21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang Kementerian Pertanian, Bambang Sudarmanto, memberikan dukungan untuk peningkatan hasil produk pertanian unggul di Sleman.

Hal tersebut disampaikan saat hadiri pengukuhan penyelenggaraan Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Bazar Produk Kelompok Wanita Tani (KWT), di Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah VIII Prambanan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini digelar untuk mempertemukan para pelaku usaha pertanian, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan hasil produk pertanian setempat. Karena di ajang yang sama juga digelar bazar produk kelompok wanita tani (KWT).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika digarap dengan serius. Karena, pertanian menghasilkan pangan yang dibutuhkan semua orang.

Oleh sebab itu, Mentan Amran mengajak insan pertanian untuk memaksimalkan semua potensi yang ada agar ketahanan pangan terjaga.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan mindset tentang pertanian sudah berubah.
"Dahulu pertanian identik dengan kotor. Tapi sekarang tidak. Karena pertanian pun sudah maju dan digarap dengan teknologi. Selain itu sektor pertanian yang ada di hulu hingga hilir bisa dimanfaatkan," katanya.

Baca juga: Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

Untuk itu, Dedi tak segan mengajak anak-anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Karena banyak yang bisa digarap dan ini menguntungkan. Pendekatannya pun bisa dilakukan secara digital seperti yang biasa dilakukan anak-anak muda," tuturnya.

Sedangkan Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, berharap melalui kegiatan ini para petani semakin termotivasi. Ia juga berharap di antara mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di wilayah Bumi Sembada.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman diketahui telah menetapkan pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas utama di daerahnya, karena sudah ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang senantiasa mendukung arus perdagangan, termasuk perputaran ekonomi.

“Komitmen dari Pemda Sleman dalam memajukan pembangunan pertanian di wilayahnya memang tidak diragukan. Kami sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian tentunya sangat siap untuk berkolaborasi untuk terus membuat terobosan-terobosan inovasi maupun memperkuat kelembagaan petani seperti Forkom yang dikukuhkan hari ini," ucap Bambang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan Forkom Gapoktan dan Bazar produk KWT. Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani untuk saling berkolaborasi meningkatkan produksi hasil pertanian di Sleman.

Lebih lanjut, Kustini juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong setiap aktifitas dan memberikan motivasi para petani untuk dapat memajukan pertanian sebagai sektor penting dan andalan dalam menopang perekonomian nasional maupun daerah.

"Saya berharap agar Forum Komunikasi Gapoktan dan KWT berkolaborasi dan berkoordinasi agar dapat saling melengkapi dalam menjalankan berbagai program kegiatan untuk memajukan pertanian Sleman sehingga petani semakin sejahtera," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kustini juga mendorong Forum Komunikasi Gapoktan dan Bazar KWT bersama - sama berupaya untuk terus meningkatkan hasil produk - produk pertanian dengan kualitas yang unggul. Selain bazar produk KWT, dalam kesempatan yang sama juga dikukuhkan 9 (sembilan) pengurus Organisasi Perkumpulan Petani Organik.

Pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman yang ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan. Kemudian, Bupati Sleman beserta jajarannya juga berkesempatan melakukan panen buah semangka yang berada di kawasan Kantor BP4 Wilayah VIII Prambanan.

Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi SDM, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar In House Training (IHT) penulisan buku referensi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, insan pertanian harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan segala hal.

Sebab, sambung Mentan, pengembangan pertanian tidak hanya sebatas tanam dan panen. Pengetahuan dan ilmu seputar pertanian pun terus berkembang. Pertanian juga tidak luput dari kemajuan teknologi.

Oleh karena itu, Mentan meminta insan pertanian menguasai perkembangan yang ada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memperkuat pernyataan tersebut.

"Kita di BPPSDMP selalu meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan insan pertanian. Karena pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Pertanian pun sudah tersentuh digital. Makanya SDM yang harus terus mengasah kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pertanian," katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

Wakil Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Sujono, yang mewakili Direktur saat membuka kegiatan, mengatakan kegiatan IHT ditujukkan agar dosen maupun pegawai jabatan fungsional lainnya sebagai bagian dari civitas akademika untuk dapat menghasilkan literasi yang berkualitas.

“Kami berharap semua peserta ini dapat menghasilkan output berupa buku sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tidak harus individu, penyusunan buku dapat dilakukan dengan rekan yang memiliki keilmuan yang serumpun,” ujar Sujono.

Hadir sebagai pemateri yaitu Wing Wahyu Winarno dan Endang Hariningsih, akademisi sekaligus penulis aktif dengan beberapa karya buku dan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan.

Wing secara rinci menjelaskan tahapan penulisan buku dan keuntungan menulis buku.

“Yang pertama harus dilakukan yaitu menentukan target berupa jenis buku, topik dan pasarnya. Selanjutnya pilih metode publikasi. Baru saudara kumpulkan bahan, desain cover dengan menarik dan publikasikan lewat penerbit,” terangnya.

Wing juga menekankan bahwa selain sebagai warisan saat kita sudah tiada, menulis buku juga dapat memberikan keuntungan materi.

“Misal buku harga Rp 100.000 dengan royalti 10% per buku, maka jika dicetak 1000 eksemplar bisa dapat Rp 10.000.000. Dibayarkan saat terbit 25%, sisanya disampaikan per semester sesuai dengan buku terjual,” ujarnya.

Sementara Endah pada kesempatan selanjutnya lebih menjelaskan mengenai langkah-langkah untuk berhasil mempublikasikan karya ke jurnal bereputasi dan pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi.

“Langkah pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi antara lain dengan memasukkan perintah atau kata kunci, ChatGPT kemudian akan menampilkan beberapa pilihan alternative, ketik kerangka umum penulisan buku, kemudian chat perintah: tolong buatkan outline untuk buku referensi dengan tema tertentu, lalu berikan perintah lanjutan untuk mengembangkan paragraf untuk mengisi pendahuluan dengan sub judul. Untuk melengkapi dengan referensi, copy paragraf ke typeset.io,” terang Endah.

Di akhir pelatihan, Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, berpesan agar setelah pelatihan, peserta segera membuat draft buku untuk dipublikasikan.

“Kami targetkan kurang lebih 1 bulan untuk bapak ibu menyusun draft buku dengan harapan kemudian dapat dipublikasikan dengan nomor ISBN. Sementara kita akan bekerjasama dengan penerbit luar yang sudah memegang sertifikat ISBN,” pesannya.

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dalam upaya mencapai target swasembada, khususnya padi dan jagung, Kementerian Pertanian, (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Peningkatan kompetensi penyuluh pertanian juga dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang menyelenggarakan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli selama 21 hari, 23 April-13 Mei 2024.

Sejumlah 30 orang penyuluh dari lima provinsi yang termasuk wilayah kerja BBPP Lembang diundang menjadi peserta pelatihan. Yaitu dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten dan Maluku.

Baca juga: Kementan Siap Gelar TOT `Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’

Dalam berbagai kesempatan,Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya SDM pertanian dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan.

“Peran penyuluh bagi petani sangatlah penting, sebagai upaya mencapai peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional, utamanya padi dan jagung,” tegas Dedi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga mampu mendampingi mitra kerja petani lebih optimal.

Materi-materi tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok dasar, inti dan penunjang. Tujuan akhir yang diharapkan setelah selesai pelatihan adalah agar para peserta dapat memberikan pendampingan yang profesional, amanah, kreatif, proaktif dan responsif ketika melaksanakan tugasnya.

Para peserta tidak hanya mendapatkan teori klasikal dalam pelatihannya, namun juga praktik lapangan ketika berhadapan langsung dengan petani di lapangan.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre-test untuk mendapatkan gambaran awal pemahaman peserta terhadap materi pelatihan dan post-test untuk mengukur tingkat penguasaan materi peserta setelah materi selesai disampaikan. Peserta dengan hasil post test di bawah batas minimal nilai, dilakukan remedial.

Baca juga: Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

Selama pelatihan dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mengukur kualitas proses pelaksanaan pelatihan, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap peserta pelatihan.

Selain materi di dalam kelas dan di lapangan, para penyuluh pertanian juga diharapkan dapat menumbuhkan minat dan memotivasi para petani. Hal ini disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat pembukaan pelatihan Selasa (23/4/2024).

“Tujuan pelatihan yang awalnya hanya mempersiapkan kompetensi dan membentuk karakter positif, diharapkan dapat membuahkan motivasi dan dorongan pada para petani dan kelompok tani sehingga produksi dan produktivitas dalam kegiatan pertaniannya meningkat,” tandasnya.

Ajat juga menambahkan harapannya agar sepulang dari kegiatan pelatihan di BBPP Lembang, penyuluh pertanian dapat memberikan pendampingan yang maksimal kepada petani.(***)

Kementan Siap Gelar TOT `Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian siap menggelar Training of Trainers (TOT) bertajuk ‘Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’ bagi Widyaiswara, Dosen, Guru, Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada 2-4 Mei 2024 mendatang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan, serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi gogo. Hal ini dilakukan melalui Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan, sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok maupun yang akan datang adalah pertanian dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujarnya.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, dalam Konferensi Pers TOT Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional mengatakan, padi merupakan salah satu komoditas yang strategis. Tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas ini harus diantisipasi dengan mengenjot produksi dalam mencukupi kebutuhan dalam negeri

“Kunci dalam Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional adalah meningkatkan produksi karenanya, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang,” sebut Dedi saat Konferensi Pers secara online menjelang pelaksanaan ToT, Selasa (23/4/24) di Jakarta.

Baca juga: Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

Dedi juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian selama ini telah menerapkan pendekatan yang holistik dalam mendukung budidaya padi termasuk jagung.

“Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan,” katanya.

Dedi pun berharap, melalui kegiatan TOT ini dapat saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pelatihan pertanian, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari 2 - 4 Mei 2024 ini, akan digelar secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor KORAMIL di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini akan diikuti 120.641 peserta yang terdiri dari 187 widyaiswara, 262 dosen, 70 guru UPT Pendidikan Pertanian, 24.607 penyuluh pertanian PNS, 12.480 penyuluh pertanian PPPK, 1.385 penyuluh pertanian THL Pusat, 8.775 penyuluh pertanian THL Daerah, serta 72.875 Bintara Pembina Desa (BABINSA).

Dari jumlah tersebut, 100 peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka yang terdiri atas 12 widyaiswara, 4 guru, 64 penyuluh pertanian, 16 babinsa, dan 4 dosen.(***)

Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan program bantuan pompanisasi, khususnya di lahan persawahan tadah hujan. Saat ini giliran Jawa Tengah (Jateng) yang digelontori bantuan pompa air untuk 35 kabupaten/kota. Bantuan pompa air yang sedianya akan diberikan sebanyak 4.000 unit, ditambah menjadi 10.000 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku bangga melihat kekompakan Forum Koumikasi Pinpinan Daerah dan juga semua komponen yang terlibat dalam program Brigade Alsintan untuk Provinsi Jawa Tengah.

“Terimakasih Jawa Tengah sudah luar biasa kompak. Sehingga bantuan kami berikan 100 persen secara langsung, tidak perlu bertahap,” sebut Amran saat memberikan sambutan pada kegiatan Apel Siaga Brigade Alsintan di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 23 April 2024.

Amran mengatakan pompanisasi ini untuk percepatan tanam sehingga produksi beras nasional pun bisa ikut terdongkrak. Amran optimistis program pompanisasi bisa memacu aktivitas tanam di musim kedua tahun ini agar berjalan lebih cepat dan maksimal.

“Pompanisasi ini kami fokuskan di Pulau Jawa, semua kawasan sentra produksi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Hari ini kita pompa airnya, langsung diolah lahannya dan lusa sudah bisa tanam,” ungkap Amran.

Kementan menfokuskan program pompanisasi di pulau Jawa karena rentang kendali yang dekat. Selain itu, 70 persen produksi beras nasional juga masih ditopang oleh Pulau Jawa.

Pompanisasi dilakukan secara masif karena dapat membantu aktivitas tanam petani di lapangan. Petani akan lebih mudah dan cepat melakukan olah tanah yang diikuti tanam padi nya kemudian.

Gerakan pompanisasi pun diharapkan bisa meningkatkan produksi beras nasional secara signifikan.

“Kita targetkan pompanisasi ini bisa memberikan tambahan minimal 1,2 juta ton beras. Itu minimal. Semoga bisa sampai 1,5 juta ton. Dengan begitu, sebelum tiga tahun kita harapkan bisa swasembada lagi,” tutur Amran.

Baca juga: Percepat Akselerasi Perluasan Areal Tanam di Kabupaten Bandung melalui Pompanisasi

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil mengatakan, selain meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP 200, diharapkan pompanisasi ini memberikan kontribusi produksi maksimal karena memang luas baku sawah kita secara Nasional, Jawa Tengah termasuk dalam peringkat 3 besar nasional.

Ali Jamil mengungkapkan, potensi sawah tadah hujan Jateng sebesar minimal 267.720 hektare. Program pompanisasi ini dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman padi di sawah tadah hujan, termasuk untuk sawah tadah hujan. Dari catatan secara nasional, 7,4 juta hektare luas baku sawah di Indonesia, ada sekitar 36 persen merupakan sawah tadah hujan.

"Artinya ada sekitar 2,7 juta hektare sawah tadah hujan. Nah, dari total secara nasional itu kita intervensi berapa hektare yang memiliki sumber air permukaan khususnnya (seperti Sungai, embung, long storage, dll) dan dapat diairi sawah tadah hujannya menggunakan pompanisasi. Jadi kita bergerak di lahan tadah hujan secara umum," jelasnya.

Lebih lanjut Jamil mengatakan, targetnya pada tahun 2024 hingga bulan Oktober khusus lahan sawah tadah hujan akan dimaksimalkan mencapai satu juta hektare. Dia mengatakan, dengan pemberian bantuan pompa air lahan tadah hujan tersebut dapat ditingkatkan indeks pertanaman (IP) padi diatasnya.

"Target Pak Menteri 1 juta hektare. 500 ribu khusus di pulau jawa ini termasuk Jawa Tengah. Dengan adanya peningkatan produktivitas pertanaman juga akan terjadi peningkatan penghasilan maupun pendapatan masyarakat," pungkas Ali Jamil.

Acara Apel Siaga Alsintan melalui penyerahan secara simbolis bantuan alsintan berupa pompa air ini turut dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi termasuk Kapolda Jateng yang diwakili WaKaPolda Jateng dan juga Kajati Jateng.(*)

Percepat Akselerasi Perluasan Areal Tanam di Kabupaten Bandung melalui Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Dalam rangka mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) padi serta antisipasi darurat pangan di Kabupaten Bandung, dilaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan kegiatan Pompanisasi, Jumat (19/4/2024) di Gedung Oryza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Rapat dihadiri Kepala BBPP Lembang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran dan Kodim 0624 Kabupaten Bandung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pompanisasi sebagai solusi cepat dan tepat dalam mengatasi masalah pertanian, utamanya mengairi sawah kering yang terdampak fenomena El Nino.

“Pompa ini solusi cepat untuk menangani El Nino, karena pompa ini membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal,” ungkap Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa penanaman yang tepat waktu dan pemilihan varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, menjadi strategi jitu meningkatkan produksi pangan.

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

Pada rapat koordinasi, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika memberikan paparan tentang Upaya Peningkatan Areal Tanam Padi melalui Akselerasi Kegiatan Pompanisasi pada Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Bandung.

“Beberapa hal perlu kita lakukan yaitu pemahaman yang sama tentang Program PAT, pompanisasi dan padi gogo untuk stakeholder terkait dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi diantara penanggung jawab di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Kodim 0624 Kabupaten Bandung”, kata Ajat.

Pada rakor ini dilakukan kesepakatan dan tindak lanjut target dan realisasi PAT dan pompanisasi di Kabupaten Bandung dan mekanisme pelaporan di aplikasi monitoring yang disiapkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian. (yoko/che)

Upgrade Skill, Kementan Lepas Petani Muda Magang Luar Negeri

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengukuhkan sekaligus melepas Peserta Magang Taiwan Batch-4 Program YESS tahun 2024, Sabtu, (20/04/2024) di Ciawi, Bogor.

Pada Batch-4 ini, program yang merupakan hasil kerjasama BPPSDMP melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) akan memberangkatkan 61 petani muda penerima manfaat program YESS.

Pengukuhan dan pelepasan peserta dilakukan langsung Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti.

Kepala BPPSDMP pun berbagi tips pada peserta magang.

"Saat saya studi di Jepang, saya langsung bertemu dengan profesor pembimbing saya, dengan keterbatasan bahasa yang saya miliki, nasihat itu akan saya sampaikan pada kalian sekarang (peserta)", tuturnya.

Dedi pun menekankan magang harus segera beradaptasi dengan tiga hal.

"Pertama iklim dan cuaca, Taiwan berada di wilayah peralihan tropis ke subtropis, tidak terlalu dingin tidak sampai turun salju. Kedua makanan, harus dapat beradaptasi dengan makanan, jangan ragu yang penting makanan halal, ikan dan ayam banyak dan Taiwan sangat peduli tentang status halal. Makanannya enak-enak tidak kalah dengan rawon atau rujak cingur. Sedangkan yang ketiga, carilah teman orang Taiwan sebanyak banyaknya. Bagaimana caranya, kuasai bahasa. Dengan banyak praktek bicara, jangan takut kalau pelafalan nya salah, mereka mengerti," papar Dedi.

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

Dedi juga mengingatkan para peserta jika mereka adalah duta bangsa, bukan duta Jawa Barat atau Jawa Timur.

"Ingat, tujuan kalian dikirimkan kesana, sebagai peserta magang, untuk magang, bekerja, belajar, menimba ilmu untuk nantinya pengalaman dan ilmu tersebut diterapkan di tempat asal. Taati peraturan dan norma hukum di sana," tuturnya.

Menurutnya, budaya Taiwan adalah kerja keras, kinerja orang orang sana baik di perkantoran atau di sawah luar biasa.

"Jadi kalian harus siap untuk kerja keras. Kerja keras dan mentaati peraturan dan norma hukum di Taiwan, kalian sanggup? yang di jawab oleh seluruh para peserta magang dengan semangat," ujarnya

Kapusdiktan, Idha Widi Arsanti menjelaskan jika durasi magang berlangsung selama satu tahun dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjang dan menjadi Specialized Skill Worker (SSW).

"Di sana mereka akan belajar proses agribisnis dari hulu sampai akhir, dari produksi sampai dengan marketing. Dan pada akhirnya bagaimana kita menciptakan pelaku agribisnis indonesia, dari petani muda ini," katanya.

Ia menambahkan, Pada tahun 2023 BPPSDMP melalui program YESS telah mengirimkan peserta Magang Taiwan sejumlah 99 orang dan tahun 2024 ini akan diberangkatkan 61 orang serta direncanakan pada bulan Oktober 2024 akan ada pemberangkatan kembali sejumlah 40 orang.

"Para peserta magang dari Indonesia bersaing dengan peserta dari negara lain, dan perusahaan penerima peserta memang lebih menyukai peserta dari Indonesia karena dinilai taat dan penurut," tutupnya.(***)

Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

TANIINDONESIA.COM//MERAUKE - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung melakukan cetak sawah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kegiatan ini merupakan hari pertama kerja usai mengisi libur panjang pada momen Hari Raya Idul Fitri 2024.

Di lokasi cetak sawah 500 ribu Ha Papua Selatan tersebut Mentan bersama jajaran pemda dan para petani setempat bergerak menggarap lahan potensial di Kabupaten Merauke.

"Dulu kami rintis disini sawah 10 ribu hektare dan sekarang produksinya sudah 6 ton per hektare, jadi sudah berhasil. Dulu rencana kita kembangkan 1 juta hektare dan sekarang kita merintis 500 ribu hektare. Ini kita proyeksikan menjadi lumbung pangan masa depan," ujar Mentan, Selasa, 16 April 2024.

Mentan mengatakan, potensi pertanian di Kabupaten Merauke sangatlah besar terutama dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya di Indonesia bagian timur. Apalagi, saat ini hampir semua negara di dunia tengah dilanda el nino panjang yang membuat produksi mengalami penurunan.

Baca juga: Kadis Pertanian Kabupaten Bandung Apresiasi Upaya Kementan Tambah Pupuk Bersubsidi

"Potensinya luar biasa. Disini, airnya melimpah. Nah ini kita jadikan kekuatan kita untuk panen. Di saat ini ada el nino, kemudian krisis pangan dunia ini sangat strategis sehingga insya allah ke depan kita tingkatkan indeksnya," katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Merauke sendiri dikenal sebagai etalase perdagangan dan transportasi di wilayah Indonesia Timur, wilayah Pasifik dan Rumpun Melanesia. Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan dengan potensi lahan pertanian 1,2 juta hektare.

Provinsi Papua Selatan terdiri dari 4 kabupaten, 74 distrik, 13 kelurahan, dan 674 kampung. Sedangkan populasi di Merauke mencapai 243.722 jiwa dengan total luas wilayah mencapai 127.280,69 kilometer.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan arahan Mentan Amran terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Merauke. Dia mengatakan, wilayahnya merupakan penunjang bagi kebutuhan pangan di Papua.

Saat ini, pemerintah juga tengah menyiapkan pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang lebih sehat. Selain itu, kata Romanus, pihaknya telah menyiapkan dukungan infrastruktur irigasi untuk target produksi yang lebih besar.

Romanus menambahkan, dukungan terhadap sektor pertanian juga akan dilanjutkan dengan kehadiran Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra yang direncanakan akan hadir pada Rabu, 16 Arpil besok.

"Hari ini Mentan dan besok Wamenhan akan tiba di Merauke dalam rangka mensukseskan program food estate di Merauke. Jadi sekali lagi, terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas dukungan dan arahan terhadap jalannya pembangunan pertanian di wilayah Merauke. Ke depan, kami siap menjadikan pertanian sebagai solusi masa depan yang berkelanjutan," jelasnya.(***)

Kadis Pertanian Kabupaten Bandung Apresiasi Upaya Kementan Tambah Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus membantu dan mendukung petani meningkatkan produksi pangan. Beragam bantuan telah diberikan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada para petani di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satu bantuan tersebut berupa penambahan alokasi pupuk bersubsidi menyambut musim panen tahun 2024.

"Alhamdulillah, hari ini petani Indonesia merasakan kebahagiaan karena pupuk sudah sampai di titik distribusi, dengan penambahan pupuk sebesar 100%, dengan nilai anggaran mencapai Rp28 triliun. Kami telah memastikan pengiriman surat sudah sampai ke Gubernur dan Bupati, hingga Kadis Kabupaten," terang Mentan Amran ketika mengunjungi Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsah memberi apresiasi atas tambahan kuota pupuk bersubsidi. Secara keseluruhan Kementerian Pertanian telah mengalokasikan sejumlah 634.990 ton untuk Provinsi Jawa Barat untuk Tahun Anggaran 2024. Kabupaten Bandung sendiri menerima penambahan pupuk urea sebesar 10.854,4 ton dan pupuk NPK sejumlah 12.349,56 ton. Secara total Kabupaten Bandung menerima pupuk bersubsidi sejumlah 26.140 ton Urea dan 23.207 ton untuk pupuk NPK setelah diberikan penambahan.

Ketika ditemui untuk memberikan keterangan, Ningning memberikan keterangan lebih lanjut bahwa selanjutnya pupuk bersubsidi ini akan dialirkan ke petani dengan berbagai komoditas. Diantara komoditas pangan yang dijadikan andalan di Kabupaten Bandung adalah Padi, Kedelai, dan Jagung. Sementara itu di tanaman hortikultura Kabupaten Bandung mengandalkan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabai Merah. "Harapan kami kebutuhan pupuk di lapangan dapat terpenuhi dengan adanya tambahan alokasi pupuk," tegas Ningning.

Dengan adanya tambahan pupuk bersubsidi ini Dinas Pertanian Kabupaten Bandung juga mengharapkan adanya peningkatan produktivitas petani di lapangan. Diharapkannya juga dengan adanya berbagai program-program dari Kementerian Pertanian seperti penambahan pupuk bersubsidi, program pompanisasi lahan, dan modernisasi alat mesin pertanian dapat membantu para petani untuk meraih hasil yang maksimal. (YKO/AFR)

Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Komitmen Kementerian Pertanian dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk memajukan pertanian Indonesia ditunjukkan dalam berbagai bentuk peningkatan kompetensi. Tidak terkecuali bagi widyaiswara yang menjadi pengajar dalam pelatihan di balai-balai pelatihannya, Kementerian Pertanian mendorong terus peningkatan kompetensi dan inovasi di bidang pertanian melalui riset dan seminar di balai-balainya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai sektor pertanian akan lebih optimal jika dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan inovasi. Sejalan dengan semangat itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa transformasi pertanian menjadi suatu keharusan dalam peningkatan produksi pertanian. Semangat itu ditunjukkan dalam berbagai kegiatan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang termasuk dalam kegiatan Kajian Widyaiswara.

Kajian Widyaiswara atau kajiwidya merupakan kegiatan wajib bagi para Widyaiswara. Sebagaimana diamanatkan oleh PERMENPAN RB Nomor 22 Tahun 2014, setiap widyaiswara memiliki kewajiban untuk menunaikan kajiwidya demi meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesi widyaiswara. Di BBPP Lembang para widyaiswara melakukan kajiwidya untuk mengamalkan hal tersebut dan juga meningkatkan keilmuan dalam bidang pertanian.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Pertanian, Pustaka Kementan Sosialisasikan Layanan Perpustakaan

Telah dilaksanakan kajiwidya dengan tajuk kajian Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Kemasan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Produk Hortikultura: Studi Kasus pada Brokoli (Brassica Olarecea L.var Italica) dan Tomat Beef (Lycopersicum esculetum Mili) pada Kamis (04/04) lalu. Kajiwidya dilakukan demi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia tenaga pendidik di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Disajikan dalam bentuk seminar riset, kaji widya kali ini mempersembahkan hasil penelitian tim widyaiswara BBPP Lembang yang terdiri dari 6 orang terhadap Brokoli dan Tomat Beef. Tim sendiri terdiri dari Ir. Elvina Herdiani, SP., MP., Dewi Padmisari S.SP., M.Sc., Sani Hanifah, S.P., M.P., Rosros Rosdiantini, S.P., M.Sc., Riyadi Pratiwa Sutardjo, S.Pt., M.P., dan Estu Hariyani S.TP., M.p., Penelitian telah dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan menunjukkan perbedaan pada brokoli dan tomat beef yang diberikan perlakukan penyimpanan yang berbeda-beda.

Diantara hasil penelitian melihat perbedaan warna, ukuran, dan hasil yang ditunjukkan pada presentasi. Perlakuan yang diberikan pada kedua varietas tanaman hortikultura tersebut diantaranya adalah pada Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Pengemasan. Setelah tim widyaiswara mempresentasikan hasil temuan, dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi untuk lebih lanjut mengembangkan potensi penelitian dengan widyaiswara BBPP Lembang lainnya.

Sebagai pembimbing dari akademisi, dihadirkan juga dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran Asri Widyasanti, M.Eng. Menurut Asri, penelitian yang dilakukan sangat bagus dan dapat dilanjutkan baik oleh widyaiswara lain maupun oleh mahasiswa dan akademisi di tingkat kampus. (YKO/AFR)