21 April 2026

Hari: 5 Desember 2024

Perkuat Brigade Pangan Bangka Selatan, Kementan Terjunkan Pendamping dan Mentor

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Dalam upaya memperkuat program Brigade Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim pendamping dan mentor di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung pada Senin (2/12/2024).

Hal ini untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui optimalisasi lahan rawa (oplah) dengan pengelolaan terstruktur oleh petani milenial yang tersebar di 12 provinsi strategis di Indonesia, salah satunya Bangka Selatan.

Bertempat di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, 6 orang pendamping Brigade Pangan dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) melakukan koordinasi di lapangan.

Pendamping Brigade Pangan ini terdiri dari ASN muda lingkup Kementan dan penyuluh pertanian lapang. Sementara mentor adalah dosen dan widyaiswara lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Mereka memiliki tanggung jawab membantu petani milenial meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan terdahulu.

“Targetnya adalah dalam satu tahun tanam tiga kali, produktivitas meningkat, serta mengutamakan kesejahteraan petani milenial yang berdomisili di wilayah tersebut,” papar Amran.

Sebab, selain untuk memacu produktivitas pangan, program ini juga dirancang untuk mengurangi angka kemiskinan dan memberdayakan petani lokal.

"Siapa pun bisa bergabung, termasuk petani lokal. Tujuannya jelas, membangunkan lahan tidur dan menciptakan kesejahteraan," imbuh Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/01/berikan-pelayanan-yang-bersih-kementan-terapkan-manajemen-anti-penyuapan-sektor-pendidikan/

Senada, Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa pendamping sangat dibutuhkan untuk mencapai target utama 1.755 Brigade Pangan di seluruh Indonesia.

"Saat ini telah terbentuk 1.502 brigade pangan di 12 provinsi, atau sekitar 23.000 orang. Dimana sudah mencapai target 86% dari total 1.755 brigade pangan," tuturnya.

Dalam penerimaan pendamping brigade pangan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, menyambut baik dan mengharapkan kerjasama antar lini untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.

“Kami menyambut baik kedatangan pendamping brigade pangan di Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki 8 kecamatan dan 2 pulau terpisah, dengan adanya mereka semoga menjadi penyemangat petani milenial untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” tuturnya.

Hadir dalam koordinasi Brigade Pangan di wilayah Bangka Selatan, Wakil Direktur 3 Polbangtan YOMA, Budi Purwo Widiarso menjelaskan pendamping Brigade Pangan akan segera bergerak di lapangan.

“Bersama dengan mentor, 6 Pendamping Brigade Pangan kami akan bertugas di Kecamatan Toboali dan Simpang Rimba,” jelas Budi.

Ia menambahkan, setiap 1 pendamping akan mengawal 5 Brigade Pangan. Dimana setiap Brigade Pangan mengelola 200 hektar lahan.

Budi berharap pendamping Brigade Pangan bisa berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan produktivitas di Kabupaten Bangka Selatan, mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. (YW/os)

Jelang Pengakhiran Project, Kementan Bersama IFAD Kunjungi Project Completion Mission

TANIINDONESIA.COM//GORONTALO - Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD), bersama NPMO (Nasional Project Management Office) READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative) dan Bappenas, meninjau lokasi program di tiga provinsi wilayah pelaksanaan program READSI di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Review dilakukan sebagai bagian Project Completion Mission untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi capaian kinerja pelaksanaan dan mengeksplorasi keberlanjutan serta kesiapan program READSI dalam proses pengakhiran.

READSI sendiri adalah program yang pendanaannya berasal dari badan khusus PBB yang menyediakan pendanaan untuk pengembangan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa SDM yang berkualitas ialah tulang punggung dalam pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelatihan dan pendidikan bagi petani merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menurut Santi, pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dilakukan program READSI akan membuka peluang bagi petani untuk mengelola usaha pertanian yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan meningkatkan jumlah pendapatan.

"Ini salah satu cara untuk masyarakat tani bisa berkembang. Dengan memanfaatkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, untuk mendapatkan nilai tambah dan pendapatan yang lebih," kata Santi.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, selaku Direktur Program READSI, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa program ini sudah memasuki tahap akhir implementasi.

"Sekarang, Kami fokus untuk memastikan bahwa hasil dari program ini dapat diterapkan di daerah lain, dan lebih banyak daerah bisa merasakan manfaatnya," jelas Inneke.

Kegiatan Project Completion Mission dilakukan pada tiga wilayah pelaksanaan program, yaitu provinsi Gorontalo (Group 1) dan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan (Group 2) dan berlangsung 4-8 Desember 2024.

Tim IFAD yang berkunjung ke Gorontalo antara lain, Fenton Beed (Lead Global Technical Specialist - Agronomy),
Program Officer Yumi Sakata, Gadzhi Murad Abdulvadudov (Financial Management consultant), Muhammad Iskandar (Financial Management Specialist), dan Rahmi Khalida (Gender, Social Inclusion, and Nutrition Specialist).

Sedangkan tim Bappenas terdiri dari Dit Pangan dan Pertanian Wisnu Widagdo, dan Frida Caturima Darojati dari Dit. Multilateral.

Baca juga:

Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Amran Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial

Tim kementerian pertanian, diwakili dari Pusat Pelatihan Pertanian, Cordelia Ervina, ketua kelompok program dan kerjasama pelatihan yang juga Deputi Monev READSI, yang hadir bersama TIm NPMO READSI.

Pada kegiatan yang dilakukan 4-5 Desember, tim mengunjungi beberapa titik di Pohuwato.

Pada Rabu (4/12/2024), kunjungan dilakukan ke Poktan Iloheluma III, Desa Suka Damai, Kec Lemito, Kab Pohuwato, yang memiliki komoditas Jagung dan cabai. Di tempat ini, tim melihat lokasi infrastruktur jalan tani dan Usaha Poktan Iloheluma III Pupuk Bokasi,Simpan Pinjam.

Sementara pada Kamis (5/12/2024), dilakukan pertemuan dengan DPMO Pohuwato, Bappeda dan Tim IFAD, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa. Hadir mendampingi, Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamsir Alwi dan Kepala Bappeda, Irvan Saleh.

Saat pertemuan, Wakil Bupati Suharsi Igirisa, berharap program READSI dapat terus berlanjut karena secara nyata, berdampak dalam meningkatkan pengetahuan dan pendapatan para petani.

Program Officer IFAD, Yumi Sakata menyampaikan Proyek READSI adalah proyek yang sangat berhasil, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani kecil yang telah berpartisipasi dalam proyek ini.

Ditambahkannya, ada 5 Project IFAD di Indonesia, dan READSI merupakan program yang sukses dalam implementasi di lapangan.

"Kami tiba kemarin dan berkunjung ke Desa Sukadamai, bertemu dengan petani, kelompok petani, petani milenial. Kami datang tidak untuk mengevaluasi tapi untuk bersama belajar dari pelaksanaan project juga untuk mendapat masukan sebagai proses pembelajaran yang dapat digunakan dalam menentukan bentuk program yang akan datang," katanya.

Yuni Sakata juga mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan program READSI dan mengucapkan selamat atas kerjasama yang baik selama 6 tahun (2018-2024) pelaksanaan program.

Dit Pangan dan Pertanian Beppenas, Wisnu Widagdo, berharap saat program berakhir pemerintahan kabupaten Pohuwato dapat menyiapkan anggaran untuk duplikasi dan replikasi program pemberdayaan masyarakat.

Rombongan juga mengunjungi Kelompok Tani Harapan Indah di Desa Balayo, sekaligus meninjau lokasi pengembangan program (cooking class) yang dilakukan oleh murid sekolah dasar di desa Balayo. Di sini, tim juga melihat pemanfaatan pekarangan, lantai pengering dan usaha keripik yang dijalankan oleh KWT.

Dalam sesi dialog bersama kelompok tani, Fenton Beed dan Yumi Sakata dari IFAD, secara bergantian bertanya kepada para petani mulai dari pelatihan yang telah didapat (produksi pertanian, literasi keuangan), pemanfaatan pestisida, kebutuhan para petani pasca program READSI sampai dampak yang dirasakan selama berlangsungnya program.

Tim lalu kembali ke Gorontalo dan kunjungan berlanjut ke Kelompok Tani/ P4S Pangan Sari di Desa Molowahu dengan komoditas hortikultura, usaha kelompok tani agri input dan smart farming.(***)