21 April 2026

Hari: 13 Maret 2024

Pertajam Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Pelajari Industri Perbenihan Hortikultura

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Lembaga pendidikan vokasi yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, mengajak sejumlah mahasiswa memperdalam kompetensinya melalui kegiatan field trip.

Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa Semester II Jurusan Pertanian ini, mengajak para peserta belajar mengenai perbenihan langsung di PT MGA Karanganyar, perusahaan perbenihan yang fokus pada pengembangan benih hortikultura.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan mahasiswa pertanian harus terus memperbarui diri dengan pengetahuan baru. Mentan Amran juga berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan dan dimaksimalkan untuk kemajuan pertanian.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Menurut Dedi, mahasiswa pertanian juga harus mengenai dunia industri.

"Dengan mengenal dunia industri seperti fieldtrip ini, mahasiswa akan memiliki pengetahuan baru serta bisa menjadi modal sebelum terjun ke tengah masyarakat," katanya.

Kehadiran mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang sendiri diterima langsung pemilik PT. MGA, Mulyono Herlambang, yang memberikan wawasan mengenai usaha di bidang perbenihan.

“Peran anak muda di bidang perbenihan sangat kami nantikan, karena saat ini petani rata-rata telah menyadari penggunaan benih unggul bermutu sementara produk benih dalam negeri belum mencukupi. Ini peluang yang sangat menjanjikan untuk industri benih dalam negeri berkembang,” ujar Mulyono.

Diterangkan Mulyono, dalam usaha perbenihan setidaknya terdiri dari 3 bagian yaitu bagian riset, bagian produksi, dan bagian pemasaran.

Baca juga: Gandeng BNN, Karyawan Polbangtan Kementan Dipastikan Bebas P4GN

“Masing-masing merupakan bagian penting dari perusahaan. Bagian riset atau breeding bertugas untuk menciptakan atau merakit varietas unggul, bagian produksi benih bertugas untuk menyiapkan lahan sampai dengan processing benih, sementara bagian pemasaran bertugas untuk memastikan benih unggul dapat diakses oleh konsumen baik dalam maupun luar negeri. Ketiganya harus berjalan harmonis,” terangnya.

Sementara, untuk menjadi pengusaha di bidang perbenihan, perlu kualitas SDM yang tangguh dan mumpuni terutama dalam membangun jejaring di pasar dalam maupun luar negeri guna memperlancar pemasaran.

“Untuk membangun bisnis perbenihan perlu ketrampilan teknis dan manajemen yang seimbang. Kualitas barang produksi yang bagus jika tidak diimbangi dengan kemampuan manajemen yang baik, tentunya susah untuk berhasil. Kemampuan membangun jejaring menjadi salah satu penentu apakah produk hanya dijual skala dalam negeri atau mampu menembus ekspor,” kata Mulyono.

Mahasiswa peserta fieldtrip juga diajak meninjau laboratorium perakitan benih dan lahan produksi benih.

Wakil Direktur I Polbangtan Yogyakarta Magelang, Sujono, berharap melalui kegiatan ini mahasiswa bisa mendapat pengalaman nyata.

“Fieldtrip merupakan kegiatan rutin dan wajib bagi mahasiswa, melalui kegiatan ini kami berharap dapat menambah wawasan dan minat mahasiswa untuk mempelajari regulasi bidang pertanian dan terjun langsung dalam usaha bidang pertanian,” harap Sujono, yang menjadi pendamping para mahasiswa.

Gandeng BNN, Karyawan Polbangtan Kementan Dipastikan Bebas P4GN

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk memaksimalkan pencapaian target, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Kementerian Pertanian menggelar Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kamis (7/3/2024), di Jurusan Pertanian Yogyakarta. Kegiatan yang disertai dengan tes urine tersebut, diikuti 121 ASN dan karyawan.

Kegiatan yang digelar di ruang serbaguna Polbangtan YOMA ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Yogyakarta.

Hadir sebagai narasumber yaitu, Bambang Wiryanto selaku Penyuluh Ahli Madya BNNP DIY. Bambang mengapresiasi komitmen Polbangtan YOMA dalam memberantas P4GN baik bagi karyawan dan mahasiswa.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, target yang dicanangkan akan bisa diraih apabila kualitas SDM-nya mendukung.

Karena, menurutnya, target pembangunan pertanian akan bisa direalisasikan jika tersedia SDM yang unggul baik secara intelektual, jasmani, dan rohani.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"SDM itu adalah faktor pengungkit paling penting dalam pertanian. Oleh sebab itu, jika ingin pertanian maju, maka majukan dulu SDM-nya," katanya.

Dedi menambahkan, peran penting dalam menyiapkan SDM berkualitas tersebut diemban sekolah vokasi, salah satunya Polbangtan.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyatakan bahwa kegiatan Tes Urine dan Sosialisasi P4GN merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan pihaknya.

“Kegiatan rutin ini kami lakukan dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika oleh mahasiswa kami, mengingat DIY termasuk provinsi dengan prevalensi tinggi. Kita harus berhati-hati dan preventif,” ujar Bambang.

Baca juga: Jaga Pasokan Beras, Kementan dan Pemkab Bantul Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi

Selain itu, Bambang juga menginginkan seluruh civitas akademika Polbangtan YOMA benar-benar sehat dan bugar serta bebas dari narkotika sehingga akan menjadi SDM pertanian yang unggul.

"Kegiatan tes urine berkala merupakan upaya preventif untuk memastikan bapak ibu semua bersih dari penyalahgunaan narkotika. Karena jika sudah terkena narkotika pasti akan mengganggu kinerja individu dan berimbas pada kinerja lembaga," ujarnya.

Bambang juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak fisik dan psikis manusia.

"Individu yang sudah terpapar narkoba pasti akan rusak secara fisik dan kognitifnya. Sehingga kinerja otak dan fisiknya tidak lagi optimal, tidak dapat berkoordinasi dengan baik. Tidak hanya itu, penyalahgunaan narkoba juga akan memicu tindakan kriminal lainnya, karena orang yang sudah terpapar narkoba, sudah tidak bisa berpikir logis," tekan Bambang.

Namun, lanjut Bambang, jika disekitar kita ditemukan pengguna narkoba, Ia menghimbau agar tidak segan untuk menghubungi BNN untuk meminta bantuan rehabilitasi.

"Salah satu fungsi BNN adalah memberikan rehabilitasi bagi para pecandu, karena tidak serta merta pengguna narkoba pasti akan dipenjara jadi jangan segan untuk menghubungi BNN," pesannya.