24 Mei 2024

Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

0

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sektor pertanian mulai menarik minat generasi muda. Hal ini terlihat dari tinggi antusiasme siswa dan pengajar SMPN 18 Kota Bekasi saat mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Selasa (30/4/2024).

Sebanyak 300 peserta didik dan pengajar hadir untuk mempelajari ilmu pertanian disalah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian itu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda merupakan harapan untuk masa depan pertanian Indonesia. Oleh karena itu, Mentan Amran menekankan pentingnya minat pertanian harus dipupuk sedini mungkin demi keberlanjutan pertanian Indonesia.

“Regenerasi ini penting untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia. Generasi muda sangat berperan penting untuk terjun ke sektor pertanian secara langsung sebagai penerus petani-petani yang sudah berusia lanjut,” ujar Amran.

Penegasan serupa disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

“Masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya untuk menghadirkan banyak petani milenial yang dapat mengangkat serta memajukan sektor pertanian. Regenerasi petani adalah salah satu fokus Kementan,” tuturnya.

Baca juga: Terapkan Teknologi, Kementan Komitmen Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

Dalam kunjungannya di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 300 orang pengajar dan peserta didik disambut oleh Ridwan Wardiana selaku Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan yang mewakili Kepala BBPP Lembang.

Mereka lalu dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempelajari topik-topik pertanian modern. Para siswa kemudian diberikan materi klasikal mengenai hidroponik dan pupuk organik.

Selain di dalam kelas, mereka juga berkesempatan untuk berkenalan dengan fasilitas yang ada di BBPP Lembang. Diantara yang mereka kunjungi adalah instalasi hidroponik dan aeroponik.

Mereka mempraktikkan pembuatan instalasi hidroponik deep flow technique (DFT) dipandu oleh petugas lapangan BBPP Lembang. Sementara itu kelompok lain yang mempelajari pupuk organik mempraktikkan pembuatan pupuk kandang dari kotoran sapi.

Wakil Kepala SMPN 18 Kota Bekasi Bidang Kurikulum, Erna Winianingsih, menyatakan harapannya agar para murid mendalami ilmu yang dapat mereka terapkan dari BBPP Lembang.

“Pembelajaran di sini bagi anak-anak lebih berkesan. Kita tidak tahu 10 tahun sampai 15 tahun ke depan mungkin diantara anak-anak kami ada yang akan menjadi petani dengan ilmu yang diperoleh dari BBPP Lembang,” terang Erna.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *