13 Februari 2026

Mentan Amran

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)

Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan seluruh langkah antisipasif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan operasi pasar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan sejumlah pihak untuk meredam potensi gejolak harga di berbagai daerah.

Mentan Amran menyampaikan bahwa sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, menunjukkan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, Kementan dan Bapanas menyiapkan langkah cepat melalui operasi pasar.

”Kita pantau harga sayur-sayuran naik, harga cabai naik. Kami minta seluruh tim kita lakukan operasi pasar, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Mentan Amran usai pelepasan bantuan Kementan Peduli di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Terkait cabai dan bawang merah, Mentan Amran telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memperkuat distribusi, terutama mengantisipasi potensi hambatan akibat cuaca ekstrem, longsor, dan banjir yang kerap terjadi pada periode Nataru.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyoroti harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren deflasi dan relatif stabil, bahkan di periode yang biasanya menjadi “musim paceklik” seperti Oktober hingga Desember.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2025/12/12/mentan-amran-pastikan-pemulihan-lahan-pertanian-puso-ditangani-penuh-oleh-pemerintah/

“Alhamdulillah, beras selama 2–3 bulan terakhir mengalami deflasi. Ini tidak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir, terutama di periode paceklik. Mudah-mudahan hingga akhir Desember harga tetap stabil. Tapi kita tidak boleh puas dengan penurunan sekarang, kita tetap lakukan operasi pasar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa stok beras nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Stok beras saat ini tercatat berada di kisaran 3,7 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.

“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Prediksi sampai akhir tahun berada di angka 3,65–3,67 juta ton. Masalah beras Indonesia insyaallah aman,” katanya.

Dengan dukungan stok pangan yang kuat serta langkah responsif melalui operasi pasar dan penguatan distribusi, Kementan memastikan stabilitas harga tetap terjaga memasuki periode Nataru. Pemerintah berkomitmen hadir di lapangan dan bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh daerah.(***)

Mentan Amran Pastikan Pemulihan Lahan Pertanian Puso Ditangani Penuh oleh Pemerintah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan melakukan langkah cepat untuk memulihkan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat atau puso akibat bencana. Ia menegaskan bahwa penanganan ini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan).

“Lahan-lahan sudah kami data, sudah dilaporkan. Untuk kopi di Aceh yang mengalami kerusakan total, akan kami lakukan replanting. Semuanya akan kami ganti,”kata Amran saat melepas bantuan Kementan Peduli tahap 2 sebanyak 153 truk di Kanpus Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta, Kamis (11/12/25).

Mentan Amran menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 11 ribu hektar sawah yang masuk kategori puso. Pemerintah memastikan lahan tersebut akan segera dipulihkan melalui program cetak ulang agar produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali pulih.

“Sawah yang terdampak puso jumlahnya sekitar 11 ribu hektar. Itu semua akan kami cetak ulang, dan pemerintah yang mengerjakannya. Ini tanggung jawab Kementerian Pertanian,”kata Mentan Amran.

Baca juga: Polbangtan Kementan Gelar Pembinaan Kepemimpinan dan Disiplin ASN

Amran menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian merupakan prioritas pemerintah agar kehidupan petani kembali pulih dan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Kita akan pantau dan segera bantu. Insya Allah sektor pertanian akan kami selesaikan,”kata Mentan Amran.

Selain memastikan pemulihan lahan pertanian puso, Mentan Amran juga menyampaikan kondisi stok beras nasional yang berada pada posisi sangat aman.

“Stok kita hari ini, tanggal 11, berada di angka 3,7 juta ton. Periode ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia, dan semuanya merupakan produksi dalam negeri,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, stok beras akhir tahun tertinggi biasanya hanya berada di kisaran 2 juta ton. Namun tahun ini, proyeksi hingga 20 hari ke depan menunjukkan stok di gudang diperkirakan mencapai 3,65–3,67 juta ton.

“Ini tertinggi. Jadi untuk urusan beras, Insya Allah Republik Indonesia aman,”tukas Mentan Amran.(***)

Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk, Petani Tersenyum Harga Pupuk Turun

TANIINDONESIA.COM//Lampung Utara – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia.

Dalam sidak tersebut, Mentan Amran dan Kepala Staf Kepresidenan berdialog langsung dengan distributor dan petani. Saat ditanya soal harga, distributor kios memastikan bahwa harga pupuk memang telah turun signifikan.

Mentan Amran menjelaskan bahwa kebijakan penurunan harga pupuk ini merupakan wujud nyata keberpihakan Presiden Prabowo kepada petani.

“Ini perintah Bapak Presiden. Presiden sayang petani makanya harga pupuk diturunkan 20 persen dan ini terjadi pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun ekstrem,” kata Mentan Amran saat sidak pada Rabu (29/10/2025).

Para petani yang hadir pun menyampaikan rasa syukur mereka atas kebijakan pemerintah tersebut. “Benar, harga pupuk turun. Urea sekarang Rp90 ribu per sak, sebelumnya Rp125 ribu. Kami senang sekali. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri Pertanian,” ujar Eko, salah satu petani setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa temuan di lapangan membuktikan efektivitas kebijakan pemerintah. Artinya, kebijakan terimplementasi secara cepat dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga:

Manfaatkan Peluang Pasar, Kementan Bekali Generasi Muda Cara Budidaya dan Pengolahan Kopi

”Hari ini terbukti bahwa harga pupuk turun di sini 20 persen. Ini keputusan dibuat di Jakarta, baru beberapa hari di Kotabumi Lampung tereksekusi dengan baik. Kita tanya kepada distributor dan petani, turun harga pupuknya. Jadi ini betul real di petani ya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, berlaku mulai 22 Oktober 2025. Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis , Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.

“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret: merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” ujar Mentan Amran di Jakarta, pada Rabu (22/10/2025) lalu.(***)

Mentan Amran Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//SIKKA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam kunjungan kerja di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan secara langsung perkembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian di NTT.

“Kami dengar langsung dari Bupati dan Gubernur, PDB (produk domestik bruto) naik dari 3 menjadi 4,5 untuk NTT. Salah satu sektor yang menggerakkan adalah sektor pertanian. Ke depan kita dorong tingkat kemiskinan NTT dari tahun lalu 19 persen akan kita tekan, kita akan bergerak bersama-sama,” kata Mentan Amran pada Selasa (6/5/2025).

Mentan Amran menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran terhadap petani sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah akan terus hadir hingga ke pelosok guna mendengar aspirasi dari petani dalam rangka memajukan pertanian Indonesia.

“Sampai ke pelosok kita cek langsung apakah bantuan sudah sampai ke tingkat petani, terutama pupuk. Tadi aku tanya langsung, pupuk cukup, alhamdulillah bahkan ada yang mengatakan lebih. Itu yang kita cek langsung ke lapangan agar produksi dipastikan meningkat,” ujar Mentan Amran.

Dalam kunjungan dan dialog bersama petani, Mentan Amran mengungkapkan salah satu keluhan petani adalah bendungan dan pengairan. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki bendungan dan irigasi sebagai upaya mendukung sektor pertanian Kabupaten Sikka.

Baca juga:

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

“Tadi kami langsung telepon Bapak Menteri PU, kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU begitu cepat tanggap. Kami sampaikan terkait bendungan dan irigasi air yang belum optimal, beliau sampaikan tahun ini akan diperbaiki,” terangnya.

Selain itu, menanggapi keluhan petani soal distribusi pupuk yang masih terkendala jarak pengecer, Mentan Amran langsung mengambil tindakan. “Pupuk tidak akan bermasalah di seluruh Indonesia, apalagi Sikka. Saya putuskan hari ini tambah pengecer di Sikka. Kami saksikan bersama Kapolres nanti dikawal, agar petani tidak perlu lagi menempuh jarak 30 kilometer. Besok cukup 1 kilometer,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan dengan kemudahan pupuk dan infrastruktur pengairan yang memadai dapat mendongkrak produktivitas pertanian dan pendapatan petani di NTT. ”Ada dua di sini menentukan yaitu pupuk dan air, kalau ini ada, peningkatan pendapatan petani bisa meningkat bisa 2-3 kali lipat,” ungkapnya.

Selain berdialog bersama petani, dalam kesempatan tersebut Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada para petani. Untuk NTT sendiri, pemerintah telah menyiapkan ratusan hand tractor dan pompa.

Kunjungan kerja Wapres Gibran dan Mentan Amran di Kabupaten Sikka menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Dengan respons cepat terhadap berbagai persoalan petani, mulai dari distribusi pupuk hingga infrastruktur irigasi, pemerintah menunjukkan kehadiran nyata untuk memperkuat produktivitas petani serta membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.(***)

Temukan 3 Perusahaan Minyakita Sunat Volume, Mentan Amran Minta Tutup dan Segel Perusahaannya

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk memastikan ketersediaan 9 bahan pangan pokok tersedia untuk masyarakat. Dalam sidak tersebut, ia menemukan minyak goreng kemasan dengan merk Minyakita yang tidak sesuai aturan dan diatas HET. Mentan Amran menyebut hal ini merupakan pelanggaran serius, yakni Minyakita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter.

Minyak tersebut diproduksi oleh PT Artha Eka Global Asia, Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN), dan PT Tunasagro Indolestari. Selain volume yang tidak sesuai, harga jualnya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Meskipun di kemasan tertulis harga Rp 15.700 per liter, minyak ini dijual dengan harga Rp 18.000 per liter.

Menanggapi temuan ini, Mentan Amran menegaskan bahwa praktik seperti ini merugikan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Ia meminta agar perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran segera diproses secara hukum dan ditutup.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran. Minyakita dijual di atas HET, dari seharusnya Rp 15.700 menjadi Rp 18.000. Selain itu, volumenya tidak sesuai, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 mililiter. Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat,” ujar Amran.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi minyak goreng di pasaran agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta Satgas Pangan dan Bareskrim Polri segera bertindak untuk menegakkan aturan.

“Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat. Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut. Tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/07/sediakan-pangan-terjangkau-upt-pelatihan-kementan-gelar-gerai-pasar-pangan-murah/

Lebih lanjut, Mentan Amran mengingatkan para pelaku usaha untuk menaati regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan sidak dan memastikan produk pangan yang beredar di pasaran sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Saya ingatkan kepada semua produsen dan distributor, jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Jika ada yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara tidak jujur, pemerintah akan bertindak tegas. Kami tidak segan-segan menutup dan mencabut izin usaha yang terbukti melanggar aturan,” tambahnya.

Dalam sidak tersebut, Mentan Amran didampingi oleh Penyidik Madhya Pideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Burhanuddin. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami dari Bareskrim Mabes Polri hari ini mendampingi Bapak Mentan Amran dalam sidak di Pasar Jaya Lenteng Agung. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan ini dan segera menindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Burhanuddin.

Dengan adanya temuan ini, pemerintah memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak goreng di seluruh wilayah. Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti saat membeli minyak goreng dan segera melaporkan jika menemukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan.(***)