22 April 2026

Hari: 25 September 2023

Lihat Ceruk Pasar, Petani Milenial Ini Tangkap Peluang Dari Ayam Arab

TANIINDONESIA.COM//GRESIK - Menutup rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Gresik, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mengunjungi Rizal Mahardika, salah satu petani milenial yang ada di Kabupaten Gresik pada Senin (25/09).

Rizal Mahardika seorang petani milenial, alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, pemilik Mahardika Farm dengan usaha yang bergerak dibidang peternakan ayam arab.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian saat ini sudah menjadi bisnis bersifat global, dan kolaborasi menjadi kata kunci bisnis pertanian masa kini.

"Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (petani muda) untuk membangun ekosistem," kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, kunci sukses selain memperluas jejaring, manfaatkan teknologi dan fokus pada satu komoditas.

“Dan fokus kalian harus pada suatu komoditas, tekuni sampai berhasil.” tegas Syahrul.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan, potensi budidaya telur ayam arab sangat luar biasa dan terbuka lebar.

“Ayam arab yang dibudidayakan Rizal berjumlah 2 ribu ekor, punya potensi luar biasa, dengan peluang produksi dan produktivitasnya sangat tinggi” kata Dedi.

Baca juga: Kementan Ajak Penyuluh Pertanian Maksimalkan Teknologi

Saat ini Rizal fokus dari hasil ayam arab berupa telur, meski hasilnya masih belum dapat memenuhi pasar.

“Tadi Rizal juga sampaikan kuota pemasarannya masih kurang. Artinya, ini peluang untuk menggenjot produktivitas dan produksinya masih terbuka lebar, dan peluang ini adalah keuntungan dan celah pasar yang dapat dimasuki oleh petani milenial lainnya,” ujar Dedi.

Dedi pun berpesan kepada Rizal jika ingin meningkatkan produktivitas berarti harus punya penetasan sendiri dan indukan sendiri. Selain itu, tenaga kerja dan kapasitas kandang pun juga harus ditingkatkan.

“Kita berbudidaya itu harus melihat pasar. Pasar telur ayam arab ini masih terbuka lebar, kalau kita tingkatkan produktivitas, Saya yakin pasar pasti menyerap, artinya duit pasti ditangan” kata Dedi.

Di akhir Rizal, yang juga Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian di Perdesaan Swadaya (FK P4S) Kabupaten Gresik, wilayah binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Kepala BPPSDMP ke Mahardika Farm.

“Pesan dari beliau (Kepala BPPSDMP) bahwa pemuda harus bisa mandiri maka dari itu disini saya berusaha untuk mengembangkan ilmu yang telah saya dapat selama kuliah” pungkas Rizal.

Kementan Ajak Penyuluh Pertanian Maksimalkan Teknologi

TANIINDONESIA.COM//GRESIK - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, melanjutkan safari kerjanya di Provinsi Jawa Timur.

Setelah sebelumnya memberikan motivasi untuk peserta Workshop Pemantauan dan Persiapan Advance Training di Hotel Royal Tulip Surabaya, kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cerme, Kabupaten Gresik, Senin (25/9).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

"Sebagai garda terdepan penyuluh dan petani harus memastikan, pangan tidak bersoal. Karena kita harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," sebut Menteri Syahrul.

“Sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan bagi 273 juta jiwa, itu bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat dan pemberi solusi untuk petani, manfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi, karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa, tambah Syahrul.

Baca juga: Kementan Gugah Anak Muda Tak Takut Terjun ke Bisnis Pertanian

Dihadapan 30 orang penyuluh pertanian dan petani milenial di BPP Cerme, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, meminta penyuluh agar selalu mendampingi dan hadir untuk petani.

"Cara mengatasi keterbatasan penyuluh adalah tetap bersemangat walau BOP kecil. Karena kunci produktivitas ada pada PPL. Selain itu pentingnya pemanfaatan IoT," ujar Dedi.

Keterbatasan jumlah penyuluh menjadi perhatian khusus dari Dedi, pasalnya jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Gresik saat ini berjumlah 51 orang. Sementara, menurut data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, terdapat 16 BPP, 303 Desa dan Gapoktan, 1075 Poktan. Dan saat ini 1 PPL membawahi 6 desa, 120 poktan.

"Lanjutkan lakususi, dan manfaatkan Internet of Thing (IoT). Usahakan agar penyuluh hadir, ada dan mendampingi petani," tambah Dedi

Dedi menambahkan bahwa salah satu kunci suksesnya pembangunan pertanian adalah dengan menerapkan smart farming.

"Smart farming adalah pertanian cerdas, yang dilakukan orang cerdas dan cara cerdas serta menggunakan varietas tinggi bermutu. Manfaatkan alsintan untuk mempercepat proses produksi, dan manfaatkan IoT yang lebih praktis, mudah dan cepat,"imbuh Dedi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan, kehadiran Kepala Badan memberikan semangat baru ditengah keterbatasan SDM yang ada.

"Walau SDM kami terbatas, kami tetap dapat menggunakan teknologi yang ada, seperti pemanfaatan smartphone serta lakususi seperti yang disampaikan kepala badan,"pungkas Eko.

Kementan Gugah Anak Muda Tak Takut Terjun ke Bisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//SURABAYA - Mengawali rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi berkesempatan memberikan motivasi kepada peserta Workshop Pemantauan dan Persiapan Advance Training, Senin (25/09) di Hotel Royal Tulip Surabaya.

Workshop diinisiasi oleh Provincial Project Implementation Unit (PPIU) provinsi Jawa Timur, Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), dengan peserta yang berasal dari District Implementation Team (DIT) lingkup Jawa Timur. DIT merupakan unit yang bertugas mengimplementasikan program di tingkat kabupaten.

Program YESS ditujukan bagi para pemuda, khususnya di wilayah pedesaan, untuk mengembangkan perekonomian melalui kewirausahaan dan menambah peluang kerja.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kembali mengajak generasi muda untuk mau terjun menjadi petani milenial. Ia meyakini, kemampuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis jauh lebih modern dan efisien dibandingkan generasi tua yang mendominasi profesi petani saat ini.

"Menjadi petani milenial pasti hebat, pasti keren, pastik tidak miskin. Itu karena anak muda punya kelebihan dari yang tua," sebut Syahrul.

Syahrul juga mengatakan, generasi muda yang saat ini menjadi petani milenial jauh lebih bisa mengelola usaha pertanian dalam skala bisnis dan menghasilkan profit. Berbeda jauh dari generasi tua yang masih sangat tradisional.

Baca juga: Kunjungi BPP Banyuurip, Kepala BPPSDMP: Semua Ada di Alam, Pahami Lalu Improvisasi dan Modifikasi

Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian, Dedi Nursyamsi mengajak seluruh Petani Muda atau yang lebih dikenal dengan Petani Millenial, untuk jangan pernah takut untuk memulai.

"Program YESS selalu siap mengawal dan mendampingi proses penumbuhan regenerasi petani di Indonesia yang merupakan salah satu tujuan utama kementerian pertanian, dan sebagai generasi muda penerus pembangunan pertanian harus berani memulai (berwirausaha)". ujar Dedi.

Dedi melanjutkan tugas pokok dan fungsi program YESS disini sudah sangat visioner dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian, pendampingan dan pelatihan yang ditujukan mengarah ke Smart Farming, Literasi keuangan, dan manajemen agribisnis tentu akan sangat bermanfaat untuk regenerasi pertanian kita.

Dedi berharap penumbuhan petani muda di indonesia dapat memastikan proses ketersediaan pangan tercukupi secara merata, Dedi menekankan sekali lagi tidak perlu khawatir untuk memulai.

"Selalu ada resiko gagal (dalam berwirausaha), namun semua dapat diantisipasi itulah peran pendampingan dan pengawalan dari kita, agar program dapat berjalan dengan baik. ujar Dedi.

Dedi juga mengapresiasi provinsi Jawa timur terkait pembangunan pertanian karena telah melakukan tugas nya dengan baik sehingga selaras dengan slogan BPPSDMP yaitu Professional, mandiri, dan ber jiwa wirausaha.

“Pelan tapi pasti, kita tumbuhkan petani muda sebagai motor penggerak agribisnis" tandas Dedi.