2 Mei 2026

Hari: 7 Juni 2024

Kementan Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Upaya meningkatkan kinerja penyuluh terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya melalui Uji Kompetensi bagi Penyuluh Pertanian Level Supervisor dan Level Fasilitator.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian dalam mencapai swasembada pangan.

“Penyuluh pertanian adalah garda terdepan Kementerian Pertanian dalam menyukseskan peningkatan produksi padi dan jagung,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMDP) Dedi Nursyamsi, juga menjelaskan pentingnya peran penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan pendamping petani, sehingga harus dapat berkolaborasi di lapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung,” tambah Dedi.

Uji Kompetensi bagi Penyuluh Pertanian periode 28 dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri pada 28 hingga 31 Mei 2024 lalu. Kegiatan ini diikuti 26 penyuluh pertanian.

Para peserta Uji Kompetensi berasal dari Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Baca juga: Bantu Pembangunan Pertanian, Kementan Serahkan Bantuan untuk P4S

Dari sertifikasi kali ini terdapat 19 penyuluh pertanian dari level supervisor dan 7 di level fasilitator. Masing-masing level akan diuji berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Menurut SKKNI nomor 043 Tahun 2013, penyuluh pertanian di level fasilitator diharapkan menguasai penyusunan programa penyuluhan pertanian, menyiapkan materi penyuluhan pertanian, menerapkan media penyuluhan pertanian, menerapkan metode penyuluh pertanian, dan melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian.

Di level supervisor, kemampuan yang sama diharapkan dimiliki juga namun ditambahkan dengan kemampuan melaksanakan pengkajian penyuluhan pertanian. Selain materi-materi tersebut, penyuluh pertanian yang diuji kompetensi juga diharapkan dapat mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab terutama dalam mendampingi petani sebagai mitra kerja.

Setelah melalui tiga hari pengujian yang terdiri dari asesmen portofolio, wawancara, dan unjuk kerja, seluruh peserta dinyatakan layak mendapat gelar kompeten dan memperoleh sertifikat sebagai penyuluh pertanian.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan pesan-pesannya.

“Penyuluh sebagai mitra kerja petani harus dekat dengan petani. Bukan hanya secara jarak, namun juga secara manusiawi,” kata Ajat.

“Meski dimudahkan oleh teknologi, jangan sampai melupakan sisi manusiawi tersebut,” pesannya kepada para peserta.(***)

Bantu Pembangunan Pertanian, Kementan Serahkan Bantuan untuk P4S

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian akan memaksimalkan peran Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) untuk meningkatkan produktivitas. P4S merupakan lembaga pertanian di desa yang menjadi partner Kementerian Pertanian dalam membangun Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, fokus Kementan diantaranya adalah menggerakkan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. Salah satunya, melalui menggerakkan SDM yang tergabung dalam P4S.

Dijelaskannya, sebagai partner kerja Kementan, P4S memiliki peran strategis dalam mewujudkan hal tersebut.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menilai menumbuhkembangkan P4S dapat membantu proses pembangunan pertanian dan pedesaan.

“P4S merupakan pusat pembelajaran dari petani untuk petani, memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.” ujar Dedi.

Salah satu bentuk pembinaan yang diberikan Kementan kepada P4S adalah melalui penyerahan bantuan. Tahun 2024 ini, sejumlah 17 P4S di Provinsi Jawa Barat menerima bantuan dari Kementan yang disalurkan melalui BBPP Lembang.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Kementan Maksimalkan Peran Pendampingan Penyuluh

Penyerahan bantuan secara simbolis diadakan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, Rabu (29/05) lalu, berupa Sarana Pembelajaran sebelumnya diajukan oleh P4S kepada Kementerian Pertanian.

Bantuan yang diberikan adalah perangkat komputer untuk pelaksanaan administrasi di P4S dan peralatan yang mendukung akomodasi peserta pelatihan di masing-masing lokasi.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyatakan dukungannya kepada P4S dalam menjalankan tugasnya.

“Tugas dan fungsi P4S harus ditunjukkan kepada sesama petani karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan petani di sekitarnya sehingga dapat mendorong pembangunan pertanian di desa. Semoga dengan fasilitasi ini kinerja P4S dapat meningkat,” tuturnya.

Ketua P4S Cijulang Asri Kabupaten Bogor, Basir Baesuni, mengatakan bahwa fasilitasi ini akan sangat bermanfaat bagi P4S.

“Terutama bagi kami, ini akan sangat membantu kinerja SDM yang dimiliki dalam menjamin kelancaran pelatihan,” kata Basir.(***)

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Maksimalkan Peran Pendampingan Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli. Kegiatan yang dilaksanakan 20 Mei – 10 Juni 2024, diikuti peserta dari 4 provinsi yang menjadi binaan BBPP Lembang yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Maluku.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan penghargaan bagi penyuluh pertanian agar mampu meningkatkan pendampingan bagi petani di wilayah binaan masing-masing. Harapannya, agar petani dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian utamanya padi dan jagung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan.

“Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” katanya.

Mentan Amran menyebutkan peran penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, Polbangtan Kementan Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Sleman

“SDM pertanian memegang peran penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan nasional. Karena itu saya minta seluruh insan pertanian untuk saling bersinergi mewujudkan cita-cita bersama swasembada pangan,” tutur Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan menekankan pentingnya untuk terus belajar.

“Terus bekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, kuasai informasi teknologi agar penyuluh pertanian mampun damping petani sampai petani berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” kata Ajat.

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi sebanyak 168 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi. Ini membuat suasana pembelajaran serius namun terlihat mampu dicerna dengan baik oleh peserta. Sesuai dengan pendekatan orang dewasa yang mengundang parisipasi peserta agar aktif selama proses pembelajaran.

Salah seorang peserta, Deuis Nurpadilah, penyuluh pertanian ahli dari Kecamatan Ibin Kabupaten Serang, menyampaikan kesannya.

“Selama pelatihan kami memperoleh materi baik materi dasar, inti dan penunjang. Ini menjadi pondasi dan membuka wawasan menjadi penyuluh pertanian yang profesional dan bisa terus mengasah skill kami untuk diterapkan di wilayah binaan,” kata Deuis.

Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari identifikasi potensi wilayah untuk mengidentifikasi potensi di wilayah binaan, menyusun programa, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), sampai evaluasi pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi dampak.

“Saya jadi memahami bahwa penyuluhan itu tidak sekedar kunjungan, penyuluhan, pertemuan kelompok namun harus bisa merencanakan, menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi penyuluhan. elakukan perbaikan untuk catatan perbaikan penyuluhan selanjutnya,” ucapnya.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, widyaiswara menyampaikan materi yang mudah tercerna. Memberi motivasi kepada kami agar bisa menjadi penyuluh pertanian yang dapat terus mengasah kemampuan diri kami agar pelaku utama dan pelaku usaha memperoleh manfaat dari keberadaan kami di lapangan,” tutup Deuis.