21 April 2026

Hari: 13 Desember 2024

Regenerasi Petani, Kementan Masifkan Peran Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sepuluh siswi kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Terisi Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengikuti kegiatan PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Santi mengatakan, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur, dan perlu dilakukan regenerasi.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kegiatan PKL SMKN Terisi Kabupaten Indramayu periode waktunya 18 Agustus – 13 Desember 2024, dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya sayuran lapang komoditas jagung, selada keriting, brokoli, dan bawang merah.

Ada juga siswa yang ditempatkan di screen house hidroponik sistem DFT untuk komoditas pakcoy, screen house hidroponik sistem irigasi tetes untuk komoditas melon dan screen house tanaman anggur.

Baca juga:

Petani dan Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Studi Banding ke UPT Kementan

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Kamis (12/12/2024), Lufiatun Jaenah, salah satu siswi yang ditempatkan di screen house budidaya melon sistem irigasi tetes, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan PKL.

“Saya dapat memahami tentang budidaya tanaman melon dengan sistem irigasi tetes karna di sekolah saya tidak ada yang menggunakan sistem tersebut. Kedua, saya dapat banyak pengalaman dan pembelajaran dari segi relasi sosial karena bapak ibu pegawai di sini baik dan sangat membantu serta teman-teman baru yang menyenangkan. Di balai ini juga saya jadi belajar tentang dunia kerja yang sesungguhnya ,” terangnya.

Siswi kelas XII yang akrab dipanggil Lufi melontarkan, “BBPP Lembang adalah tempat belajar dengan sejuta kenangan yang tidak akan dilupakan, suasana yang akan selalu dikangenin,” ucapnya. (Yoko/Chetty)

Petani dan Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Studi Banding ke UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 30 orang kelompok tani dan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, pemenang lomba pertembakauan, Kamis (12/12/2024).

Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan SDM pertanian menuju SDM yang profesional, mandiri, dan berdedikasi tinggi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Baca juga:

Evaluasi Standar Layanan Publik, UPT Kementan Gelar Public Hearing

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Rombongan kelompok tani dan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah diterima oleh Tim Manajemen BBPP Lembang dan widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian.

Pemimpin rombongan, Agus Syafrudin, Analis Pengelola Data Perkebunan, menyampaikan tujuan rombongan berkunjung untuk adopsi teknologi tentang budidaya tanaman hortikultura utamanya tentang persemaian tanaman.

Rombongan mengelilingi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Peserta melihat beberapa area lahan praktik yaitu screen house tanaman anggur dan tanaman hias dan berdiskusi dengan petugas lapangan tentang tahapan budidaya tanaman mulai dari persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta panen dan pascapanen.(***)

Evaluasi Standar Layanan Publik, UPT Kementan Gelar Public Hearing

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan), menggelar Public Hearing, Kamis (12/12/2024).

Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi dan menetapkan Standar Pelayanan Publik (SPP). Selain itu untuk mengetahui kesan dan saran stakeholder tentang jenis layanan dan penyelenggaraan layanan publik.

Sebab, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, telah mewajibkan setiap penyelenggara pelayanan publik menyusun dan menetapkan SPP sebagai acuan.

Undang-undang ini mewajibkan penyelenggara mengikutsertakan masyarakat dan pihak terkait dalam menyusun dan menetapkan SPP untuk mendapatkan kepastian hukum, biaya, persyaratan, prosedur, dan mekanisme.

Public Hearing yang dilaksanakan hybrid, baik daring melalui zoom meeting maupun luring, mengundang stakeholder BBPP Lembang yaitu Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota di wilayah binaan BBPP Lembang, sekolah, universitas, pengelola P4S, pihak swasta, mitra penyedia barang dan jasa, dan seluruh pegawai. Total peserta sebanyak 300 orang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika program utama kementerian yang dipimpinnya adalah mencapai swasembada pangan.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak dan secara teknis menerapkan intensifikasi lahan, ekstensifikasi lahan serta menerapkan smart farming maka saya meyakini sesuai arahan Presiden RI bahwa swasembada pangan bisa terwujud,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan pentingnya pengembangan SDM pertanian untuk mencapai program utama Kementan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, berharap Public Hearing dapat mengetahui kesan dan saran stakeholder tentang jenis layanan dan penyelenggaraan layanan publik, khususnya untuk mendukung meraih swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/08/raih-predikat-informatif-upt-pelatihan-komitmen-dukung-pengembangan-sdm-pertanian/

Public Hearing mengundang narasumber dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat yang secara panel bersama Kepala Bagian Umum BBPP Lembang menyampaikan materi tentang pelayanan publik, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Di akhir kegiatan dilakukan pembacaan resume Public Hearing dan penandatanganan berita acara.

Acara juga dimeriahkan dengan gelar produk P4S, produk Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yang cukup menarik minat tamu undangan untuk bertransaksi jual beli dan juga adanya pembagian gratis bibit anggrek yang dikemas menjadi gantungan kunci.

Selain itu juga ada motivasi kerja dengan metode hipnoenergi yang juga menyita perhatian para tamu undangan.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke beberapa spot menarik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yaitu screen tanaman anggur dan screen tanaman hias.

Narasumber dari Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat, Siti Julaeha, menyampaikan apresiasinya kepada BBPP Lembang untuk kegiatan Public Hearing ini.

“Secara keseluruhan acaranya sukses. Semoga dengan adanya kegiatan Public Hearing, pelayanannya menjadi lebih baik dan stakeholder merasa terpuaskan menerima layanan dari BBPP Lembang," katanya.

Hal senada yang disampaikan perwakilan tamu undangan, Dadang Sulaeman dari P4S Al-Mukhlis Kabupaten Bandung.

“Public Hearing ini bagus, sebagai ajang bertukar pendapat dan menerima masukan dari para penerima layanan di BBPP Lembang,” ujarnya.(***)