8 Juni 2026

Hari: 10 Desember 2024

Sumber Daya Manusia Pertanian Menjadi Kunci Penggerak Terwujudnya Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Pertanian Tahun 2024 di 8 lokasi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementan berpartisipasi pada kegiatan SKB yang dilaksanakan di Kantor Regional III BKN Bandung, Senin (9/12/2024). Peserta sebanyak 153 orang, terbagi 2 sesi.

Sumber Daya Manusia pertanian menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pertanian bertujuan mencetak SDM yang profesional, berdaya saing dan tangguh.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/24/dukung-ketahanan-pangan-kementan-kenalkan-program-pertanian-modern-ke-aparat-desa/

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan SDM yang berkualitas merupakan penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 293 Tahun 2024 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan instansi pemerintah, Kementerian Pertanian memperoleh formasi CPNS Tahun 2024 sejumlah 1.212, dengan peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berjumlah 2.476 orang. SKB dilaksanakan dengan metode Computer Assissted Test (CAT).

Salah satu peserta tes, M. Fikri Firdaus yang berasal dari Cirebon, yang melamar di formasi jabatan Perencana Ahli Pertama, Ditjen Perkebunan Kementan, menyampaikan, “harapannya setelah menjalani serangkaian seleksi CPNS Kementan, dapat menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan semua yang sedang berjuang, bahwa apapun hasilnya agar terus berjuang membangun negeri.” (yoko/che)

Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik, Kementan Beri Polbangtan YOMA Predikat Bergengsi

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) menobatkan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) sebagai Badan Publik Informatif. Predikat ini diumumkan dalam gelaran Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 yang diselenggarakan di IPB International Center Bogor, Jawa Barat pada Jumat (6/12/2024).

Dari 23 unit Eselon II yang mendapatkan predikat Informatif, Polbangtan YOMA berhasil menduduki peringkat VI. Predikat Informatif sendiri telah diterima Polbangtan YOMA selama 4 tahun berturut – turut.

Tak hanya meraih Peringkat VI Unit Eselon II Informatif, Polbangtan YOMA juga mendapat apreasiasi Terbaik I dalam Penderasan Informasi Publik.

Hal ini diapresiasi oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Ia menekankan peran penting PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dalam menyampaikan hasil kerja Kementan kepada publik.

“PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) adalah regular army yang bertugas untuk memberi informasi dan solusi bagi publik.” kata Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengatakan perlunya penggunaan teknologi dalam mempercepat penyelesaian masalah.

Agus Wijayanto, perwakilan Tim Juri Keterbukaan Informasi Publik mengatakan dengan mendorong keterbukaan informasi publik, menjadi modal yag luar biasa agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik.

“Pada Tahun 2024, Kementan telah mencetak 70 badan publik yang informatif. Tidak mudah menarik gerbong keterbukaan informasi. Semoga apa yang dilakukan Kementan bisa menginspirasi Kementerian/Lembaga lain.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/05/perkuat-brigade-pangan-bangka-selatan-kementan-terjunkan-pendamping-dan-mentor/

Mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Hari Sudharto hadir menerima 2 penghargaan ini.

“Penghargaaan ini merupakan bukti dari komitmen Polbangtan YOMA dalam menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka, akuntabel, responsif, dan inklusif melalui penyediaan informasi publik yang lebih baik, termasuk meningkatkan layanan dengan menggunakan Teknologi Informasi,” jelas Hari.

Ia mengatakan Polbangtan YOMA terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, baik untuk mahasiswa maupun pihak eksternal, melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Ditambahkan oleh Hari, komitmen untuk meningkatkan layanan ini terus diinternalisasi oleh pimpinan dan jajarannya.

"Kami terus berupaya mendorong civitas untuk memberikan layanan informasi terbaik kepada public, termasuk bagi saudara - saudara kita penyandang disabilitas,”pungkasnya.

Atas prestasi ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti memberikan apresiasi terhadap pencapaian Polbangtan YOMA.

“Semoga tahun 2025, BPPSDMP bisa meningkatkan kualitas pelayanan serta inovasi mendukung swasembada pangan”, harap Idha. (os)