17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Terapkan Teknologi, Kementan Komitmen Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus-menerus berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di setiap kesempatan menyampaikan pentingnya peran SDM pertanian menggerakkan pembangunan pertanian di Indonesia.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi meminta seluruh insan pertanian baik petani, petani milenial, kelompok tani, kelompok wanita tani, gapoktan, penyuluh, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya, bergerak aktif berkontribusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia yang berkelanjutan.

Lima puluh orang anggota Gapoktan Rezky Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang mengunjungi BBPP Lembang, Kamis (3/5/2024).

Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen dan Widyaiswara BBPP Lembang.
Widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan, yang memberikan materi pembibitan kentang G0 secara hidroponik sistem aeroponik.

Hendra yang juga pelaku pembibitan kentang sistem aeroponik, membagikan pengalamannya bertani kentang selama ini.

Baca juga: Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

“Saya melakukan pembibitan kentang di atas lahan seluas 400m2. Ribuan tanaman kentang bisa ditanam dan menghasilkan produksi yang baik karena umbi kentang bisa dijual dengan harga Rp1.500 – Rp2.000 per knol dan ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan budidaya kentang dengan sistem aeroponik, diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman kentang di Indonesia.

Hendra menjelaskan perbedaan pembibitan kentang secara konvensional dan aeroponik, salah satunya dengan aeroponik umbi siap panen pada usia 96 hari, berbeda dengan metode konvensional yang membutuhkan waktu lebih lama 120 hari baru bisa dipanen.

Peserta bergerak menuju screen house aeroponik kentang di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Hendra menjelaskan proses pembibitan kentang, diawali dari planlet kentang hasil teknologi kultur jaringan di Laboratorium Kultur Jaringan BBPP Lembang.

“Kunci budidaya secara hidroponik harus memperhatikan kualitas air, tidak boleh mengandung unsur logam dan pH harus normal nilainya 5,6 – 6 serta melakukan pengecekan nutrisi secara rutin. Karena itu untuk pembudidaya hidroponik wajib memiliki peralatan pH dan TDS meter,” katanya.

Perwakilan peserta, Siyono, mengatakan “Kami bersyukur sekali telah memperoleh ilmu tentang budidaya tanaman kentang secara aeroponik. Ini belum pernah kami peroleh sebelumnya dan sangat menarik bagi kami belajar tentang aeroponik dan bisa dipahami dengan baik. Akan kami coba terapkan di gapoktan kami nantinya.(***)

Peran Penting P4S, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian di Perdesaan

TANIINDONESIA.COM//BANJAR - Peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) penting dalam meningkatkan peran aktif pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan.

Sebagai upaya pembinaan dan memastikan fungsi P4S sebagai pusat pembangunan pertanian di pedesaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sindang Bagja Kota Banjar, Sabtu (27/4/2024).

Dalam kegiatan itu, Dedi juga melakukan pertemuan di Aula Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar, yang dihadiri Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan.

Hadir mendampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Desa Sinartanjung, KWT Sinartanjung, Ketua dan anggota Forum Komunikasi P4S Kota Banjar, dan penyuluh pertanian Kecamatan Pataruman.

P4S Sindang Bagja adalah salah satu P4S binaan BBPP Lembang, bergerak di budidaya tanaman padi dan pepaya varietas california serta menerapkan pertanian organik.

P4S yang berada pada klasifikasi pratama ini juga konsisten membantu upaya peningkatan SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan dan permagangan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa sektor pertanian harus menguntungkan, karena itu harus menerapkan agribisnis.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

“Pertanian harus menghasilkan uang. Dalam ilmu ekonomi, yang mengendalikan harga hanya dua, pasokan dan permintaan dan yang bisa dilakukan mensiasati harga tersebut melakukan riset pasar/market intelligent. Pastikan permintaan terhadap komoditi yang kita tanam itu tinggi sehingga saat panen harga juga bagus. Jangan mengandalkan pengepul/tengkulak untuk memasarkan komoditas kita,” tutur Dedi.

“Selain itu, produktivitas tanaman juga harus kita genjot. Caranya menekan ongkos produksi, kurangi penggunaan pupuk kimia, kombinasikan dengan pupuk kompos, gunakan biocontrol, pestisida nabati, dan PGPR,” imbuhnya.

Dedi juga mengapresiasi P4S SIndang Bagja yang menerapkan pertanian organik.

Ia pun meminta petani untuk bisa melakukan contract farming dengan offtaker. Contract farming akan bisa memastikan pasokan yang bisa di-supply dan harga akan menguntungkan petani.

“Saya juga meminta pengelola P4S didampingi penyuluh pertanian untuk membangun koperasi petani," katanya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan pemerintah untuk P4S Sindang Bagja berupa sarana penunjang pemanfaatan IT yaitu laptop, printer dan speaker.

Ketua P4S Sindang Bagja, Sarwan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah yang diperoleh P4S.

“Alhamdulilah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mendukung aktivitas permagangan yang kami jalankan. Kami akan terus berupaya mendorong peningkatan kompetensi masyarakat di wilayah kami untuk melakukan agribisnis yang menguntungkan,” ujarnya.

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi darurat pangan. Salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, di kelas Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Sabtu (27/04/2024), di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Pelatihan dilaksanakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2024, diikuti oleh 30 penyuluh pertanian dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, dan Maluku.

Pelatihan digelar guna meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian. Selain mendapat materi dari kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang, para peserta juga akan melakukan praktik lapangan dengan bimbingan widyaiswara BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pengembangan SDM dalam pembangunan pertanian Indonesia adalah hal yang penting untuk dilakukan.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

"Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya. Siapa itu SDM pertanian, ya penyuluh, petani, Poktan, Gapoktan, dan masih banyak lagi," sebut Dedi.

Baca juga: Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan penyuluh adalah pendamping bagi para petani. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani dalam aktivitas pertaniannya.

Siti Munifah menjelaskan, penyuluh pertanian harus bersinergi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) demi mencapai kesuksesan dalam program-program Kementan.

Selain itu penyuluh juga harus dapat mendorong terus petani muda di desa-desa di seluruh Indonesia.

"Penyuluh pertanian harus bisa memotivasi para petani milenial di desa yang lebih mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alsintan demi mendapatkan hasil yang maksimal," tegas Siti Munifah.

Siti Munifah menambahkan, setidaknya ada tiga strategi yang sedang digenjot oleh Kementan. Di antaranya giat menjalankan Pompanisasi, Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa dan Mekanisasi Pertanian, dan Perluasan Area Tanam (PAT) Padi Gogo di Lahan Perkebunan di berbagai daerah. (YKO/AFR)

Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang Kementerian Pertanian, Bambang Sudarmanto, memberikan dukungan untuk peningkatan hasil produk pertanian unggul di Sleman.

Hal tersebut disampaikan saat hadiri pengukuhan penyelenggaraan Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Bazar Produk Kelompok Wanita Tani (KWT), di Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah VIII Prambanan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini digelar untuk mempertemukan para pelaku usaha pertanian, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan hasil produk pertanian setempat. Karena di ajang yang sama juga digelar bazar produk kelompok wanita tani (KWT).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika digarap dengan serius. Karena, pertanian menghasilkan pangan yang dibutuhkan semua orang.

Oleh sebab itu, Mentan Amran mengajak insan pertanian untuk memaksimalkan semua potensi yang ada agar ketahanan pangan terjaga.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan mindset tentang pertanian sudah berubah.
"Dahulu pertanian identik dengan kotor. Tapi sekarang tidak. Karena pertanian pun sudah maju dan digarap dengan teknologi. Selain itu sektor pertanian yang ada di hulu hingga hilir bisa dimanfaatkan," katanya.

Baca juga: Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

Untuk itu, Dedi tak segan mengajak anak-anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Karena banyak yang bisa digarap dan ini menguntungkan. Pendekatannya pun bisa dilakukan secara digital seperti yang biasa dilakukan anak-anak muda," tuturnya.

Sedangkan Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, berharap melalui kegiatan ini para petani semakin termotivasi. Ia juga berharap di antara mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di wilayah Bumi Sembada.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman diketahui telah menetapkan pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas utama di daerahnya, karena sudah ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang senantiasa mendukung arus perdagangan, termasuk perputaran ekonomi.

“Komitmen dari Pemda Sleman dalam memajukan pembangunan pertanian di wilayahnya memang tidak diragukan. Kami sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian tentunya sangat siap untuk berkolaborasi untuk terus membuat terobosan-terobosan inovasi maupun memperkuat kelembagaan petani seperti Forkom yang dikukuhkan hari ini," ucap Bambang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan Forkom Gapoktan dan Bazar produk KWT. Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani untuk saling berkolaborasi meningkatkan produksi hasil pertanian di Sleman.

Lebih lanjut, Kustini juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong setiap aktifitas dan memberikan motivasi para petani untuk dapat memajukan pertanian sebagai sektor penting dan andalan dalam menopang perekonomian nasional maupun daerah.

"Saya berharap agar Forum Komunikasi Gapoktan dan KWT berkolaborasi dan berkoordinasi agar dapat saling melengkapi dalam menjalankan berbagai program kegiatan untuk memajukan pertanian Sleman sehingga petani semakin sejahtera," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kustini juga mendorong Forum Komunikasi Gapoktan dan Bazar KWT bersama - sama berupaya untuk terus meningkatkan hasil produk - produk pertanian dengan kualitas yang unggul. Selain bazar produk KWT, dalam kesempatan yang sama juga dikukuhkan 9 (sembilan) pengurus Organisasi Perkumpulan Petani Organik.

Pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman yang ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan. Kemudian, Bupati Sleman beserta jajarannya juga berkesempatan melakukan panen buah semangka yang berada di kawasan Kantor BP4 Wilayah VIII Prambanan.

Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi SDM, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar In House Training (IHT) penulisan buku referensi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, insan pertanian harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan segala hal.

Sebab, sambung Mentan, pengembangan pertanian tidak hanya sebatas tanam dan panen. Pengetahuan dan ilmu seputar pertanian pun terus berkembang. Pertanian juga tidak luput dari kemajuan teknologi.

Oleh karena itu, Mentan meminta insan pertanian menguasai perkembangan yang ada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memperkuat pernyataan tersebut.

"Kita di BPPSDMP selalu meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan insan pertanian. Karena pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Pertanian pun sudah tersentuh digital. Makanya SDM yang harus terus mengasah kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pertanian," katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

Wakil Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Sujono, yang mewakili Direktur saat membuka kegiatan, mengatakan kegiatan IHT ditujukkan agar dosen maupun pegawai jabatan fungsional lainnya sebagai bagian dari civitas akademika untuk dapat menghasilkan literasi yang berkualitas.

“Kami berharap semua peserta ini dapat menghasilkan output berupa buku sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tidak harus individu, penyusunan buku dapat dilakukan dengan rekan yang memiliki keilmuan yang serumpun,” ujar Sujono.

Hadir sebagai pemateri yaitu Wing Wahyu Winarno dan Endang Hariningsih, akademisi sekaligus penulis aktif dengan beberapa karya buku dan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan.

Wing secara rinci menjelaskan tahapan penulisan buku dan keuntungan menulis buku.

“Yang pertama harus dilakukan yaitu menentukan target berupa jenis buku, topik dan pasarnya. Selanjutnya pilih metode publikasi. Baru saudara kumpulkan bahan, desain cover dengan menarik dan publikasikan lewat penerbit,” terangnya.

Wing juga menekankan bahwa selain sebagai warisan saat kita sudah tiada, menulis buku juga dapat memberikan keuntungan materi.

“Misal buku harga Rp 100.000 dengan royalti 10% per buku, maka jika dicetak 1000 eksemplar bisa dapat Rp 10.000.000. Dibayarkan saat terbit 25%, sisanya disampaikan per semester sesuai dengan buku terjual,” ujarnya.

Sementara Endah pada kesempatan selanjutnya lebih menjelaskan mengenai langkah-langkah untuk berhasil mempublikasikan karya ke jurnal bereputasi dan pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi.

“Langkah pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi antara lain dengan memasukkan perintah atau kata kunci, ChatGPT kemudian akan menampilkan beberapa pilihan alternative, ketik kerangka umum penulisan buku, kemudian chat perintah: tolong buatkan outline untuk buku referensi dengan tema tertentu, lalu berikan perintah lanjutan untuk mengembangkan paragraf untuk mengisi pendahuluan dengan sub judul. Untuk melengkapi dengan referensi, copy paragraf ke typeset.io,” terang Endah.

Di akhir pelatihan, Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, berpesan agar setelah pelatihan, peserta segera membuat draft buku untuk dipublikasikan.

“Kami targetkan kurang lebih 1 bulan untuk bapak ibu menyusun draft buku dengan harapan kemudian dapat dipublikasikan dengan nomor ISBN. Sementara kita akan bekerjasama dengan penerbit luar yang sudah memegang sertifikat ISBN,” pesannya.

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dalam upaya mencapai target swasembada, khususnya padi dan jagung, Kementerian Pertanian, (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Peningkatan kompetensi penyuluh pertanian juga dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang menyelenggarakan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli selama 21 hari, 23 April-13 Mei 2024.

Sejumlah 30 orang penyuluh dari lima provinsi yang termasuk wilayah kerja BBPP Lembang diundang menjadi peserta pelatihan. Yaitu dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten dan Maluku.

Baca juga: Kementan Siap Gelar TOT `Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’

Dalam berbagai kesempatan,Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya SDM pertanian dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan.

“Peran penyuluh bagi petani sangatlah penting, sebagai upaya mencapai peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional, utamanya padi dan jagung,” tegas Dedi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga mampu mendampingi mitra kerja petani lebih optimal.

Materi-materi tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok dasar, inti dan penunjang. Tujuan akhir yang diharapkan setelah selesai pelatihan adalah agar para peserta dapat memberikan pendampingan yang profesional, amanah, kreatif, proaktif dan responsif ketika melaksanakan tugasnya.

Para peserta tidak hanya mendapatkan teori klasikal dalam pelatihannya, namun juga praktik lapangan ketika berhadapan langsung dengan petani di lapangan.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre-test untuk mendapatkan gambaran awal pemahaman peserta terhadap materi pelatihan dan post-test untuk mengukur tingkat penguasaan materi peserta setelah materi selesai disampaikan. Peserta dengan hasil post test di bawah batas minimal nilai, dilakukan remedial.

Baca juga: Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

Selama pelatihan dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mengukur kualitas proses pelaksanaan pelatihan, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap peserta pelatihan.

Selain materi di dalam kelas dan di lapangan, para penyuluh pertanian juga diharapkan dapat menumbuhkan minat dan memotivasi para petani. Hal ini disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat pembukaan pelatihan Selasa (23/4/2024).

“Tujuan pelatihan yang awalnya hanya mempersiapkan kompetensi dan membentuk karakter positif, diharapkan dapat membuahkan motivasi dan dorongan pada para petani dan kelompok tani sehingga produksi dan produktivitas dalam kegiatan pertaniannya meningkat,” tandasnya.

Ajat juga menambahkan harapannya agar sepulang dari kegiatan pelatihan di BBPP Lembang, penyuluh pertanian dapat memberikan pendampingan yang maksimal kepada petani.(***)

Kementan Siap Gelar TOT `Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian siap menggelar Training of Trainers (TOT) bertajuk ‘Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’ bagi Widyaiswara, Dosen, Guru, Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada 2-4 Mei 2024 mendatang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan, serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi gogo. Hal ini dilakukan melalui Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan, sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok maupun yang akan datang adalah pertanian dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujarnya.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, dalam Konferensi Pers TOT Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional mengatakan, padi merupakan salah satu komoditas yang strategis. Tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas ini harus diantisipasi dengan mengenjot produksi dalam mencukupi kebutuhan dalam negeri

“Kunci dalam Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional adalah meningkatkan produksi karenanya, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang,” sebut Dedi saat Konferensi Pers secara online menjelang pelaksanaan ToT, Selasa (23/4/24) di Jakarta.

Baca juga: Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

Dedi juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian selama ini telah menerapkan pendekatan yang holistik dalam mendukung budidaya padi termasuk jagung.

“Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan,” katanya.

Dedi pun berharap, melalui kegiatan TOT ini dapat saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pelatihan pertanian, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari 2 - 4 Mei 2024 ini, akan digelar secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Kantor KORAMIL di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini akan diikuti 120.641 peserta yang terdiri dari 187 widyaiswara, 262 dosen, 70 guru UPT Pendidikan Pertanian, 24.607 penyuluh pertanian PNS, 12.480 penyuluh pertanian PPPK, 1.385 penyuluh pertanian THL Pusat, 8.775 penyuluh pertanian THL Daerah, serta 72.875 Bintara Pembina Desa (BABINSA).

Dari jumlah tersebut, 100 peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka yang terdiri atas 12 widyaiswara, 4 guru, 64 penyuluh pertanian, 16 babinsa, dan 4 dosen.(***)

Percepat Akselerasi Perluasan Areal Tanam di Kabupaten Bandung melalui Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Dalam rangka mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) padi serta antisipasi darurat pangan di Kabupaten Bandung, dilaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan kegiatan Pompanisasi, Jumat (19/4/2024) di Gedung Oryza Sativa Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Rapat dihadiri Kepala BBPP Lembang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran dan Kodim 0624 Kabupaten Bandung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pompanisasi sebagai solusi cepat dan tepat dalam mengatasi masalah pertanian, utamanya mengairi sawah kering yang terdampak fenomena El Nino.

“Pompa ini solusi cepat untuk menangani El Nino, karena pompa ini membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal,” ungkap Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa penanaman yang tepat waktu dan pemilihan varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, menjadi strategi jitu meningkatkan produksi pangan.

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Mentan Tancap Gas Cetak Sawah 500 ribu Ha di Merauke

Pada rapat koordinasi, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika memberikan paparan tentang Upaya Peningkatan Areal Tanam Padi melalui Akselerasi Kegiatan Pompanisasi pada Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Bandung.

“Beberapa hal perlu kita lakukan yaitu pemahaman yang sama tentang Program PAT, pompanisasi dan padi gogo untuk stakeholder terkait dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi diantara penanggung jawab di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Kodim 0624 Kabupaten Bandung”, kata Ajat.

Pada rakor ini dilakukan kesepakatan dan tindak lanjut target dan realisasi PAT dan pompanisasi di Kabupaten Bandung dan mekanisme pelaporan di aplikasi monitoring yang disiapkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian. (yoko/che)

Kadis Pertanian Kabupaten Bandung Apresiasi Upaya Kementan Tambah Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus membantu dan mendukung petani meningkatkan produksi pangan. Beragam bantuan telah diberikan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada para petani di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satu bantuan tersebut berupa penambahan alokasi pupuk bersubsidi menyambut musim panen tahun 2024.

"Alhamdulillah, hari ini petani Indonesia merasakan kebahagiaan karena pupuk sudah sampai di titik distribusi, dengan penambahan pupuk sebesar 100%, dengan nilai anggaran mencapai Rp28 triliun. Kami telah memastikan pengiriman surat sudah sampai ke Gubernur dan Bupati, hingga Kadis Kabupaten," terang Mentan Amran ketika mengunjungi Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsah memberi apresiasi atas tambahan kuota pupuk bersubsidi. Secara keseluruhan Kementerian Pertanian telah mengalokasikan sejumlah 634.990 ton untuk Provinsi Jawa Barat untuk Tahun Anggaran 2024. Kabupaten Bandung sendiri menerima penambahan pupuk urea sebesar 10.854,4 ton dan pupuk NPK sejumlah 12.349,56 ton. Secara total Kabupaten Bandung menerima pupuk bersubsidi sejumlah 26.140 ton Urea dan 23.207 ton untuk pupuk NPK setelah diberikan penambahan.

Ketika ditemui untuk memberikan keterangan, Ningning memberikan keterangan lebih lanjut bahwa selanjutnya pupuk bersubsidi ini akan dialirkan ke petani dengan berbagai komoditas. Diantara komoditas pangan yang dijadikan andalan di Kabupaten Bandung adalah Padi, Kedelai, dan Jagung. Sementara itu di tanaman hortikultura Kabupaten Bandung mengandalkan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabai Merah. "Harapan kami kebutuhan pupuk di lapangan dapat terpenuhi dengan adanya tambahan alokasi pupuk," tegas Ningning.

Dengan adanya tambahan pupuk bersubsidi ini Dinas Pertanian Kabupaten Bandung juga mengharapkan adanya peningkatan produktivitas petani di lapangan. Diharapkannya juga dengan adanya berbagai program-program dari Kementerian Pertanian seperti penambahan pupuk bersubsidi, program pompanisasi lahan, dan modernisasi alat mesin pertanian dapat membantu para petani untuk meraih hasil yang maksimal. (YKO/AFR)

Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Komitmen Kementerian Pertanian dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk memajukan pertanian Indonesia ditunjukkan dalam berbagai bentuk peningkatan kompetensi. Tidak terkecuali bagi widyaiswara yang menjadi pengajar dalam pelatihan di balai-balai pelatihannya, Kementerian Pertanian mendorong terus peningkatan kompetensi dan inovasi di bidang pertanian melalui riset dan seminar di balai-balainya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai sektor pertanian akan lebih optimal jika dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan inovasi. Sejalan dengan semangat itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa transformasi pertanian menjadi suatu keharusan dalam peningkatan produksi pertanian. Semangat itu ditunjukkan dalam berbagai kegiatan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang termasuk dalam kegiatan Kajian Widyaiswara.

Kajian Widyaiswara atau kajiwidya merupakan kegiatan wajib bagi para Widyaiswara. Sebagaimana diamanatkan oleh PERMENPAN RB Nomor 22 Tahun 2014, setiap widyaiswara memiliki kewajiban untuk menunaikan kajiwidya demi meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesi widyaiswara. Di BBPP Lembang para widyaiswara melakukan kajiwidya untuk mengamalkan hal tersebut dan juga meningkatkan keilmuan dalam bidang pertanian.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Pertanian, Pustaka Kementan Sosialisasikan Layanan Perpustakaan

Telah dilaksanakan kajiwidya dengan tajuk kajian Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Kemasan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Produk Hortikultura: Studi Kasus pada Brokoli (Brassica Olarecea L.var Italica) dan Tomat Beef (Lycopersicum esculetum Mili) pada Kamis (04/04) lalu. Kajiwidya dilakukan demi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia tenaga pendidik di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Disajikan dalam bentuk seminar riset, kaji widya kali ini mempersembahkan hasil penelitian tim widyaiswara BBPP Lembang yang terdiri dari 6 orang terhadap Brokoli dan Tomat Beef. Tim sendiri terdiri dari Ir. Elvina Herdiani, SP., MP., Dewi Padmisari S.SP., M.Sc., Sani Hanifah, S.P., M.P., Rosros Rosdiantini, S.P., M.Sc., Riyadi Pratiwa Sutardjo, S.Pt., M.P., dan Estu Hariyani S.TP., M.p., Penelitian telah dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan menunjukkan perbedaan pada brokoli dan tomat beef yang diberikan perlakukan penyimpanan yang berbeda-beda.

Diantara hasil penelitian melihat perbedaan warna, ukuran, dan hasil yang ditunjukkan pada presentasi. Perlakuan yang diberikan pada kedua varietas tanaman hortikultura tersebut diantaranya adalah pada Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Pengemasan. Setelah tim widyaiswara mempresentasikan hasil temuan, dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi untuk lebih lanjut mengembangkan potensi penelitian dengan widyaiswara BBPP Lembang lainnya.

Sebagai pembimbing dari akademisi, dihadirkan juga dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran Asri Widyasanti, M.Eng. Menurut Asri, penelitian yang dilakukan sangat bagus dan dapat dilanjutkan baik oleh widyaiswara lain maupun oleh mahasiswa dan akademisi di tingkat kampus. (YKO/AFR)