21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Bandung, Kementan Optimalkan Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Salah satunya melalui program optimalisasi lahan dan pompanisasi di Kabupaten Bandung.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, program pompanisasi yang digulirkan untuk memperkuat perekonomian desa menjadi lebih kuat dan produktif.

“Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar yang dapat menghasilkan produktivitas di Indonesia. Karena itu, pemasangan pompa wajib dilakukan karena menjadi solusi cepat untuk mengantisipasi el nino panjang yang sempat menurunkan produksi tahun lalu. Pompanisasi juga diharapkan membuat petani bisa melakukan produksi hingga 3 kali dalam setahun,” tutur Amran.

Hal senada diutarakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Pompanisasi penting dalam menjaga ketersediaan air untuk pertanian. Diperlukan infrastruktur yang memadai untuk mengoptimalkan penggunaan air irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, didampingi tim BBPP Lembang, melakukan monitoring ke salah satu lokasi program pompanisasi di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis (23/5/2024).

Turut hadir perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Kodim dan Koramil serta kelompok tani di Desa Sumbersari.

Ajat Jatnika menjelaskan secara umum luas lahan sawah tadah hujan yaitu 833 hektar, indeks pertanaman 1 tahun 1 kali.

“Ada lahan sawah yang dilindungi tidak boleh dialihfungsikan seluas 657 hektar dan ini menjadi potensial untuk dioptimalisasikan sehingga harapannya dapat meningkatkan indeks pertanaman menjadi lebih dari 1 kali,” tutur Ajat.

Bantuan pompanisasi di Desa Sumbersari ada 6 buah dan sudah teralisasi 2 buah. Kelompok Tani Sumbersari sudah menyiapkan pipa yang diupayakan secara swadaya sepanjang 2 km dan menyedot air dari sungai Citarum.

Ajat menjelaskan, produktivitas sawah tadah hujan di Desa Sumbersari yang ditanami varietas inpari dan ciherang, sebesar 7 ton/hektar gabah kering panen (GKP).

Baca juga: Kementan Latih Insan Pertanian Kabupaten Subang Agribisnis Hortikutura

“Dengan total luas lahan 833 hektar maka akan menghasilkan 5.831 ton GKP dan diperkirakan akan meningkat 2 kali lipat sebesar 11.662 GKP dengan adanya program pompanisasi ini,” jelas Ajat.

Ajat menambahkan, panen padi direncanakan pada bulan September 2024.

“Dengan kolaborasi antar pemerintah pusat dan daerah, jajaran TNI serta petani dan kelompok tani, kami harap bisa memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Bandung, secara luas untuk Provinsi Jawa Barat dan bahkan kebutuhan nasional,” tandas Ajat.(***)

Kementan Latih Insan Pertanian Kabupaten Subang Agribisnis Hortikutura

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, kembali melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura, digelar selama 3 hari, 20 – 22 Mei 2024.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui 3 pilar yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan terus menggenjot kualitas SDM pertanian. Sebab, SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produksi pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” sebut Dedi.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura diikuti 51 orang peserta pelatihan yang berasal dari 5 desa di wilayah Kabupaten Subang. Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi klasikal yang diberikan yaitu pengelolaan benih dan lahan, peserta praktik pengujian pH tanah, bahan organik tanah, mengolah lahan, membuat bedengan, memasang mulsa dan menyemai benih; penanaman dan pemeliharaan, peserta diajak praktik menanam bibit cabai merah di lahan terbuka; identifikasi dan pengendalian hama penyakit tanaman, peserta praktik inokulasi Trichoderma; penanganan panen dan pascapanen, peserta praktik pengemasan aneka sayuran seperti mentimun, cabai dan terong di packing house BBPP Lembang.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Latih Warga Terdampak Pembangunan Tol Patimban

Peserta juga dilatih pengolahan hasil produk pertanian, praktik membuat manisan terong ungu dan hijau di laboratorium pengolahan hasil pertania; dan pada materi peluang bisnis peserta praktik membuat perencanaan usaha menggunakan Bisnis Model Canvas (BMC).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan bahwa kegiatan pelatihan merupakan perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Saya harap peserta tidak hanya kompeten setelah menjalani pelatihan ini, namun hingga berdampak pada peningkatan pendapatan,” katanya saat melepas peserta, Rabu (22/5/2024).

Ajat juga memotivasi seluruh peserta pelatihan agar memiliki keyakinan untuk berhasil karena keyakinan menyumbang 50% keberhasilan.

“Rangkaian materi agribisnis hortikultura seperti pembuatan pupuk organik cair, pembibitan, pascapanen, pengolahan hasil pertanian yang telah kami sampaikan, bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. “Keberhasilan bisa kita raih asalkan dijalani penuh komitmen,” tutur Ajat.

Salah seorang peserta, Siti Nurlaela, mengaku mendapatkan ilmu baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

“Kami banyak belajar tentang agribisnis hortikultura mulai dari hulu hingga hilir di pelatihan ini. “Kami berharap usai pelatihan bisa menyebarluaskan kepada masyarakat lainnya yang juga ingin berbisnis hortikultura,” ucapnya.

“Kami menginginkan agar ada pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan ini agar kami sukses menjadi pelaku agribisnis hortikultura,” harap Siti.

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas agribisnis hortikutura.

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Latih Warga Terdampak Pembangunan Tol Patimban

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Untuk menjaga ketahanan pangan, Kementerian Pertanian merangkul berbagai pihak di Indonesia. Termasuk dengan memberikan pelatihan terhadap para warga terdampak pembangunan Tol Patimban, Subang.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan bentuk kolaborasi Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), dan Oriental Consultants Global (OCG) Associates.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya produktivitas pangan bagi suatu negara.

“Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara, maka jangan main-main soal pangan,” tegas Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

“Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya,” sebut Dedi.

Baca juga: Kementan Tularkan Semangat Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan

Dalam kegiatan tersebut, Neneng Nurbaeti, Ketua Tim Program Pemulihan Mata Pencaharian dan Monitoring Jalan Tol Akses Patimban OCG-Associates, berharap para warga dapat tetap produktif dalam budidaya tanaman hortikultura.

Pelatihan digelar dalam empat angkatan. Angkatan ketiga dan keempat yang pertama datang di BBPP Lembang telah menyelesaikannya pada tanggal 15-17 Mei 2024, sementara angkatan lima dan enam menyusul menjalani pelatihan pada tanggal 20-22 Mei 2024.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika peran pelatihan penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap mental sehingga para peserta meningkat kemampuannya dalam bertani,” terang Ajat. “Yang paling penting adalah kita siapkan SDM-nya terlebih dahulu,” kata Ajat.

Para peserta pelatihan mendapatkan materi klasiklal di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. Diantara materi yang disampaikan adalah pengelolaan benih, pengelolaan lahan, penanaman, pemeliharaan, identifikasi dan pengendalian hama dan penyakit, penanganan panen dan pasca panen, pengolahan hasil produk pertanian, serta peluang bisnis.

Salah seorang peserta, Reza Aditia, mengungkapkan rasa terima kasih kepada BBPP Lembang.

“Mewakili rekan-rekan, kami yang awalnya tidak menguasai pertanian hortikultura, setelah menjalani pelatihan di BBPP Lembang bertambah wawasannya,” kata Reza.

Kementan Tularkan Semangat Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengenalkan konsep urban farming untuk menjaga ketahanan pangan kepada calon purnabhakti PT. Pupuk Iskandar Muda Kabupaten Aceh Utara, 15 -16 Mei 2024, di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pertanian menjadi aspek paling strategis dalam pembangunan perekonomian negara.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM), serta memanfaatkan teknologi mutakhir, mekanisasi dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Mentan Amran mengatakan, untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Kementan fokus bertranformasi dari pertanian tradisional ke modern.

"Hal ini sudah menjadi fokus kerja Kementan dalam membangun pertanian selama ini,” tuturnya.

Peningkatan kompetensi SDM pertanian melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan sendiri kerap dilakukan Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian.

"Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian," tuturnya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh

"Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen," jelas Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam berbagai kesempatan mengajak insan pertanian untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kompetensi diri.

“Teruslah belajar dan berlatih sebagai modal dasar menghasilkan kinerja individu yang baik. Ini untuk menunjang kinerja organisasi tempat kita bekerja,” ucap Ajat.

Didampingi widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman, Cece Mulyana, calon purnabhakti PT. Pupuk Iskandar Muda langsung menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Di Kawasan Rumah Pangan Lestari, Cece menjelaskan berbagai sistem budidaya baik konvensional di lahan terbuka, di dalam screen house, maupun hidroponik sistem deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, dan aeroponik.

Selanjutnya, mengelilingi zona lahan praktik lainnya yaitu screen house aeroponik untuk pembibitan kentang G0 dan irigasi tetes yang ditanami tomat beef. Diperkenalkan juga budidaya sayuran daun sistem DFT dan NFT.

Cece memberikan tips pemilihan komoditas yang dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan dan mempunyai nilai jualnya yang tinggi seperti brokoli, cabai merah, tomat beef, melon, dan pembibitan kentang.

Peserta magang diajak mempraktikkan langsung tahapan budidaya tanaman seperti. persiapan media tanam, pembuatan media persemaian dan pembuatan instalasi vertikultur.

Peserta magang, Yuanda Wattimena, mengapresiasi konsep urban farming yang telah dipelajari di BBPP Lembang.

“Banyak hal yang saya pelajari di BBPP Lembang terutama tentang rumah pangan lestari. Ini sangat bermanfaat dan membantu saya menjalani masa purnabhakti dengan bergerak di sektor pertanian,” katanya

“Terima kasih BBPP Lembang telah membantu saya melatih diri saya tentang pertanian,” tandas Yuanda.(***)

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli angkatan I dilepas untuk menjalani praktik lapangan. Pelepasan dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jalancagak, Kabupaten Subang, oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika. Para peserta itu telah menuntaskan seluruh materi pelatihan yang dilaksanakan 23 April-13 Mei 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan peran penting penyuluh. Menurut Mentan penyuluh adalah garda terdepan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi dan jagung. Amran juga menyerukan bahwa seluruh penyuluh pertanian harus merapatkan barisan untuk mewujudkan swasembada pangan bahkan sampai mampu melakukan ekspor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nuryamsi, menekankan peran penting penyuluh pertanian.

“Petani dan penyuluh pertanian diharapkan dapat berkolaborasi di lapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya pada padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan,” tegas Dedi.

Baca juga: Tidak Hanya Cerdas Akademik, Calon Mahasiswa Polbangtan Kementan Harus Tangguh Jiwa Raga

BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis BPPSDMP, menjadi lokasi pelatihan sebelum melepas peserta untuk praktik ke lapangan. Selama berada di BBPP Lembang para peserta menerima materi secara klasikal dan praktik, kemudian mereka menerapkannya di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk bertugas di enam desa di Kecamatan Jalancagak.

Kegiatan praktik diawali dengan pengumpulan data potensi wilayah di lokasi praktik dan kemudian melakukan analisis. Setelahnya para penyuluh pertanian mengidentifikasi masalah dan mencoba memecahkan masalahnya. Selanjutnya dilakukan penyusunan programa penyuluhan dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh.

Pada praktik penyuluhan ke kelompok tani, para peserta pelatihan diharuskan menyiapkan bahan ajar, media penyuluhan, metode penyuluhan, dan terakhir melakukan evaluasi dari kegiatan penyuluhan yang telah mereka laksanakan. Kegiatan praktik juga dipertanggungjawabkan dengan menyusun laporan hasil praktik kompetensi dan membuat rencana implementasi hasil pelatihan.

“Penyuluh pertanian harus selalu meng-upgrade, meningkatkan, dan memperbarui kompetensinya, untuk menyiapkan diri masing-masing,” pesan Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, saat melepas para penyuluh pertanian.

Salah seorang peserta, Slamet Widodo, memberikan kesannya. “Kami sangat berterima kasih kepada para penyelenggara yang telah membuat proses pembelajaran berjalan baik dan lancar,” ujar Slamet.(***)

Tidak Hanya Cerdas Akademik, Calon Mahasiswa Polbangtan Kementan Harus Tangguh Jiwa Raga

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Pembangunan pertanian memerlukan SDM pertanian yang berkualitas. Untuk mendukung hal itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, pendidikan vokasi di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), menggelar Tes Kesehatan/Pemeriksaan Kesehatan (Rikes) bagi peserta pendaftaran mahasiswa baru jalur umum.

Tes diikuti oleh mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara beberapa waktu lalu. Tes Rikes ini juga diikuti oleh peserta dari jalur Tugas Belajar, jalur undangan anak Petani dan Penyuluh Pertanian Gelombang I dan jalur undangan SMK Binaan dan dilaksanakan serentak pada tanggal 15-16 Mei 2024 untuk wilayah Jawa dan 14-17 Mei untuk wilayah Luar Jawa.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas agar tidak tertinggal dari negara lain. Selain itu, pertanian adalah sektor penting yang harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh sebab itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya," tutur Dedi.

Baca juga: Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

Mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endra Prasetyanta, yang juga Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan calon mahasiswa yang mengikuti tes rikes sebanyak 276 orang.

Tes Rikes dilaksanakan secara offline dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Sebanyak 276 calon mahasiswa, 221 dari Pula Jawa dan sisanya dari Luar jawa. Untuk calon mahasiswa yang berdomisili di Pulau Jawa dan Madura diarahkan untuk melakukan Rikes di RS DKT Yogyakarta, sementara untuk calon mahasiswa yang di luar wilayah Jawa dan Madura pelaksanaan Rikes dilakukan secara mandiri di Rumah Sakit Tentara,” jelasnya.

Lebih lanjut Endra merinci jenis pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui yaitu tes fisik diagnostik, laboratorium, dan rohani.

“Tes yang dilakukan meliputi tes laboratorium untuk melihat kondisi kesehatan organ dalam dan status penggunaan obat terlarang, kemudian tes keragaan dan diagnostik fisik, serta kesehatan jiwa (keswa)," rincinya.

Endra mengatakan melalui rangkaian tes ini diharapkan Polbangtan Yogyakarta Magelang mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar sehat jasmani dan rohani.

“Sehingga nantinya saat menjalani pendidikan selama 4 tahun minim atau tidak ada gangguan yang disebabkan karena kondisi kesehatan fisik maupun kejiwaan,” tandasnya.(***)

Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk mewujudkan regenerasi serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan pelatihan Literasi Akses Permodalan dan Peningkatan Kapasitas Agribisnis bagi Petani Milenial.

Kali ini, pelatihan dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, Rabu (15/5/2024), di Ruang Rapat Bangun Desa Dinas Pertanian Gunungkidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, petani harus terus memperkuat kemampuan dan pengetahuan dengan informasi-informasi terkini seputar pertanian. Pasalnya, ilmu pengetahuan terus berkembang.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. Dijelaskannya, pertanian memiliki banyak sektor yang bisa digarap, termasuk oleh anak-anak muda.

"Banyak sektor yang bisa digarap dalam pertanian, baik dari hulu hingga ke hilir. Semuanya menjanjikan. Oleh karena itu, kita selalu mengajak anak-anak muda untuk menggarap sektor ini. Dan kita berharap mereka hadir dengan berbagai inovasi yang tentunya dapat meningkatkan juga sektor pertanian," tuturnya.

Pelatihan sendiri dihadiri secara langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti, yang memberikan motivasi kepada tidak kurang 40 petani milenial dari 18 kecamatan di Gunungkidul.

Baca juga: Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

Santi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR) serta untuk meningkatkan kemampuan agribisnis petani milenial Gunungkidul.

"Tidak dapat dipungkiri, intervensi penambahan modal berpengaruh signifikan terhadap perluasan skala usaha," ujar Santi.

Santi juga mengatakan bahwa sebagai wirausahawan, pencatatan yang rapih akan mempermudah pengusaha untuk menelusuri aktivitas keuangannya.

"Sudah kami hadirkan di sini, PPIU dari wilayah pacitan yang akan memberikan ilmu tentang penyusunan proposal bisnis, pengembangan kapasitas petani milenial dan penjabaran program KUR. hadir juga Bank BPD DIY yang akan menjelaskan prosedur KUR," imbuh Santi.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, dan jajarannya.

Bambang berpesan kepada peserta pelatihan, sebagai pengusaha penting untuk mempunyai sifat adaptif.

"Bisnis bersifat fluktuatif, kadang Harga bahan baku terjangkau maka kita bisa memenuhi tuntutan pasar dengan baik, namun ada kalanya juga biaya produksi melonjak, namun tuntutan pasar harus tetap kita penuhi. ini salah satu pentingnya pebisnis harus pandai mengelola keuangan," ujarnya.

Ia berharap dengan pelatihan literasi keuangan ini bisnis yang dijalani peserta dapat terus berkembang dengan baik.

Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Para mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, dilepas untuk menjalani kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ke berbagai daerah, pekan ini.

MBKM adalah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan kompetensi tambahan di luar pembelajaran yang ditetapkan Prodi. Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapatkan ilmu lebih luas dan mendalam sebagai bekal untuk masuk di dunia kerja.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, para mahasiswa Polbangtan sejak awal memang disiapkan menjadi SDM-SDM unggul yang dapat memaksimalkan sektor pertanian.

Oleh sebab itu, Mentan berharap para mahasiswa bisa menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan jika para mahasiswa adalah masa depan pertanian.

"Pertanian membutuhkan regenerasi. Dan para mahasiswa ini adalah masa depan untuk pertanian. Kita berharap mereka memberikan ide-ide segar dan terobosan untuk kemajuan pertanian," tuturnya.

Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, menerangkan jika peserta MBKM terdiri dari Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura (AH), Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), dan Teknologi Benih (TB) yang duduk di Tingkat III.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

Peserta disebar ke sejumlah mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Wilayah D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Ada 133 Mahasiswa Jurusan pertanian yang disebar ke 56 mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja di sekitar Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meliputi Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Sementara Wilayah Jateng tersebar di Magelang, Semarang, Salatiga, Karanganyar, Demak, Wonosobo, dan Temanggung. Untuk area Jatim hanya di Jember," rincinya.

Lebih lanjut Endah menerangkan, MBKM merupakan salah satu kurikulum yang harus ditempuh peserta didik guna mencapai kompetensinya.

"MBKM ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skill maupun hard skill dalam kegiatan kewirausahaan, perbenihan, maupun agrosociopreneur di bidang pertanian serta mendukung dan menyukseskan program unggulan prioritas Kementerian Pertanian," terangnya.

Mahasiswa peserta program MBKM ini juga diharapkan dapat mempelajari proses bisnis DUDI baik proses yang terjadi di dalam maupun di luar perusahaan.

“Dalam kegiatan MBKM nanti mahasiswa tidak boleh hanya terpaku dengan kegiatan yang ada di lingkungan DUDI tapi harus mampu menelusuri proses bisnisnya, bila perlu juga pelajari proses di luar pabriknya,” papar Endah.

Endah berpesan agar seluruh mahasiswa Polbangtan YOMA senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjaga diri dengan baik.

“Karakter menjadi ciri khas mahasiswa Polbangtan YOMA, setiap ke lapangan pasti yang dipuji dari mahasiswa kami adalah bagaimana karakter disiplin dan tanggungjawabnya. Oleh karena itu anak-anakku, saya berpesan agar kalian senantiasa menjaga diri dengan baik ketika berada di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.(***)

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berkomitmen mewujudkan peningkatan produksi untuk mengantisipasi darurat pangan akibat perubahan iklim. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyalurkan pompa air guna menjamin ketersedian air untuk tanam.

Salah satu wilayah yang digenjot produksinya yaitu Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Senin (13/5), sebanyak 52 unit pompa air I NCHI SOKU disalurkan kepada 52 kelompok tani di 7 kapanewon diantaranya Imogiri, Pundong, Piyungan dan Pajangan.

Kegiatan ini di hadiri oleh Pejabat Bupati Bantul, Jajaran FORKOMPINDA, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Kepala (Badan Standardidasi Instrumen Pertanian) BSIP Yogyakarta, dan perwakilan kelompok tani penerima manfaat.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, bantuan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pertanian tidak terganggu. Mentan Amran menambahkan, pertanian adalah sektor penting yang harus sama-sama dijaga.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Artinya, kita harus sama-sama memastikan pertanian tidak terganggu," tegasnya.

Baca juga: Kementan Motivasi Generasi Milenial Tekuni Pertanian Modern

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, mengatakan mulai tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mewujudkan untuk peningkatan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan serta menjamin ketersedian pangan ke depan.

“karena kita khawatir bahwa iklim tidak bisa kita prediksi, sedangkan tanaman tidak bisa menunggu (untuk mendapat air). Sekarang kita sudah kolaborasi dengan TNI Polri salah satu bentuk kita kerjasama untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Bambang.

Peralatan pompa air ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air lahan yang kering akibat kemarau.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempunyai program di wedi kengser untuk menjadi prioritas dibidang pertanian.

Pejabat Bupati, Abdul Halim Muslih, menyampaikan Pemkab Bantul akan menggarap ratusan hektar tanah wedikengser (pinggiran sungai) untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian guna mewujudkan destinasi pertanian untuk menguatkan kemandirian pangan.

“Pompa ini diharapkan mampu untuk dioperasionalkan mengairi lahan pertanian jika kekurangan irigasi guna memberdayakan para petani agar lebih berkiprah,” kata Bupati.

Disebutkan, tanah wedikengser eks tempat penambangan galian C (pasir) di Sungai Progo yang ada di Kepanewon Sedayu, Pajangan dan Srandakan jumlahnya ada ratusan hektar. Untuk mengawalinya kini sedang dipersiapkan diolah sekitar 7 hektar.

“Guna mendukung dan menggarap lahan ini akan melibatkan pula pihak TNI (Kodim Bantul), Kepolisian serta masyarakat,” katanya.

Kementan Motivasi Generasi Milenial Tekuni Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengajak 55 siswa-siswi serta guru SMK Negeri I Gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, untuk menekuni sektor pertanian.

Ajakan tersebut disampaikan saat para siswa dan guru SMK Negeri I Gedung Aji Tulang Bawang berkunjung ke BBPP Lembang. Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang (13/5/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor menjanjikan yang dapat memberikan keuntungan jika digarap dengan benar.

Oleh sebab itu, dalam berbagai kesempatan Mentan selalu mengajak anak-anak muda untuk sama-sama menggarap sektor ini

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Jika banyak generasi muda yang tergugah hatinya untuk pengembangan usaha pertanian, hal itu akan menimbulkan dampak yang positif karena itu akan menjadi bekal bagi mereka ke depannya dalam rangka menopang perekonomian Indonesia terutama dalam swasembada pangan," tutur Dedi.

Kepala SMK Negeri I Gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Arliyanti, menjelaskan bahwa kunjungan industri merupakan kurikulum rutin yang dilakukan oleh SMK Negeri I Gedung Aji.

Dirinya menganggap sektor pertanian sangat penting untuk selalu diupayakan, karenanya mengajak siswa-siswi kelas X untuk dapat mengenal pertanian modern dan terkini yang diterapkan di BBPP Lembang.

Baca juga: Sinergi Kementan dan UNHAS Dongkrak Regenerasi Petani

“Potensi pertanian di Kabupaten Tulang Bawang cukup baik terutama untuk komoditas perkebunan. Dengan belajar di sini, harapannya agar siswa-siswi bisa terbuka wawasannya untuk mengenal komoditas selain perkebunan dan agar kelak mampu menjadi petani tangguh yang menggerakkan roda pembangunan pertanian selanjutnya,” ucap Arliyanti.

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan pentingnya peran generasi milenial untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian.

“Generasi milenial sebagai penerus pembangunan pertanian di masa depan, harus memiliki semangat tinggi dan tidak mudah menyerah,” sebut Ajat.

Rombongan bergerak menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Di screen house tanaman hias, guru dan siswa tampak tertarik menerima informasi tentang budidaya kaktus dan sukulen yang cukup mudah, mulai dari perbanyakan dan pemeliharaannya. Beberapa guru dan siswa terlihat membeli koleksi kaktus dan sukulen untuk dibawa ke Lampung.

Di zona lahan terbuka, petugas lahan praktik mengajak siswa-siswi mengenal teknologi smart farming berbasis internet of things (IoT) pada budidaya bawang merah varietas watu ijo. Teknologi yang cukup mudah bisa dikendalikan pada smartphone untuk proses penyiraman otomatis.

Selanjutnya, di zona rumah pangan lestari, siswa-siswi mempelajari konsep budidaya tanaman sayuran yang memadukan pertanian, perkebunan dan peternakan untuk mempercantik pekarangan rumah.

Kunjungan diakhiri di zona screen house hidroponik. Petugas menjelaskan teknologi hidroponik dengan berbagai sistem yaitu deep flow technique untuk tanaman pakcoy, irigasi tetes untuk komoditas tomat beef, dan aeroponik untuk pembibitan kentang.

Saat dimintai kesan mempelajari teknologi pertanian yang ada di BBPP Lembang, perwakilan siswi, Selvi, mengaku semakin termotivasi.

“Setelah berkeliling lahan praktik di sini, saya termotivasi untuk bisa melakukan budidaya hidroponik," ujarnya.

Tidak jauh berbeda yang disampaikan siswa lainnya, Rohman.

“Yang menarik bagi saya adalah budidaya tanaman hias kaktus. Tadi saya membeli kaktus di sini dan akan saya coba melakukan perbanyakan kaktus dengan cara menempel, sesuai dengan yang tadi telah diajarkan ke kami di screen house tanaman hias,” ujarnya.(***)