21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Sinergi Kementan dan UNHAS Dongkrak Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menjalankan komitmen untuk melakukan regenerasi petani. Untuk mendukung hal itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan pun dilakukan, terutama yang menggeluti sektor pertanian.

Jalinan kerjasama inilah yang dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Manusia Pertanian (BPPSDMP), saat menyambut kehadiran 45 peserta didik dan tenaga pengajar Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kamis (9/5/2024), di Aula Catur Gatra.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda merupakan harapan bagi masa depan pertanian Indonesia.

Mentan Amran menekankan betapa pentingnya minat pada bidang pertanian untuk dipupuk sedini mungkin demi keberlanjutan pembangunan pertanian Indonesia.

“Regenerasi ini penting untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia. Generasi muda berperan penting untuk terjun ke sektor pertanian secara langsung sebagai penerus petani-petani yang sudah berusia lanjut,” ujar Amran.

Hal senada disampaikan Kepala. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang menyimpan harapan tinggi bagi generasi muda.

“Generasi masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu kita akan terus berupaya untuk menghadirkan banyak petani milenial yang dapat mengangkat serta memajukan sektor pertanian,” jelas Dedi.

Baca juga: Tak Ada Waktu Libur, Mentan Amran Tetap Tinjau Jalannya Pertanaman Padi di Sulawesi Selatan

Terpisah Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan tugas UPT BPPSDMP adalah untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha tani baik dari aparatur negara seperti penyuluh pertanian hingga ke calon-calon petani muda seperti kunjungan dari Universitas Hasanuddin ini.

Selanjutnya para peserta kunjungan dibagi menjadi dua kelompok dan mengunjungi beberapa titik di BBPP Lembang. Sebagian mengunjungi screen housue tanaman hias, Kawasan Rumah Pangan Lestari, dan teknologi smart farming yang digunakan di lahan BBPP Lembang.

Sementara sebagian yang lain mempelajari instalasi hidroponik yang ada di BBPP Lembang. Diantara instalasi hidroponik yang mereka pelajari adalah sistem deep flow technique (DFT) dan aeroponik kentang.

Terakhir, para peserta berkumpul di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk menikmati es krim dan sorbet yang berasal dari tanaman yang dipanen di BBPP Lembang. Beberapa yang dapat dicicipi pada saat kunjungan adalah es krim cabai, es krim mangga, dan sorbet buah naga.

Mewakili para peserta didik, Mohammad Rizieq menyampaikan kesan-kesannya atas kunjungan ke BBPP Lembang.

“Sungguh berkesan dan memberikan pengetahuan sekali kunjungan ke BBPP Lembang ini. Kami harap dapat kembali lagi untuk belajar lebih banyak,” tuturnya.

Tak Ada Waktu Libur, Mentan Amran Tetap Tinjau Jalannya Pertanaman Padi di Sulawesi Selatan

TANIINDONESIA.COM//MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau jalanya pertanaman padi di sejumlah sentra wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Tinjauan ini merupakan rangkaian pengecekan terkait bantuan pemerintah seperti pupuk agar betul-betul sampai ke tangan petani dalam berproduksi.

Bagi Mentan, pertanian adalah sektor penting yang harus dikawal bersama untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Karena itu, tidak ada waktu jeda atau hari libur bagi insan tani terhadap jalannya produksi.

"Hari ini kami turun ke ke lapangan tidak ada tanggal merah atau hari libur. Kami akan memastikan apakah bantuan pemerintah sampai ke tangan petani," kata Mentan, Sabtu, 11 Mei 2024.

"Jadi, kepada petani Indonesia yang saya cintai, teruslah berproduksi karena kita sudah siapkan prasarananya. Tidak usah khawatir soal pupuk dan air karena sudah kita siapkan semua," tambahnya.

Diketahui, pemerintah telah menambah alokasi pupuk subsidi sebesar 28 triliun atau dari yang tadinya 4,5 juta ton kini bertambah menjadi 9,55 juta ton. Kenaikan yang mencapai 100 persen tersebut merupakan perjuangan Mentan Amran dalam beberapa bulan terakhir dan juga kebaikan Presiden Jokowi dalam memperhatikan petani.

Baca juga: Mentan Amran Beri Bantuan Santunan Kepada Anak Yatim dan Korban Banjir Longsor Sulsel

"Untuk pupuk di Sulawesi Selatan dan juga seluruh Indonesia kami pastikan meningkat 2 kali lipat atau 100 persen. Sekarang tidak ada lagi tuh masalah pupuk. Dan ini tuh tambahan pupuk terbesar sepanjang sejarah," katanya.

Berikutnya, kata Mentan, pemerintah telah menyiapkan solusi cepat berupa pemasangan pompanisasi pada sungai-sungai besar yang tidak pernah kering. Pompanisasi adalah cara ampuh dalam meningkatkan produksi dan mengurangi resiko krisis pangan akibat el nino atau musim kering panjang.

"Ini adalah solusi cepat untuk memitigasi dampak el nino panjang yang terjadi selama ini. Solusinya hanya pompa dan tidak ada yang lain. Jadi, kami berikan pompa untuk mengangkut air sungai yang tidak pernah kering seperti sungai maros. Ini solusi cepat untuk memitigasi resiko kekurangan pangan," katanya.

Mentan Amran Beri Bantuan Santunan Kepada Anak Yatim dan Korban Banjir Longsor Sulsel

TANIINDONESIA.COM//MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengundang sejumlah anak yatim dan keluarga korban banjir longsor Provinsi Sulawesi Selatan ke Kantor Bisnis PT Tiran Grup di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana, mereka langsung diberi bantuan santunan berupa uang pribadi sebesar 10 juta perorang.

Sebagai informasi, Mentan rencananya juga akan menyerahkan bantuan sebesar Rp 6 Milyar yang terdiri dari bibit, benih, pupuk dan juga alat mesin pertanian untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor di sana.

"Saya sebenarnya ingin turun langsung mengunjungi saudara-saudara kita di lokasi longsor dan banjir. Tetapi saya masih punya agenda penugasan dari Bapak Presiden berkeliling provinsi, jadi hari ini saya, mengundang saudara-saudaraku korban terdampak bencana ke sini," ujar Mentan, Jumat, 10 Mei 2024.

Mentan mengatakan bantuan pribadi yang diberikan itu diharapkan mampu meringankan beban korban sehingga bisa kembali bangkit dan memperkuat perekonomian di sana yang sempat lumpuh akibat bencana.

"Semoga bisa meringankan beban saudara-saudaraku kita di sana. Mereka semua ini adalah saudara kita, begitu ada bencana kita harus langsung bergerak. Tim kami turun, data semua sektor pertanian yang terdampak. Nanti akan kami beri bibit gratis, traktor gratis, pupuk gratis untuk korban yang terdampak bencana," kata Amran.

Sementara itu, Amran yang juga seorang pengusaha sukses telah menugaskan langsung para relawan kemanusiaan AAS Foundation dan AAS Community untuk turun langsung mengantarkan bantuan kemanusiaan ke lokasi longsor dan banjir.

Baca juga: Siapkan SDM Andal, Kementan Tingkatkan Kompetensi Insan Pertanian

Sebelumnya, AAS Foundation dan AAS Community menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor dengan total sekitar Rp6 Miliar. Dalam pengiriman ini, sebanyak 60 truk diberangkatkan dari AAS Building, Rabu 8 Mei 2024 untuk disalurkan ke wilayah yang terdampak bencana dii kabupaten Luwu, Wajo, Sidrap, dan Enrekang, Sulawesi Selatan.

Terkait bencana ini, Mentan berharap semua pihak memperkuat sinergitas serta mengedepankan semangat persaudaraan demi memulihkan kondisi di sekitar lokasi. Bagi Mentan, yang dibutuhkan saat ini adalah bergandengan tangan dan membantu saudara-saudara sesama yang terkena musibah.

"Saya katakan ini ujian bagi kita. Ini ijian bagi kita semua. Dan apakah dengan ujian ini kita mau menolong? Tentu kita harus menolong karema ini adalah jembatan kita masuk surganya Allah. Kita harus berlomba-lomba masuk surganya Allah," katanya.

Sebagai informasi, tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan diterjang banjir dan longsor hingga mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Hingga kini, sebanyak 210 warga paling terdampak khusus di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, dievakuasi ke pengungsian sementara.

Tujuh kabupaten yang diterjang banjir dan longsor di Sulsel, yakni Kabupaten Luwu, Sidrap, Luwu Utara, Soppeng, Enrekang, Sinjai, dan Wajo. Dari 15 korban meninggal, ada 13 orang di antaranya di Luwu, sedangkan masing-masing satu warga di Wajo dan Sidrap.

Siapkan SDM Andal, Kementan Tingkatkan Kompetensi Insan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi insan pertanian Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 24-26 April 2024 serta Pelatihan Microsoft Office yang dilaksanakan selama empat hari, mulai dari 27-30 April 2024. Pelatihan yang diikuti oleh 17 orang pegawai THL dan siswa-siswi PKL dari SMKN 1 Subang ini diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menuturkan, SDM memiliki peran yang amat penting dalam pengembangan dan kemajuan pertanian Indonesia. “Peran SDM pertanian penting untuk menggerakkan pembangunan pertanian di Indonesia itu amatlah penting," kata Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan hal yang sama. Menurutnya, SDM menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian.

"Saya meminta seluruh insan pertanian, baik itu petani, petani milenial, kelompok tani, kelompok wanita tani, gapoktan, penyuluh, pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya, bergerak aktif berkontribusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia yang berkelanjutan,” pinta Dedi.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika di setiap kesempatan mengingatkan jajarannya untuk selalu belajar, belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi diri.

Baca juga: Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

“Sebagai pegawai di BBPP Lembang, baik ASN maupun non ASN, harus terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya. Ini menjadi modal utama melakukan pekerjaan sehari-hari dengan baik dan memberikan kinerja positif untuk mendukung tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang,” tuturnya.

Selama berlatih, fasilitator pelatihan yaitu widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang instalasi, nutrisi hidroponik, pembenihan dan penanaman pada sistem hidroponik dan analisa usaha tani hidroponik.

Sedangkan untuk materi Microsoft office, materi pada kelompok inti adalah pengenalan jendela microsoft word, menyisipkan ilustrasi gambar, membuat table, membuat garis tepi dan garis header dan membuat cover dan daftar isi.

Saat dijumpai setelah proses pelatihan selesai, Jumat (3/5/2024), salah seorang peserta, Tedy Ramdhani mengatakan, kegiatan Pelatihan Hidroponik dan MS Office yang ia ikuti sangat bermanfaat dan sangat membantu mereka selaku pengelola Inkubator Agribisnis. "Di pelatihan ini kami mempelajari berbagai materi mengenai hidroponik dan juga MS office, nantinya bisa kami aplikasikan dalam kegiatan sehari-hari," kata Tedy.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas ilmu yang didapatnya. “Terima kasih kepada widyaiswara BBPP Lembang atas sharing ilmunya dan BBPP Lembang yang telah memfasilitasi kami sebagai peserta untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Tedy.

Peserta lainnya, Yayat Ruhiyat, mengatakan bahwa ia mempunyai pengalaman budidaya dan dapat mengetahui apa yang harus dibuat ketika berwirausaha. "Ke depan, saya ingin lebih bisa memahami tentang analisa pemasaran secara detail,” katanya. (Yoko/Che)

Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//SOLOKANJERUK - Menteri Pertanian meninjau salah satu lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Bojong Emas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).

Lokasi ini merupakan wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada program pomanisasi, kegiatan dihadiri 100 orang yaitu petani, penyuluh pertanian, Dandim, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

“Dengan terpasangnya pompa air akan mampu mengairi sawah 50 – 100 hektar. Bantuan pompanisasi untuk Provinsi Jawa Barat tahun 2024 sebanyak 10.000 unit, maka bisa mengairi 500 ribu hektar. Ini dapat meningkatkan produksi beras 1,5 juta ton untuk Jawa Barat, meningkatkan pendapatan petani 15 trilyun per tahun sehingga ekonomi bergerak di desa,” tutur Mentan Amran.

Menteri Pertanian berkesempatan berdialog singkat dengan salah seorang petani, Ute Saripudin dari Kelompok Tani Babakan Ciparay Kabupaten Bandung. Ute meminta agar pemerintah terus dapat menstabilkan harga jual gabah dan harga pupuk. Respon Mentan cepat dan meminta semuanya agar fokus untuk bisa memperhatikan kesejahteraan petani.

Baca juga: Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

Mentan Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

"Menaikkan kuota subsidi pupuk 2 kali lipat, dan menaikkan HPP untuk gabah 20% dari Rp 5.000,00 menjadi Rp 6.000," ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

“Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini,” sebut Dedi.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Bandung menyebar di seluruh kecamatan. SDM yang bergerak di sektor pertanian lebih dari 60% atau sejumlah 88.000 orang penduduk Kabupaten Bandung berprofesi sebagai petani.

“Sektor pertanian menjadi andalan di Kabupaten Bandung. Berbagai perhatian kami untuk petani diantaranya asuransi petani dan BPJS ketenagakerjaan. Petani Kabupaten Bandung aktif sehingga angka laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung sebesar 4,93% mayoritas berasal dari sektor pertanian,” jelas Dadang.

Pada kegiatan ini, Kementerian Pertanian juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk wilayah Kabupaten Bandung. Diakhir sambutannya Dadang menyampaikan apresiasinya “Terima kasih Pak Menteri, bantuan benih padi dan jagung serta alsintan akan didistribusikan di wilayah Kabupaten Bandung,” tandas Dadang.

Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mengimplementasikan berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Salah satunya adalah program pompanisasi. Implementasi program strategis terlaksana berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga dukungan dari TNI.

Salah satu provinsi yang mendapat program tersebut adalah Jawa Barat. Untuk memantau pelaksanaan program tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/5/2024). Kegiatan dilaksanakan di Kantor Markas Kodam III Siliwangi.

Kegiatan diawali dengan penjelasan panel sebaran alat mesin pertanian (alsintan) di Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya dilaksanakan inspeksi bantuan alsintan, penyerahan bantuan brigade alsintan secara simbolis kepada Kadistan TPH Provinsi Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi, serta pelepasan bantuan brigade alsintan untuk kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Mentan mengapresiasi kinerja insan pertanian di Provinsi Jawa Barat. "Saya apresiasi kinerja pertanian di Provinsi Jawa Barat. Jika target peningkatan produksi beras 1,5 juta ton di Jawa Barat tercapai, ini luar biasa, karena Jawa Barat mampu menyelesaikan 30-40 persen masalah impor, di mana impor beras kita tercatat 3 juta,” tutur Amran.

Mentan menegaskan bahwa ia menaruh harapan besar kepada tiga provinsi di Pulau Jawa. Ketiganya adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang menurut Mentan akan menjadi solusi cepat menyelesaikan krisis pangan di seluruh belahan bumi. Hal ini dapat membuat Indonesia surplus beras dan menghentikan kran impor beras.

Baca juga: Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

“Mari kita semua bergandengan tangan semua menyelesaikan masalah pangan. Pangan menjadi masalah bersama. Tidak ada pangan, maka tidak ada kehidupan, tidak ada peradaban dan tidak ada negara,” tegas Amran.

Amran menjelaskan bahwa ada tiga hal yang saat ini sedang digerakkan untuk solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional di wilayah Jawa Barat. Hal itu adalah pompa eksisting harus dipasang 4.100 buah, alat mesin pertanian dan pompa sebanyak 10.000. Menurut Mentan, akan datang 2.700 pompa, selanjutnya 2.300 dan berikutnya 5.000 unit, tergantung kecepatan daerah masing-masing memasang pompa.

Di sisi lain, terkait dengan pupuk bersubsidi, Mentan kembali mengingatkan jika presiden sudah menyetujui menaikkan kuota pupuk bersubsidi dua kali lipat. "Dari yang semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Karena itu, jangan mempersulit petani, karena sama dengan mempersulit pangan dan negara," tegasnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, air merupakan elemen pendukung strategis bagi pertanian. Tanpa aliran air yang baik dan cukup, Dedi pesimis pertanian akan berkembang baik. Oleh karenanya, dalam rangka memperlancar aliran air bagi pertanian, Kementan menggulirkan program pompanisasi.

“Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi, yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi," terang Dedi.

Sekadar informasi, kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 2.000 tamu undangan. Hadir di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, ⁠Pangdam III Siliwangi, Wakapolda Jabar, Irjen Kementan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Anggota Komite II DPD-RI, Bupati Bandung, Asisten Khusus Menhan bidang Pangan dan merangkap TAM bidang Pompanisasi, Aster Panglima TNI, Kogabwilhan II, Waaster Kasad, Satgas Pangan, Tenaga Ahli Mentan, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pupuk Indonesia (Persero), para Direktur Eselon II Kementan, Pimpinan Wilayah Bulog Jabar, Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jabar, para Babinsa, Babinkamtibmas, Petani, Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian.

Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sektor pertanian mulai menarik minat generasi muda. Hal ini terlihat dari tinggi antusiasme siswa dan pengajar SMPN 18 Kota Bekasi saat mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Selasa (30/4/2024).

Sebanyak 300 peserta didik dan pengajar hadir untuk mempelajari ilmu pertanian disalah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian itu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda merupakan harapan untuk masa depan pertanian Indonesia. Oleh karena itu, Mentan Amran menekankan pentingnya minat pertanian harus dipupuk sedini mungkin demi keberlanjutan pertanian Indonesia.

“Regenerasi ini penting untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia. Generasi muda sangat berperan penting untuk terjun ke sektor pertanian secara langsung sebagai penerus petani-petani yang sudah berusia lanjut,” ujar Amran.

Penegasan serupa disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

"Masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya untuk menghadirkan banyak petani milenial yang dapat mengangkat serta memajukan sektor pertanian. Regenerasi petani adalah salah satu fokus Kementan," tuturnya.

Baca juga: Terapkan Teknologi, Kementan Komitmen Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

Dalam kunjungannya di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 300 orang pengajar dan peserta didik disambut oleh Ridwan Wardiana selaku Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan yang mewakili Kepala BBPP Lembang.

Mereka lalu dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempelajari topik-topik pertanian modern. Para siswa kemudian diberikan materi klasikal mengenai hidroponik dan pupuk organik.

Selain di dalam kelas, mereka juga berkesempatan untuk berkenalan dengan fasilitas yang ada di BBPP Lembang. Diantara yang mereka kunjungi adalah instalasi hidroponik dan aeroponik.

Mereka mempraktikkan pembuatan instalasi hidroponik deep flow technique (DFT) dipandu oleh petugas lapangan BBPP Lembang. Sementara itu kelompok lain yang mempelajari pupuk organik mempraktikkan pembuatan pupuk kandang dari kotoran sapi.

Wakil Kepala SMPN 18 Kota Bekasi Bidang Kurikulum, Erna Winianingsih, menyatakan harapannya agar para murid mendalami ilmu yang dapat mereka terapkan dari BBPP Lembang.

“Pembelajaran di sini bagi anak-anak lebih berkesan. Kita tidak tahu 10 tahun sampai 15 tahun ke depan mungkin diantara anak-anak kami ada yang akan menjadi petani dengan ilmu yang diperoleh dari BBPP Lembang,” terang Erna.(***)

Terapkan Teknologi, Kementan Komitmen Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus-menerus berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di setiap kesempatan menyampaikan pentingnya peran SDM pertanian menggerakkan pembangunan pertanian di Indonesia.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi meminta seluruh insan pertanian baik petani, petani milenial, kelompok tani, kelompok wanita tani, gapoktan, penyuluh, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya, bergerak aktif berkontribusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia yang berkelanjutan.

Lima puluh orang anggota Gapoktan Rezky Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang mengunjungi BBPP Lembang, Kamis (3/5/2024).

Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen dan Widyaiswara BBPP Lembang.
Widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan, yang memberikan materi pembibitan kentang G0 secara hidroponik sistem aeroponik.

Hendra yang juga pelaku pembibitan kentang sistem aeroponik, membagikan pengalamannya bertani kentang selama ini.

Baca juga: Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

“Saya melakukan pembibitan kentang di atas lahan seluas 400m2. Ribuan tanaman kentang bisa ditanam dan menghasilkan produksi yang baik karena umbi kentang bisa dijual dengan harga Rp1.500 – Rp2.000 per knol dan ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan budidaya kentang dengan sistem aeroponik, diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman kentang di Indonesia.

Hendra menjelaskan perbedaan pembibitan kentang secara konvensional dan aeroponik, salah satunya dengan aeroponik umbi siap panen pada usia 96 hari, berbeda dengan metode konvensional yang membutuhkan waktu lebih lama 120 hari baru bisa dipanen.

Peserta bergerak menuju screen house aeroponik kentang di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Hendra menjelaskan proses pembibitan kentang, diawali dari planlet kentang hasil teknologi kultur jaringan di Laboratorium Kultur Jaringan BBPP Lembang.

“Kunci budidaya secara hidroponik harus memperhatikan kualitas air, tidak boleh mengandung unsur logam dan pH harus normal nilainya 5,6 – 6 serta melakukan pengecekan nutrisi secara rutin. Karena itu untuk pembudidaya hidroponik wajib memiliki peralatan pH dan TDS meter,” katanya.

Perwakilan peserta, Siyono, mengatakan “Kami bersyukur sekali telah memperoleh ilmu tentang budidaya tanaman kentang secara aeroponik. Ini belum pernah kami peroleh sebelumnya dan sangat menarik bagi kami belajar tentang aeroponik dan bisa dipahami dengan baik. Akan kami coba terapkan di gapoktan kami nantinya.(***)

Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

TANIINDONESIA.COM//BANJAR - Peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) penting dalam meningkatkan peran aktif pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan.

Sebagai upaya pembinaan dan memastikan fungsi P4S sebagai pusat pembangunan pertanian di pedesaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sindang Bagja Kota Banjar, Sabtu (27/4/2024).

Dalam kegiatan itu, Dedi juga melakukan pertemuan di Aula Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar, yang dihadiri Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan.

Hadir mendampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Desa Sinartanjung, KWT Sinartanjung, Ketua dan anggota Forum Komunikasi P4S Kota Banjar, dan penyuluh pertanian Kecamatan Pataruman.

P4S Sindang Bagja adalah salah satu P4S binaan BBPP Lembang, bergerak di budidaya tanaman padi dan pepaya varietas california serta menerapkan pertanian organik.

P4S yang berada pada klasifikasi pratama ini juga konsisten membantu upaya peningkatan SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan dan permagangan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa sektor pertanian harus menguntungkan, karena itu harus menerapkan agribisnis.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

“Pertanian harus menghasilkan uang. Dalam ilmu ekonomi, yang mengendalikan harga hanya dua, pasokan dan permintaan dan yang bisa dilakukan mensiasati harga tersebut melakukan riset pasar/market intelligent. Pastikan permintaan terhadap komoditi yang kita tanam itu tinggi sehingga saat panen harga juga bagus. Jangan mengandalkan pengepul/tengkulak untuk memasarkan komoditas kita,” tutur Dedi.

“Selain itu, produktivitas tanaman juga harus kita genjot. Caranya menekan ongkos produksi, kurangi penggunaan pupuk kimia, kombinasikan dengan pupuk kompos, gunakan biocontrol, pestisida nabati, dan PGPR,” imbuhnya.

Dedi juga mengapresiasi P4S SIndang Bagja yang menerapkan pertanian organik.

Ia pun meminta petani untuk bisa melakukan contract farming dengan offtaker. Contract farming akan bisa memastikan pasokan yang bisa di-supply dan harga akan menguntungkan petani.

“Saya juga meminta pengelola P4S didampingi penyuluh pertanian untuk membangun koperasi petani," katanya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan pemerintah untuk P4S Sindang Bagja berupa sarana penunjang pemanfaatan IT yaitu laptop, printer dan speaker.

Ketua P4S Sindang Bagja, Sarwan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah yang diperoleh P4S.

“Alhamdulilah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mendukung aktivitas permagangan yang kami jalankan. Kami akan terus berupaya mendorong peningkatan kompetensi masyarakat di wilayah kami untuk melakukan agribisnis yang menguntungkan,” ujarnya.

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi darurat pangan. Salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, di kelas Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Sabtu (27/04/2024), di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Pelatihan dilaksanakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2024, diikuti oleh 30 penyuluh pertanian dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, dan Maluku.

Pelatihan digelar guna meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian. Selain mendapat materi dari kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang, para peserta juga akan melakukan praktik lapangan dengan bimbingan widyaiswara BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pengembangan SDM dalam pembangunan pertanian Indonesia adalah hal yang penting untuk dilakukan.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

"Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya. Siapa itu SDM pertanian, ya penyuluh, petani, Poktan, Gapoktan, dan masih banyak lagi," sebut Dedi.

Baca juga: Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan penyuluh adalah pendamping bagi para petani. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani dalam aktivitas pertaniannya.

Siti Munifah menjelaskan, penyuluh pertanian harus bersinergi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) demi mencapai kesuksesan dalam program-program Kementan.

Selain itu penyuluh juga harus dapat mendorong terus petani muda di desa-desa di seluruh Indonesia.

"Penyuluh pertanian harus bisa memotivasi para petani milenial di desa yang lebih mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alsintan demi mendapatkan hasil yang maksimal," tegas Siti Munifah.

Siti Munifah menambahkan, setidaknya ada tiga strategi yang sedang digenjot oleh Kementan. Di antaranya giat menjalankan Pompanisasi, Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa dan Mekanisasi Pertanian, dan Perluasan Area Tanam (PAT) Padi Gogo di Lahan Perkebunan di berbagai daerah. (YKO/AFR)