16 Juni 2024

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Maksimalkan Peran Pendampingan Penyuluh

0

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli. Kegiatan yang dilaksanakan 20 Mei – 10 Juni 2024, diikuti peserta dari 4 provinsi yang menjadi binaan BBPP Lembang yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Maluku.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan penghargaan bagi penyuluh pertanian agar mampu meningkatkan pendampingan bagi petani di wilayah binaan masing-masing. Harapannya, agar petani dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian utamanya padi dan jagung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan.

“Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” katanya.

Mentan Amran menyebutkan peran penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, Polbangtan Kementan Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Sleman

“SDM pertanian memegang peran penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan nasional. Karena itu saya minta seluruh insan pertanian untuk saling bersinergi mewujudkan cita-cita bersama swasembada pangan,” tutur Dedi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan menekankan pentingnya untuk terus belajar.

“Terus bekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, kuasai informasi teknologi agar penyuluh pertanian mampun damping petani sampai petani berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” kata Ajat.

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi sebanyak 168 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi. Ini membuat suasana pembelajaran serius namun terlihat mampu dicerna dengan baik oleh peserta. Sesuai dengan pendekatan orang dewasa yang mengundang parisipasi peserta agar aktif selama proses pembelajaran.

Salah seorang peserta, Deuis Nurpadilah, penyuluh pertanian ahli dari Kecamatan Ibin Kabupaten Serang, menyampaikan kesannya.

“Selama pelatihan kami memperoleh materi baik materi dasar, inti dan penunjang. Ini menjadi pondasi dan membuka wawasan menjadi penyuluh pertanian yang profesional dan bisa terus mengasah skill kami untuk diterapkan di wilayah binaan,” kata Deuis.

Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari identifikasi potensi wilayah untuk mengidentifikasi potensi di wilayah binaan, menyusun programa, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), sampai evaluasi pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi dampak.

“Saya jadi memahami bahwa penyuluhan itu tidak sekedar kunjungan, penyuluhan, pertemuan kelompok namun harus bisa merencanakan, menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi penyuluhan. elakukan perbaikan untuk catatan perbaikan penyuluhan selanjutnya,” ucapnya.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, widyaiswara menyampaikan materi yang mudah tercerna. Memberi motivasi kepada kami agar bisa menjadi penyuluh pertanian yang dapat terus mengasah kemampuan diri kami agar pelaku utama dan pelaku usaha memperoleh manfaat dari keberadaan kami di lapangan,” tutup Deuis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *