengan aktif mengikuti kegiatan Pramuka, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan karakter mahasiswa ketika nanti terjun di masyarakat.

“Pengalaman yang didapat dalam Pramuka Saka Trauna Bumi akan memantapkan adik-adik ketika terjun ke masyarakat, khususnya dalam membangun pertanian,” ujar mantan Walikota Yogyakarta tersebut.

Setidaknya ada 6 materi umum dalam KMD kali ini yaitu Kepramukaan, Anggaran Dasar dan Anggra Rumah Tangga Gerakan Pramuka; Program Kegiatan Peserta Didik; Cara Membina dengan Sistem Among; Organisasi, Kecakapan Pramuka dan Alat Pendidikan; serta Kegiatan di alam terbuka.