24 Mei 2024

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

0

TANIINDONESIA.COM//BANTUL – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berkomitmen mewujudkan peningkatan produksi untuk mengantisipasi darurat pangan akibat perubahan iklim. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyalurkan pompa air guna menjamin ketersedian air untuk tanam.

Salah satu wilayah yang digenjot produksinya yaitu Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Senin (13/5), sebanyak 52 unit pompa air I NCHI SOKU disalurkan kepada 52 kelompok tani di 7 kapanewon diantaranya Imogiri, Pundong, Piyungan dan Pajangan.

Kegiatan ini di hadiri oleh Pejabat Bupati Bantul, Jajaran FORKOMPINDA, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Kepala (Badan Standardidasi Instrumen Pertanian) BSIP Yogyakarta, dan perwakilan kelompok tani penerima manfaat.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, bantuan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pertanian tidak terganggu. Mentan Amran menambahkan, pertanian adalah sektor penting yang harus sama-sama dijaga.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Artinya, kita harus sama-sama memastikan pertanian tidak terganggu,” tegasnya.

Baca juga: Kementan Motivasi Generasi Milenial Tekuni Pertanian Modern

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, mengatakan mulai tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mewujudkan untuk peningkatan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan serta menjamin ketersedian pangan ke depan.

“karena kita khawatir bahwa iklim tidak bisa kita prediksi, sedangkan tanaman tidak bisa menunggu (untuk mendapat air). Sekarang kita sudah kolaborasi dengan TNI Polri salah satu bentuk kita kerjasama untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Bambang.

Peralatan pompa air ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air lahan yang kering akibat kemarau.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempunyai program di wedi kengser untuk menjadi prioritas dibidang pertanian.

Pejabat Bupati, Abdul Halim Muslih, menyampaikan Pemkab Bantul akan menggarap ratusan hektar tanah wedikengser (pinggiran sungai) untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian guna mewujudkan destinasi pertanian untuk menguatkan kemandirian pangan.

“Pompa ini diharapkan mampu untuk dioperasionalkan mengairi lahan pertanian jika kekurangan irigasi guna memberdayakan para petani agar lebih berkiprah,” kata Bupati.

Disebutkan, tanah wedikengser eks tempat penambangan galian C (pasir) di Sungai Progo yang ada di Kepanewon Sedayu, Pajangan dan Srandakan jumlahnya ada ratusan hektar. Untuk mengawalinya kini sedang dipersiapkan diolah sekitar 7 hektar.

“Guna mendukung dan menggarap lahan ini akan melibatkan pula pihak TNI (Kodim Bantul), Kepolisian serta masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *