21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Layanan Konsultasi Agribisnis Dukung Petani Tingkatkan Nilai Jual Produk

TANIINDONESIA.COM//Lembang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian. Kali ini, BBPP Lembang menggelar Layanan Konsultasi Agribisnis yang diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Training of Trainers (ToT) Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau pada (31/07/24). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha pertanian, khususnya di sekitar wilayah Lembang, untuk mendapatkan berbagai layanan konsultasi yang dibutuhkan.

Terdapat tiga layanan konsultasi yang ditawarkan, meliputi layanan perpustakaan, pengemasan dan pemasaran, serta sertifikasi halal dan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Melalui layanan perpustakaan, para pengunjung dapat memperoleh informasi terkini mengenai berbagai literatur pertanian, serta berkonsultasi dengan pustakawan yang kompeten. Di sini pengunjung juga dapat menikmati berbagai jenis buku hingga koleksi dokumentasi BBPP Lembang dari generasi ke generasi.

Layanan konsultasi pengemasan dan pemasaran menjadi daya tarik tersendiri. Dosen dan mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Telkom, hadir memberikan layanan konsultasi mengenai desain kemasan produk yang menarik dan efektif. Banyak petani dan pelaku usaha pertanian, terutama kelompok tani, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan daya saing produk mereka. Beberapa dari pengunjung bahkan menggunakan jasa konsultan untuk mendesain kemasan produk mereka.

Baca juga: 

Terjebak Macet, Mentan Amran Sulaiman Naik Motor Patwal ke Istana Presiden

Maksimalkan Training of Trainers, Kementan Latih Masyarakat Buat Kom-Mix Hayati

Pameran Produk Jadi Ajang Unjuk Gigi P4S Jawa Barat

Deden Purbaya, salah satu peserta dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Gentar, Kabupaten Majalengka, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas adanya layanan konsultasi ini. “Saya sangat terbantu dengan konsultasi pengemasan ini. Saya mendapatkan banyak ide untuk membuat kemasan produk yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Sementara itu, pada layanan konsultasi sertifikasi halal dan PIRT, para peserta mendapatkan informasi mengenai persyaratan dan prosedur untuk memperoleh sertifikasi halal dan PIRT dari Halal Center UIN Sunan Gunung Djati. Kedua sertifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar produk.

*Dukung Petani Optimalkan Produk Olahan*
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mengingatkan bahwa SDM pertanian harus bergerak cepat, sebab SDM dan pertanian adalah tulang punggung penggerak pembangunan. Karenanya kapasitas SDM pertanian harus terus ditingkatkan sebagai upaya antisipasi darurat pangan.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengapresiasi inisiatif BBPP Lembang dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Konsultasi agribisnis ini sangat bermanfaat bagi para petani untuk mengoptimalkan produk olahan mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan bahwa layanan konsultasi merupakan salah satu bentuk layanan yang secara rutin diberikan kepada masyarakat. Dirinya berharap peserta pelatihan maupun pengunjung yang hadir pada acara tersebut dapat memanfaatkan layanan konsultasi yang ada. “Tidak hanya hari ini, masyarakat tetap dapat mengakses layanan konsultasi agribisnis di BBPP Lembang melalui WhatsApp Center kami. Para petani, penyuluh, pelaku usaha, hingga mahasiswa dapat berkonsultasi dengan para widyaiswara kami yang ahli di bidangnya,” jelas Ajat.

Dengan adanya Konsultasi Layanan Agribisnis ini, diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha pertanian untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian untuk mewujudkan SDM pertanian yang unggul, dan berdaya saing.(*)

Kisah Inspiratif Mahasiswa Polbangtan: Jadi Runner Up dan Duta Intelegensia Pemilihan Duta GenRe DIY 2024

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh dua mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Rena Suryaningsih dan Shildam Putra Arbanire, dalam Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) yang berlangsung 21 Juli 2024 lalu.

Ajang bergengsi ini merupakan bagian dari Program GenRe (Generasi Berencana), sebuah inisiatif dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda Indonesia yang terencana dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam hal kependudukan dan keluarga berencana.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Polbangtan adalah tempat bagi para mahasiswa untuk mengembangkan diri. Menurutnya, hal ini membuktikan jika Polbangtan mampu menghadirkan SDM berkualitas.

Penegasan serupa disampaikan Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, Polbangtan memberikan banyak hal baru bagi mahasiswa. Sehingga mahasiswa bisa mengembangkan serta mengasah seluruh potensi yang ada dalam dirinya.

Kisah Rena dan Shildam merupakan contoh nyata bahwa setiap remaja memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari Duta GenRe DIY tahun 2024 tanpa memandang latar belakang pendidikan.

Perjalanan menuju kemenangan ini dimulai dengan tahap seleksi berkas pada 21 April 2024. Panitia pelaksana dari BKKBN DIY dan para Duta GenRe tahun-tahun sebelumnya menjadi juri awal yang menyeleksi para peserta.

Dari 102 peserta yang terdiri dari 78 peserta putri dan 24 peserta putra, Rena dan Shildam berhasil lolos seleksi berkas. Kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara, tes tulis, dan karantina. Pada setiap tahap, Rena dan Shildam berhasil memukau para juri dengan kecerdasan dan bakat mereka.

Grand Final yang diadakan di Ballroom Hotel Sahid Raya Yogyakarta, 21 Juli 2024, menjadi puncak dari semua usaha dan kerja keras para peserta. Dari 27 finalis yang tersisa, Rena berhasil meraih gelar Runner Up sementara Shildam dinobatkan sebagai juara kategori Intelegensia.

Baca juga: 

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Lakukan Bakti Panti

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

[caption id="attachment_2052" align="alignnone" width="300"]Foto dokumentasi Polbangtan Yogyakarta Magelang Foto dokumentasi Polbangtan Yogyakarta Magelang[/caption]

Menurut Rena, proses menjadi bagian dari Duta GenRe DIY tahun 2024 bukan sebuah hal yang mudah. Pada prosesi pemilihan, Rena harus mengalahkan ratusan kandidat lainnya.

“Bagi saya, menjadi duta GenRe adalah sebuah kehormatan atas kesempatan yang telah diberikan. Walaupun banyak orang berkata untuk apa petani muda menjadi Duta GenRe yang membahas mengenai perencanaan kehidupan pada remaja? Namun saya rasa pengabdian yang akan dilakukan oleh seorang Duta GenRe ini sesuai dengan tujuan dan prinsip hidup saya,” ujarnya.

Sebagai seorang petani milenial dan mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelag di bawah naungan Kementerian Pertanian, Rena juga turut berperan dalam pemberdayaan petani, menyukseskan program Kementerian Pertanian, termasuk dalam program perluasan area tanam dengan metode pompanisasi.

Saat ini, Rena dan Shildam juga sedang mengawal program perluasan area tanam (PAT). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka dalam membagi waktu, tenaga, dan pikiran kala menjalani proses menjadi Duta GenRe DIY 2024 sekaligus mengawal program tersebut.

“Memang tidak mudah bagi saya untuk membagi waktu dan tenaga serta tetap profesional dalam menjalankan tugas kuliah sekaligus mengikuti proses pemilihan Duta GenRe DIY tahun 2024. Namun hal ini menjadi memori tersendiri dan saya bangga karena dapat menjalani ini dengan sebaik mungkin,” kata Rena.

Sebagai petani milenial yang mendapatkan kesempatan dalam Apresiasi Duta GenRe DIY tahun 2024, Rena membawa program yang saling bersinggungan dengan dunia pertanian.

Di lingkup kampus, Rena telah menjalankan program RADARMIA (Remaja Sadar Anemia), membagikan tablet tambah darah dan edukasi modul tentang kita kepada mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang serta bekerja sama dengan klinik Polbangtan YOMA dalam menyukseskan program ini.

Raihan prestasi dua anak didiknya ini juga turut diapresiasi oleh Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto.

"Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Rena dan Shildam. Keberhasilan mereka bukan hanya mengharumkan nama Polbangtan Yogyakarta Magelang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa dan generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat," katanya.

Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti jejak mereka dalam mengembangkan potensi diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," ucap Bambang lagi.(***)

Supporting Program Training of Trainers, Kementan Gelar Pelatihan Budidaya Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Hidroponik, Selasa (30/7/2024), di lingkungan kantor BBPP Lembang.

Pelatihan gratis dilaksanakan selama 2 sesi dan diikuti 47 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, guru, ASN, pegawai swasta, pengusaha makanan, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum lainnya, berasal dari wilayah Lembang, Kabupaten Bandung, Depok, Bekasi.

Pelatihan hidroponik dilaksanakan sebagai supporting program pelaksanaan Training of Trainers bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dengan tema Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan penguatan SDM pertanian sebagai upaya mengantisipasi darurat pangan.

“SDM pertanian harus bergerak cepat. Sebab, SDM dan pertanian adalah tulang punggung penggerak pembangunan,” tutur Amran.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa pengembangan SDM pertanian terus diupayakan melalui 3 pilar kegiatan yaitu pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

Baca juga: 

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan Training of Trainers Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau.

“Kami melaksanakan 3 pelatihan gratis yang bisa diikuti oleh insan pertanian yang sudah mendaftarkan diri, dengan tema kom-mix hayati, hidroponik, dan pembuatan es krim jagung. Selain itu kami membuka layanan konsultasi gratis tentang perpustakaan, teknis pertanian, permodalan, pengemasan dan pelabelan serta PIRT dan halal,” terangnya.

Ajat juga menjelaskan pada kesempatan ini menggelar ekspose produk P4S binaan BBPP Lembang dan bazaar UMKM.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi dasar budidaya hidroponik. Pertama, mengenalkan berbagai sistem dalam budidaya hidroponik yang diterapkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yaitu deep flow technique, nutrient film technique, irigasi tetes, aeroponik, dan wick system.

Selanjutnya, widyaiswara menjelaskan proses pelarutan nutrisi hidroponik yaitu AB mix dan pemeliharaan tanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Peserta juga diajak praktik membuat instalasi wick sistem dan menanam bibit sayuran pakcoy.

Salah seorang peserta, Tintin Rohaeti, Ketua P4S Sawargi Kabupaten Bandung, pelatihan ini menambah pengetahuannya tentang budidaya hidroponik. “Terima kasih BBPP Lembang,” ucapnya.(***)

34 Tim Persatuan Tenis Meja Meriahkan Ulang Tahun PTM Ke-VI dengan Mengikuti Turnamen Radit Cup I 2024

TANIINDONESIA.COM//KABUPATEN BOGOR – Sebanyak 34 tim Persatuan Tenis Meja (PTM) yang berasal dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Tangerang Selatan dan Jakarta, ambil bagian dalam Turnamen Radit Cup I 2024, 27 - 28 Juli 2024, di Desa Ragajaya Citayem, Kabupaten Bogor. Event ini adalah bagian dari perayaan Ulang Tahun ke-VI PTM Radit.

Tampil sebagai juara I pasangan Jario/Boy dari PTM Raja yang berhak membawa pulang trofi & uang pembinaan sebesar Rp 2 juta. Sementara Juan/Bambang dari PTM PAS menjadi runner up dan mendapat trofi uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.

Sedangkan Juara III Bersama diraih pasangan Enyo/Fit (PTM Cagar Alam) dan Muis/Agus (PTM Pasir Putih) yang berhak atas trofi serta uang pembinaan yang masing-masing pasangan mendapat Rp 600 ribu.

Saat ditemui wartawan disela-sela acara, Panitia Pelaksana Pertandingan, Iyus Parlan, tujuan PTM Radit mengadakan turnamen adalah sebagai wadah silaturahmi komunitas tenis meja dalam momen ulang tahun PTM RADIT.

[caption id="attachment_2041" align="alignnone" width="300"]Foto: Panitia Pelaksana Foto: Panitia Pelaksana[/caption]

“Harapannya, dengan berkembangnya pecinta dan penggemar tenis meja, dapat meningkatkan kemajuan baik dari sisi sosial, ekonomi, kesehatan serta prestasi,” tuturnya.

Iyus menambahkan, segenap pengurus dan panitia telah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan fair play serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami ucapkan terimakasih yang seluas-luasnya kepada seluruh anggota, peserta, donatur serta panitia yang telah berpartisipasi dalam segala hal, hingga dapat terselenggaranya Turnamen Radit Cup I dengan lancar dan sukses”.

“Ia juga mengucapkan selamat kepada para juara yang telah meraih trofi dengan cara-cara sportif serta menjunjung tinggi fairplay,” ujarnya kepada wartawan.

Pembukaan turnament Radit Cup 1 diwarnai dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri pengurus dan anggota PTM Radit. Kegiatan ini dibuka P Jaro Ade, Cabup Kabupaten Bogor, serta dihadiri Penasehat PTM Radit, H. Maryono SE. Sedangkan saat penutupan hadir Cawabup H Tutur Triatno.

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024.

Pelatihan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Menteri Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan," kata Dedi.

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

Baca juga: 

Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Kepada Duta Besar Negara Sahabat

"Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau'.

"ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional," kata Dedi.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Muhammad Arsyad saat hadir memberikan materi tentang Strategi Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, menyampaikan, program strategis Kementerian Pertanian saat ini adalah optimasi lahan rawa, optimalisasi sawah tadah hujan dengan pompanisasi, transformasi pertanian tradisional menuju modern.

Kementerian Pertanian bersinergi dengan berbagai pihak, sebagai upaya percepatan perluasan area tanam.

“Mari kita berkolaborasi untuk peningkatan produksi dan saya mengajak seluruh penanggung jawab Program PAT agar tetap semangat bekerja bersama petani kita.” kata Arsyad.

Lebih lanjut Arsyad mengungapkan upaya lain dari sisi konsumsi beras. Konsumsi beras Indonesia 110kg/orang/tahun, 2 kali lipat dari negara-negara maju seperti Jepang dan Korea hanya 60kg/orang/tahun.

“Maka upaya yang dilakukan untuk membantu cadangan beras pemerintah melalui perubahan pola konsumsi dan diversifikasi pangan lokasl,” jelasnya.

Peserta pelatihan Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau' yang mengikuti sebanyak 49.418 orang yang terdiri dari 193 Widyaiswara, 247 Dosen, 134 Guru, 22.433 orang Penyuluh Pertanian PNS, 6.480 orang Penyuluh Pertanian PPPK, 1.003 orang Penyuluh Pertanian THL Pusat 3.156 orang penyuluh pertanian THL Daerah, serta 15.772 orang insan pertanian lainnya.

Dari jumlah tersebut, peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka di BBPP Lembang sebanyak 60 orang peserta yang terdiri atas 10 orang widyaiswara, 2 orang dosen, 10 orang guru, dan 38 orang penyuluh pertanian.

Para peserta diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.(***)

Mahasiswa Polbangtan Raih Prestasi Membanggakan di Festival Pramuka Jogja

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Dua mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Fatihatun Nisa dan Basit Sbahtian Bysry, berhasil meraih juara 2 lomba reportase pada Festival Pramuka Jogja yang diselenggarakan Kwartir Daerah DIY, 27-28 Juli 2024, di Bumi Perkemahan Tunas Wiguna, Babarsari.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan kemajuan telah terjadi di berbagai sektor, termasuk pertanian. Oleh sebab itu, itu berharap anak-anak muda, khususnya mahasiswa Polbangtan, terus memperbarui pengetahuan dan membekali diri dengan ilmu-ilmu terbaru agar tidak tertinggal.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan saat ini pertanian telah digarap dengan teknologi.

"Mindset pertanian sudah berubah. Pertanian tidak lagi identik dengan kotor, tapi sudah modern. Sudah menggunakan teknologi digital. Dan ini tentu hal yang dekat dengan anak-anak muda. Untuk itu, saya berharap para mahasiswa, para petani milenial, terus membekali diri dengan," ujarnya.

Dengan tema “Kreativitas Jogja: Tumbuh dan Berbudaya”, kedua mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang berhasil tampil beda dengan memilih menggunakan Bahasa Jawa dalam penyampaian video reportase tersebut.

Selain itu, pesan positif tentang menjaga kebersihan dan lingkungan juga menjadi nilai tambah dalam video mereka.

Baca juga: 

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Lakukan Bakti Panti

“Kami ingin karya kami berbeda dari yang lain, maka dari itu kami memilih untuk menggunakan bahasa Jawa. Ini juga bentuk kecintaan kami terhadap bahasa daerah,” ujar Fatihatun Nisa.

Dengan video keren yang penuh kreativitas dan pesan positif, mereka berhasil memikat hati para juri.

“Karena acaranya 2 hari, kami take video di hari pertama dan pada dini hari hari kedua kami sudah posting di instagram kami. Kemudian, kami menjelaskan kegiatan kami selama di sana, aktivitas yang seru dan menyenangkan, dan tentunya bebas masu oleh masyarakat umum. Acara ini juga menggandeng dinas-dinas DIY, SAKA, masyarakat sekitar, organisasi, maupun komunitas,” jelas Nisa.

Ia dan Basith mengaku merasa senang dapat turut menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Polbangtan Yogyakarta Magelang.

“Senang sekali karena dapat mendapat juara 2 reportase, kebetulan karena saya tingkat empat jadi juga dapat meninggalkan kenangan manis untuk pramuka kampus, dan partner saya adalah tingkat 1, sehingga hal yang baru untuknya dan menjadi pengalaman berharga untuk dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya,” ujar mereka.

Kemenangan ini tidak hanya membanggakan bagi keduanya, tetapi juga bagi Polbangtan Yogyakarta Magelang.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, turut mengapresiasi langsung saat apel pagi bersama karyawan dan mahasiswa.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami. Semoga ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkap Bambang.(***)

Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Kepada Duta Besar Negara Sahabat

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Penggunaan internet of things (iOT) dalam pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian, mampu menarik perhatian sejumlah negara peserta Workshop Strengthening Collaboration on Agriculture Sector in Framework of South-South and Triangular Cooperation for African and Pacific Countries.

Buktinya, duta besar 8 negara dan beberapa institusi internasional mempelajari pertanian modern yang disebut smart farming yang salah satunya dikembangkan oleh BBPP Lembang, UPT di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Perwakilan internasional yang hadir di BBPP Lembang, Kamis (25/7/2024), adalah delegasi dari Zimbabwe, Kenya, Sudan, Nigeria, Ethiopia, Mozambik, Tanzania, dan Somalia. Selain itu, hadir perwakilan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Islamic Development Bank, NAM Centre for South-South Technical Cooperation, Bappenas, dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya integrasi teknologi ke dalam pertanian Indonesia.

Di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Manusia (BPPSDMP) Kementan visi ini telah direalisasikan. Salah satu teknologi yang diaplikasikan dan dikembangkan adalah penggunaan internet of things (iOT) dalam pertanian.

“Menggabungkan teknologi IoT adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing,” terang Mentan Amran.

Menurutnya dengan teknologi ini kesejahteraan petani akan meningkat dengan hasil pertanian yang lebih optimal.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menerangkan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Penting juga untuk menerapkan inovasi dan teknologi dalam mendongkrak produktivitas pertanian,” paparnya.

Menurutnya, teknologi pertanian dengan IoT, atau smart farming, memungkinkan petani untuk melakukan otomatisasi pada saat penyiraman dan pemupukan. Selain itu dengan teknologi yang menunjang praktik smart farming petani dapat memantau lahannya tanpa terbatas oleh jarak.

Salah satu UPT Kementan yang menerapkan teknologi IoT untuk smart farming adalah Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang memiliki beberapa screen house cerdas yang mampu menyesuaikan temperatur, kelembapan, dan intensitas cahaya matahari secara otomatis.

Selain teknologi IoT, BBPP Lembang juga memiliki instalasi hidroponik di kawasan inkubator agribisnisnya. Berbagai teknik diterapkan di sini termasuk aeroponik, hidroponik Deep Flow Technique (DFT), dan drip irrigation di dalam smart screen house.

Delegasi mancanegara dan perwakilan institusi internasional itu tiba di BBPP Lembang dan memulai dari instalasi aeroponik.

Baca juga: 

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Simulasi Drone Tabur Pupuk di Papua Selatan

Rombongan dipandu oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, untuk menunjukkan perkembangan teknologi pertanian di Indonesia.

Para peserta antusias berinteraksi dengan para pendamping dan mempelajari sebanyak mungkin dari yang dilihatnya. Di screen house Aeroponik kentang, misalnya, para duta besar kemudian bertanya tahapan-tahapan dalam memulai budidaya dengan sistem aeroponik.

Instalasi hidroponik DFT pun menarik banyak perhatian. Para duta besar kemudian menanyakan biaya yang dibutuhkan dalam membuat instalasi dan jenis tumbuhan yang dapat ditanam dengan teknik tersebut.

Para peserta kunjungan melanjutkan ke lokasi smart green house untuk melihat proses pembibitan beberapa komoditas yang kemudian ditanam di instalasi lain. Selain itu mereka juga berkesempatan untuk melihat melon dan tomat di dalam screen house cerdas dengan teknik irigasi drip irrigation.

Selanjutnya kunjungan melihat Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan Laboratorium Kultur Jaringan. Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian para duta besar dan perwakilan institusi menikmati beragam jenis es krim. Saat itu tersedia es krim dari bahan labu, jagung, dan cabai.

Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Fekadu Beyene Aleka, berkesempatan juga mencoba membuat egg roll yang saat itu sedang diproduksi di laboratorium. Di Laboratorium Kultur Jaringan peserta kunjungan melihat benih-benih yang dikembangkan di dalam ruangan steril demi memberikan hasil yang lebih baik.

Terakhir, para peserta disambut oleh penari untuk acara ramah tamah di Aula Catur Gatra BBPP Lembang.

“Merupakan kebanggan besar bagi kami di BBPP Lembang menjamu tamu-tamu terhormat dan menunjukkan kearifan lokal serta teknologi modern yang kami praktikkan. Semoga kunjungan ini dapat memberikan wawasan tentang hal-hal yang kami terapkan,” papar Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian.

“Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk melihat kemajuan pertanian oleh Kementerian Pertanian Indonesia. Kunjungan ini menunjukan banyak hal yang telah diolah dan ditransformasikan dengan ilmu pengetahuan di BBPP Lembang dan dapat membantu perkembangan negara-negara di Afrika di masa kini dan yang akan datang,” katanya.

Project Formulation Officer dari JICA, Kumiko Ogawa, turut memberikan kesannya.

“Saya sangat terkesan dengan pengembangan kultur jaringan, pembibitan, pengolahan hasil, pengemasan, dan yang lainnya. Kami juga berharap dapat melakukan kerja sama di masa yang akan datang,” terang Kumiko.(***)

Indonesia Pilar Utama Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (SSTC) Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Negara-negara Selatan-Selatan mengakui peran vital Indonesia dalam meningkatkan sektor pertanian. Terutama, melalui komitmen dalam capacity building yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Pengakuan pentingnya peran Indonesia dalam sektor pertanian disampaikan oleh para perwakilan negara-negara yang hadir dalam Workshop Penguatan Kolaborasi Sektor Pertanian dalam Kerangka Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) Bidang Pertanian, Rabu (24/7/2024), di Kamboti Hotel Bandung, Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar H.E. Mr. Galma Mukhe Boru dari Kenya, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali D Duta Besar Sudan, dan Mr. Suleiman Ahmed Saleh dari Tanzania, yang merespons paparan Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang menyampaikan peran aktif BPPSDMP sejak 1980-2024 dalam meningkatkan kapasitas petani dan pejabat negara-negara Selatan-Selatan di bidang pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pertanian adalah sektor yang sangat penting. Pasalnya, pertanian berhubungan dengan kebutuhan Masyarakat banyak. Oleh karena itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan. Mentan mengimbau agar pertanian tidak bersoal dalam kondisi apa pun.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) aktif menjalin kerjasama dengan negara mitra. Salah satunya, kerjasama Selatan-selatan dan Triangular sebagai peran pro aktif Indonesia dalam meningkatkan kualitas SDM baik secara nasional maupun internasional.

Baca juga: 

Gelar Rakor, BPPSDMP Kementan Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Berbasis Artificial Intelligence

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menjelaskan jika sejak 1980 hingga 2024, BPPSDMP telah melatih lebih dari 2.150 peserta dari negara-negara Selatan-Selatan melalui 81 pelatihan yang mencakup berbagai tema dan keahlian.

“Selain itu, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP telah menyelenggarakan 27 workshop yang dihadiri oleh 700 peserta dari negara-negara Selatan-Selatan untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan mengembangkan solusi bagi tantangan pertanian,” terangnya.

Tidak itu saja, Siti Munifah mengatakan jika Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) juga telah melaksanakan 31 program pemagangan dengan melibatkan 303 peserta magang dari Fiji, Mozambik, Gambia, PNG, dan negara-negara Selatan-Selatan lainnya di Indonesia.

“Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui BPPSDMP juga telah mengirimkan lebih dari 78 tenaga ahli bidang pertanian melalui 20 program pengiriman tenaga ahli ke berbagai negara Selatan-Selatan,” lanjutnya.

Sebagai penutup Siti Munifah menekankan bahwa komitmen ini dapat ditingkatkan dengan menggandeng kerjasama pendanaan, seperti yang telah dilakukan Kementerian Pertanian dengan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI).

“Kerjasama ini perlu diperluas dengan mitra baik di dalam negeri maupun multinasional seperti IFAD dan JICA. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor pertanian dalam kerangka SSTC ke arah yang lebih masif dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Hendra Satya Pramana dari Kementerian Luar Negeri menambahkan, perjalanan panjang ini membuktikan komitmen Indonesia yang berawal dari Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, yang merupakan hasil pemikiran Presiden Soekarno saat itu dan saat ini berkembang menjadi Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC).

Gelar Rakor, BPPSDMP Kementan Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Berbasis Artificial Intelligence

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi Platform CERMAT, yaitu Sistem Pelayanan Informasi Publik Terintegrasi Berbasis Kecerdasan Artificial Intelligence.

Sosialisasi dilakukan dalam Rapat Koordinasi Kehumasan (Rakor) lingkup Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kamis (25/7/2024), di Hotel Aston Simatupang, Jakarta.

Rakor yang dibuka Plt Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, diisi dengan paparan Progress Kehumasan BPPSDMP yang disampaikan Sekretaris Badan, Siti Munifah. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi Platform CERMAT oleh Ketua Kelompok Substansi Hukum dan Hubungan Masyarakat, Septalina Pradini, serta Mengelola Humas Pertanian yang Agile - Kolaboratif oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, dan Strategi Pengelolaan PPID Sektor Publik oleh Syawaludin anggota, Komisi Informasi Pusat (KIP).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, insan pertanian harus terus memperbarui pengetahuan. Karena, kemajuan teknologi juga telah merambah ke sektor pertanian. Menurutnya, jika pengetahuan tidak diperbarui, pertanian bisa tertinggal.

Plt Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari dinamika media sosial, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga berbagai isu yang berkembang dengan cepat.

Baca juga: 

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

“Oleh karena itu, Saya berharap, rapat ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan menemukan solusi bersama atas berbagai tantangan yang ada.

Menurutnya, rapat koordinasi ini memiliki dua agenda utama.

“Pertama, kita akan membahas strategi kehumasan yang perlu kita perkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kedua, kita akan mensosialisasikan Platform CERMAT yang merupakan inovasi terbaru untuk mendukung kegiatan kehumasan kita,” ujarnya.

Dedi menambahkan, strategi kehumasan yang efektif sangat penting untuk membangun citra positif, menjaga reputasi, dan memastikan komunikasi yang baik antara organisasi dan publik.

“Saya juga ingin mengingatkan pentingnya kolaborasi dan kerja sama di antara kita. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, saya yakin kita dapat menghadapi setiap tantangan dengan lebih baik dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan institusi kita,” jelasnya.

“Untuk itu, saya mengharapkan pusat-pusat dan UPT lingkup BPPSDMP mendukung, memanfaatkan dan mengimplementasikan Platform Cermat agar pelayanan informasi kita semakin bagus dan berkualitas,” terang Dedi lagi.

Platform Cermat sendiri merupakan tools Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan permintaan informasi.

Cermat dikembangkan untuk mendukung tugas dan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi insan pertanian di seluruh Indonesia.

Tiga fitur utamanya yaitu Fitur Ticketing, Fitur Press Release, dan Fitur Livechat dengan memanfaatkan kecerdasan buatan/AI. CERMAT sesuai dengan akronimnya, bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang cepat, responsif, dan bermanfaat.(***)

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Simulasi Drone Tabur Pupuk di Papua Selatan

TANIINDONESIA.COM//Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo berkunjung ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung simulasi penggunaan teknologi pesawat nirawak atau _drone_ dalam penyebaran pupuk di hamparan sawah seluas 40.000 hektare.

Simulasi drone tabur pupuk tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep pertanian pintar _(smart farming)_. Roni, Kepala Balai Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian menyebut bahwa pertanian pintar berbasis _internet of things_ di mana segala keputusan dieksekusi menggunakan jaringan internet.

"Lalu untuk mewadahi itu kita buat bahas pemogramannya bahasa Android sehingga bisa di _handphone_," ujar Roni.

Baca juga: 

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

Selain penggunaan pesawat nirawak untuk tabur pupuk, Roni juga mengatakan bahwa _smart farming_ memiliki banyak manfaat nyata bagi para petani. Mulai dari pengendalian jarak jauh, _automatic weather station_, mengetahui suhu udara, curah hujan, kelembapan arah angin, kecepatan angin, sinar matahari, fluktuasi dan lainnya.

"Dengan menggunakan _smart farming_, kita melaksanakan kegiatan penyiraman itu ada kontrol namanya kelembapan tanah, batasnya itu 30 persen. Di bawah itu berarti tanah kering, siram. Kalau 30 persen ke atas tanah itu basah, tidak perlu disiram. Begitu juga pupuk eksekusi kita masukan ke program kita lalu bisa dieksekusi di hp," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan petani terkait manfaat serta tantangan dalam penerapan teknologi tersebut. Mereka mengapresiasi upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam menjadikan teknologi sebagai solusi bagi tantangan pertanian di Papua Selatan.

Tenang Wibowo, salah satu petani yang telah merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah menggunakan konsep pertanian pintar. Menurut Tenang, melalui konsep pertanian tersebut, ia dan para petani lainnya mendapatkan potensi hasil pertanian yang lebih baik.

"Alhamdulillah setelah ada kegiatan ini, kami belajar sehingga dengan ini bedanya untuk produksi lebih bagus. Kalau kami dulu satu hektare mentok biasa cuma dapat 80-90 ikat karung, kalau dengan begini _(smart farming)_ alhamdulillah bisa naik sampai 120-130 ikat," ujar Tenang.

Tenang juga berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan pompanisasi bagi para petani. Tenang menyebut pompanisasi saat ini masih belum mencukupi kebutuhan para petani.

"Alhamdulillah sudah ada (pompanisasi), tapi memang kebutuhan kami di sini untuk 1000-an hektare. mudah-mudahan ke depannya semua petani bisa merasakan itu," ucap Tenang.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanlo, dan Bupati Merauke Romanus Mbaraka.(***)