22 April 2026

Hari: 24 September 2023

Kunjungi BPP Banyuurip, Kepala BPPSDMP: Semua Ada di Alam, Pahami Lalu Improvisasi dan Modifikasi

TANIINDONESIA.COM//PURWOREJO - Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP mengajak petani dan penyuluh memanfaatkan kekayaan yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat Kepala BPPSDMP mengunjungi lokasi penerima program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) di Purworejo, yaitu BPP Banyuurip, yang menyandang sebagai penanggung jawab penerima program SIMURP terbesar di Jawa Tengah, Minggu (24/9/2023).

SIMURP merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Tujuan proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam proyek SIMURP adalah Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani, khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP.

Baca juga: Diversifikasi Produk dan Olahan Kambing Jadi Bukti Keberhasilan P4S Lurisae Purworejo

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan alam sudah menyediakan segalanya untuk umat manusia.

"Manusia hanya tinggal memanfaatkannya dengan baik. Bahan pangan, air, sinar matahari, dan semua yang dibutuhkan pertanian sudah disiapkan alam. Ayo manfaatkan dengan baik," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam kunjungan kerjanya BPP Banyuurip, Purworejo, mengatakan para petani harus berbahagia karena keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

"Petani menyediakan pangan dari ternak maupun tanaman pangan, oksigen juga banyak dihasilkan dari tanaman. semoga para petani dilancarkan semua urusan nya karena apa yang dilakukan selama ini sangat mulia," ujarnya.

Dalam arahannya, Dedi juga berpesan agar sinergitas pemerintah, penyuluh dan petani jangan sampai terhambat. Agar upaya dan program apapun dapat dimengerti dan terlaksana dengan mudah apabila semua insan saling bersinergi.

Menurutnya, pembangunan pertanian ditujukan untuk menyediakan pangan, utamanya untuk seluruh warga Indonesia.

“Peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, jika tidak seimbang juga tidak laku dan akhirnya dijual dengan harga rendah,” tegas Dedi.

Untuk mensiasati hal tersebut, Dedi juga berpesan agar penggunaan Smart Farming sudah wajib diterapkan.

“Kalau tanaman pangan mulai dari benih yang berkualitas dan kalau hewan ternak mulai dari bibit yang berkualitas juga, termasuk pembenah tanah, pengontrol pupuk sudah ada sekarang, jadi terapkan Smart Farming mulai dari sekarang," katanya.

Diversifikasi Produk dan Olahan Kambing Jadi Bukti Keberhasilan P4S Lurisae Purworejo

TANIINDONESIA.COM//PURWOREJO - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melanjutkan kunjungan kerjanya ke Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (24/9/).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lurisae.

Kunci keberhasilan P4S Larisae yang bergerak di bidang peternakan kambing, adalah bibit unggul yang digunakan yang berasal dari Australia dan Nigeria. Hal ini yang juga menarik perhatian Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kelompok-kelompok tani harus mengetahui potensi dan kelebihan masing-masing.

"Potensi yang dimiliki tersebut harus digali dengan baik sehingga menguntungkan anggotanya secara ekonomi. Dan ini bisa menjadi kunci sukses kelompok tani, termasuk P4S," ujarnya.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap cara pengelolaan dan hasil produk dari P4S Lurisae.

”Manajemen kandang nya bagus sekali, saya sudah keliling kandang dan tidak tercium bau kambing ataupun kotoran nya," sebut Dedi.

Baca juga: Kementan Pastikan Petani Harus “Okane Mochi”

Dedi sangat mengapresiasi produksi yang ada di P4S ini. "Disini produksinya bukan hanya susu ya, tapi juga cempe (anak kambing) bahkan juga pupuk kandang," katanya.

Harapan nya setelah dilakukan kunjungan kerja ke P4S ke Lurisae, usaha yang dijalankan akan lebih produktif dan akan terus lebih dikenal sehingga banyak off takers yang bekerja sama di komoditas kambing serta produk turunannya.

Aning, Ketua P4S Lurisae, mengatakan sangat memperhatikan tata kelola kandang, kotoran, dan terutama bibit kambing.

Aning pun merasa sangat terhormat tempatnya menjadi tujuan kunjungan kerja Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) beserta tim di Purworejo.

Kementan Pastikan Petani Harus “Okane Mochi”

TANIINDONESIA.COM//PURWOREJO - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi kunjungi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Okane Mochi Farm, Purworejo, Jawa Tengah pada Minggu (24/9/2023).

Kehadiran Kepala BPPSDMP Kementan disambut langsung oleh pemilik Okane Mochi Farm, Suprayitno. Kegiatan sendiri diawali dengan dialog bersama petani dan peternak wilayah Ngaglik. Dalam kesempatan itu, Dedi memaparkan kiat agar pertanian menjadi 'Okane Mochi', yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti menghasilkan banyak keuntungan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini pertanian telah menjelma menjadi bisnis yang menjanjikan. Pengelolaan pertanian menurut Mentan Syahrul telah dilakukan secara baik dengan mengadopsi teknologi. "Teknologi dan digitalisasi di sektor pertanian mendorong tumbuh kembang dan nilai lebih yang didapat petani," ujar Mentan Syahrul.

Oleh karenanya, Mentan Syahrul mengajak kepada insan pertanian untuk terus mendorong agar sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern. "Pertanian harus memberikan manfaat yang besar kepada petani itu sendiri," ujar Mentan Syahrul.

Dalam arahannya, Kepala Badan BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi turut memotivasi para petani yang hadir. Ia mengatakan bahwa petani tidak sekedar memenuhi kebutuhan sendiri, keluarga atau tetangga, tetapi harus mendapatkan duit sebanyak banyaknya.

"Petani harus okane mochi, petani berduit, petani yang banyak duit. Sesuai dengan nama P4S-nya, karena nama adalah doa," kata Dedi.

Baca juga: Wondis, Keajaiban Coklat Dari Kulonprogo Untuk Kebanggaan Indonesia

Dilanjutkannya, untuk menjadikan agribisnis peternakan sumber cuan, sudah pasti ada kiat-kiat tertentu.

"Membangun kesinambungan agribisnis peternakan harus memperhatikan beberapa aspek. Pertama adalah pemilihan bibit unggul. Bibit yang berkualitas tinggi akan menjamin produktivitas yang bagus. Kedua yaitu pakan, karena pakan adalah 70% dari faktor keberhasilan beternak," paparnya.

Pemilik Okane Mochi Farm, Suprayitno menerangkan asal muasal nama Okane Mochi yaitu dari bahasa Jepang yang berarti "Punya Uang". Dari nama tersebut, Suprayitno berharap usahanya dapat berkembang pesat dan menjadi sumber rezeki bagi banyak orang.

"Saya terinspirasi beternak setelah sepulang saya dari Jepang. Di Jepang ternak itu ribuan, dan saya rasa Purworejo mempunyai potensi yang luar biasa dan saya ingin mengembangkannya," ungkap Suprayitno.

Ia juga menambahkan bahwa selain sebagai ladang mencari cuan, beternak kambing juga merupakan salah satu dari sunnah yang mengandung banyak keberkahan.

"Beternak kambing itu banyak mengandung keberkahan. Saya ingin keberkahan dan kebermanfaatan ini juga dirasakan oleh banyak orang," harapnya.

Sejauh ini, P4S Okane Mochi Farm fokus pada produksi susu, cempe atau anakan kambing, pakan dan juga pupuk dari limbah kotoran kambing. P4S Okane Mochi Farm juga sudah bekerjasama dengan 29 peternak di wilayahnya.(*)