26 Mei 2024

Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

0

TANIINDONESIA.COM//BANYUMAS – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), bekerjasama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh wilayah Banyumas, pada 4 September 2023 bertempat di Surya Yudha Purwokerto Jawa Tengah.

Bimtek mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari, diikuti oleh 100 peserta. Dalam kesempatan itu, Kementan mengajak warga Banyumas mengoptimalkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan lestari merupakan bagian dari pembangunan pertanian

“Pengembangan lahan pekarangan bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, penyuluh memiliki peran penting pemanfaatan lahan pekarangan.

“Penyuluh pertanian berperan penting mendorong pengembangan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari sebagai ´miniatur pertanian´ Indonesia menyokong ketahanan pangan,” sebut Dedi.

Baca juga: Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan bahwa pengoptimalan pekarangan untuk kecukupan pangan memang seyogyanya harus terus diupayakan mengingat alih fungsi lahan yang terjadi terus menerus.

“Alih fungsi lahan untuk pembangunan di area pula Jawa tidak dapat terelakkan, sedangkan pengoptimalan lahan di luar Jawa bukan hal mudah karena harus melalui treatment tertentu,” katanya.

“Oleh karena itu mari kita optimalkan lahan-lahan marjinal, lahan-lahan pekarangan untuk mewujudkan ketahanan pangan utamanya di lingkup rumah tangga,” ujar Bambang.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sunarna, memotivasi para peserta Bimtek untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengelolaan pekarangannya.

“Belakangan ini marak penggunaan AI (Artificial Intelegent) dalam segala bidang, ini bisa juga diterapkan bapak dan ibu sekalian dalam mengelola pekarangan. Jangan salah, pekarangan juga bisa menjanjikan secara ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Sunarna.

Hadir sebagai fasilitator kegiatan yaitu Sriwaryati yang juga merupakan Ketua Persatuan Wanita Tani Banyumas (PERWATIMAS). Dalam materinya, Sriwaryati menunjukkan beberapa success story dari pengelolaan pekarangan yang dilakukan oleh KWT diantaranya yaitu usaha penyedian bibit tanaman, pengelolaan kolam ikan, hingga pengelolaan hasil pekarangan menjadi berbagi pangan olahan.

“Utamanya memang ditujukkan untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga, namun dengan usaha lebih tidak dipungkiri bahwa pengelolaan pekarangan juga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga hingga penanganan rawan pangan dan gizi di daerah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *