21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Lakukan Bakti Panti

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kemeriahan Dies Natalis ke 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang turut dirasakan anak-anak panti asuhan. Pasalnya, Polbangtan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut menggelar kegiatan Bakti Panti, di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, Ngemplak, Sleman, Sabtu (20/7/2024).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan jika pertanian adalah milik semua orang. Oleh sebab itu, tidak salah jika kegiatan seperti dies natalis pun turut melibatkan pihak lain. Menurutnya, hal ini juga menjadi bukti kepedulian Polbangtan terhadap sesama.

[caption id="attachment_2005" align="alignnone" width="300"]Mahasiswa Polbangtan Kementan Mahasiswa Polbangtan Kementan[/caption]

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mempertegas hal tersebut. Menurutnya, selain berbagi, kegiatan itu juga bisa menjadi momen untuk menyampaikan betapa pentingnya pertanian untuk mendukung kehidupan.

Sehingga pihak-pihak terkait juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap pertanian. Sebab, menurut Dedi, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak boleh bersoal.

Dalam kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, para mahasiswa Polbangtan YoMa didampingi Yuwono, perwakilan dari Polbangtan YoMa. Ia menyampaikan, acara Bakti Panti merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Kegiatan Bakti Panti dimulai dengan mewarnai bersama anak-anak panti. Kemudian, dilanjutkan dengan penanaman benih kangkung. Selain itu, para mahasiswa juga melakukan pindah tanam bibit cabai.

Kegiatan ini juga sebagai edukasi bahwa mahasiswa Polbangtan wajib melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat, tidak terkecuali anak – anak berkebutuhan khusus (difable).(***)

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

TANIINDONESIA.COM//JAWA BARAT – Untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan di masa depan, pergeseran posisi terjadi di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Serah terima jabatan dilakukan Sabtu (20/7/2024), di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Jawa Barat.

Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkup BPPSDMP melibatkan Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Sukim Supandi, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara I Gusti Made NGR. Kuswandana, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Jamaludi Al Afgani, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Indra Zakariya Rayusman, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Yoyon Haryanto, dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari O'eng Anwarudin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Menurut Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, Rotasi, Mutasi dan Promosi merupakan bagian dinamisasi organisasi sebagai upaya meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Hari ini telah dilakukan serah terima 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian, terimakasih dan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasi yang luar biasa,” tutur Dedi.

Baca juga: 

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

“Kepada pejabat baru saya berpesan dan berharap kinerja dapat ditingkatkan lagi, terutama yang menjadi konsentrasi program Kementan, Perluasan Areal Tanam (PAT) sebagai antisipasi darurat pangan nasional,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi ini menambahkan, kegiatan ini merupakan program yang sangat strategis.

“Oleh karena itu, sesuai dengan arahan menteri pertanian Amran Sulaiman, seluruh insan pertanian, mulai dari eselon 1, eselon 2, sampai eselon 4 termasuk seluruh staff, wajib hukumnya untuk mensukseskan program tersebut, agar produksi meningkat sehingga kita terbebas dari krisis pangan nasional,” katanya.

Ia pun menyampaikan kepada pejabat yang baru untuk fokus di program ini.

“Support penuh, di saat yang sama juga tidak melupakan tugas reguler, sehingga kinerja organisasi Kementan dapat meningkat terus,” katanya.

Pada hari Senin (22/7/2024), di rapat pimpinan lingkup BPPSDMP, Pejabat yang baru di lantik diperkenalkan kepada pimpinan UK UPT yang lain, acara digelar offline dan online di Kantor Pusat Kementan.(***)

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang mengisi rangkaian Dies Natalis dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, pembagian bibit terong dan jambu kepada KWT ASOKA dan Poktan Tani Tegal Hijau Lestari, Minggu (21/7/2024).

Pembagian bibit merupakan bentuk kepedulian Polbangtan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian itu terhadap masyarakat di wilayahnya. Bibit-bibit bantuan ini diharapkan dapat membantu ketersediaan bahan pangan masyarakat.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan menjaga ketahanan pangan adalah hal yang harus dilakukan dalam kondisi saat ini.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh komentar Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, pangan tidak boleh bermasalah. Untuk itu, Dedi mengajak Masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam.

Baca juga: 

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

“Kita mulai menjaga ketahanan pangan dari lingkungan kita. Manfaatkan lahan-lahan yang tersedia untuk menanam. Karena, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah,” katanya.

Di KWT ASOKA, pembagian bibit dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan setempat, ketua KWT ASOKA, seluruh pengurus dan anggota KWT ASOKA. Setelah itu, pembagian bantuan bibit dilakukan di Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari.

Sementara Mahasiswa Polbangtan didampingi oleh Ketua Prodi Penyuluhan Pertanian, Siti Nurlaela, yang juga founder Great And Green, seluruh pengurus dan anggota Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari.

Kegiatan bagi bibit ini dilakukan oleh mahasiswa yang terjun langsung kepada masyarakat. Para mahasiswa ini juga memberikan edukasi mengenai perawatan dan pengendalian OPT lalat buah menggunakan petrogenol.

Selain itu kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian pengolahan sampah organik. Penyerahan bantuan ini bukan hanya bentuk seremony tetapi bentuk pemberdayaan berkelanjutan yang diharapkan mahasiswa ada edukasi pemberdayaan yang berkelanjutan. Mahasiswa juga belajar melakukan edukasi kepada masyarakat.(***)

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', yang akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024 mendatang.

Pelatihan ini akan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Mentan Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan," ujar Dedi saat Konferensi Pers secara online dalam rangka TOT 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', Jakarta, Senin (22/7/24).

Baca juga: 

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

"Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau'.

"ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional," kata Dedi.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 47.764 orang yang terdiri dari 185 Widyaiswara, 262 Dosen, 70 Guru, dan 47.247 penyuluh pertanian (PNS, PPPK, THL Pusat, THL Daerah) di seluruh Indonesia.

Para peserta akan diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.(***)

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Cabai merah merupakan salah satu komoditas strategis yang terus diupayakan peningkatan produksinya di skala nasional. Untuk mendukung peningkatan produksi komoditas ini, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Cabai, 17 - 23 Juli 2024, di BBPP Lembang yang diikuti 30 peserta yang sedang PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan gerakan menanam cabai di pekarangan menjadi solusi meningkatkan produksi cabai nasional sehingga dapat memenuhi konsumsi dalam negeri.

Sejalan dengan pernyataan Mentan, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya penerapan agribisnis di sektor pertanian, agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian.

Dalam pelatihan ini, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi dan praktik agribisnis cabai, mulai dari persiapan benih, persiapan lahan, pupuk dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu.

Baca juga:

Kementan Pacu Regenerasi Petani Melalui PKL

Selain itu juga diberikan materi tentang panen dan pascapanen cabai, pengolahan hasil cabai, analisa usahatani, pemasaran, dan dasar-dasar penyuluhan serta materi dasar tentang motivasi berprestasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan generasi muda agar semangat belajar karena sejatinya belajar itu sepanjang usia.

“Teruslah belajar, asah kompetensi diri untuk menunjang pekerjaan dan menunjang kinerja organisasi,” tuturnya.

Pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi informasi, berbasis Learning Management System untuk pengisian evaluasi pelatihan, sehingga memadukan tatap muka dan online.

Saat materi pascapanen cabai, peserta diajak praktik pengemasan cabai di packing house BBPP Lembang, Kamis (18/07/2024). Dijelaskan oleh widyaiswara masing-masing bagian ruangan di packing house dan fungsinya yang sudah sesuai SOP rumah pengemasan.

Penjelasan dimulai dari sayuran masuk, ruang pre-cooling, ruang utama tempat sayuran dibersihkan, sortasi, grading, dikemas, dan diberi label. Selanjutnya ruangan pengolahan hasil, cold storage dan berakhir di pintu tempat sayur keluar dan dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar.

Anak-anak milenial para penerus pembangunan pertanian di Indonesia ini, semangat melakukan sortasi cabai, menimbang dan menempatkan cabai di kemasan, diwrapping dan diberi label.

Salah seorang peserta, Vera Fitriani, siswi PKL dari SMK Negeri 1 Sukaraja Sukabumi, memberikan kesannya berlatih agribisnis cabai.

“Menyenangkan sekali belajar tentang agribisnis cabai. Materi yang diberikan dan ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat bagi saya sebagai pelajar,” ucapnya.(***)

Kementan Pacu Regenerasi Petani Melalui PKL

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian memberikan kesempatan ke semua kalangan untuk melakukan pelatihan, magang, dan PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP). Salah satu BBPP yang terbuka bagi umum, baik untuk pelatihan maupun magang, adalah BBPP Lembang.

Mentan Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya regenerasi SDM pertanian. Mentan menyebut generasi muda sebagai ujung tombak masa depan pertanian Indonesia karena akrab dengan perkembangan sains dan teknologi terkini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia inilah yang akan dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi,” tegas Amran.

Sedangkan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan komitmen Kementan untuk membangun SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.

Baca juga: 

Sertifikasi Kompetensi, Penyuluh Karawang Siap Dampingi Petani Tingkatkan Produksi Pertanian

“BPPSDMP terus menjalin kerja sama untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia pertanian,” kata Dedi.

Salah satu kampus yang melakukan pendidikan dalam bentuk Praktik Kerja Lapang (PKL) adalah Universitas Darussalam Gontor yang mengirim tiga mahasiswi ke BBPP Lembang. Ketiga mahasiswi itu adalah Rr Naura Rachma Pramesti, Husna Qathrun Nada, dan Nurul Hidayati, yang melakukan PKL pada periode 13 Mei - 13 Juli 2024.

Ketiganya ditempatkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk mempelajari budidaya tomat beef secara hidroponik, perbanyakan tanaman sukulen secara vegetatif di screen house tanaman hias, dan perbanyakan tanaman kentang varietas granola.

Selama dua bulan Rr Naura Rachma Pramesti, Husna Qathrun Nada, dan Nurul Hidayati dilatih oleh widyaiswara dan petugas lapang BBPP Lembang baik dari segi pengetahuan agribisnis maupun dari segi budidaya komoditas yang mereka kelola. Pada akhir periode PKL ketiga mahasiswi tersebut membuat laporan yang dipresentasikan kepada widyaiswara pembimbing dan penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Setelah menyelesaikan presentasi, Naura menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BBPP Lembang.

“Pembimbing kami telah membantu kami agar lebih kreatif dan berinisiatif serta widyaiswara yang memotivasi kami untuk terus beragribisnis,” katanya.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan harapannya kepada para pemudi dari Universitas Darussalam Gontor.

“Setelah mengikuti PKL diharapkan para peserta didik terus konsisten untuk berkecimpung di bidang pertanian,” kata Ajat saat melepas para mahasiswi PKL itu.(***)

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, mengikuti gelaran Agroexpo J-Tugu tahun 2024 yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, 19 – 21 Juli 2024 di Sub Raiser Ikan Hias, Pasar PASTY Yogyakarta.

Menteri Pertanian Andi Amran mengatakan pertanian membutuhkan SDM-SDM muda yang terampil dan memiliki inovasi. Apalagi, kemajuan teknologi sudah turut merambah sektor pertanian. Ia berharap petani-petani muda bisa mengikuti perkembangan zaman.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Mindset mengenai pertanian sudah berubah. Pertanian sudah tidak lagi identik dengan kotor. Tapi kini sudah lebih modern, sudah tersentuh kemajuan teknologi. Hal ini harus dimanfaatkan para petani muda dan petani milenial untuk menghadirkan inovasi yang dapat mendukung kemajuan pertanian, termasuk meningkatkan harga jual produk pertanian,” katanya.

Agroexpo J-Tugu tahun 2024 sendiri dibuka Plt. Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, dan dihadiri jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMPINDA).

Dalam sambutannya, Sugeng mengatakan bahwa selain mempromosikan produk agro, pameran itu adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menggeliatkan Kegiatan Pertanian di Kota Yogyakarta. Terutama memanfaatkan keberadaan Sub Raiser Ikan Hias Yogyakarta.

“Pangan itu meliputi perikanan, peternakan, dan pertanian. Kegiatan Agroexpo ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dalam upaya pembangunan pertanian di Kota Yogyakarta yang lahannya sudah semakin sempit ini,” kata Sugeng.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Kadri Renggono, saat melaporkan kegiatan mengatakan bahwa Agroexpo J-Tugu ini juga bertujuan sebagai wadah promosi.

“Agroexpo J-Tugu ditujukkan sebagai sarana bagi bapak-ibu kelompok tani untuk dapat mempromosikan produk-produk inovasinya kepada masyarakat luas.

Baca juga: 

Jaring Bibit Unggul, Polbangtan Kementan Lakukan Wawancara PMB

Pada kesempatan kali ini, Polbangtan Yogyakarta turut memeriahkan dengan menampilkan produk-produk inovasi seperti pupuk cair organik, pupuk organik vermicompos, complete feed, pestisida nabati, dan aneka olahan lainnya. Produk yang ditampilkan merupakan produk hasil karya mahasiswa dan Teaching Factory.

Ina Fitria Ismarlin, Koordinator Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam Agroexpo J-Tugu selain untuk turut mengenalkan Polbangtan Yogyakarta Magelang namun juga sebagai wujud kontribusi upaya pembangunan pertanian di Kota Yogyakarta.

“Expo-expo seperti ini bagus bagi kami sebagai sarana mempromosikan institusi. Selain itu juga sebagai upaya kami untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dengan mengenalkan produk-produk inovasi pertanian,” ucap Ina.(***)

Sertifikasi Kompetensi, Penyuluh Karawang Siap Dampingi Petani Tingkatkan Produksi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, menggelar Sertifikasi kompetensi dan Perpanjangan Sertifikasi Kompetensi Level Supervisor dan Fasilitator.

Kegiatan diikuti 93 orang penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, dilaksanakan 15 – 17 Juli 2024 di One Front Akshaya Hotel Karawang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian.

“Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan jika penyuluh pertanian kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

Pada kegiatan sertifikasi kompetensi bagi penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, asesor kompetensi merupakan Widyaiswara BBPP Lembang, Dosen Polbangtan Bogor, Penyuluh Utama dari Pusat Penyuluhan Pertanian. Metode sertifikasi yaitu pengecekan dokumen-dokumen penyuluhan, wawancara dan praktik penyuluhan.

Penutupan kegiatan pada Rabu (17/7/2024) oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman. Turut hadir Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan seluruh asesor kompetensi dan pihak Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian. Seluruh asesi dinyatakan kompeten.

Baca juga:

Kementan dan Universitas Sebelas Maret Berkolaborasi untuk Regenerasi Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman menyampaikan rasa bangganya penyuluh pertanian di Kabupaten Karawang dinyatakan kompeten.

“Untuk melaksanakan tugas sehari hari diperlukan kompetensi diri. Saya berharap dengan sertifikasi ini penyuluh pertanian lebih profesional, memahami dan menguasai ilmu teknis pertanian," katanya.

“Sertifikasi kompetensi ini bisa membuktikan bahwa kualitas SDM Penyuluh Pertanian di Kabupaten Karawang dapat dipertanggungjawabkan. Penyuluh pertanian diharapkan kompeten untuk membina petani dalam rangka membangun sektor pertanian di Kabupaten Karawang,” tambah Rohman.

Sementara Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, mengatakan setiap insan pertanian termasuk penyuluh pertanian harus terus belajar meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, dan sosiokultural.

“Ini penting untuk peningkatan kapasitas diri dalam rangka menunjang kinerja pribadi dan instansi,” tutur Ajat.

Di penghujung kegiatan, salah seorang peserta Ilman Nursyamsudin mengatakan kesan nya mengikuti sertifikasi kompetensi di level supervisor.

"Alhamdulillah kami semua dinyatakan kompeten. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk menjalankan tugas lebih baik dan memberi manfaat yang luas bagi petani binaan kami,” ujarnya.(***)

Jaring Bibit Unggul, Polbangtan Kementan Lakukan Wawancara PMB

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk menjaring generasi pertanian yang unggul dan berkualitas, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, salah satu UPT di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, melaksanakan Seleksi Wawancara bagi Calon Mahasiswa Baru Gelombang 2. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual, Selasa (16/7).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas untuk dapat terus berkembang. Untuk itu, Mentan berharap regenerasi petani dapat dilakukan dengan sebaik mungkin.

Pernyataan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurut Dedi, Polbangtan adalah kawah candradimuka bagi petani muda.

"Polbangtan membekali petani muda dengan berbagai pengetahuan dan kemajuan teknologi. Sehingga, pertanian Indonesia tidak tertinggal dari negara lain," ujarnya.

Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh Tim Pewawancara dan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) terlebih dahulu diberikan pengarahan singkat dan melakukan penandatanganan Pakta Integritas.

“Kita harus berkomitmen untuk melaksanakan wawancara dengan objektif, transparan, dan akuntabel. Jangan sampai ada calon mahasiswa yang dirugikan dalam proses ini,” imbau Direktur Polbangtan Yogyakarta, Bambang Sudarmanto, saat memberikan arahan sehari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Pelaksanaan wawancara dibagi menjadi 2 sesi dalam satu hari dengan melibatkan seluruh dosen jurusan pertanian dan jurusan peternakan.

Baca juga:

Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Kementan Siap Kendalikan Hama Penyakit Tanaman 

Endra Prasetyanta, Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, menjelaskan bahwa pada tahap tes wawancara gelombang 2 tersebut ada 138 peserta yang akan diwawancara.

“Seleksi diawali dengan seleksi administrasi dan berhasil menjaring 138 orang yang terdiri dari 100 orang pendaftar Jurusan Pertanian dan 38 orang pendaftar jurusan peternakan,” rinci Endra.

Sebelum melaksanakan tes wawancara, disebutkan oleh Endra bahwa semua calon mahasiswa baru harus mengikuti psikotes terlebih dahulu.

“Dari hasil psikotes sudah terlihat mana calon mahasiswa yang berpotensi menjadi job creator mana yang menjadi job seeker. Fungsi tes wawancara ini adalah bertujuan memperdalam hasil psikotes yang sudah ada,” katanya

Demi mendapatkan calon mahasiswa yang terkualifikasi dengan baik, Endra memastikan tahap wawancara di Polbangtan Yogyakarta benar-benar berjalan secara transparan.

“Kami pastikan jalannya tes wawancara di Polbangtan Yogyakarta ini clean and clear, karena kami memang membidik calon-calon yang berkualitas,” tandasnya.(***)

CropLife Indonesia-PRISMA Dorong Pemasaran Pertanian yang Edukatif dan Inklusif Bagi Petani

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - CropLife Indonesia, PRISMA dan DFAT berkolaborasi menyelenggarakan seminar dan talkshow bertajuk Navigating Business Growth: Customer Education and Women's Sales Excellence di Jakarta (17/7).

Acara yang dihadiri produsen produk perlindungan tanaman (perusahaan agrokimia), komisi pestisida, asosiasi pertanian, pengamat dan pakar pemasaran ini diisi dengan presentasi hasil riset dan talkshow.

Acara ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan hasil riset praktis maupun pengalaman antarpemangku kepentingan sektor swasta dan meningkatkan pemahaman tentang peluang dan tantangan dalam edukasi konsumen dan model bisnis inklusif dalam bisnis perlindungan tanaman.

CEO PRISMA Mohasin Kabir memaparkan hasil studi PRISMA pada 2024 yang menunjukkan bahwa perusahaan yang condong ke arah strategi pemasaran berbasis edukasi memiliki brand awareness 56 persen lebih kuat dibandingkan perusahaan yang strategi pemasarannya masih menitikberatkan hard selling.

Ia menambahkan bahwa agen lapangan perempuan dapat mendongkrak pertumbuhan bisnis perusahaan agrokimia karena lebih efektif untuk menjangkau segmen petani perempuan dan petani usia lanjut.

Masih rendahnya partisipasi petani perempuan dalam upaya-upaya perlindungan tanaman, khususnya dalam mengatasi penyakit tanaman dan hama, menjadikan perusahaan belum bisa menjangkau lebih banyak konsumen di segmen ini.

"Adapun hasil studi kami memperlihatkan potensi bisnis untuk menjangkau segmen petani perempuan dengan memperkerjakan agen lapangan perempuan,” ujar Mohasin.

Baca juga: 

Kementan Tarik Minat Generasi Muda di Bidang Pertanian melalui Field Trip

Ketua Tim Teknis Komisi Pengawas Pestisida Prof. Dadang Hermana yang ikut membuka acara menyatakan bahwa profil petani Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung masih sama.

Seperti pendidikan dan penguasaan teknologi yang rendah, sehingga edukasi terhadap petani masih menjadi poin penting.

“Peningkatan pengetahuan pengguna, peningkatan cara aplikasi, peningkatan mutu pestisida, peningkatan pengawasan pestisida dan penguatan regulasi adalah kolaborasi yang harus dilakukan stakeholder agar penggunaan pestisida di Indonesia semakin baik serta kesejahteraan petani ikut meningkat,” ungkap Dadang.

Studi yang dilakukan PRISMA pada 2024 dengan topik “Pemasaran Berbasis Edukasi: Potensi dan Rekomendasi” merekomendasikan 1. Perusahaan perlu memperbanyak kegiatan edukasi petani, 2. Perusahaan perlu memperluas cakupan topik edukasi, 3. Perusahaan perlu melakukan evaluasi kegiatan edukasi secara reguler.

Dalam kesempatan ini, Direktur Eksekutif CropLife Indonesia Agung Kurniawan membahas pentingnya edukasi konsumen dalam membangun keberlanjutan penggunaan produk-produk prolintan (perlindungan tanaman).

”Perusahaan agrokimia harus menyadari bahwa masih banyak petani kita yang tidak memiliki pengetahuan memadai mengenai praktik pertanian yang baik, khususnya bagaimana mengoptimalkan penggunaan produk-produk prolintan agar produktivitas pertanian bisa meningkat,” ungkap Agung.

”Insight dari studi yang dilakukan PRISMA penting untuk memperkaya diskusi seminar hari ini sehingga kami bisa semakin meyakinkan perusahaan agro kimia dalam mengadopsi strategi pemasaran dan penjualan yang edukatif serta inklusif,” tambahnya.

Seminar ”Navigating Business Growth” menghadirkan sesi diskusi panel yang mengundang perwakilan pelaku industri prolintan, asosiasi pertanian dan pengamat pasar untuk berbagi pengalaman serta pandangan terhadap topik-topik yang dibahas seputar customer education dan women sales agents.

Di antaranya MarkPlus Institute, Syngenta, FMC Indonesia, Sumitomo Chemical Asia, CropCare, PRISMA, dan CropLife Indonesia.(***)