26 Mei 2024

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

0

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi darurat pangan. Salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, di kelas Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Sabtu (27/04/2024), di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Pelatihan dilaksanakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2024, diikuti oleh 30 penyuluh pertanian dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, dan Maluku.

Pelatihan digelar guna meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian. Selain mendapat materi dari kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang, para peserta juga akan melakukan praktik lapangan dengan bimbingan widyaiswara BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pengembangan SDM dalam pembangunan pertanian Indonesia adalah hal yang penting untuk dilakukan.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

“Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya. Siapa itu SDM pertanian, ya penyuluh, petani, Poktan, Gapoktan, dan masih banyak lagi,” sebut Dedi.

Baca juga: Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan penyuluh adalah pendamping bagi para petani. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani dalam aktivitas pertaniannya.

Siti Munifah menjelaskan, penyuluh pertanian harus bersinergi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) demi mencapai kesuksesan dalam program-program Kementan.

Selain itu penyuluh juga harus dapat mendorong terus petani muda di desa-desa di seluruh Indonesia.

“Penyuluh pertanian harus bisa memotivasi para petani milenial di desa yang lebih mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alsintan demi mendapatkan hasil yang maksimal,” tegas Siti Munifah.

Siti Munifah menambahkan, setidaknya ada tiga strategi yang sedang digenjot oleh Kementan. Di antaranya giat menjalankan Pompanisasi, Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa dan Mekanisasi Pertanian, dan Perluasan Area Tanam (PAT) Padi Gogo di Lahan Perkebunan di berbagai daerah. (YKO/AFR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *