14 Juni 2024

Kementan Tularkan Semangat Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan

0

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengenalkan konsep urban farming untuk menjaga ketahanan pangan kepada calon purnabhakti PT. Pupuk Iskandar Muda Kabupaten Aceh Utara, 15 -16 Mei 2024, di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pertanian menjadi aspek paling strategis dalam pembangunan perekonomian negara.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM), serta memanfaatkan teknologi mutakhir, mekanisasi dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Mentan Amran mengatakan, untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Kementan fokus bertranformasi dari pertanian tradisional ke modern.

“Hal ini sudah menjadi fokus kerja Kementan dalam membangun pertanian selama ini,” tuturnya.

Peningkatan kompetensi SDM pertanian melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan sendiri kerap dilakukan Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian.

“Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian,” tuturnya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh

“Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen,” jelas Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam berbagai kesempatan mengajak insan pertanian untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kompetensi diri.

“Teruslah belajar dan berlatih sebagai modal dasar menghasilkan kinerja individu yang baik. Ini untuk menunjang kinerja organisasi tempat kita bekerja,” ucap Ajat.

Didampingi widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman, Cece Mulyana, calon purnabhakti PT. Pupuk Iskandar Muda langsung menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Di Kawasan Rumah Pangan Lestari, Cece menjelaskan berbagai sistem budidaya baik konvensional di lahan terbuka, di dalam screen house, maupun hidroponik sistem deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, dan aeroponik.

Selanjutnya, mengelilingi zona lahan praktik lainnya yaitu screen house aeroponik untuk pembibitan kentang G0 dan irigasi tetes yang ditanami tomat beef. Diperkenalkan juga budidaya sayuran daun sistem DFT dan NFT.

Cece memberikan tips pemilihan komoditas yang dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan dan mempunyai nilai jualnya yang tinggi seperti brokoli, cabai merah, tomat beef, melon, dan pembibitan kentang.

Peserta magang diajak mempraktikkan langsung tahapan budidaya tanaman seperti. persiapan media tanam, pembuatan media persemaian dan pembuatan instalasi vertikultur.

Peserta magang, Yuanda Wattimena, mengapresiasi konsep urban farming yang telah dipelajari di BBPP Lembang.

“Banyak hal yang saya pelajari di BBPP Lembang terutama tentang rumah pangan lestari. Ini sangat bermanfaat dan membantu saya menjalani masa purnabhakti dengan bergerak di sektor pertanian,” katanya

“Terima kasih BBPP Lembang telah membantu saya melatih diri saya tentang pertanian,” tandas Yuanda.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *