30 April 2026

Hari: 23 September 2023

Wondis, Keajaiban Coklat Dari Kulonprogo Untuk Kebanggaan Indonesia

TANIINDONESIA.COM//KULONPROGO - Dalam kunjungan kerjanya di DIY, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian (BPPSDMP) beserta rombongan menyempatkan diri mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT ) Pawon Gendis (WONDIS) di Kulonprogo, Sabtu (23/9/2023).

KWT WONDIS yang berada di Kampung Bawang, Kulonprogo, bergerak dalam bidang perkebunan, khususnya pengolahan coklat dan pegagan. Di tempat ini, perhatian Kepala BPPSDMP tersita ke cokelat kental produksi KWT WONDIS.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kelompok tani, termasuk KWT, harus bisa mengolah pertanian dari hulu hingga hilir.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian para anggotanya. Kelompok tani harus memiliki brand untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian," tuturnya.

Kehadiran Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP di KWT WONDIS disambut dengan penuh kebahagiaan oleh Ketua sekaligus pemilik WONDIS, Tuti.

Dalam kunjungannya, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengelilingi area produksi yang menggunakan konsep Open Kitchen. Kepala BPPSDMP sangat tertarik dan antusias mendengarkan penjelasan dari Tuti.

Baca juga: Sesuai Nama, P4S Sumber Rezeki, Benar Jadi Sumber Rezeki yang Barokah

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika orientasi sektor pertanian sudah harus melirik ke bisnis.

“Sektor pertanian akan terus tumbuh dan bertahan untuk memenuhi pangan rakyat Indonesia jika pelaku usahanya berorientasi bisnis karena pertanian itu harus menguntungkan, harus menghasilkan banyak uang,” papar Dedi penuh semangat.

Dedi juga sangat mengapresiasi sekaligus bangga. Pasalnya, KWT binaan Polbangtan YOMA ini sangat selaras dengan slogan Kementan yaitu, Maju, Mandiri, Modern.

“Bayangkan coklat yang baru panen cuma Rp 1000 tapi setelah di berikan pendampingan serta diajarkan cara pengolahan disini (WONDIS), harganya bisa sampai Rp 50.000 per 1/kg untuk kualitas kelas 1 dan Rp 40.000 kualitas kelas 2," tuturnya.

Dalam kunjungannya, Dedi mengajak dan memberikan arahan kepada semua Poktan, KWT, petani Millenial, P4S, agar hasil panen tidak dijual begitu saja kepada tengkulak.

Menurutnya, hasil panen harus diolah dulu menjadi produk turunan.

"Saya tadi sudah coba beberapa produk turunan dari kombinasi coklat dan peganggan, favorit saya dark coklat dan kakao tea. bayangkan dari kulit coklat yang harus nya dibuang, bisa dimanfaatkan menjadi produk turunan yang enak banget," katanya.

KWT WONDIS sendiri memiliki produk coklat yang dipasarkan dengan branding Won.dis Chocolate Wonder.

Dwi Martuti, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendhis menjelaskan secara langsung macam produk yang dihasilkan. Selain produk coklat, KWT ini juga membudidayakan Pegagan, jenis tumbuhan lokal bahan baku produk kecantikan (skin care).

“Bidang usaha kami adalah coklat dan pegagan, pegagan itu tanaman lokal yang dijadikan campuran produk coklat, selain itu pegagan juga sebagai bahan baku produk kecantikan," jelas Dwi Martuti.

Sesuai Nama, P4S Sumber Rezeki, Benar Jadi Sumber Rezeki yang Barokah

TANIINDONESIA.COM//KULONPROGO - Keberadaan Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah penting sebagai pusat pembelajaran bagi petani yang harus dapat menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan sektor pertanian.

Dengan semangat dari petani, untuk petani dan oleh petani, P4S telah menjadi bagian dari pembangunan pertanian di Indonesia khususnya dalam hal pelatihan secara swadaya dan mandiri dari dan antar petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) memiliki peran untuk mendukung pembangunan pertanian.

"Pembangunan pertanian yang kita lakukan, dimulai dari desa. Oleh karena itu, kita memaksimalkan peran P4S sebagai pembaharu perdesaan," sebut Menteri Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, melanjutkan safari kerja di DIY dengan mengunjungi P4S Sumber Rejeki di Hargorejo, Kokap, Kulonprogo Sabtu (23/9).

Dalam kunjungan kali ini Dedi bersama rombongan melihat secara langsung proses produksi olahan gula semut yang ber bahan dasar legen dan dikombinasikan dengan jahe dan kunyit Ia pun menyampaikan kesan kesan nya :

“P4S Sumber Rezeki ini benar - benar menjadi rizki yang barokah untuk para petani kita, kata Dedi.

Baca juga: Penyuluh Sahabat Petani, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Bangsa

Dedi pun mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh P4S Sumber Rejeki, pasalnya apa yang telah dilakukan P4S ini sangat berdampak besar dalam memberikan lapangan pekerjaan.

“Apa yang dilakukan Dinar bersama P4S nya merupakan tujuan dari P4S itu sendiri, yang harus dapat memberdayakan lingkungan sekitar, menjadi sumber rejeki untuk orang lain” ujar Dedi

Lebih lanjut disampaikan “Ternyata karyawan nya sudah lebih dari 15 orang, dan mitra nya sudah ada ratusan, semua punya peran masing masing, ada yang kirim nira, aren dan sebagainya, di proses dan dikemas sampai siap jual dengan packaging yang menarik”.

“Kalau menurut Saya sudah layak ekspor” imbuh Dedi.

Ketua P4S Sumber Rezeki, Dinar Astuti Ratna Dewi menyampaikan rasa terimakasih yang tak ada habis nya kepada Kepala BPPSDMP karena telah bersedia menyambangi pabrik sekaligus toko nya tersebut.

“Terima kasih Prof. Dedi sudah bersedia melihat proses produksi dari awal sampai akhir, dan juga proses pembelajaran yang kita berikan.” tandas Dinar.

Kunjungan ke P4S di Kabupaten KulonProgo kali ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementan melalui BPPSDMP untuk terus meningkatkan dukungan berkelanjutan bagi para petani dalam rangka mencetak SDM pertanian unggul dan berdaya saing.

Penyuluh Sahabat Petani, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Bangsa

TANIINDONESIA.COM//KULONPROGO - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, melanjutkan safari kerja di DIY dengan mengunjungi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (23/9/2023).

Dalam kesempatan ini, Kementerian Pertanian menyebut petani dan penyuluh sebagai sebaik-baiknya manusia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani sebagai garda terdepan dalam pertanian.

"Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, Dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan rangkaian motivasi yang membangkitkan semangat.

"Sebaik baiknya manusia jadilah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan hasil makanan bagi semua orang, menyediakan oksigen untuk kita hirup dari tanaman yang ditanam," ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani sudah teruji saat pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

"Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani," ungkapnya.

Baca juga: Berikan Kuliah Umum, Kepala BPPSDMP Kementan sebut Pemuda Andalan Pertanian Masa Depan

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor kewalahan bertahan ditengah pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif terhadap ekonomi Indonesia.

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif," katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

"Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Kokap ini," imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP Kokap juga diacungi jempol oleh Dedi.

"Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya. Tidak heran jika BPP Kokap ini menjadi BPP berprestasi tingkat Provinsi DI Yogyakarta," katanya.

Para petani dan penyuluh nampak sangat antusias menghadiri dan bertemu langsung dengan Kepala Badan PPSDMP yang didampingi oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang beserta jajarannya ini.

Yuliana Wiwik Ambarwati, koordinator PPL BPP Kokap, mengaku sangat bangga dapat dikunjungi Kepala BPPSDMP.

"Kunjungan ini menjadi suntikan semangat tersendiri bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL," katanya.

Berikan Kuliah Umum, Kepala BPPSDMP Kementan sebut Pemuda Andalan Pertanian Masa Depan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang kembali menggelar Millenial Agriculture (MAF) Volume 4 Edisi 42, Sabtu (23/9), di Gedung Serbaguna Jurusan Pertanian, Yogyakarta. Tema yang diangkat adalah "Membangun Wirausahawan Muda Pertanian".

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan masa depan pertanian ada di generasi milenial.

"Banyak hal yang bisa digarap dari pertanian. Oleh karena, kita selalu berharap milenial yang terjun ke pertanian untuk selalu memperbarui diri dan menambahkan pengetahuan," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, yang menghadiri langsung MAF, memberikan motivasi sekaligus kuliah umum kepada mahasiswa baru Polbangtan YOMA, baik yang hadir fisik di ruang serbaguna maupun 1000 partisipan yang hadir secara virtual.

Dedi mengatakan, pemuda merupakan andalan pembangunan, utamanya di bidang pertanian.

"Pembangunan Pertanian di Indonesia harus diawali dari Pemuda, karena sejarah membuktikan bahwa bangkitnya peradaban dunia itu selalu diprakarsai oleh pemuda," ujarnya.

Ia berharap dari tangan pemuda, Mahasiswa Mahasiswi Polbangtan dan PEPI lahir inovasi-inovasi yang dapat membawa perubahan dan kemajuan peradaban.

"Kalian, para mahasiswa baru adalah andalan keluarga, andalan kampung halaman, bahkan andalan daerahnya. Oleh karena itu, tugas mahasiswa baru adalah membuktikan bahwa mereka adalah sebenar-benarnya andalan," katanya.

Dedi menambahkan, bahwa menempuh pendidikan di Polbangtan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Baca juga: Transformasi Pertanian Modern, Petani Masa Kini Wajib Terapkan Smart Farming

"Polbangtan ibarat kawah candradimuka, kalian akan ditempa dengan sebenar-benarnya. Karena pelaut ulung, pelaut handal, pelaut profesional, tidak lahir dari laut yang tenang, tapi dari laut yang penuh badai dan topan yang hebat," ungkapnya.

Menurutnya, melalui Polbangtan, akan terwujud SDM yang profesional dan berdaya saing karena tugas utama Polbangtan adalah menghasilkan alumni yang qualified job seeker dan job creator

"Qualified job seeker berarti siap ditempatkan di segala lini dr hulu sampai hilir, qualified job creator berarti kreatif menciptakan peluang-peluang bisnis," pesan Dedi.

Pada akhir sambutan, Dedi berharap bahwa milenial harus dapat menjalin kolaborasi yang apik agar tercipta pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

"Ibarat timnas, untuk mencetak gol harus kerjasama dengan apik lini belakang, lini tengah dan penyerang harus saling dukung sehingga tercipta suatu gol,"katanya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang, mengatakan MAF kali ini juga menghadirkan narasumber-narasumber handal dari praktisi dan akademisi.

"Ada Profesor Irham dari UGM, dan Ella Rizki serta Aprila Respati pengusaha muda pertanian komoditas semut dan peternakan," tandas Bambang.

Transformasi Pertanian Modern, Petani Masa Kini Wajib Terapkan Smart Farming

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Masa depan pertanian Indonesia adalah dengan menerapkan smart farming ,dengan penerapan hal tersebut akan terjadi efisensi baik dalam nutrisi, sampai konsumsi air. Smart farming juga menjadi salah satu cara jitu mengantisipasi perubahan iklim ekstrim, sehingga wajib di adaptasi oleh para petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perubahan iklim tidak dapat ditangani dengan cara yang biasa saja dan tidak bisa dianggap remeh.

"Karena, perubahan iklim bisa mengancam hasil pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi serta terobosan untuk menghadapinya. Salah satunya melalui Smart Farming," sebut Menteri Syahrul.

Sebelum memberi arahan dan membuka kuliah umum didepan mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) YOMA, Kepala Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berkesempatan meninjau lahan pertanian yang berada di Kampus Polbangtan YOMA. Sabtu (23/09).

Baca juga: Pertanian Jago, Indonesia Kokoh, Petani Banten Siap Jaga Ketersediaan Pangan

Pada kesempatan tersebut Dedi mengatakan sektor pertanian telah bertransformasi, kalau dahulu hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan, saat ini selain mencukupi kebutuhan juga mencakup aspek agribisnis yang menguntungkan. Agribisnis adalah model pertanian modern, pertanian yang memaksimalkan pemanfaatan teknologi, salah satunya Smart Farming.

“Maksimal kan pemanfaatan Internet of thing dan terapkan Smart Farming, Keren,disini (Polbangtan YOMA) sudah menerapkan hal ini.”

Keunggulan dari pemanfaatan Smart Farming adalah efisien, semisal walaupun Firman (Mahasiswa Polbangtan) sedang berada jauh dari lahan atau dimanapun, tetap dapat mengakses atau mengontrol lahan nya hanya melalui ponsel nya,”kata Dedi.

"Pemasaran juga harus di perhatikan, tentu ada harga ada kualitas. Utamakan rasa manis nya kan kalau melon, nutrisi yang dibutuhkan juga harus berkualitas dan tercukupi, sehingga jika di ekspor harga nya dapat 10x lipat ketimbang yang dijual dipinggir jalan,” kata Dedi.

"Intinya Smart farming adalah pertanian cerdas, dilakukan oleh orang yang cerdas, cara yang cerdas dengan mengadopsi teknologi. Dan yang paling penting Petani harus menguasai pasar," tandas Dedi.

Pertanian Jago, Indonesia Kokoh, Petani Banten Siap Jaga Ketersediaan Pangan

TANIINDONESIA.COM//BANTEN - Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat berperan penting untuk keberlanjutan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini karena sektor pertanian memiliki peran dalam penyediaan pangan, penyediaan lapangan pekerjaan, dan juga sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat Indonesia.

Petani menjadi ujung tombak penyediaan pangan sekaligus perekomian di Indonesia. Untuk itu keberadaan Petani menjadi penting dalam menjaga kestabilan bangsa dan negara.

Mengambil momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September, Kelompok Tani Nasional Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak, Banten, mengelar Jambore Petani dan Peternak Nelayan Kabupaten Lebak Tahun 2023. Kegiatan jambore mengambil tema “Satukan Tekad Satukan Langkah Menuju Pertanian Yang Maju Mandiri dan Berkelanjutan”.

Acara digelar selama 3 hari, mulai dari 22 -24 September 2023, diikuti oleh Petani, Peternak dan Nelayan di wilayah Lebak Banten, pelaksanaan jambore menjadi momen kebangkitan petani dan sektor pertanian sebagai penyokong kestabilan bangsa.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan sektor pertanian menjadi sektor strategis dan menjadi salah satu pilar kekuatan negara.

Agar produksi dan produktivitas pertanian terus meningkat, dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan menguasai teknologi pertanian yang tepat guna, efektif serta efisien.

"Kekuatan suatu bangsa saat ini dapat dilihat dari kemandirian penyediaan pangannya, sumber daya pertanian sebagai pelaku nya, pertanian jago, Indonesia kokoh. sebut Menteri Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang hadir dalam Pembukaan Jambore Petani dan Peternak Nelayan Kabupaten Lebak, Jumat (22/9) mengajak peserta jambore untuk menyatukan langkah dalam pembangunan pertanian.

“Satukan tekad satukan langkah, bersama menuju pertanian maju mandiri berkelanjutan, kata kunci ini mengingatkan kita untuk bersama bekerja bahu membahu dalam memajukan pertanian indonesia" ujar Dedi.

Dedi menambahkan Kita mesti menggejot produktivitas pertanian, menekan ongkos produksi, guna meningkatkan daya saing produk pertanian.

Baca juga: Siapkan Generasi Muda Jadi Petani Muda Sukses, Politeknik Enjinering Kementan Gelar Kuliah Umum

“Ini butuh kerja bersama, KTNA forum P4S dan semua pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produktifitas pertanian kita” kata Dedi.

Dedi juga mengapresiasi kabupaten Lebak yang secara khusus memberikan perhatian terhadap para petani dan peternak.

Hadir sekaligus membuka Jambore, Wakil Bupati Kabupaten Lebak H. Ade Sumardi, mewakili Bupati Kabupaten Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya, Ade mengatakan wilayah Kabupaten Lebak merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Banten, untuk itu pemerintah daerah menjadikan sektor pertanian menjadi sektor prioritas khususnya di Kabupaten Lebak.

"Kabupaten Lebak merupakan salah satu lumbung pangan di provinsi Banten, itu menjadikan pertanian menjadi sektor prioritas, mari kita niatkan dan kita dorong pertanian dan peternakan di kabupaten Lebak" ujar Ade.

Ade berharap pelaksanaan jambore ini saya harap dapat menjadi motivasi bagi para pertani, peternak dan nelayan untuk tetap semangat berkontribusi dalam penyediaan pangan nasional,

Ketua KTNA Provinsi Banten H. Oong Syahroni menjelaskan pelaksanaan Jambore Petani Peternak dan Nelayan Kabupaten Lebak tahun 2023, mengambil momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September, sekaligus menjadikan momen kebangkitan petani peternak dan nelayan, tidak hanya untuk provinsi Banten tapi juga Nasional.

“Kegiatan Jambore Petani Peternak Nelayan Kabupaten Lebak akan diselenggarakan selama tiga hari, dimulai pada hari ini Jumat tanggal 22 September 2023,” jelas Oong.

“Kegiatan jambore akan diisi kegiatan diantaranya Pameran Produk Pertanian, Peternakan, Kehutanan Perikanan dan kelautan ada kegiatan Lomba unjuk tangkas, asah terampil kalo dulu kita kenal Kelompencapir,” tandasnya.

Acara puncak Jambire diadakan, pada Minggu tanggal 24 September 2023, dalam bentuk Apel Siaga Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, yang akan dihadiri oleh 3.547 Peserta.