17 Mei 2026

Hari: 30 Maret 2024

Geliat Petani Kabupaten Bandung Rambah Pasar Ekspor Baby Buncis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengunjungi dua lahan usaha tani di Kabupaten Bandung, Jumat (29/3/2024).

Dedi yang didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah, menyambangi lahan usaha tani milik petani milenial Imas Wartisih dan P4S Jaya Alam Lestari yang diketuai H. Waryudin.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

“Saat krisis ekonomi kita mampu bertahan, krisis Kesehatan saat covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya,” tutur Amran.

Menurut Amran, untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai fokus bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern. Hal ini sudah menjadi fokus kerja Kementan dalam membangun pertanian selama ini. Karena itu diharapkan para pelaku pembangunan pertanian dapat menerapkan pertanian modern agar kesejahteraannya meningkat.

Imas Wartisih merupakan Duta Petani Milenial yang telah dikukuhkan oleh Kementan, menceritakan aktivitas budidaya komoditas hortikultura baby buncis di atas lahan seluas 1,5 hektar yang dikelolanya. Lahan usahataninya berlokasi di Desa Mekarsari Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung.

Baca juga: Kementan Pantau Efektivitas Program Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi Lewat Aplikasi

Di tengah aktivitas panen baby buncis usia 45 hari, Imas menceritakan baby buncis yang dibudidayakannya ini produktivitasnya 12 ton/hektar dan dalam 1 tahun bisa menanam buncis sebanyak 3 kali sehingga total produksi mencapai 35 ton per tahun.

Pemasarannya merambah pasar lokal ke berbagai daerah di Indonesia yaitu Jakarta dan beberapa kota di Kalimantan. Buncis produksi petani milenial ini juga merambah pasar ekspor ke Hongkong dan Singapura.

Sementara Kepala Badan memberikan sejumlah saran untuk optimalisasi budidaya baby buncis. Di antaranya, penggunaan sungkup untuk melindungi tanaman sehingga dapat beradaptasi dengan cuaca dan serangan hama serangga.

Dirinya juga menyarankan karena harga tergantung permintaan pasar maka petani harus memiliki data permintaan pasar sehingga dapat menentukan harga.

Bergerak menuju lokasi usahatani P4S Jaya Alam Lestari yang usahatani utamanya adalah sayuran organik, berkolaborasi dengan petani milenial Imas Wartisih melakukan budidaya baby buncis dan kopi, Kepala Badan mengungkapkan pengelolaan pertanian organik termasuk high technology, dan harus diperhatikan masa berlaku sertifikat organiknya agar menjaga kestabilan harga produk yang dipasarkan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) , Dedi Nursyamsi, saat memberikan sambutan setelah berkunjung ke 2 lokasi petani, menyampaikan bahwa kegiatan bercocok tanam itu harus dengan hati.

“Petani tersenyum saat harga bagus, produktivitas tinggi, dan HPP rendah,” tuturnya.

Dedi juga menjelaskan bahwa sektor pertanian akan memberikan keuntungan berlipat jika menerapkan agribisnis.

“Salah satu ciri agribisnis yang baik adalah adanya contract farming dan menggunakan teknologi seperti benih, pupuk/nutrisi, pengendalian hama penyakit yang baik untuk menggenjot produktivitas,” ungkap Dedi.

Menutup kegiatan kunjungan, Kepala Dinas Pertanian, Ningning Hendasah mengutarakan pemerintah daerah Kabupaten Bandung mendukung penuh sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan di Kabupaten Bandung.

Dukungan yang diberikan diantaranya penyaluran benih unggul bagi petani, kartu tani, BPJS ketenagakerjaan. Dirinya bangga dengan generasi muda yang semangat berwirausaha di bidang pertanian, salah satunya apa yang dilakukan oleh Imas Wartisih.

“Kami sudah berencana akan mencalonkan Imas Wartisih sebagai petani berprestasi di tingkat provinsi Jawa Barat,” katanya.(***)

Kementan Pantau Efektivitas Program Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi Lewat Aplikasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus meningkatkan produksi beras nasional melalui upaya optimalisasi lahan rawa dan perluasan areal tanam (PAT) melalui sistem pompanisasi dan padi gogo.

Sebagai upaya memonitoring efektivitas program tersebut Kementan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) membangun aplikasi berbasis website untuk melakukan input data realisasi program setiap harinya.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dipercaya menjadi eksekutor, melakukan in house training terhadap penyuluh dari empat kabupaten di Jawa Barat, Kamis (28/03/2024), di ruang rapat BBPP Lembang.

Kegiatan tersebut diikuti tujuh penyuluh asal Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Dinyatakan Menteri Pertanian Andi Amran, Kegiatan PAT melalui Pompanisasi ini ditargetkan sebanyak dua juta hektar lahan sawah kering dapat terairi dengan baik, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan secara mandiri tanpa harus tergantung pada kebijakan impor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan hal senada.

"Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi” sebut Dedi.

Baca juga: Panen Perdana, Kota Bandung Capai Rata-rata Produksi 8,6 ton per Hektar

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, meminta kepada seluruh penyuluh untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut di wilayah kerjanya masing-masing.

Turut hadir Kepala Bagian Umum, Koordinator Widyaiswara, Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, dan Ketua Tim Kerja BMN dan Rumah Tangga BBPP Lembang.

Selanjutnya, tim menjelaskan tutorial penggunaan aplikasi monitoring yang dapat diakses pada website. Peserta kemudian mencoba melakukan input data pada website tersebut.

Masing-masing perwakilan penyuluh kota/kabupaten akan mendapatkan username dan password untuk login. Penyuluh wajib mengisi data realisasi setiap harinya maksimal pada pukul 22.00 WIB.

Adapun data yang diinput mencakup realisasi luasan lahan PAT, jumlah pompa dan luasan lahan yang teraliri serta penerima bantuan, dan realisasi luas lahan penanaman padi gogo.

Melalui aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah tim pusat dan para penanggung jawab wilayah untuk memantau jalannya program tersebut.(***)