21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Tingkatkan Literasi Pertanian, Pustaka Kementan Sosialisasikan Layanan Perpustakaan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian tidak bisa lepas dari peningkatan literasi. Termasuk di dalamnya peran perpustakaan. Perpustakaan mendukung peningkatan literasi SDM pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, terus mendorong upaya peningkatan kemampuan para petugas pertanian, penyuluh pertanian, widyaiswara, dosen, petugas humas, termasuk pustakawan, baik di pusat maupun di daerah, untuk mendiseminasikan informasi pembangunan pertanian. “Semua harus bergerak untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan pertanian,” tutur Dedi.

“Perpustakaan BBPP Lembang sedang berbenah diri dan akan diusulkan akreditasinya agar dapat lebh optimal melayani masyarakat,” ungkap Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika.

Baca juga: Kementan Fokus Cetak Generasi Muda Jadi Wirausaha Muda Pertanian

Sebagai instansi induk seluruh perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian (Pustaka) melakukan literasi informasi dan sosialisasi layanan perpustakaan sekaligus penguatan dan pembinaan pengelolaan perpustakaan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (3/4/2024).

Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Umum, tim manajemen, widyaiswara dan pegawai BBPP Lembang dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pustaka, Muchlis.
Muchlis menjelaskan tugas pokok Pustaka Kementan yaitu melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan literasi pertanian.

Ada 4 jenis perpustakaan yaitu perpustakaan khusus, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. “Saat ini perpustakaan yang dimiliki Kementerian Pertanian (Kementan) ada 118 buah yang melekat di UPT Lingkup Kementan, dan 24 diantaranya sudah terakreditasi,” jelas Muchlis.

Pustaka Kementan memiliki 4 gedung layanan pustaka yang bisa diakses oleh seluruh komponen masyarakat, yaitu Perpustakaan Pertanian, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D), Museum Tanah dan Pertanian, dan Taman Baca Pustaka. Semuanya terletak di jantung Kota Bogor.

Muchlis membagikan tips sebagai instansi pemerintah, agar secara kontinyu produksi konten yang mendidik dan diupload ke media sosial yang dikelola oleh BBPP Lembang. Ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang pembangunan pertanian.

Dijelaskan juga tentang koleksi buku dan literatur pertanian di Pustaka Kementan yang dapat diakses secara langsung dan secara online. Secara online dengan mengakses https://pustaka.setjen.pertanian.go.id
Pustaka Kementan juga mengelola katalog induk yaitu menghimpun seluruh katalog online dan mengelola koleksi deposit karya cetak dan karya rekam yang dihasilkan unit kerja lingkup Kementerian Pertanian. (yoko/che)

Kementan Fokus Cetak Generasi Muda Jadi Wirausaha Muda Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sepuluh orang siswi SMK Negeri I Losarang Kabupaten Indramayu telah menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama 3 bulan. Pelepasan oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Aris Hanafiah, Rabu (3/4/2024).

Generasi muda Indonesia harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga mampu menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses dimasa depan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, “Kunci paling utama yang harus dilakukan anak-anak muda adalah berinovasi. Jika sudah berhasil terus lakukan the power or repetition.”.

“Sebagai generasi muda harus mengubah kebiasaan. Tekad kuat dan kerja keras, akan mengubah nasib para anak muda,” ujar Amran.

Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, “Generasi muda harus memiliki jiwa wirausaha dari hulu hingga hilir untuk memajukan sektor perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, di berbagai kesempatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Baca juga: Penyuluh Pertanian Kompeten, Pastikan Peningkatkan Produksi dan Produktivitas Petani

Dari tanggal 11 Januari – 3 April 2024, siswi kelas XII ini terbagi di 10 lokasi lahan praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Ada yang di lahan terbuka membantu melakukan budidaya brokoli, bawang merah dan selada keriting. Ada juga yang praktik di screen tanaman hias melakukan budidaya kaktus dan sukulen, budidaya melon dan seledri secara hidroponik, budidaya anggur di dalam screen serta mengkhususkan diri di persemaian brokoli dan selada.

Setiap harinya, didampingi petugas lahan praktik, mereka belajar mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Di penghujung PKL, dilakukan juga penyusunan laporan kegiatan PKL yang dipresentasikan di hadapan para widyaiswara BBPP Lembang pada kegiatan seminar hasil.

Riva Trivebrian Tarta, salah seorang peserta PKL mengatakan, “Di sini kami memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang budidaya tanaman sayuran, tanaman buah dan tanaman hias. “

“Terima kasih kepada Kepala Balai, Widyaiswara, para pembimbing di lapangan serta seluruh pegawai yang telah menerima kami PKL di sini dan membimbing selama proses belajar di sini,” ujar Puspita Sari, siswi lainnya. (Yoko/Che)

Penyuluh Pertanian Kompeten, Pastikan Peningkatkan Produksi dan Produktivitas Petani

TANIINDONESIA.COM//
LEMBANG. Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil yang dilaksanakan selama 3 minggu mulai dari 13 Maret – 3 April, ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Rabu (3/4/2024). Penutupan langsung dari lokasi praktik kompetensi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jalan Cagak Kabupaten Subang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa petani dan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan. “Penyuluh pertanian menjadi garda terdepan Kementrian Pertanian menyukseskan peningkatan produksi padi dan jagung.” Amran mengajak seluruh penyuluh pertanian kompak dan menyatukan barisan untuk mewujudkan swasembada dan ekspor.

Demikian pula yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. “petani dan penyuluh pertanian diharapkan dapat berkolaborasi di lapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan,” kata Dedi.

Baca juga: Siapkan Lulusan Berkualitas, Polbangtan Kementan Melakukan Persiapan Pelatihan SSW

Tiga puluh peserta yang mengikuti pelatihan di BBPP Lembang bertekad mewujudkan mimpi besar peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Terbagi 6 kelompok menjalani praktik kompetensi di 6 desa di Kecamatan Jalan Cagak. Kegiatan praktik kompetensi diawali pengumpulan data potensi wilayah kemudian dianalisa potensi, masalah dan pemecahan masalahnya, dan menyusun programa penyuluhan dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP).

Sebelum melakukan praktik penyuluhan di setiap desa, peserta menyiapkan rencana kegiatan penyuluhan ke kelompok tani dengan menyiapkan materi, media, metode, dan evaluasi penyuluhan. Kegiatan praktik kompetensi diakhiri dengan Menyusun laporan hasil praktik kompetensi dan membuat rencana implementasi hasil pelatihan.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” tutur Ajat sesaat sebelum menutup pelatihan.

“Sebuah perbaikan dari sebuah kesalahan dan tindakan dari sebuah kegagalan adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” Ajat mengingatkan.

Setyo Nuryanto, salah seorang peserta mengucapkan syukur bisa mengikuti pelatihan ini. “Kami sangat memerlukan pelatihan seperti ini dalam rangka penugasan kami di lapangan sebagai penyuluh pertanian,” katanya. “Di sini wawasan kami bertambah agar bisa menjadi penyuluh pertanian yang profesional,” ucap pria yang bertugas di Kabupaten Sleman ini. (yoko/che)

Siapkan Lulusan Berkualitas, Polbangtan Kementan Melakukan Persiapan Pelatihan SSW

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebagai lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang memiliki tugas untuk menyiapkan SDM-SDM berkualitas. Salah satunya melalui Specified Skilled Worker (SSW).

Kesiapan Polbangtan Yogyakarta Magelang dalam mencetak SDM berkualitas turut ditinjau Kementerian Pertanian, melalui Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, Selasa (2/4/2024).

Kapusdiktan meninjau pelatihan Bahasa Jepang untuk Mahasiswa yang disiapkan sebagai Specified Skilled Worker (SSW).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, insan-insan pertanian harus terus meng-upgrade pengetahuan agar sektor ini dapat terus berkembang.

Selain itu, Mentan juga berharap skill SDM pertanian bisa ditingkatkan. Sehingga pertanian Indonesia tidak hanya maju, tetapi juga unggul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan pentingnya peran SDM dalam pertanian. Ia menambahkan, SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

"Jadi kalau ingin pertanian maju, maju kan dulu SDM-nya. Karena faktor pengungkit paling utama dalam peningkatan produksi pertanian adalah SDM, baik itu petani, penyuluh dan lainnya," katanya.

Sementara Kapusdiktan Kementan, Idha Widi Arsanti, yang dalam kunjungannya didampingi Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (Kelsi AAKA), Ketua Jurusan Pertanian, Kepala Program Studi lingkup Jurusan Pertanian, dan beberapa Dosen, menyapa satu persatu peserta pelatihan.
Santi juga memonitor perkembangan kursus melalui pelatih yang mendampingi sehari-hari.

Perlu diketahui, inisiasi pengiriman SSW atau tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang merupakan hasil kerjasama Kementerian Pertanian dengan PT. Persol, Ltd dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian.

Baca juga: Pemerintah Daerah Aceh dan Petani Sambut Gembira serta Terimakasih atas Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi

“Polbangtan Yogyakarta Magelang merupakan salah satu Polbangtan non Program YESS yang masih dipercaya untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa ini. Karena dari track record sebelumnya, Polbangtan Yogyakarta Magelang menjadi salah satu peserta yang banyak lolos,” katanya.

Peserta pelatihan yang berjumlah 13 orang ini merupakan Mahasiswa tingkat akhir yang juga sedang dalam proses penyusunan Tugas Akhir (TA). Oleh karena itu Santi berpesan agar mereka mampu memanajemen waktu dengan baik.

“Kegiatan kursus ini berbarengan dengan penyusunan tugas akhir, saya harap para mahasiswa bisa menyeimbangkan antara keduanya. Tunjukkan komitmen bahwa kalian mampu untuk maksimal di keduanya. Sementara kesampingkan dulu masalah-masalah yang kurang penting, karena kesuksesan itu dicapai dengan perjuangan. Kalian yang mampu bertahan ini adalah yang terpilih, bukan hanya demi masa depan kalian, namun juga membawa nama baik bangsa dan negara,” pesan Santi.

Santi juga berharap para Dosen Pembimbing TA dapat memberikan relaksasi atau kelonggaran bagi mahasiswa yang mengikuti pelatihan karena menurut Santi mereka sudah melakukan lebih dibanding dengan mahasiswa lainnya.

“Belajar bahasa saya akui tidak mudah, apalagi dibarengi dengan kewajiban untuk menyelesaikan penelitian dan penyusunan TA, oleh karena itu saya harap bapak-ibu dosen dapat memberikan relaksasi atau kelonggaran tanpa mengabaikan standar yang ada,” ujar Santi

Kelsi AAKA Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endra Prasetyanta, berpesan kepada mahasiswa untuk menunjukkan komitmen dengan sungguh-sungguh.

“Seperti yang sudah disampaikan Bu Kapus, kita (Polbangtan Yogyakarta Magelang) menjadi salah satu Polbangtan yang paling banyak meloloskan peserta, saya harap kalian bisa mempertahankannya sehingga adik tingkat kalian selanjutnya tetap bisa menikmati program ini,” pesan Endra.

Wujudkan Swasembada, Kementan Gelar ToT Antisipasi Darurat Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//BINUANG - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), menggelar Training of Trainers (ToT) bertajuk ‘Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’ bagi Widyaiswara, Dosen, Guru, Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan, serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi gogo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan, sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok maupun yang akan datang adalah pertanian dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujar Mentan Amran.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, kondisi pangan global saat ini tidak biasa-biasa aja. Tidak kurang 900 juta penduduk dunia dan tidak kurang 60 negara mengalami krisis pangan.

"Di Indonesia, sejak Februari tahun lalu hingga Maret tahun ini, kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan. Akibat El Nino produksi beras kita turun signifikan, sementara jumlah yang memerlukan beras setiap tahun bertambah sekitar 1,1 persen atau 400 ribu orang," kata Dedi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Kamis (2/5).

Baca juga: Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

Dedi menjelaskan, konsumsi beras dalam negeri setiap bulannya tidak kurang dari 2,6 juta ton atau sekitar 31,4 juta ton beras setiap tahunnya. Sementara Indonesia hanya mampu menghasilkan beras 30,2 juta ton per tahun.

"Artinya kita masih defisit 1 juta beras. Belum lagi cadangan beras pemerintah (CBP) 2,5 juta ton, berarti dijumlah kurang lebih 3,5 juta ton beras setiap tahun. Itu setara dengan 7 juta ton gabah kering giling (GKG)," jelas Dedi.

Oleh karena itu, sambung Dedi, mau tidak mau, suka tidak suka Indonesia harus memenuhi kebutuhan beras sendiri alias swasembada. Caranya, pertama, meningkatkan produksi beras dengan peningkatan produktivitas.

"Produksi Beras bisa ditingkatkan dengan peningkatan produktivitas. Ini rata-rata produktivitas nasional 5,2 ton per hektare, apalagi di lahan rawa, apalagi di lahan tadah hujan hasilnya di bawah sekitar 3-4 ton per hektare," kata Dedi.

Kedua, meningkatkan areal tanam. Peningkatan areal tanam ini dinilai lebih cepat dan mudah dibandingkan peningkatan produktivitas.

"Kita harus meningkatkan areal tanam. Kalau kita tingkatkan areal tanam berarti kita tingkatkan areal panen, kalau kita tingkatkan areal panen berarti kita tingkatkan produktivitas padi dan gabah kita," kata Dedi.

Menurut Dedi, sudah lebih dari 10 tahun produktivitas padi nasional hanya di angkat 5,2 ton per hektare. Sehingga, Kementan saat ini terus menggerakkan perluasan areal tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

"Ada lahan rawa kita. Lahan rawa kita umumnya cuman tanam satu kali dalam satu tahun. Makanya IP 1,2 kali dalam satu tahun.
Lahan Rawa kalau kita tingkatkan IP dari satu kali menjadi DUA dalam satu tahun berarti kita harus optimasi lahannya. Kita harus perbaiki salurannya dan sebagainya," sambung dia.

"Kedua, lahan tahan hujan kita 3-4 juta hektare baru tanam satu kali dalam satu karena apa, irigasinya hanya mengandalkan hujan," sambungnya.

Menurut Dedi, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang. Dedi juga mengatakan, Kementan selama ini telah menerapkan pendekatan yang holistik dalam mendukung budidaya padi termasuk jagung.

“Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan,” kata dia.

Dedi pun berharap, melalui kegiatan ToT ini dapat saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pelatihan pertanian, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari 2 - 4 Mei 2024 ini, digelar secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor KORAMIL di seluruh Indonesia.

Kegiatan diikuti 120.641 peserta yang terdiri dari 187 widyaiswara, 262 dosen, 70 guru UPT Pendidikan Pertanian, 24.607 penyuluh pertanian PNS, 12.480 penyuluh pertanian PPPK, 1.385 penyuluh pertanian THL Pusat, 8.775 penyuluh pertanian THL Daerah, serta 72.875 Bintara Pembina Desa (BABINSA).

Dari jumlah tersebut, 100 peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka yang terdiri atas 12 widyaiswara, 4 guru, 64 penyuluh pertanian, 16 babinsa, dan 4 dosen.(***)

Pengelolaan P4S dengan Integrated Urban Farming Tingkatkan Ketahanan Pangan di Perkotaan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengunjungi embrio Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kota Bandung, yaitu Kelompok Buruan Sae Pemuda Mandiri di Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, Sabtu (30/3/2024).

Didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, berdiskusi tentang ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan pangan merupakan bagian penting karena merupakan faktor penentu keberlangsungan sebuah negara. "Saya ingatkan ketahanan pangan itu merupakan ketahanan negara.”

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, langsung meninjau lahan usaha tani embrio P4S ini, melihat peternakan domba dan tanaman sayuran yang dibudidayakan.

Fajri, ketua kelompok tani sebagai pengelola usahatani didampingi penyuluh pertanian menceritakan integrated urban farming yang dikelolanya sejak tahun 2020, yang menerapkan program “Buruan Sae”.

Buruan Sae adalah program integrated urban farming terintegrasi yang digalakkan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Bertujuan menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan yang ada di Kota Bandung. Melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.

Baca juga: Kementan Fokus Cetak Generasi Muda Jadi Wirausaha Muda Pertanian

Di atas lahan usahatani yang dikelola seluas 1 hektar, ditanami berbagai macam tanaman sayuran seperti selada, seledri, kangkung, bawang daun, pakcoy dan sayuran lainnya serta peternakan domba dan perikanan yang dimanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk organik sebagai pupuk tanaman.

Kelompok ini juga merambah sektor off farm dengan melakukan berbagai olahan pangan seperti keripik sayuran daun dan keripik pisang.

Dari sisi kelembagaan, kelompok tani yang dikelola sudah hampir 4 tahun, berawal dari keinginan para pemuda memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam, pembibitan ikan, dan peternakan ayam dan domba, didukung oleh perangkat desa dan pemerintah kota Bandung, hingga kini menjadi tempat pelatihan, magang mahasiswa dan kunjungan anak-anak sekolah dalam rangka mengenalkan pertanian sedari dini, juga ibu-ibu PKK.

Kelompok Pemuda Mandiri juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas pemerhati pertanian di Kota Bandung, seperti dengan tim riset dari Universitas Padjadjaran yaitu Bandung Urban Agriculture Herritage (BUAH).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menyampaikan bahwa BBPP Lembang telah melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan tani P4S di wilayah Jawa Barat. Di Kota Bandung saat menilai aktivitas kelompok Pemuda Mandiri ini, Ajat menyampaikan, “Secara kelembagaan yaitu kegiatan peningkatan SDM pertanian sudah berjalan, dan usahatani unggulan juga berjalan baik, sehingga bisa diusulkan menjadi P4S”.

Harapannya dapat terus konsisten bergerak dibidang peningkatan SDM pertanian dan menjadi P4S unggulan di Kota Bandung yang menerapkan integrated urban farming.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengapresiasi gerakan pemuda Kota Bandung ini. Saat meninjau kandang domba, Dedi memberikan saran, “Kita bisa melakukan inseminasi buatan pada domba-domba ini agar dombanya cepat bunting sehingga bisa terus bertambah populasinya,” ucap Dedi.

Dedi juga menambahkan, “Saya berharap kegiatan di kelompok pemuda tani ini terus berkembang dengan pemilihan komoditas pertanian yang bisa diterapkan di lahan perkotaan yang sempit, seperti tanaman melon dengan hidroponik, tanaman cabai, dan komoditas yang nilai ekonomisnya tinggi.”

“Konsep agroeduwisata cocok diterapkan di embrio P4S ini dengan tetap memperhatikan 3 hal yaitu bibit/benih, pakan ternak/pupuk dan pemupukan serta pengendalian OPT. “Jangan lupa, terapkan agribisnis agar menghasilkan keuntungan berlipat,” tutupnya. (yoko/che)

Pemerintah Daerah Aceh dan Petani Sambut Gembira serta Terimakasih atas Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi

TANIINDONESIA.COM//ACEH - Tahun ini, Pemerintah Provinsi Aceh mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi hingga 100 persen. Tambahan tersebut merupakan dampak dari alokasi 28 triliun yang diperjuangkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Aceh, Cut Huzaimah mengatakan bahwa tambahan tersebut meliputi pupuk organik sebanyak 14.643 ton dari yang sebelumnya tidak ada sama sekali, kemudian tambahan pupuk urea sebanyak 100.364 ton dari sebelumnya 58.716 ton atau naik 63,09 persen.

Adapun untuk NPK kenaikannya mencapai 68,13 persen karena dari 44.027 ton menjadi 94.121 ton. Sedangkan untuk NPK khusus kenaikannya mencapai 87,39 persen karena dari 580 ton menjadi 4.022 ton.

"Atas nama masyarakat aceh, khususnya para petani dan pekebun, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas tambahan kuota pupuk subsidi ini untuk petani di Aceh," ujar Huzaimah, Minggu, 31 Maret 2024.

[caption id="attachment_1603" align="alignnone" width="300"] Foto ilustrasi petani[/caption]

Baca juga: Geliat Petani Kabupaten Bandung Rambah Pasar Ekspor Baby Buncis

Huzaimah mengatakan, semua tambahan jenis pupuk ini adalah kado istimewa bagi para petani yang sedang menjalani ibadah puasa dan juga menanti datangnya hari suci idul fitri. Mereka menyambut gembira karena memasuki musim tanam tahun ini tak perlu khawatir lagi soal ketersediaan pupuk.

"Petani menyambut gembira suka cita dan juga penuh haru karena di bulan berkah ini Bapak Menteri membuktikan keikhlasan berjuang untuk petani. Apalagi kami diberi tambahan pupuk organik yang dapat mengembalikan sifat tanah, baik secara kimiawi, fisik, maupun biologis. Sekali lagi ini merupakan kabar baik yang sangat dinantikan oleh para petani di Aceh dalam upaya peningkatan produksi," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara simbolik menyerahkan alokasi penambahan pupuk subsidi untuk petani seluruh Indonesia sebesar Rp 28 triliun. Mentan mengatakan, penambahan ini merupakan tindak lanjut hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan juga para Menteri seperti Sri Mulyani. Hasilnya, alokasi pupuk sebanyak 9,55 juta ton resmi diputuskan melalui surat menteri keuangan no S-297/MK.02.2024.(***)

Geliat Petani Kabupaten Bandung Rambah Pasar Ekspor Baby Buncis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengunjungi dua lahan usaha tani di Kabupaten Bandung, Jumat (29/3/2024).

Dedi yang didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah, menyambangi lahan usaha tani milik petani milenial Imas Wartisih dan P4S Jaya Alam Lestari yang diketuai H. Waryudin.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

“Saat krisis ekonomi kita mampu bertahan, krisis Kesehatan saat covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya,” tutur Amran.

Menurut Amran, untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai fokus bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern. Hal ini sudah menjadi fokus kerja Kementan dalam membangun pertanian selama ini. Karena itu diharapkan para pelaku pembangunan pertanian dapat menerapkan pertanian modern agar kesejahteraannya meningkat.

Imas Wartisih merupakan Duta Petani Milenial yang telah dikukuhkan oleh Kementan, menceritakan aktivitas budidaya komoditas hortikultura baby buncis di atas lahan seluas 1,5 hektar yang dikelolanya. Lahan usahataninya berlokasi di Desa Mekarsari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.

Baca juga: Kementan Pantau Efektivitas Program Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi Lewat Aplikasi

Di tengah aktivitas panen baby buncis usia 45 hari, Imas menceritakan baby buncis yang dibudidayakannya ini produktivitasnya 12 ton/hektar dan dalam 1 tahun bisa menanam buncis sebanyak 3 kali sehingga total produksi mencapai 35 ton per tahun.

Pemasarannya merambah pasar lokal ke berbagai daerah di Indonesia yaitu Jakarta dan beberapa kota di Kalimantan. Buncis produksi petani milenial ini juga merambah pasar ekspor ke Hongkong dan Singapura.

Sementara Kepala Badan memberikan sejumlah saran untuk optimalisasi budidaya baby buncis. Di antaranya, penggunaan sungkup untuk melindungi tanaman sehingga dapat beradaptasi dengan cuaca dan serangan hama serangga.

Dirinya juga menyarankan karena harga tergantung permintaan pasar maka petani harus memiliki data permintaan pasar sehingga dapat menentukan harga.

Bergerak menuju lokasi usahatani P4S Jaya Alam Lestari yang usahatani utamanya adalah sayuran organik, berkolaborasi dengan petani milenial Imas Wartisih melakukan budidaya baby buncis dan kopi, Kepala Badan mengungkapkan pengelolaan pertanian organik termasuk high technology, dan harus diperhatikan masa berlaku sertifikat organiknya agar menjaga kestabilan harga produk yang dipasarkan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) , Dedi Nursyamsi, saat memberikan sambutan setelah berkunjung ke 2 lokasi petani, menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam itu harus dengan hati.

“Petani tersenyum saat harga bagus, produktivitas tinggi, dan HPP rendah,” tuturnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa sektor pertanian akan memberikan keuntungan berlipat jika menerapkan agribisnis.

“Salah satu ciri agribisnis yang baik adalah adanya contract farming dan menggunakan teknologi seperti benih, pupuk/nutrisi, pengendalian hama penyakit yang baik untuk menggenjot produktivitas,” ungkap Dedi.

Menutup kegiatan kunjungan, Kepala Dinas Pertanian, Ningning Hendasah mengutarakan pemerintah daerah Kabupaten Bandung mendukung penuh sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan di Kabupaten Bandung.

Dukungan yang diberikan diantaranya penyaluran benih unggul bagi petani, kartu tani, BPJS ketenagakerjaan. Dirinya bangga dengan generasi muda yang semangat berwirausaha di bidang pertanian, salah satunya apa yang dilakukan oleh Imas Wartisih.

“Kami sudah berencana akan mencalonkan Imas Wartisih sebagai petani berprestasi di tingkat provinsi Jawa Barat,” katanya.(***)

Kementan Pantau Efektivitas Program Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi Lewat Aplikasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus meningkatkan produksi beras nasional melalui upaya optimalisasi lahan rawa dan perluasan areal tanam (PAT) melalui sistem pompanisasi dan padi gogo.

Sebagai upaya memonitoring efektivitas program tersebut Kementan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) membangun aplikasi berbasis website untuk melakukan input data realisasi program setiap harinya.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dipercaya menjadi eksekutor, melakukan in house training terhadap penyuluh dari empat kabupaten di Jawa Barat, Kamis (28/03/2024), di ruang rapat BBPP Lembang.

Kegiatan tersebut diikuti tujuh penyuluh asal Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Dinyatakan Menteri Pertanian Andi Amran, Kegiatan PAT melalui Pompanisasi ini ditargetkan sebanyak dua juta hektar lahan sawah kering dapat terairi dengan baik, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan secara mandiri tanpa harus tergantung pada kebijakan impor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan hal senada.

"Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi” sebut Dedi.

Baca juga: Panen Perdana, Kota Bandung Capai Rata-rata Produksi 8,6 ton per Hektar

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, meminta kepada seluruh penyuluh untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut di wilayah kerjanya masing-masing.

Turut hadir Kepala Bagian Umum, Koordinator Widyaiswara, Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, dan Ketua Tim Kerja BMN dan Rumah Tangga BBPP Lembang.

Selanjutnya, tim menjelaskan tutorial penggunaan aplikasi monitoring yang dapat diakses pada website. Peserta kemudian mencoba melakukan input data pada website tersebut.

Masing-masing perwakilan penyuluh kota/kabupaten akan mendapatkan username dan password untuk login. Penyuluh wajib mengisi data realisasi setiap harinya maksimal pada pukul 22.00 WIB.

Adapun data yang diinput mencakup realisasi luasan lahan PAT, jumlah pompa dan luasan lahan yang teraliri serta penerima bantuan, dan realisasi luas lahan penanaman padi gogo.

Melalui aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah tim pusat dan para penanggung jawab wilayah untuk memantau jalannya program tersebut.(***)

Panen Perdana, Kota Bandung Capai Rata-rata Produksi 8,6 ton per Hektar

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kota Bandung melaksanakan panen padi perdana, Rabu (27/3/2024). Panen dilaksanakan di hamparan sawah seluas 4 hektar di Kelompok Tani Agrowisata, Ciporeat, Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.

Panen dihadiri Asisten Perekonomian Pembangunan, Eric M. Atthauriq, yang mewakili Pj. Walikota Bandung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Dandim 0618 Kota Bandung, dan perangkat desa di wilayah Kecamatan Ujungberung.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, dalam sambutannya menyampaikan, “Pada bulan Maret ini luas panen padi mencapai 32 hektar, dan saat ini kita berkumpul bersama di areal sawah seluas 4 hektar ini yang dikelola oleh Kelompok Tani Agrowisata untuk melakukan panen padi pertama di Kota Bandung,” terang Gin Gin.

Kota Bandung memiliki lahan baku sawah seluas 702 hektar yang tersebar di 18 kecamatan. Gin Gin menjelaskan pula bahwa rata-rata produksi padi di Kota Bandung mencapai 8,6 ton/hektar dengan indeks pertanaman 2,5 dalam setahun. “Pada musim tanam Oktober 2023 hingga Maret 2024, luas areal tanam padi 651 hektar dan luas areal panen 437 hektar,” jelasnya.

Baca juga:Melalui PKL Kementan Cetak Generasi Penerus Pertanian

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara BBPP Lembang dan DKPP Kota Bandung untuk mendukung peningkatan produksi padi agar dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional. “Kota Bandung menjadi salah satu wilayah untuk kegiatan perluasan areal tanam melalui kegiatan pompanisasi agar dapat menambah produksi padi di Kota Bandung”, ujarnya.

Ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa kegiatan pompanisasi agar lahan-lahan pertanian dapat ditanami hingga 2-3 kali dalam setahun sehingga produktivitas padi meningkat.

“Saat ini, Kementan fokus meningkatkan produksi padi dan jagung melalui 3 strategi, yaitu meningkatkan perluasan areal tanam (PAT), peningkatan indek pertanaman (PIP) serta peningkatan produktivitas,” ujar Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi.

"Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi,” ujarnya.