21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Gelorakan Jiwa Enterpreneurship, Polbangtan Kementan Gelar Festival Kewirausahaan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Rangakaian peringatan Dies Natalis Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang telah dimulai. Acara Pra Dies Natalis ini diawali dengan gelaran Festival Kewirausahaan yang dilaksanakan di Pelataran Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian, 24-25 Juni 2024.

Mengusung tema “Wirausaha Pertanian untuk Ketahanan Pangan”, Festival Kewirausahaan kali ini menampilkan 20 stand expo dengan beragam produk dari hasil inovasi mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang, Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri, Institusi Pendidikan Lainnya, hingga warga sekitar.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta para mahasiswa Polbangtan untuk terus mengembangkan kemampuan. Sebab, Mentan menilai pertanian memiliki banyak sektor yang dapat dikembangkan oleh para mahasiswa.

Penegasan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Polbangtan adalah kawah candradimuka, tempat lahirnya SDM-SDM yang kita harapkan bisa mengangkat pertanian. Mereka bisa jadi petani atau menjadi enterpreneur bidang pertanian. Semua sangat terbuka untuk digarap," katanya.

Baca juga: Kementan Bidik Potensi Agroeduwisata Kabupaten Pangandaran

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, yang diwakili R Hermawan selaku Dosen Pengampu Kewirausahaan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan peluang berharga untuk memamerkan produk sekaligus membentuk jejaring.

“Festival Kewirausahaan ini merupakan kegiatan yang dirancang sebagai ajang ekspose anak-anak kita dan mitra Polbangtan Yogyakarta Magelang mulai dari Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri lainnya. Harapannya kegiatan ini juga dapat digunakan untuk menjalin kemitraan yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Hermawan, kegiatan Festival Kewirausahaan erat kaitannya dengan pencapaian target Kementerian Pertanian (Kementan).

“Kegiatan ini juga untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian yaitu Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), dimana target utama kita adalah membentuk wirausahawan-wirausahan muda bidang pertanian yang nantinya akan menjadi job creator untuk lingkungannya,” kata Hermawan.

Ketua Panitia, Nanda Firdaus, berharap Festival Kewirausahaan dapat meningkat semangat berwirausahan untuk seluruh kalangan.

“Tujuan utama kegiatan ini tentunya adalah untuk menumbuhkan semangat jiwa wirausaha di segala usia, mengingat peserta Festival ini dating dari berbagai kalangan baik dari segi usia maupun latar belakang,” harapnya.(***)

Kementan Bidik Potensi Agroeduwisata Kabupaten Pangandaran

TANIINDONESIA.COM//PANGANDARAN – Kunjungan kerja Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), di Provinsi Jawa Barat berlanjut ke Kabupaten Pangandaran, Sabtu (15/6/2024). Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM sekaligus mendukung percepatan program pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu memberikan motivasi kepada penyuluh pertanian dan petani agar semangat meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“Membangun sektor pertanian membutuhkan peran SDM pertanian baik penyuluh, petani dan seluruh insan pertanian lainnya yang saling berkolaborasi dengan satu tujuan swasembada pangan,” tutur Amran.

Pada kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, melakukan dialog dengan penyuluh pertanian di Aula Desa Karangbenda.

Didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika sebagai penanggung jawab pembina P4S di wilayah Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran.

Tim juga berkunjung ke P4S Lumba-lumba Karyajaya yang bergerak di sektor peternakan sapi dan pengolahan limbah kotoran hewan.

Ketua P4S Lumba-lumba, Sunardi, menjelaskan usaha peternakan sapi yang dikelolanya dan pemanfaatan limbah kotoran hewan.

Kunjungan dilanjutkan ke lokasi petani milenial, Iis Sunisih di Kecamatan Sidamulih.

Petani milenial yang juga dicalonkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menjadi embrio P4S, resmi menjadi pengelola P4S yang dinamai P4S Silalabak.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan sertifikat P4S oleh Kepala BPPSDMP. P4S Silalabak berada pada kategori P4S Kelas Pratama.

Baca juga: Raker DPR: Mentan Amran Siapkan Program Keberlanjutan Produksi Pertanian

Kunjungan kerja ke Pangandaran diakhiri dengan menyambangi embrio P4S Agung IKAMAJA yang bergerak di sektor peternakan kambing.

Dalam kunjungan tersebut Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, juga memberikan motivasi bagi seluruh pelaku pembangunan di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Kabupaten Pangandaran menjadi lokasi yang strategis karena sektor pertanian dan peternakan potensial untuk terus dikembangkan. Apalagi Pangandaran juga menjadi tempat wisata favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Ini harus menjadi peluang meraup untung besar dengan mengembangkan agroeduwisata,” terang Dedi.

“Gerakkan agribisnis, komoditas peternakan penghasil daging dan susu, dapat diolah menjadi produk turunan yaitu aneka olahan daging sepertu abon, dendeng, dan lainnya. Begitupun susu dapat diolah menjadi yogurt, permen, dan lainnya pasti akan dicari oleh wisatawan yang datang ke Pangandaran,” ucap Dedi.

Dedi juga mengingatkan agar produk bernilai jual tinggi, harus memperhatikan kemasan produknya agar dapat dipasarkan dengan keuntungan yang maksimal.(***)

Raker DPR: Mentan Amran Siapkan Program Keberlanjutan Produksi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi musim kemarau panjang yang diproyeksikan akan berdampak signifikan terhadap sektor pertanian nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya menjaga kedaulatan pangan nasional.

"Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta kesejahteraan petani di Indonesia," ujar Menteri Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan musim kemarau tahun 2024 akan berlangsung panjang, mulai Juni hingga September, dengan puncaknya pada bulan Agustus.

Langkah-langkah antisipatif telah dipersiapkan sejak awal masa jabatan Amran sebagai Menteri Pertanian pada Oktober 2023. Dengan proyeksi yang lebih ekstensif dari BMKG, Kementan memperkuat kesiapannya dengan meningkatkan program-program strategis.

"Beberapa inisiatif yang disiapkan Kementan antara lain peningkatan infrastruktur pompa untuk pengairan lahan sawah tadah hujan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, optimalisasi penggunaan lahan rawa, serta peningkatan kapasitas dan manajemen waduk/bendungan," kata Amran.

Teknologi budidaya pertanian hemat air dan gerakan panen air hujan juga diperkenalkan untuk meningkatkan ketahanan pangan terhadap dampak kekeringan.

Baca juga: Siapkan Strategi Pembangunan Pertanian, BPPSDMP Lakukan Konsolidasi Internal

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan luas tanam padi selama periode Oktober 2023 – April 2024 sebesar 6,55 juta hektare, mengalami penurunan 3,83 juta hektare atau 36% dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2015-2019 sebesar 10,39 juta hektare. Penurunan luas tanam ini mempengaruhi luas panen padi dan berdampak pada penurunan produksi padi nasional.

“Kementan bersama dengan stakeholder terkait akan terus mengawasi dan melaksanakan langkah-langkah kesiapsiagaan kemarau dengan cermat untuk mengurangi dampak negatif musim kemarau terhadap produksi pangan nasional dan mempertahankan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat,” tutur Amran.

Saat ini, pembangunan pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim ekstrem El Nino, konflik geopolitik, dan dinamika ekonomi global. Hal ini menyebabkan restriksi ekspor dari negara-negara produsen pangan, meningkatnya biaya produksi dan harga pangan, serta potensi krisis pangan.

"Kekhawatiran terhadap jaminan produksi, masalah distribusi, dan akses pangan masyarakat perlu menjadi perhatian serius dalam penyediaan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia," kata Amran.

Sementara itu, pada tahun 2025, dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas (IE) 2045, Kementan akan fokus pada empat program utama: Ketersediaan, Akses, dan Konsumsi Pangan Berkualitas; Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; dan Dukungan Manajemen.

Target produksi komoditas pertanian pada tahun 2025 meliputi: padi sebesar 56,05 juta ton GKG, jagung 16,68 juta ton, kedelai 334 ribu ton, cabai 3,08 juta ton, bawang merah 1,99 juta ton, kopi 772 ribu ton, kakao 641 ribu ton, tebu 36 juta ton, kelapa 2,88 juta ton, daging sapi/kerbau 405,44 ribu ton, dan daging ayam 4,0 juta ton.

Siapkan Strategi Pembangunan Pertanian, BPPSDMP Lakukan Konsolidasi Internal

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Memasuki semester kedua pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2024, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat pelaksanaan program.

Konsolidasi dilakukan dalam Rapat Pimpinan Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), 19-21 Juni 2024, Mercure Jakarta.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, SDM memegang peran yang sangat penting dalam suksesnya Pembangunan pertanian termasuk untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“SDM memegang peran yang sangat penting dalam Pembangunan pertanian. SDM adalah penentu tercapai atau tidaknya produksi pertanian, begitu juga dengan kebijakan-kebijakan yang bisa mendukung pertanian,” sebut Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika rapat pimpinan ini merupakan langkah evaluasi sekaligus menyiapkan strategi yang akan dilakukan ke depan.

“Kita bertemu di sini merupakan langkah evaluasi apa yang telah kita kerjaan 6 bulan sebelumnya, dan untuk merumuskan rencana apa yang akan kita lakukan 6 bulan berikutnya. Jangan lupakan, tugas kita adalah membangun SDM Pertanian yang profesional berdaya saing dan berjiwa entrepreneur,” jelas Dedi, Rabu (19/06/24).

Baca juga: Siapkan Pendamping Kewirausahaan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi Kompetensi

Menurutnya, BPPSDMP juga bertanggung jawab dalam regenerasi muda pertanian melalui pendidikan vokasi dan menumbuhkan minat generasi muda bergerak di bidang pertanian, memperkuat skill para penyuluh di lapangan, dalam mendampingi petani melalui pelatihan dan memberdayakan masyarakat dalam bidang pertanian melalui organisasi masyarakat salah satunya P4S.

“Sebagai bentuk efisiensi langkah dalam membangun SDM Pertanian, kita harus fokus. SDM adalah faktor utama dalam mengungkit produktivitas pertanian. Pertanian merupakan kunci dalam membangun sebuah bangsa. Bangsa yang besar merupakan bangsa yang sektor pertaniannya kuat dan maju,” terangnya.

Dedi mencontohkan, di era 60 Korea mempunyai gerakan penting yaitu Sae-maul. Saemaul Undong, gerakan yang berangkat dari kesadaran rakyat untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

"Gerakan pembaharuan dari pedesaan sehingga desa menjadi pusat perubahan. Desa mampu menyediakan pangan di kabupaten, provinsi, ibukota negara. Bagaimana membangun bangsa kalau urusan pangan berantakan? Jadi kalau negara kita mau maju, kita tiru gerakan Sae-maul. Saemaul Undong," ujarnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari itu, hadir Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, Kepala Pusat Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan, Muhammad Amin, dan Ketua Tim Kerja dan Koordinator lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Pada tempat yang sama, dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Membangun Zona Integritas WBK WBBM oleh Kepala UPT Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).(***)

Siapkan Pendamping Kewirausahaan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi Kompetensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sejumlah Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pendamping Kewirausahaan, Rabu-Jumat (19-20/6), di Jurusan Pertanian, Polbangtan Yogyakarta.

Sertifikasi ini merupakan kerjasama Polbangtan Yogyakarta Magelang dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Menbiska Nusantara.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, kemampuan SDM harus terus ditingkatkan. Terlebih, Kementan kembali mencanangkan agar Indonesia bisa kembali swasembada pangan.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"SDM adalah faktor pengungkit utama dalam pembangunan pertanian, termasuk juga dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya," tutur Dedi.

Sementara Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang diwakili oleh Nur Rohmah Lutfi A'yuni, selaku Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK), mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menumbuhkan wirausahawan muda pertanian melalui progam PWMP di setiap Polbangtan.

"Dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan, dosen pendamping PKM, dosen pendamping inkubator dan pendamping program kewirausahaan menjadi sangat perlu untuk memiliki legalitas akademik yang tertulis, berupa sertifikasi kompetensi yang diakui oleh Pemerintah melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," jelas Rohmah.

Baca juga: Kementan Dukung Program Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian di Garut

Lebih lanjut Rohmah mengatakan bahwa dosen wajib mengambil peran strategis dalam memberikan pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa, menginisiasi dan mengembangkan sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan dan pengembangan usaha baru di kalangan mahasiswa dan alumni.

"Maka kegiatan sertifikasi kompetensi bagi dosen maupun calon dosen untuk berperan sebagai pendamping yang menumbuhkan wirausaha-wirausaha muda pertanian baru, baik mahasiswa maupun alumni menjadi sangat penting," sambungnya.

Kegiatan sertifikasi yang diikuti oleh 19 orang peserta ini, menurut Rohmah terbagi menjadi 2 kelompok yaitu peserta dengan sertifikasi perpanjangan atau Recognition Current Competency (RCC) dan peserta dengan sertifikasi baru.

"Sertifikat kompetensi berlaku 2 tahun sehingga perlu dilakukan sertifikasi ulang kompetensi atau RCC bagi dosen yang sebelumnya sudah mempunyai sertifikat kompetensi pendamping kewirausahaan. Peserta ada dua kelompok, 10 orang peserta RCC dan 9 orang sertifikasi baru," ujarnya.

Asesor yang menguji para peserta, Rita Zahra,  mengatakan untuk mendapat sertfikasi ini ada serangkaian tahap yang harus dipenuhi peserta.

"Yang pertama yaitu pemenuhan syarat-syarat administrasi dan dokumen, semua harus dilengkapi. kemudian peserta akan diuji skillnya dengan serangkaian ujian baik wawasan maupun pengalaman yang terukur dan terstandar sehingga peserta layak dinyatakan kompeten," terang Rita.

Kementan Dukung Program Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian di Garut

TANIINDONESIA.COM//GARUT - Untuk meningkatkan kapasitas SDM sekaligus mendukung percepatan program pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Jumat (14/6/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu memberikan motivasi kepada penyuluh pertanian dan petani agar semangat meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“Membangun sektor pertanian membutuhkan peran SDM pertanian baik penyuluh, petani dan seluruh insan pertanian lainnya yang saling berkolaborasi dengan satu tujuan swasembada pangan,” tutur Amran.

Pada kunjungan kerja ke Jawa Barat, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, melakukan pembinaan kepada penyuluh pertanian bertempat di Ruang Serbaguna SMKN 2 Garut.

Pembinaan dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut dan penyuluh pertanian di 42 kecamatan Kabupaten Garut.

Tim kemudian mengunjungi, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sugih Mukti di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Baca juga: Pelatihan Selesai, Penyuluh Siap Dampingi Petani Jaga Ketahanan Pangan

Didampingi Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, pembina P4S di wilayah Provinsi Jawa Barat, melakukan dialog dengan petani, kelompok tani, penyuluh pertanian dan diakhiri peninjauan lokasi usahatani P4S Sugih Mukti.

Ketua P4S Sugih Mukti, Wawan Kuswandar, melaporkan aktivitas usahatani yang dilakukan, bergerak di sektor pertanian organik. Di sisi kegiatan kelembagaan pelatihan, dirinya yang sekaligus menjadi penyuluh swadaya mengatakan.

“Menjadi penyuluh swadaya menyenangkan bagi saya karena bisa menyampaikan ilmu kepada petani lainnya. Ilmu diperoleh tidak hanya secara formal dari pelatihan-pelatihan, namun dari permasalahan petani di lapangan.

Dedi Nursyamsi, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh P4S Sugih Mukti.

“Saya mengapresiasi Ketua P4S Sugih Mukti, dengan kemampuannya berbagi ilmu pengetahuan dan bergerak di sektor pertanian organik, tentunya dapat membuat petani lainnya tersenyum. Dengan menerapkan pertanian organik, menjadi cara untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian," sebut Dedi.

"Penggunaan biocontrol dan biofertilizer dapat mengurangi ongkos produksi sehingga jika HPP rendah tidak akan berpengaruh banyak ke pendapatan yang diperoleh,” imbuh Dedi.

Dedi juga menekankan pentingnya menerapkan smart farming, melakukan market intelligence yang dapat meningkatkan daya saing produk.

“Intinya, dalam bertani itu harus melakukan agribisnis sehingga keuntungan yang diperoleh juga berlimpah,” terang Dedi.(***)

Pelatihan Selesai, Penyuluh Siap Dampingi Petani Jaga Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, telah selesai dilaksanakan. Penutupan pelatihan dilakukan Kepala Balai, Ajat Jatnika, Minggu (9/6/2024), di Kantor UPTD PKP Wilayah Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pelatihan ini sangat penting. Sebab, penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Ia pun berharap penyuluh dan petani bergerak cepat.

“SDM pertanian mulai dari penyuluh hingga petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pendekatan holistik mendukung budidaya pertanian mulai dari sarana prasarana. Oleh karena itu, pada setiap prosesnya terus dilakukan upaya peningkatan kapasitas SDM.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat menutup Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli mengatakan sumber daya manusia berperan penting mensukseskan program pembangunan pertanian.

“Seorang penyuluh pertanian sebagai pendamping petani, keberadaannya harus memberi kontribusi positif dengan terus memperbaharui kompetensi dan orientasi kerja untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur Ajat.

“Kembali saya ingatkan agar kita bisa berkolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mensukseskan program perluasan areal tanam. Menghadapi musim kemarau agar tetap bisa menanam padi maka dapat dioptimalkan melalui pompanisasi dan dukungan alat mesin pertanian,” imbuhnya.

Ajat menyampaikan data bahwa luas sawah tadah hujan seluas 1 – 1,5 juta hektar potensial untuk ditanami apalagi jika dilakukan tumpang sisip antara lahan pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Antisipasi Darurat Pangan

Setelah menerima materi secara klasikal di BBPP Lembang selama 2 minggu, rangkaian pelatihan diakhiri praktik kompetensi pada tanggal 4 – 9 Juni 2024, dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. Tiga puluh peserta menyebar di 6 desa di wilayah Kecamatan Cimalaka yaitu Desa Mandalaherang, Cibeureum Kulon, Serang, Nyalindung, Naluk, dan Padasari.

Peserta melakukan tahapan praktik kompetensi mulai dari pengumpulan data potensi wilayah dan menganalisa potensi, masalah, dan pemecahan masalah, membuat programa penyuluhan pertanian, menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan rencana kegiatan penyuluhan pertanian baik materi, media, metode, dan evaluasi dan puncaknya melakukan praktik penyuluhan kepada anggota kelompok tani di masing-masing desa.

Kegiatan praktik kompetensi diakhiri dengan mengolah, menganalisis dan menyusun laporan hasil praktik kompetensi.

Peserta yang berasal dari Kota Ambon, Maluku, Elfina Rahanera, mengaku mendapat banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam mengemban tugas sebagai penyuluh pertanian,” ucapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Melisa Pratiwi Ohleky.

“Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan selama 3 minggu kami jalani dengan senang, karena baik sarana prasarana, widyaiswara, materi, metode dan kepanitiaan sangat mendukung dan menciptakan suasana berlatih yang menyenangkan bagi kami,” katanya.

Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Antisipasi Darurat Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta melepas mahasiswa tingkat 3, Senin (10/6), untuk melaksanakan Pendampingan Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Upaya Khusus (Upsus) dalam rangka mengatasi darurat pangan. Pelepasan dilakukan langsung Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, di Bogor dan diikuti oleh seluruh Polbangtan, PEPI, dan SMK PP se Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program nasional yang dicanangkan Mentan sebagai upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Dalam arahannya Mentan Amran menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk respon cepat Kementerian Pertanian dalam menghadapi krisis lingkungan yang juga berdampak pada produktivitas pangan nasional.

"Kita harus bergerak cepat, bekerja keras demi tercapai ketahanan pangan nasional. Penting untuk terus mengawal Perluasan Areal Tanam (PAT) karena berhubungan erat dengan produktivitas pertanian. Sekaligus ini kesempatan bagi anak muda untuk belajar di lapangan sekaligus memberikan manfaat nyata," kata Amran.

Amran juga memberikan motivasi yang membakar semangat para anak muda ini.

"lakukan yang terbaik di lapangan, kami akan menilai kinerja kalian semua dalam melakukan tuas ini. Bobot yang tertinggi yaitu pengawasan PAT di daerah upland yang juga ada program pompanisasi, akan ada penghargaan tersendiri bagi mahasiswa yang dapat merampungkan tugas ini dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Kenalkan Smart Farming, Kementan Ajak Generasi Muda Terjun ke Industri Pertanian

Pembangunan Klaster Kawasan Pertanian Modern juga diungkapkan Amran menjadi target pembangunan pertanian selanjutnya.

"luasan satu Cluster antara 5000 sampai 1000 hektar, menggunakan teknologi dan full mekanisasi. Ini dibangun dan diprioritaskan untuk kalian semua (alumni Polbangtan), karena alumni Polbangtan harus yang terdepan dalam pertanian, bukan lagi jadi job seaker tetapi harus menjadi job creator," imbuhnya.

Namun, Amran melanjutkan, bahwa untuk sukses, yang pertama harus dilakukan adalah melawan diri sendiri, "Taklukan rasa malasmu, harus kerja keras, dan jujur untuk raih mimpimu. Coba kalahkan seluruh setan yang mendatangimu, jadilah pemenang untuk dirimu sendiri," pesan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang turut hadir dalam kegiatan menjelaskan, sebanyak 1029 mahasiswa sudah siap diberangkatkan untuk menjalankan program tersebut.

"Total ada 1029 Mahasiswa Polbangtan, PEPI dan Kampus lainnya. Kita juga bekerjasama dengan Menristekdikti, ada 150 Mahasiswa yang berasal dari Kampus di luar Kementerian Pertanian (Kementan). Sebagian sudah di lapangan, sisanya akan diberangkatkan hari ini dan pada awal Agustus untuk gelombang 2," rinci Dedi.

Sementara, Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang yang diwakili Wakil Direktur I, Sujono, mengatakan pihaknya akan menerjunkan mahasiswa di 4 Kabupaten.

"Ada empat kabupaten yang akan dituju yaitu Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, dan Klaten," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga akan diintegrasikan dengan kegiatan Praktek kerja Lapangan (PKL), sehingga mahasiswa harus focus dalam menjalankannya.

"Tugas ini beriringan dengan kegiatan PKL, maka saudara harus betul-betul focus dalam pelaksanaannya, mengutamakan mengerjakan tupoksinya. saudara harus betul-betul bekerja di lapangan bukan hanya mengurusi administrasi," pesan Sujono.(***)

Kenalkan Smart Farming, Kementan Ajak Generasi Muda Terjun ke Industri Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Ajakan itu disampaikan kepada 73 siswa-siswi, kepala sekolah dan guru jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMK Negeri 13 Pandeglang, yang melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (5/6/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai ujung tombak masa depan bangsa.

“Bagi yang berkecimpung di sektor pertanian, harus bekerja keras mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ini bisa dicapai dengan kolaborasi berbagai pihak swasta maupun pemerintah,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa cara menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan mengenalkan teknologi pertanian dan pengaplikasian smart farming.

“Pendampingan bagi generasi muda Indonesia untuk pengaplikasian teknologi, inovasi dan budidaya berorientasi agribisnis yang bisa menghasilkan keuntungan berlipat, akan menarik minat mereka terjun ke industri pertanian,” kata Dedi.

Kepala Sekolah SMK Negeri 13 Pandeglang, Hananah, mengatakan kedatangannya bersama siswa-siswi kelas XII agar mereka mengenal industri pertanian dan menambah wawasan tentang pertanian.

“Kami mengunjungi BBPP Lembang membawa rasa ingin tahu yang banyak tentang teknologi pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang ,” katanya.

Baca juga: Pelajari Pertanian Berbasis Komunitas, Peserta Pelatihan APO Kunjungi Joglo Tani Yogyakarta

Dalam kunjungan itu, rombongan siswa-siswi mengelilingi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Di zona lahan terbuka yang sedang ditanami brokoli dan bawang merah, petugas lahan praktik menjelaskan kegiatan budidaya yang dilakukan mulai dari persemaian bibit, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga waktu panen.

Dijelaskan pula penerapan smart farming berbasis internet of things yang bisa dikendalikan dari smartphone untuk proses penyiraman tanaman.

Di zona budidaya tanaman secara hidroponik, petugas memberi penjelasan tentang budidaya sayuran daun seperti pakcoy, seledri, selada dengan sistem deep flow technique dan nutrient film technique, dan wick system, mulai dari persemaian, pemberian nutrisi AB mix, pemeliharaan dan waktu panen.

Beranjak menuju screen house hidroponik system irigasi tetes, buah tomat beef yang sudah menguning tanda siap panen menarik minat guru dan murid untuk diskusi tentang proses budidayanya, pemeliharaannya seperti proses penurunan batang (lay down) dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Sementara itu, di screen house aeroponik yang sedang proses pengeringan benih kentang G0, petugas memberi penjelasan kegiatan pembenihan kentang G0 yang bisa memberi keuntungan banyak karena penjualan dihargai per butir bibit kentang yang dihasilkan.

Di penghujung kegiatan, Hananah, mengaku senang bisa melakukan kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah kami bisa mengenal pertanian baik konvensional dan modern di BBPP Lembang. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dan anak-anak saat mereka nanti terjun ke industri pertanian,” ucapnya.(***)

Pelajari Pertanian Berbasis Komunitas, Peserta Pelatihan APO Kunjungi Joglo Tani Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 30 peserta “Training Course on Building Community-driven Farm Schools” yang berasal dari 17 negara, melakukan kunjungan ke Joglo Tani, Yogyakarta, Rabu (12/6/2024). Mereka diajak belajar best practice mengenai pengembangan pertanian berbasis komunitas.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelatihan yang diselenggarakan 10-14 Juni 2024 oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Asian Productivity Organization (APO) Jepang.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pelatihan ini juga menjadi ajang yang baik bagi para peserta untuk bertukar informasi.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menerangkan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Dalam pelatihan ini, peserta mancanegara diperkenalkan dengan pertanian berbasis komunitas. Namun, momen ini juga bisa menjadi ajang bertukar informasi seputar pertanian," katanya.

"Dan tentu hal ini akan saling mendukung pengembangan pertanian di negara masing-masing. Ilmu yang didapat bisa mereka terapkan saat mereka kembali, namun tentu disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing," imbuhnya.

Dalam kunjungan itu, peserta disambut langsung oleh pemilik Joglo Tani, TO Suprapto, didampingi oleh Zaim Nur Hidayat selaku pembicara dalam kegiatan tersebut.

Zaim menjelaskan, Joglo Tani merupakan pusat edukasi pertanian yang memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat luas. Hal tersebut meneladani nilai-nilai "Joglo" itu sendiri.

"Sejak Zaman Mataram, Joglo yang merupakan salah satu bagian bangunan rumah jawa yang kental akan nilai-nilai luhur, lazim dimanfaatkan sebagai sarana diskusi atau open space. Nilai itu yang menjadi dasar Joglo Tani," ujarnya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian, Kementan Bekerjasama dengan Kemenaker dan APO Jepang Selenggarakan Pelatihan di Yogyakarta

Lebih lanjut, Zaim menjelaskan, bahwa dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat edukasi pertanian, Joglo Tani menganut filosi Kerajaan Mataram yaitu "Memayu Hayuning Bawono" yang menggambarkan bagaimana relasi antara manusia dengan lingkungan harus berjalan dengan harmonis.

"Implementasi nilai tersebut dalam pertanian mencakup bagaimana mengelola pertanian secara berkelanjutan dan menjaga keseimbangan dengan lingkungan," katanya.

"Penerapannya antara lain yaitu dengan tidak menggunakan bahan kimia berlebihan, menggunakan air secara bijak, mempertahankan varietas lokal, bertanam sesuai musim, dan menjaga manusia tidak terlalu mengeksploitasi lingkungan," kata Zaim lagi.

Joglo Tani, lanjut Zaim, merupakan gambaran mini filosofi pertanian Mataram untuk menjaga ketahanan pangan.

"Tempat ini mengimplementasikan model pertanian terpadu yang mencakup berbagai aspek seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan dalam satu lahan yang kemudian berfungsi menjadi lumbungan pangan masyarakat,"katanya.

Sistem pertanian terpadu di Joglo Tani meniru pola siklus hidup alam dan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal, sehingga setiap produk utama dan limbah dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat langsung dan belajar dari model pertanian terpadu yang diterapkan di Joglo Tani. Mereka dapat mengeksplorasi berbagai teknik budidaya tanaman, pemeliharaan hewan ternak, serta pengelolaan perikanan yang efisien.

Salah seorang peserta asal Thailand, Sayumporn Thinmathurot, mengaku sangat terkesan dengan pelatihan ini.

"Dari hati pertama hingga hari kedua ini saya banyak memperoleh pengalaman baru. Mulai dari diskusi di kelas hingga kunjungan ke Joglo Tani ini. Melihat langsung praktek pertanian berbasis komunitas yang berlandaskan nilai-nilai budaya," ungkapnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep Community-driven Farm Schools atau sekolah pertanian berbasis komunitas .

Dari kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di negara masing-masing.

"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan konsep dan pengetahuan yang diperoleh di komunitas mereka, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di berbagai negara," ujarnya.(***)