17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Tidak Hanya Cerdas Akademik, Calon Mahasiswa Polbangtan Kementan Harus Tangguh Jiwa Raga

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Pembangunan pertanian memerlukan SDM pertanian yang berkualitas. Untuk mendukung hal itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, pendidikan vokasi di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), menggelar Tes Kesehatan/Pemeriksaan Kesehatan (Rikes) bagi peserta pendaftaran mahasiswa baru jalur umum.

Tes diikuti oleh mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara beberapa waktu lalu. Tes Rikes ini juga diikuti oleh peserta dari jalur Tugas Belajar, jalur undangan anak Petani dan Penyuluh Pertanian Gelombang I dan jalur undangan SMK Binaan dan dilaksanakan serentak pada tanggal 15-16 Mei 2024 untuk wilayah Jawa dan 14-17 Mei untuk wilayah Luar Jawa.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas agar tidak tertinggal dari negara lain. Selain itu, pertanian adalah sektor penting yang harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh sebab itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya," tutur Dedi.

Baca juga: Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

Mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endra Prasetyanta, yang juga Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan calon mahasiswa yang mengikuti tes rikes sebanyak 276 orang.

Tes Rikes dilaksanakan secara offline dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Sebanyak 276 calon mahasiswa, 221 dari Pula Jawa dan sisanya dari Luar jawa. Untuk calon mahasiswa yang berdomisili di Pulau Jawa dan Madura diarahkan untuk melakukan Rikes di RS DKT Yogyakarta, sementara untuk calon mahasiswa yang di luar wilayah Jawa dan Madura pelaksanaan Rikes dilakukan secara mandiri di Rumah Sakit Tentara,” jelasnya.

Lebih lanjut Endra merinci jenis pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui yaitu tes fisik diagnostik, laboratorium, dan rohani.

“Tes yang dilakukan meliputi tes laboratorium untuk melihat kondisi kesehatan organ dalam dan status penggunaan obat terlarang, kemudian tes keragaan dan diagnostik fisik, serta kesehatan jiwa (keswa)," rincinya.

Endra mengatakan melalui rangkaian tes ini diharapkan Polbangtan Yogyakarta Magelang mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar sehat jasmani dan rohani.

“Sehingga nantinya saat menjalani pendidikan selama 4 tahun minim atau tidak ada gangguan yang disebabkan karena kondisi kesehatan fisik maupun kejiwaan,” tandasnya.(***)

Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk mewujudkan regenerasi serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan pelatihan Literasi Akses Permodalan dan Peningkatan Kapasitas Agribisnis bagi Petani Milenial.

Kali ini, pelatihan dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, Rabu (15/5/2024), di Ruang Rapat Bangun Desa Dinas Pertanian Gunungkidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, petani harus terus memperkuat kemampuan dan pengetahuan dengan informasi-informasi terkini seputar pertanian. Pasalnya, ilmu pengetahuan terus berkembang.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. Dijelaskannya, pertanian memiliki banyak sektor yang bisa digarap, termasuk oleh anak-anak muda.

"Banyak sektor yang bisa digarap dalam pertanian, baik dari hulu hingga ke hilir. Semuanya menjanjikan. Oleh karena itu, kita selalu mengajak anak-anak muda untuk menggarap sektor ini. Dan kita berharap mereka hadir dengan berbagai inovasi yang tentunya dapat meningkatkan juga sektor pertanian," tuturnya.

Pelatihan sendiri dihadiri secara langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti, yang memberikan motivasi kepada tidak kurang 40 petani milenial dari 18 kecamatan di Gunungkidul.

Baca juga: Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

Santi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR) serta untuk meningkatkan kemampuan agribisnis petani milenial Gunungkidul.

"Tidak dapat dipungkiri, intervensi penambahan modal berpengaruh signifikan terhadap perluasan skala usaha," ujar Santi.

Santi juga mengatakan bahwa sebagai wirausahawan, pencatatan yang rapih akan mempermudah pengusaha untuk menelusuri aktivitas keuangannya.

"Sudah kami hadirkan di sini, PPIU dari wilayah pacitan yang akan memberikan ilmu tentang penyusunan proposal bisnis, pengembangan kapasitas petani milenial dan penjabaran program KUR. hadir juga Bank BPD DIY yang akan menjelaskan prosedur KUR," imbuh Santi.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, dan jajarannya.

Bambang berpesan kepada peserta pelatihan, sebagai pengusaha penting untuk mempunyai sifat adaptif.

"Bisnis bersifat fluktuatif, kadang Harga bahan baku terjangkau maka kita bisa memenuhi tuntutan pasar dengan baik, namun ada kalanya juga biaya produksi melonjak, namun tuntutan pasar harus tetap kita penuhi. ini salah satu pentingnya pebisnis harus pandai mengelola keuangan," ujarnya.

Ia berharap dengan pelatihan literasi keuangan ini bisnis yang dijalani peserta dapat terus berkembang dengan baik.

Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Para mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, dilepas untuk menjalani kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ke berbagai daerah, pekan ini.

MBKM adalah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan kompetensi tambahan di luar pembelajaran yang ditetapkan Prodi. Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapatkan ilmu lebih luas dan mendalam sebagai bekal untuk masuk di dunia kerja.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, para mahasiswa Polbangtan sejak awal memang disiapkan menjadi SDM-SDM unggul yang dapat memaksimalkan sektor pertanian.

Oleh sebab itu, Mentan berharap para mahasiswa bisa menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan jika para mahasiswa adalah masa depan pertanian.

"Pertanian membutuhkan regenerasi. Dan para mahasiswa ini adalah masa depan untuk pertanian. Kita berharap mereka memberikan ide-ide segar dan terobosan untuk kemajuan pertanian," tuturnya.

Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, menerangkan jika peserta MBKM terdiri dari Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura (AH), Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), dan Teknologi Benih (TB) yang duduk di Tingkat III.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

Peserta disebar ke sejumlah mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Wilayah D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Ada 133 Mahasiswa Jurusan pertanian yang disebar ke 56 mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja di sekitar Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meliputi Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Sementara Wilayah Jateng tersebar di Magelang, Semarang, Salatiga, Karanganyar, Demak, Wonosobo, dan Temanggung. Untuk area Jatim hanya di Jember," rincinya.

Lebih lanjut Endah menerangkan, MBKM merupakan salah satu kurikulum yang harus ditempuh peserta didik guna mencapai kompetensinya.

"MBKM ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skill maupun hard skill dalam kegiatan kewirausahaan, perbenihan, maupun agrosociopreneur di bidang pertanian serta mendukung dan menyukseskan program unggulan prioritas Kementerian Pertanian," terangnya.

Mahasiswa peserta program MBKM ini juga diharapkan dapat mempelajari proses bisnis DUDI baik proses yang terjadi di dalam maupun di luar perusahaan.

“Dalam kegiatan MBKM nanti mahasiswa tidak boleh hanya terpaku dengan kegiatan yang ada di lingkungan DUDI tapi harus mampu menelusuri proses bisnisnya, bila perlu juga pelajari proses di luar pabriknya,” papar Endah.

Endah berpesan agar seluruh mahasiswa Polbangtan YOMA senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjaga diri dengan baik.

“Karakter menjadi ciri khas mahasiswa Polbangtan YOMA, setiap ke lapangan pasti yang dipuji dari mahasiswa kami adalah bagaimana karakter disiplin dan tanggungjawabnya. Oleh karena itu anak-anakku, saya berpesan agar kalian senantiasa menjaga diri dengan baik ketika berada di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.(***)

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berkomitmen mewujudkan peningkatan produksi untuk mengantisipasi darurat pangan akibat perubahan iklim. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyalurkan pompa air guna menjamin ketersedian air untuk tanam.

Salah satu wilayah yang digenjot produksinya yaitu Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Senin (13/5), sebanyak 52 unit pompa air I NCHI SOKU disalurkan kepada 52 kelompok tani di 7 kapanewon diantaranya Imogiri, Pundong, Piyungan dan Pajangan.

Kegiatan ini di hadiri oleh Pejabat Bupati Bantul, Jajaran FORKOMPINDA, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Kepala (Badan Standardidasi Instrumen Pertanian) BSIP Yogyakarta, dan perwakilan kelompok tani penerima manfaat.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, bantuan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pertanian tidak terganggu. Mentan Amran menambahkan, pertanian adalah sektor penting yang harus sama-sama dijaga.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Artinya, kita harus sama-sama memastikan pertanian tidak terganggu," tegasnya.

Baca juga: Kementan Motivasi Generasi Milenial Tekuni Pertanian Modern

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, mengatakan mulai tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mewujudkan untuk peningkatan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan serta menjamin ketersedian pangan ke depan.

“karena kita khawatir bahwa iklim tidak bisa kita prediksi, sedangkan tanaman tidak bisa menunggu (untuk mendapat air). Sekarang kita sudah kolaborasi dengan TNI Polri salah satu bentuk kita kerjasama untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Bambang.

Peralatan pompa air ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air lahan yang kering akibat kemarau.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempunyai program di wedi kengser untuk menjadi prioritas dibidang pertanian.

Pejabat Bupati, Abdul Halim Muslih, menyampaikan Pemkab Bantul akan menggarap ratusan hektar tanah wedikengser (pinggiran sungai) untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian guna mewujudkan destinasi pertanian untuk menguatkan kemandirian pangan.

“Pompa ini diharapkan mampu untuk dioperasionalkan mengairi lahan pertanian jika kekurangan irigasi guna memberdayakan para petani agar lebih berkiprah,” kata Bupati.

Disebutkan, tanah wedikengser eks tempat penambangan galian C (pasir) di Sungai Progo yang ada di Kepanewon Sedayu, Pajangan dan Srandakan jumlahnya ada ratusan hektar. Untuk mengawalinya kini sedang dipersiapkan diolah sekitar 7 hektar.

“Guna mendukung dan menggarap lahan ini akan melibatkan pula pihak TNI (Kodim Bantul), Kepolisian serta masyarakat,” katanya.

Kementan Motivasi Generasi Milenial Tekuni Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengajak 55 siswa-siswi serta guru SMK Negeri I Gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, untuk menekuni sektor pertanian.

Ajakan tersebut disampaikan saat para siswa dan guru SMK Negeri I Gedung Aji Tulang Bawang berkunjung ke BBPP Lembang. Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang (13/5/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor menjanjikan yang dapat memberikan keuntungan jika digarap dengan benar.

Oleh sebab itu, dalam berbagai kesempatan Mentan selalu mengajak anak-anak muda untuk sama-sama menggarap sektor ini

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Jika banyak generasi muda yang tergugah hatinya untuk pengembangan usaha pertanian, hal itu akan menimbulkan dampak yang positif karena itu akan menjadi bekal bagi mereka ke depannya dalam rangka menopang perekonomian Indonesia terutama dalam swasembada pangan," tutur Dedi.

Kepala SMK Negeri I Gedung Aji Kabupaten Tulang Bawang, Arliyanti, menjelaskan bahwa kunjungan industri merupakan kurikulum rutin yang dilakukan oleh SMK Negeri I Gedung Aji.

Dirinya menganggap sektor pertanian sangat penting untuk selalu diupayakan, karenanya mengajak siswa-siswi kelas X untuk dapat mengenal pertanian modern dan terkini yang diterapkan di BBPP Lembang.

Baca juga: Sinergi Kementan dan UNHAS Dongkrak Regenerasi Petani

“Potensi pertanian di Kabupaten Tulang Bawang cukup baik terutama untuk komoditas perkebunan. Dengan belajar di sini, harapannya agar siswa-siswi bisa terbuka wawasannya untuk mengenal komoditas selain perkebunan dan agar kelak mampu menjadi petani tangguh yang menggerakkan roda pembangunan pertanian selanjutnya,” ucap Arliyanti.

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan pentingnya peran generasi milenial untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian.

“Generasi milenial sebagai penerus pembangunan pertanian di masa depan, harus memiliki semangat tinggi dan tidak mudah menyerah,” sebut Ajat.

Rombongan bergerak menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Di screen house tanaman hias, guru dan siswa tampak tertarik menerima informasi tentang budidaya kaktus dan sukulen yang cukup mudah, mulai dari perbanyakan dan pemeliharaannya. Beberapa guru dan siswa terlihat membeli koleksi kaktus dan sukulen untuk dibawa ke Lampung.

Di zona lahan terbuka, petugas lahan praktik mengajak siswa-siswi mengenal teknologi smart farming berbasis internet of things (IoT) pada budidaya bawang merah varietas watu ijo. Teknologi yang cukup mudah bisa dikendalikan pada smartphone untuk proses penyiraman otomatis.

Selanjutnya, di zona rumah pangan lestari, siswa-siswi mempelajari konsep budidaya tanaman sayuran yang memadukan pertanian, perkebunan dan peternakan untuk mempercantik pekarangan rumah.

Kunjungan diakhiri di zona screen house hidroponik. Petugas menjelaskan teknologi hidroponik dengan berbagai sistem yaitu deep flow technique untuk tanaman pakcoy, irigasi tetes untuk komoditas tomat beef, dan aeroponik untuk pembibitan kentang.

Saat dimintai kesan mempelajari teknologi pertanian yang ada di BBPP Lembang, perwakilan siswi, Selvi, mengaku semakin termotivasi.

“Setelah berkeliling lahan praktik di sini, saya termotivasi untuk bisa melakukan budidaya hidroponik," ujarnya.

Tidak jauh berbeda yang disampaikan siswa lainnya, Rohman.

“Yang menarik bagi saya adalah budidaya tanaman hias kaktus. Tadi saya membeli kaktus di sini dan akan saya coba melakukan perbanyakan kaktus dengan cara menempel, sesuai dengan yang tadi telah diajarkan ke kami di screen house tanaman hias,” ujarnya.(***)

Sinergi Kementan dan UNHAS Dongkrak Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menjalankan komitmen untuk melakukan regenerasi petani. Untuk mendukung hal itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan pun dilakukan, terutama yang menggeluti sektor pertanian.

Jalinan kerjasama inilah yang dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Manusia Pertanian (BPPSDMP), saat menyambut kehadiran 45 peserta didik dan tenaga pengajar Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kamis (9/5/2024), di Aula Catur Gatra.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda merupakan harapan bagi masa depan pertanian Indonesia.

Mentan Amran menekankan betapa pentingnya minat pada bidang pertanian untuk dipupuk sedini mungkin demi keberlanjutan pembangunan pertanian Indonesia.

“Regenerasi ini penting untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia. Generasi muda berperan penting untuk terjun ke sektor pertanian secara langsung sebagai penerus petani-petani yang sudah berusia lanjut,” ujar Amran.

Hal senada disampaikan Kepala. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang menyimpan harapan tinggi bagi generasi muda.

“Generasi masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu kita akan terus berupaya untuk menghadirkan banyak petani milenial yang dapat mengangkat serta memajukan sektor pertanian,” jelas Dedi.

Baca juga: Tak Ada Waktu Libur, Mentan Amran Tetap Tinjau Jalannya Pertanaman Padi di Sulawesi Selatan

Terpisah Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan tugas UPT BPPSDMP adalah untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha tani baik dari aparatur negara seperti penyuluh pertanian hingga ke calon-calon petani muda seperti kunjungan dari Universitas Hasanuddin ini.

Selanjutnya para peserta kunjungan dibagi menjadi dua kelompok dan mengunjungi beberapa titik di BBPP Lembang. Sebagian mengunjungi screen housue tanaman hias, Kawasan Rumah Pangan Lestari, dan teknologi smart farming yang digunakan di lahan BBPP Lembang.

Sementara sebagian yang lain mempelajari instalasi hidroponik yang ada di BBPP Lembang. Diantara instalasi hidroponik yang mereka pelajari adalah sistem deep flow technique (DFT) dan aeroponik kentang.

Terakhir, para peserta berkumpul di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk menikmati es krim dan sorbet yang berasal dari tanaman yang dipanen di BBPP Lembang. Beberapa yang dapat dicicipi pada saat kunjungan adalah es krim cabai, es krim mangga, dan sorbet buah naga.

Mewakili para peserta didik, Mohammad Rizieq menyampaikan kesan-kesannya atas kunjungan ke BBPP Lembang.

“Sungguh berkesan dan memberikan pengetahuan sekali kunjungan ke BBPP Lembang ini. Kami harap dapat kembali lagi untuk belajar lebih banyak,” tuturnya.

Siapkan SDM Andal, Kementan Tingkatkan Kompetensi Insan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi insan pertanian Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 24-26 April 2024 serta Pelatihan Microsoft Office yang dilaksanakan selama empat hari, mulai dari 27-30 April 2024. Pelatihan yang diikuti oleh 17 orang pegawai THL dan siswa-siswi PKL dari SMKN 1 Subang ini diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menuturkan, SDM memiliki peran yang amat penting dalam pengembangan dan kemajuan pertanian Indonesia. “Peran SDM pertanian penting untuk menggerakkan pembangunan pertanian di Indonesia itu amatlah penting," kata Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan hal yang sama. Menurutnya, SDM menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian.

"Saya meminta seluruh insan pertanian, baik itu petani, petani milenial, kelompok tani, kelompok wanita tani, gapoktan, penyuluh, pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya, bergerak aktif berkontribusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia yang berkelanjutan,” pinta Dedi.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika di setiap kesempatan mengingatkan jajarannya untuk selalu belajar, belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi diri.

Baca juga: Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

“Sebagai pegawai di BBPP Lembang, baik ASN maupun non ASN, harus terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya. Ini menjadi modal utama melakukan pekerjaan sehari-hari dengan baik dan memberikan kinerja positif untuk mendukung tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang,” tuturnya.

Selama berlatih, fasilitator pelatihan yaitu widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang instalasi, nutrisi hidroponik, pembenihan dan penanaman pada sistem hidroponik dan analisa usaha tani hidroponik.

Sedangkan untuk materi Microsoft office, materi pada kelompok inti adalah pengenalan jendela microsoft word, menyisipkan ilustrasi gambar, membuat table, membuat garis tepi dan garis header dan membuat cover dan daftar isi.

Saat dijumpai setelah proses pelatihan selesai, Jumat (3/5/2024), salah seorang peserta, Tedy Ramdhani mengatakan, kegiatan Pelatihan Hidroponik dan MS Office yang ia ikuti sangat bermanfaat dan sangat membantu mereka selaku pengelola Inkubator Agribisnis. "Di pelatihan ini kami mempelajari berbagai materi mengenai hidroponik dan juga MS office, nantinya bisa kami aplikasikan dalam kegiatan sehari-hari," kata Tedy.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas ilmu yang didapatnya. “Terima kasih kepada widyaiswara BBPP Lembang atas sharing ilmunya dan BBPP Lembang yang telah memfasilitasi kami sebagai peserta untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Tedy.

Peserta lainnya, Yayat Ruhiyat, mengatakan bahwa ia mempunyai pengalaman budidaya dan dapat mengetahui apa yang harus dibuat ketika berwirausaha. "Ke depan, saya ingin lebih bisa memahami tentang analisa pemasaran secara detail,” katanya. (Yoko/Che)

Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//SOLOKANJERUK - Menteri Pertanian meninjau salah satu lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Bojong Emas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).

Lokasi ini merupakan wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada program pomanisasi, kegiatan dihadiri 100 orang yaitu petani, penyuluh pertanian, Dandim, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

“Dengan terpasangnya pompa air akan mampu mengairi sawah 50 – 100 hektar. Bantuan pompanisasi untuk Provinsi Jawa Barat tahun 2024 sebanyak 10.000 unit, maka bisa mengairi 500 ribu hektar. Ini dapat meningkatkan produksi beras 1,5 juta ton untuk Jawa Barat, meningkatkan pendapatan petani 15 trilyun per tahun sehingga ekonomi bergerak di desa,” tutur Mentan Amran.

Menteri Pertanian berkesempatan berdialog singkat dengan salah seorang petani, Ute Saripudin dari Kelompok Tani Babakan Ciparay Kabupaten Bandung. Ute meminta agar pemerintah terus dapat menstabilkan harga jual gabah dan harga pupuk. Respon Mentan cepat dan meminta semuanya agar fokus untuk bisa memperhatikan kesejahteraan petani.

Baca juga: Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

Mentan Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

"Menaikkan kuota subsidi pupuk 2 kali lipat, dan menaikkan HPP untuk gabah 20% dari Rp 5.000,00 menjadi Rp 6.000," ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

“Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini,” sebut Dedi.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Bandung menyebar di seluruh kecamatan. SDM yang bergerak di sektor pertanian lebih dari 60% atau sejumlah 88.000 orang penduduk Kabupaten Bandung berprofesi sebagai petani.

“Sektor pertanian menjadi andalan di Kabupaten Bandung. Berbagai perhatian kami untuk petani diantaranya asuransi petani dan BPJS ketenagakerjaan. Petani Kabupaten Bandung aktif sehingga angka laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung sebesar 4,93% mayoritas berasal dari sektor pertanian,” jelas Dadang.

Pada kegiatan ini, Kementerian Pertanian juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk wilayah Kabupaten Bandung. Diakhir sambutannya Dadang menyampaikan apresiasinya “Terima kasih Pak Menteri, bantuan benih padi dan jagung serta alsintan akan didistribusikan di wilayah Kabupaten Bandung,” tandas Dadang.

Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mengimplementasikan berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Salah satunya adalah program pompanisasi. Implementasi program strategis terlaksana berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga dukungan dari TNI.

Salah satu provinsi yang mendapat program tersebut adalah Jawa Barat. Untuk memantau pelaksanaan program tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/5/2024). Kegiatan dilaksanakan di Kantor Markas Kodam III Siliwangi.

Kegiatan diawali dengan penjelasan panel sebaran alat mesin pertanian (alsintan) di Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya dilaksanakan inspeksi bantuan alsintan, penyerahan bantuan brigade alsintan secara simbolis kepada Kadistan TPH Provinsi Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi, serta pelepasan bantuan brigade alsintan untuk kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Mentan mengapresiasi kinerja insan pertanian di Provinsi Jawa Barat. "Saya apresiasi kinerja pertanian di Provinsi Jawa Barat. Jika target peningkatan produksi beras 1,5 juta ton di Jawa Barat tercapai, ini luar biasa, karena Jawa Barat mampu menyelesaikan 30-40 persen masalah impor, di mana impor beras kita tercatat 3 juta,” tutur Amran.

Mentan menegaskan bahwa ia menaruh harapan besar kepada tiga provinsi di Pulau Jawa. Ketiganya adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang menurut Mentan akan menjadi solusi cepat menyelesaikan krisis pangan di seluruh belahan bumi. Hal ini dapat membuat Indonesia surplus beras dan menghentikan kran impor beras.

Baca juga: Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

“Mari kita semua bergandengan tangan semua menyelesaikan masalah pangan. Pangan menjadi masalah bersama. Tidak ada pangan, maka tidak ada kehidupan, tidak ada peradaban dan tidak ada negara,” tegas Amran.

Amran menjelaskan bahwa ada tiga hal yang saat ini sedang digerakkan untuk solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional di wilayah Jawa Barat. Hal itu adalah pompa eksisting harus dipasang 4.100 buah, alat mesin pertanian dan pompa sebanyak 10.000. Menurut Mentan, akan datang 2.700 pompa, selanjutnya 2.300 dan berikutnya 5.000 unit, tergantung kecepatan daerah masing-masing memasang pompa.

Di sisi lain, terkait dengan pupuk bersubsidi, Mentan kembali mengingatkan jika presiden sudah menyetujui menaikkan kuota pupuk bersubsidi dua kali lipat. "Dari yang semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Karena itu, jangan mempersulit petani, karena sama dengan mempersulit pangan dan negara," tegasnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, air merupakan elemen pendukung strategis bagi pertanian. Tanpa aliran air yang baik dan cukup, Dedi pesimis pertanian akan berkembang baik. Oleh karenanya, dalam rangka memperlancar aliran air bagi pertanian, Kementan menggulirkan program pompanisasi.

“Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi, yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi," terang Dedi.

Sekadar informasi, kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 2.000 tamu undangan. Hadir di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, ⁠Pangdam III Siliwangi, Wakapolda Jabar, Irjen Kementan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Anggota Komite II DPD-RI, Bupati Bandung, Asisten Khusus Menhan bidang Pangan dan merangkap TAM bidang Pompanisasi, Aster Panglima TNI, Kogabwilhan II, Waaster Kasad, Satgas Pangan, Tenaga Ahli Mentan, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pupuk Indonesia (Persero), para Direktur Eselon II Kementan, Pimpinan Wilayah Bulog Jabar, Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jabar, para Babinsa, Babinkamtibmas, Petani, Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian.

Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sektor pertanian mulai menarik minat generasi muda. Hal ini terlihat dari tinggi antusiasme siswa dan pengajar SMPN 18 Kota Bekasi saat mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Selasa (30/4/2024).

Sebanyak 300 peserta didik dan pengajar hadir untuk mempelajari ilmu pertanian disalah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian itu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda merupakan harapan untuk masa depan pertanian Indonesia. Oleh karena itu, Mentan Amran menekankan pentingnya minat pertanian harus dipupuk sedini mungkin demi keberlanjutan pertanian Indonesia.

“Regenerasi ini penting untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia. Generasi muda sangat berperan penting untuk terjun ke sektor pertanian secara langsung sebagai penerus petani-petani yang sudah berusia lanjut,” ujar Amran.

Penegasan serupa disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

"Masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, kita akan terus berupaya untuk menghadirkan banyak petani milenial yang dapat mengangkat serta memajukan sektor pertanian. Regenerasi petani adalah salah satu fokus Kementan," tuturnya.

Baca juga: Terapkan Teknologi, Kementan Komitmen Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

Dalam kunjungannya di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 300 orang pengajar dan peserta didik disambut oleh Ridwan Wardiana selaku Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan yang mewakili Kepala BBPP Lembang.

Mereka lalu dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempelajari topik-topik pertanian modern. Para siswa kemudian diberikan materi klasikal mengenai hidroponik dan pupuk organik.

Selain di dalam kelas, mereka juga berkesempatan untuk berkenalan dengan fasilitas yang ada di BBPP Lembang. Diantara yang mereka kunjungi adalah instalasi hidroponik dan aeroponik.

Mereka mempraktikkan pembuatan instalasi hidroponik deep flow technique (DFT) dipandu oleh petugas lapangan BBPP Lembang. Sementara itu kelompok lain yang mempelajari pupuk organik mempraktikkan pembuatan pupuk kandang dari kotoran sapi.

Wakil Kepala SMPN 18 Kota Bekasi Bidang Kurikulum, Erna Winianingsih, menyatakan harapannya agar para murid mendalami ilmu yang dapat mereka terapkan dari BBPP Lembang.

“Pembelajaran di sini bagi anak-anak lebih berkesan. Kita tidak tahu 10 tahun sampai 15 tahun ke depan mungkin diantara anak-anak kami ada yang akan menjadi petani dengan ilmu yang diperoleh dari BBPP Lembang,” terang Erna.(***)