8 Juni 2026

Mentan Amran

Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen

TANIINDONESIA.COM, Makassar — Kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (3/6/2026), tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan tentang peran perguruan tinggi dalam menjaga swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Forum tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat dan persoalan yang masih dihadapi petani di lapangan.

Dalam sesi dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif, sejumlah mahasiswa dan dosen menyampaikan beragam persoalan, mulai dari distribusi pupuk subsidi, akses petani terhadap sarana produksi, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat pertanian di daerah.

Seorang mahasiswi asal Bone menyampaikan keluhan warga terkait harga pupuk subsidi yang dinilai tidak sesuai ketentuan serta keterlambatan ketersediaan pupuk di wilayahnya. Persoalan pupuk juga dikeluhkan mahasiswa dari Enrekang yang orang tuanya petani. Ia mengungkapkan harga pupuk yang mahal untuk bawang merah.

“Di desa saya, pupuk subsidi Rp115 ribu per sak dengan tambahan transportasi. Kesediaan pupuk juga sering terlambat,” curhat mahasiswa bernama Ika asal Bone.

Menanggapi hal itu, Mentan Amran menegaskan tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dari hak petani. Ia langsung menginstruksikan Pupuk Indonesia untuk segera melakukan peninjauan dan tindakan tegas.

“Kasih namanya pengecernya. Pupuk Indonesia turun ke sana, begitu benar terbukti melanggar, langsung cabut izinnya. Kita tindak tegas. Hak petani harus kita jaga,” tegas Mentan Amran.

Selain itu, seorang mahasiswa asal Mamasa, Sulawesi Barat menceritakan perjuangan usaha singkongnya yang masih menghadapi kerugian. Perjuangan juga diceritakan seorang dosen UNM yang membagikan pengalamannya pernah mengalami kerugian lebih dari Rp100 juta akibat gagal dalam usaha budidaya bawang merah.

Alih-alih menyarankan untuk berhenti, Mentan Amran justru mendorong agar pengalaman tersebut dijadikan pelajaran untuk bangkit dan mencoba kembali. Menurutnya, keberhasilan sering kali lahir dari proses panjang yang tidak lepas dari kegagalan.

“Kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Banyak orang berhasil karena mau bangkit setelah jatuh. Yang penting terus belajar dan memperbaiki cara,” ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Siap Hadapi Tantangan Global

Sebagai bentuk dukungan, Mentan Amran memberikan tips berwirausaha bagi mahasiswa dan bahkan langsung menghubungi jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk membantu dan mengawal pengembangan budidaya bawang merah yang akan kembali dilakukan dosen tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, seorang dosen lainnya juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kualitas beras bantuan yang diterima warga. Mendengar hal itu, Mentan Amran meminta persoalan tersebut segera ditelusuri agar masyarakat mendapatkan bantuan pangan yang layak.

Bagi Mentan Amran, dialog seperti ini penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya di lapangan.

Karena itu, ia mengajak kampus untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang mampu menjawab persoalan nyata di sektor pertanian.

“Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Inovasi yang lahir dari kampus harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan petani,” katanya.

Dalam kuliah umum tersebut, Mentan Amran juga memaparkan berbagai capaian sektor pertanian nasional yang menjadi fondasi swasembada pangan berkelanjutan. Di antaranya stok beras nasional yang mencapai lebih dari 5,3 juta ton, peningkatan kesejahteraan petani, kemudahan akses pupuk bersubsidi, hingga peningkatan ekspor komoditas pertanian bernilai tambah.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, swasembada pangan yang telah diraih harus terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Ini adalah kerja bersama. Swasembada pangan yang kita capai hari ini harus dijaga agar terus berkelanjutan dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya.(*)

Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tuban — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keberlangsungan sebuah negara. Di tengah dunia yang menghadapi krisis pangan dan energi, Indonesia justru menunjukkan capaian positif dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan menguatnya swasembada.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok tidak bagus,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional, khususnya tim pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

“Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat dipimpin Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan, Bulog, Agrinas, semuanya, dan didukung Panglima TNI serta Kapolri dan jajarannya,” ucapnya.

Presiden Prabowo bahkan secara khusus memuji percepatan capaian swasembada pangan nasional yang dinilainya melampaui target pemerintah. “Di sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus, kita akui bagus. Kalau baik kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasi baik berarti pemimpinnya baik. Menteri Pertanian saya kasih target 4 tahun (swasembada pangan), ternyata satu tahun bisa,” ujar Presiden disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan sektor pangan menjadi sangat strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut banyak negara kini menghadapi tekanan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman pangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi, inovasi, dan hilirisasi pertanian.

Selain itu, Presiden Prabowo menilai keberhasilan menjaga pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, penyuluh, hingga petani dan kelompok tani di lapangan.

“Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan semua pihak. Dari para gubernur, para bupati, camat, kepala desa, para gapoktan, dari Perum BUMN yang mendukung, Pupuk Indonesia, yang menghasilkan benih, juga semua BUMN yang mendukung, dan akhirnya TNI dan Polri di tingkat lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga: Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjiniring Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

Presiden Prabowo juga menceritakan kedekatan emosionalnya dengan petani sejak masih aktif di militer. Menurutnya, pengalaman di lapangan membuat dirinya memahami bahwa pangan adalah penentu utama keberhasilan sebuah negara.

“Para petani dan nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara. Karena itu siapa pun yang ingin negara ini kuat harus fokus pada pangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional dalam setahun terakhir mencatat lonjakan produksi di sejumlah komoditas strategis. Produksi beras nasional meningkat signifikan sebesar 34,69 juta ton di tahun 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga 5,3 juta ton, sementara produksi jagung terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan nasional. Kondisi tersebut membuat Indonesia berada pada posisi yang lebih kuat di tengah banyak negara yang masih menghadapi tekanan pangan global.

Pemerintah juga terus mempercepat berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, distribusi pupuk, penguatan benih unggul, hingga hilirisasi komoditas pangan. Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh, dan petani di seluruh Indonesia.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia kini tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai menunjukkan diri sebagai kekuatan pangan baru dunia. Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan tersebut harus terus dijaga dengan kerja keras, inovasi, dan keberpihakan penuh kepada petani sebagai garda terdepan ketahanan nasional.(*)

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Gudang Bulog Penuh, Stok 5,3 Juta Ton

TANIINDONESIA.COM, Surabaya, -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan melimpah. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri kegiatan Dialog Swasembada Pangan di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan awak media, jajaran Bulog, akademisi, dan para pelaku pangan, Mentan Amran menekankan bahwa berbagai kebijakan penyederhanaan regulasi yang dilakukan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi petani Indonesia, khususnya dalam distribusi pupuk subsidi.

“Kebijakan pupuk, dari Menteri Pertanian ke produsen pupuk Indonesia, langsung ke petani. Itu hanya tiga langkah, dulu 145 regulasi yang mengatur. Nah ini satu saja, itu membahagiakan petani seluruh Indonesia,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan, keberpihakan pemerintah kepada petani memang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Namun ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan ketahanan pangan nasional.

“Yang tidak bahagia aku ngerti, kan pasti ada yang tidak senang. Saat Republik ini merdeka, ada yang berpihak pada Belanda, benar nggak? Mafia itu,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyoroti berbagai keraguan terhadap data stok pangan nasional. Ia memastikan bahwa kondisi gudang Bulog yang penuh menjadi bukti nyata keberhasilan peningkatan produksi dan serapan gabah petani.

Baca Juga: Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

“Kalau ada yang mengatakan ini diragukan stok yang ada sekarang, ini sewa gudang nih sekarang nih. Ini gudang yang kita lihat ini disewa, kenapa? Sudah full,” katanya.

Mentan menjelaskan kapasitas gudang Bulog lebih dari 3 juta ton, sementara stok nasional telah mencapai sekitar 5 juta ton sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.

“Kapasitas gudang lebih dari 3 juta ton, sekarang 5,3 juta ton, sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, Kepala gudang itu dipenjara tuh, langsung masuk,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kondisi pangan Indonesia kini justru menarik perhatian negara lain. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggandeng secara langsung perwakilan dari negara tetangga Malaysia yang menegaskan adanya permintaan beras dari Malaysia kepada Indonesia.

“Nah, ini ada saudara kita dari Malaysia. Ini minta beras 500 ribu ton.” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, beberapa tahun lalu Indonesia masih melakukan impor sejumlah komoditas pangan. Namun kini kondisi mulai berbalik seiring peningkatan produksi nasional.

“Kebetulan tadi mau ketemu, saya bilang (ke dia) ke Surabaya. Ini orangnya dulu impor beras dari Indonesia. Sekarang saudara kita minta 500 ribu ton,” katanya.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pangan nasional, mempercepat distribusi pupuk, memperkuat irigasi, serta meningkatkan serapan hasil panen petani.

Mentan juga menyoroti kondisi harga pangan dunia yang saat ini mengalami penurunan di banyak negara. Namun di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia tetap berupaya menjaga kesejahteraan petani dengan memastikan harga gabah tetap menguntungkan.

“Dan menariknya, harga pangan dunia turun. Ada 33 negara yang konsumsi beras, itu harganya turun,” ujarnya.

Kegiatan dialog di Gudang Bulog Romokalisari tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat komitmen keberlanjutan swasembada pangan nasional sekaligus memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah dinamika global.(*)

Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

TANIINDONESIA.COM, Kendari – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan senilai kurang lebih Rp10 miliar untuk mempercepat pemulihan warga dan sektor pertanian terdampak banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bantuan tersebut mencakup benih padi gratis untuk 2.000 hektare lahan, alat dan mesin pertanian, fasilitas pengering gabah (dryer), bantuan pangan, minyak goreng, hingga bantuan tunai bagi masyarakat terdampak banjir.

Mentan Amran turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Kendari bersama jajaran pemerintah daerah. Ia mengunjungi dua titik utama, yakni kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga yang terendam banjir serta kawasan permukiman bantaran Kali Wanggu yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air.

“Kami tahu laporan sejak subuh. Subuh kami telepon Ibu Wali Kota, kemudian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur bersama kami datang langsung ke lokasi. Masalah-masalah lapangan sudah kita putuskan semua, mulai pertaniannya, kemudian irigasi kami koordinasi dengan Menteri PU,” ujar Mentan Amran di Kota Kendari, Selasa (12/05/26).

Lahan pertanian yang terdampak banjir di Sultra sebanyak , 337 hektare lahan berada di kawasan Amohalo, dimana sekitar 151 hektare terendam akibat jebolnya tanggul irigasi.
Mengatasi jebolnya tanggul irigasi tersebut Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) menargetkan perbaikan saluran irigasi dapat selesai dalam satu minggu agar petani segera kembali berproduksi.

Baca Juga: Politeknik Enjinering Kementan Percepat Tanam Serempak, Bangka Selatan Siap Panen Raya

Sebagai bentuk percepatan pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan, antara lain benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten/kota terdampak, bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester, serta bantuan dryer dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani.

Selain bantuan sektor pertanian, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir. Pemerintah juga turut memberikan bantuan tunai sebesar Rp500 juta bagi warga terdampak langsung di kawasan Wanggu dan sekitarnya.

“Kami kirim beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Alat mesin pertanian, benih bibit untuk 2 ribu hektare. Mungkin kurang lebih Rp10 miliar bantuannya. Bantuan dryer juga kami siapkan,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa ia memiliki kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengaku memahami kondisi warga karena pernah merasakan situasi bencana dan memiliki ikatan dengan daerah tersebut.

“Karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya. Kami tahu daerah ini, kami sering naik motor di sini,” tuturnya.

Lebih lanjut pemerintah memastikan penanganan pascabanjir dilakukan secara terpadu agar aktivitas masyarakat dan produksi pertanian di Sulawesi Tenggara dapat segera pulih kembali.(*)

Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

TANIINDONESIA.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.

“Karena ini nanti memimpin menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” kata Mentan Amran dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia pada Rabu (6/52026).

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas generasi sejak dini. Ia menyebut pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan generasi muda.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ungkapnya.

Ia juga mendorong anak muda untuk menguatkan nasionalisme dan menjadi penerus dari program pembangunan pertanian. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk melanjutkan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: Langkah Besar Politeknik Enjiniring Pertanian! AWG Singapura Jajaki Kerja Sama Tridharma Pertanian

Mentan Amran menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting untuk mengawasi berbagai program pemerintah. Kata Mentan Amran, kritik dari berbagai pihak termasuk mahasiswa dibutuhkan, asal kritik tersebut bersifat membangun dengan berbasis informasi dan data yang aktual.

“Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan. Kami ingin menyampaikan fakta data. Negara butuh kritik konstruktif. Dulu aku janji 4 tahun swasembada, berubah 1 tahun, dan tahun ini kita sudah swasembada,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam diskusi tersebut, Mentan Amran juga menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah disiapkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai fondasi bagi generasi mendatang. Salah satunya pengembangan hilirisasi pertanian. Mentan Amran mengungkapkan bahwa potensi hilirisasi sektor pertanian, termasuk komoditas strategis seperti sawit, akan menjadi ruang besar yang kelak dikelola oleh generasi muda.

“Ini sawit untuk generasi muda nanti. 3 juta kita sewa, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih 1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka nanti,” katanya.

Mentan Amran menutup dengan penekanan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan mahasiswa hari ini. “Siapa yang mau lanjutkan, kalau bukan mahasiswa,” tutupnya.(*)

Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras berada dalam keadaan aman. Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Baca Juga: Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. Selain itu, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Mentan Amran.(*)

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)

Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan seluruh langkah antisipasif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan operasi pasar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan sejumlah pihak untuk meredam potensi gejolak harga di berbagai daerah.

Mentan Amran menyampaikan bahwa sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, menunjukkan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, Kementan dan Bapanas menyiapkan langkah cepat melalui operasi pasar.

”Kita pantau harga sayur-sayuran naik, harga cabai naik. Kami minta seluruh tim kita lakukan operasi pasar, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Mentan Amran usai pelepasan bantuan Kementan Peduli di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Terkait cabai dan bawang merah, Mentan Amran telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memperkuat distribusi, terutama mengantisipasi potensi hambatan akibat cuaca ekstrem, longsor, dan banjir yang kerap terjadi pada periode Nataru.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyoroti harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren deflasi dan relatif stabil, bahkan di periode yang biasanya menjadi “musim paceklik” seperti Oktober hingga Desember.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2025/12/12/mentan-amran-pastikan-pemulihan-lahan-pertanian-puso-ditangani-penuh-oleh-pemerintah/

“Alhamdulillah, beras selama 2–3 bulan terakhir mengalami deflasi. Ini tidak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir, terutama di periode paceklik. Mudah-mudahan hingga akhir Desember harga tetap stabil. Tapi kita tidak boleh puas dengan penurunan sekarang, kita tetap lakukan operasi pasar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa stok beras nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Stok beras saat ini tercatat berada di kisaran 3,7 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.

“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Prediksi sampai akhir tahun berada di angka 3,65–3,67 juta ton. Masalah beras Indonesia insyaallah aman,” katanya.

Dengan dukungan stok pangan yang kuat serta langkah responsif melalui operasi pasar dan penguatan distribusi, Kementan memastikan stabilitas harga tetap terjaga memasuki periode Nataru. Pemerintah berkomitmen hadir di lapangan dan bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh daerah.(***)

Mentan Amran Pastikan Pemulihan Lahan Pertanian Puso Ditangani Penuh oleh Pemerintah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan melakukan langkah cepat untuk memulihkan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat atau puso akibat bencana. Ia menegaskan bahwa penanganan ini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan).

“Lahan-lahan sudah kami data, sudah dilaporkan. Untuk kopi di Aceh yang mengalami kerusakan total, akan kami lakukan replanting. Semuanya akan kami ganti,”kata Amran saat melepas bantuan Kementan Peduli tahap 2 sebanyak 153 truk di Kanpus Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Kamis (11/12/25).

Mentan Amran menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 11 ribu hektar sawah yang masuk kategori puso. Pemerintah memastikan lahan tersebut akan segera dipulihkan melalui program cetak ulang agar produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali pulih.

“Sawah yang terdampak puso jumlahnya sekitar 11 ribu hektar. Itu semua akan kami cetak ulang, dan pemerintah yang mengerjakannya. Ini tanggung jawab Kementerian Pertanian,”kata Mentan Amran.

Baca juga: Polbangtan Kementan Gelar Pembinaan Kepemimpinan dan Disiplin ASN

Amran menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian merupakan prioritas pemerintah agar kehidupan petani kembali pulih dan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Kita akan pantau dan segera bantu. Insya Allah sektor pertanian akan kami selesaikan,”kata Mentan Amran.

Selain memastikan pemulihan lahan pertanian puso, Mentan Amran juga menyampaikan kondisi stok beras nasional yang berada pada posisi sangat aman.

“Stok kita hari ini, tanggal 11, berada di angka 3,7 juta ton. Periode ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia, dan semuanya merupakan produksi dalam negeri,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, stok beras akhir tahun tertinggi biasanya hanya berada di kisaran 2 juta ton. Namun tahun ini, proyeksi hingga 20 hari ke depan menunjukkan stok di gudang diperkirakan mencapai 3,65–3,67 juta ton.

“Ini tertinggi. Jadi untuk urusan beras, Insya Allah Republik Indonesia aman,”tukas Mentan Amran.(***)