26 Mei 2024

Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

0

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) penting dalam meningkatkan peran aktif pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan.

Sebagai upaya pembinaan dan memastikan fungsi P4S sebagai pusat pembangunan pertanian di pedesaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sindang Bagja Kota Banjar, Sabtu (27/4/2024).

Dalam kegiatan itu, Dedi juga melakukan pertemuan di Aula Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar, yang dihadiri Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan.

Hadir mendampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Desa Sinartanjung, KWT Sinartanjung, Ketua dan anggota Forum Komunikasi P4S Kota Banjar, dan penyuluh pertanian Kecamatan Pataruman.

P4S Sindang Bagja adalah salah satu P4S binaan BBPP Lembang, bergerak di budidaya tanaman padi dan pepaya varietas california serta menerapkan pertanian organik.

P4S yang berada pada klasifikasi pratama ini juga konsisten membantu upaya peningkatan SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan dan permagangan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa sektor pertanian harus menguntungkan, karena itu harus menerapkan agribisnis.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

“Pertanian harus menghasilkan uang. Dalam ilmu ekonomi, yang mengendalikan harga hanya dua, pasokan dan permintaan dan yang bisa dilakukan mensiasati harga tersebut melakukan riset pasar/market intelligent. Pastikan permintaan terhadap komoditi yang kita tanam itu tinggi sehingga saat panen harga juga bagus. Jangan mengandalkan pengepul/tengkulak untuk memasarkan komoditas kita,” tutur Dedi.

“Selain itu, produktivitas tanaman juga harus kita genjot. Caranya menekan ongkos produksi, kurangi penggunaan pupuk kimia, kombinasikan dengan pupuk kompos, gunakan biocontrol, pestisida nabati, dan PGPR,” imbuhnya.

Dedi juga mengapresiasi P4S SIndang Bagja yang menerapkan pertanian organik.

Ia pun meminta petani untuk bisa melakukan contract farming dengan offtaker. Contract farming akan bisa memastikan pasokan yang bisa di-supply dan harga akan menguntungkan petani.

“Saya juga meminta pengelola P4S didampingi penyuluh pertanian untuk membangun koperasi petani,” katanya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan pemerintah untuk P4S Sindang Bagja berupa sarana penunjang pemanfaatan IT yaitu laptop, printer dan speaker.

Ketua P4S Sindang Bagja, Sarwan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah yang diperoleh P4S.

“Alhamdulilah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mendukung aktivitas permagangan yang kami jalankan. Kami akan terus berupaya mendorong peningkatan kompetensi masyarakat di wilayah kami untuk melakukan agribisnis yang menguntungkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *