21 April 2026

Bulan: Juni 2024

Kementan Kenalkan Ketahanan Pangan Keluarga kepada Pengurus PKK dan Posyandu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menggaungkan pentingnya ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Melalui salah satu UPT pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan memberikan pembelajaran tentang pertanian hidroponik dan pengolahan hasil pertanian.

Kegiatan dilaksanakan Senin (3/6/2024), diikuti 190 orang Ibu-ibu PKK dan Penggerak Posyandu se-Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pangan merupakan bagian penting karena merupakan faktor penentu keberlangsungan sebuah negara.

"Saya ingatkan ketahanan pangan itu merupakan ketahanan negara dan penting untuk terus berkolaborasi untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan,”ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi berharap seluruh insan pertanian diharapkan bergerak aktif menjaga ketahanan pangan. Menurutnya ketahanan pangan bisa dimulai dari keluarga.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kerap mengatakan bahwa pembangunan pertanian diawali dari desa. “Ketahanan pangan berawal dari desa, dan ibu-ibu penggerak PKK dan posyandu bisa menjadi pendukung pembangunan pertanian di desa.”

Pembelajaran pertanian hidroponik dan pengolahan hasil pertanian ini sendiri diikuti oleh ombongan Pengurus PKK dan Posyandu dari 7 desa yaitu Desa Sukamurni, Sukakarya Sukamakmur, Sukakarsa, Sukaindah, Sukalaksana dan Sukajadi, diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Latih Jutaan Petani Penyuluh dan Babinsa

Para peserta mendapatkan materi dari widyaiswara BBPP Lembang yang menyampaikan tentang Budidaya Sayuran Sistem Hidroponik. Dikenalkan juga berbagai sistem dalam teknologi hidroponik seperti wick system, irigasi tetes, nutrient film technique (NFT), deep flow technique (DFT), dan aeroponik.

Widyaiswara BBPP Lembang juga menyampaikan juga tentang komoditas sayuran yang memiliki nilai jual tinggi dan bisa dibudidayakan secara hidroponik.

Peserta lalu diajak praktik penanaman secara hidroponik di Inkubator Agribisnis. Petugas lahan praktik mensimulasikan pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT, menjelaskan penggunaan nutrisi hidroponik, proses persemaian hidroponik, penanaman secara hidroponik, dan pengendalian hama dan penyakit.

Sementara itu, di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, widyaiswara mengenalkan pengolahan jagung manis menjadi es krim yang juga bisa menjadi peluang bisnis bagi para pengurus PKK dan Posyandu.

Hanya dengan 5 bahan yaitu jagung manis, telur, susu cair, susu kental manis dan TBM dan peralatan pembuatan es krim yang sederhana bisa menghasilkan cemilan sehat bagi anak-anak dan masyarakat secara umum.

Camat Sukakarya, Hanief Zulkifli memberikan apresiasinya atas kegiatan kunjungan ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BBPP Lembang yang telah memfasilitasi para pengurus PKK dan Posyandu Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi mengenal pertanian dan ketahanan pangan. “Semoga setelah belajar di sini, bisa diaplikasikan di tempat masing-masing karena di Kecamatan Sukakarya potensial untuk mengembangkan sektor pertanian dari mulai hulu hingga hilir,” ucapnya.(***)

Keren! Polbangtan Kementan Boyong 15 Medali di Kejuaran Palagan Open Taekwondo Championship

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kontingen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang berhasil memboyong 15 medali di ajang Kejuaran Palagan Open Taekwondo Championship. Kejuaraan yang berlangsung 31 Mei – 1 Juni 2024, di Tennis Indoor GOR Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Dalam ajang itu, Kontingen Polbangtan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) itu menurunkan 15 mahasiswa, terdiri dari 7 Mahasiswa Jurusan Pertanian dan 8 mahasiswa jurusan Peternakan. Yang membuat bangga, semuanya berhasil memboyong medali.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengapresiasi prestasi yang diraih para mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang tersebut. Menurutnya, hal ini membuktikan jika Polbangtan juga turut memperhatikan bakat-bakat para mahasiswa.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Kementan Siap Latih Jutaan Petani dan Penyuluh Antisipasi Darurat Pangan

“Dalam Polbangtan, para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan serta ilmu-ilmu seputar pertanian yang akan menjadi bekal mereka saat terjun ke Masyarakat. Lebih dari itu, bakat serta hobi yang mereka miliki pun tetap bisa tersalurkan, seperti kejuaraan taekwondo ini. Dan ini yang membuat Polbangtan menyenangkan,” katanya.

Sementara Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, menjelaskan jika para mahasiswanya mampu meraih 5 medali emas.

“Total ada 5 medali emas yang berhasil diboyong pulang, 3 diraih dari cabang kyourgi dan 2 dari cabang poomsae. Sementara 10 medali perak dengan rincian 9 medali dari cabang kyourugi dan 1 medali dari poomsae,” rinci Endah, di sela-sela apel pagi.

Endah turut mengapresiasi dan bangga terhadap capaian tersebut, menurutnya dengan sering mengikuti ajang-ajang seperti ini, mahasiswa akan terasah karakternya.

“Dari sini muncul karakter pejuang, nilai-nilai kerjasama tim, dan kebersamaan serta persaudaraan untuk bahu membahu mengharumkan nama lembaga,” sambungnya.

Salah seorang peraih medali emas, Novi Larasati Ramadhani, mengaku bangga dapat mempersembahkan prestasi untuk Polbangtan Yogyakarta Magelang.

“Sangat bangga karena kami ber 15 mampu bersama-sama memboyong medali untuk Kampus tercinta. Terimakasih atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami, semoga kami dapat terus mengukir prestasi di ajang-ajang kejuaran mendatang,” kata Novi.