16 Juni 2024

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Upaya meningkatkan kinerja penyuluh terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya melalui Uji Kompetensi bagi Penyuluh Pertanian Level Supervisor dan Level Fasilitator.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian dalam mencapai swasembada pangan.

“Penyuluh pertanian adalah garda terdepan Kementerian Pertanian dalam menyukseskan peningkatan produksi padi dan jagung,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMDP) Dedi Nursyamsi, juga menjelaskan pentingnya peran penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan pendamping petani, sehingga harus dapat berkolaborasi di lapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung,” tambah Dedi.

Uji Kompetensi bagi Penyuluh Pertanian periode 28 dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri pada 28 hingga 31 Mei 2024 lalu. Kegiatan ini diikuti 26 penyuluh pertanian.

Para peserta Uji Kompetensi berasal dari Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Baca juga: Bantu Pembangunan Pertanian, Kementan Serahkan Bantuan untuk P4S

Dari sertifikasi kali ini terdapat 19 penyuluh pertanian dari level supervisor dan 7 di level fasilitator. Masing-masing level akan diuji berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Menurut SKKNI nomor 043 Tahun 2013, penyuluh pertanian di level fasilitator diharapkan menguasai penyusunan programa penyuluhan pertanian, menyiapkan materi penyuluhan pertanian, menerapkan media penyuluhan pertanian, menerapkan metode penyuluh pertanian, dan melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian.

Di level supervisor, kemampuan yang sama diharapkan dimiliki juga namun ditambahkan dengan kemampuan melaksanakan pengkajian penyuluhan pertanian. Selain materi-materi tersebut, penyuluh pertanian yang diuji kompetensi juga diharapkan dapat mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab terutama dalam mendampingi petani sebagai mitra kerja.

Setelah melalui tiga hari pengujian yang terdiri dari asesmen portofolio, wawancara, dan unjuk kerja, seluruh peserta dinyatakan layak mendapat gelar kompeten dan memperoleh sertifikat sebagai penyuluh pertanian.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan pesan-pesannya.

“Penyuluh sebagai mitra kerja petani harus dekat dengan petani. Bukan hanya secara jarak, namun juga secara manusiawi,” kata Ajat.

“Meski dimudahkan oleh teknologi, jangan sampai melupakan sisi manusiawi tersebut,” pesannya kepada para peserta.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *