17 Juni 2026

Mentan Amran Penuhi Aspirasi Ratusan Petani Papua, Tambah Cetak Sawah dan Benih Komoditas Unggulan

0
IMG-20260616-WA0014

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memenuhi berbagai aspirasi yang disampaikan ratusan petani Papua bersama kepala daerah dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (11/6/2026). Berbagai usulan yang disampaikan, mulai dari tambahan cetak sawah hingga pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa, pala, kakao, dan kopi, langsung mendapat respons dan dukungan dari pemerintah sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Forum yang dihadiri ratusan petani, penyuluh, tokoh masyarakat, gubernur, dan bupati dari berbagai wilayah Papua tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi pembangunan pertanian secara langsung kepada pemerintah pusat. Sejumlah kebutuhan yang selama ini menjadi harapan masyarakat mendapat persetujuan langsung dari Mentan Amran, mulai dari perluasan areal tanam hingga pengembangan komoditas perkebunan unggulan daerah.

Mentan Amran menegaskan bahwa Papua memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar sektor pertanian Papua berkembang lebih cepat dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin Papua mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Mau padi, sagu, ubi maupun komoditas lainnya, semuanya tersedia dan berkembang di Papua sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Salah satu aspirasi yang mendapat respons langsung berasal dari Kabupaten Sarmi. Pemerintah daerah setempat mengusulkan tambahan pengembangan kelapa untuk mendukung potensi perkebunan rakyat yang terus berkembang. Menanggapi usulan tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui tambahan pengembangan kelapa seluas 250 hektare.

Dukungan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Fakfak yang dikenal sebagai salah satu sentra pala nasional. Untuk memperkuat posisi Fakfak sebagai daerah penghasil pala, Mentan Amran menyetujui tambahan pengembangan pala seluas 500 hektare. Selain itu, Kementerian Pertanian juga memberikan tambahan pengembangan kelapa seluas 100 hektare guna mendukung kebutuhan masyarakat pesisir dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Kementan Bekali Mahasiswa dengan Teknologi Drone untuk Dukung Pertanian Presisi

Mentan Amran mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong pengembangan komoditas unggulan yang telah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Papua. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang harus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

“Kita ingin potensi yang dimiliki Papua berkembang maksimal. Karena itu, komoditas unggulan yang sudah menjadi kekuatan daerah harus terus diperkuat agar memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Selain pengembangan komoditas perkebunan, pemerintah juga terus memperluas program cetak sawah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, total pengembangan cetak sawah di Papua telah mencapai sekitar 80 ribu hektare dalam dua tahun terakhir dan menjadi salah satu program terbesar pembangunan pertanian di kawasan timur Indonesia.

Untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di Papua, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun selama periode 2025-2026. Dukungan tersebut mencakup program cetak sawah, pengembangan komoditas unggulan, bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, penyediaan benih, serta berbagai sarana produksi lainnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua akan tetap mengedepankan potensi dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama turun-temurun. Karena itu, selain padi, pemerintah juga terus memperkuat pengembangan sagu, ubi jalar, singkong, kopi, kakao, pala, dan kelapa sebagai komoditas unggulan Papua.

“Kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian Papua. Kita ingin seluruh potensi yang dimiliki Papua berkembang secara optimal sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan petani, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Hampir seluruh usulan prioritas yang disampaikan hari ini kami respons dan tindak lanjuti. Jika pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan hasil yang nyata, tentu dukungannya akan terus ditingkatkan. Yang terpenting, kita bergerak bersama membangun Papua yang maju, mandiri, dan berdaulat pangan,” tutup Mentan Amran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *