18 Juni 2024

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Latih Warga Terdampak Pembangunan Tol Patimban

0

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk menjaga ketahanan pangan, Kementerian Pertanian merangkul berbagai pihak di Indonesia. Termasuk dengan memberikan pelatihan terhadap para warga terdampak pembangunan Tol Patimban, Subang.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan bentuk kolaborasi Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), dan Oriental Consultants Global (OCG) Associates.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya produktivitas pangan bagi suatu negara.

“Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara, maka jangan main-main soal pangan,” tegas Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

“Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya,” sebut Dedi.

Baca juga: Kementan Tularkan Semangat Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan

Dalam kegiatan tersebut, Neneng Nurbaeti, Ketua Tim Program Pemulihan Mata Pencaharian dan Monitoring Jalan Tol Akses Patimban OCG-Associates, berharap para warga dapat tetap produktif dalam budidaya tanaman hortikultura.

Pelatihan digelar dalam empat angkatan. Angkatan ketiga dan keempat yang pertama datang di BBPP Lembang telah menyelesaikannya pada tanggal 15-17 Mei 2024, sementara angkatan lima dan enam menyusul menjalani pelatihan pada tanggal 20-22 Mei 2024.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika peran pelatihan penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap mental sehingga para peserta meningkat kemampuannya dalam bertani,” terang Ajat. “Yang paling penting adalah kita siapkan SDM-nya terlebih dahulu,” kata Ajat.

Para peserta pelatihan mendapatkan materi klasiklal di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. Diantara materi yang disampaikan adalah pengelolaan benih, pengelolaan lahan, penanaman, pemeliharaan, identifikasi dan pengendalian hama dan penyakit, penanganan panen dan pasca panen, pengolahan hasil produk pertanian, serta peluang bisnis.

Salah seorang peserta, Reza Aditia, mengungkapkan rasa terima kasih kepada BBPP Lembang.

“Mewakili rekan-rekan, kami yang awalnya tidak menguasai pertanian hortikultura, setelah menjalani pelatihan di BBPP Lembang bertambah wawasannya,” kata Reza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *