21 April 2026

Hari: 8 Desember 2024

Raih Predikat Informatif, UPT Pelatihan Komitmen Dukung Pengembangan SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan Kementerian Pertanian, meraih penghargaan Unit Kerja Eselon II yang Informatif.

Piagam diserahkan saat Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Jumat (6/12/2024), di IPB Convention Center Bogor, dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Komisi Informasi Pusat, tim juri, dan jajaran eselon I, II, III lingkup Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan memiliki komitmen kuat terhadap keterbukaan informasi publik, terutama dalam menyampaikan program-program strategis yang mendukung swasembada pangan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengapresiasi kinerja jajaran Kementan terhadap keterbukaan informasi publik.

“Program dan capaian kinerja Kementan harus terinformasikan dengan baik kepada masyarakat. Tugas kita tidak hanya memberikan informasi, namun juga harus bisa menjadi solusi,” tuturnya, saat membuka kegiatan.

“Semuanya hebat, bagus, keren!!” kata Sudaryono di penghujung sambutan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengungkapkan keterbukaan informasi bertujuan mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/08/upt-kementan-siapkan-regenerasi-petani-melalui-siswa-pkl/

Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian setiap tahun sejak tahun 2016, adalah bentuk apresiasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana lingkup Kementan, yaitu 8 PPID Pelaksana Eselon 1, 37 PPID Pelaksana Eselon II, dan 78 PPID Pelaksana Eselon III dalam memberikan hak kepada publik atas informasi.

Komponen penilaiannya meliputi pengisian Self Assesment Quessionaire (SAQ), penilaian website, optimalisasi penggunaan portal PPID, inovasi dalam penderasan informasi publik melalui perbaikan sistem, aplikasi dan berbagai plaform social media serta komitmen pimpinan Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT).

Penilaian ini melibatkan tim juri yang beranggotakan dari berbagai kalangan yaitu dari Komisi Informasi Pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat, akademisi dan penggiat dan pengamat keterbukaan informasi publik.

Sebanyak 120 UK/UPT lingkup Kementan baik eselon I, II, dan III mengikuti kegiatan ini. Hasil pemeringkatan, diperoleh hasil 70 UK/UPT meraih predikat Informatif, termasuk BBPP Lembang yang menduduki peringkat 15 untuk kategori eselon II, 28 UK/UPT meraih predikat menuju informatif, 14 UK/UPT cukup informatif, 8 UK/UPT berada pada kategori kurang informatif.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini.

“Alhamdulillah, predikat Informatif ini menjadi motivasi untuk terus memberikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada stakeholder kami,” tuturnya.(***)

UPT Kementan Siapkan Regenerasi Petani melalui Siswa PKL

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan pembelajaran praktis kepada 12 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Juli – 3 Desember 2024.

Kegiatan PKL menggenjot 3 aspek yang dalam 3 ranah taksonomi Bloom dalam Pendidikan, yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor, terutama di aspek psikomotor.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi dibutuhkan karena petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kegiatan PKL SMKN 4 Padalarang dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya tanaman anggur, jagung, brokoli, dan selada keriting.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/08/dukung-regenerasi-petani-kementan-siapkan-siswa-smk/

Ada juga siswa yang ditempatkan di screen hidroponik untuk mempelajari budidaya melon dan tomat beef dengan teknologi hidroponik sistem irigasi tetes dan budidaya tanaman pakcoy dengan hidroponik sistem DFT.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian yang ada pada kategori usia generasi milenial.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Selasa (3/12/2024), salah seorang siswa, Nazwa Al-Khalifi, yang melaksanakan PKL di zona tanaman hidroponik sistem DFT untuk komoditas pakcoy, mengaku terkesan dengan kegiatan ini.

“Setelah lima bulan melaksanakan PKL di BBPP Lembang membuat saya terkesan, karena saya mendapatkan banyak sekali ilmu serta pengalaman baru. Lingkungan di BBPP Lembang sangat nyaman dan asri, fasilitasnya pun juga lengkap sehingga sangat mendukung dan memudahkan para siswa dalam melaksanakan kegiatan PKL,” katanya.

Ia juga berterima kasih pada BBPP Lembang karena sudah memberikan kesempatan untuk PKL.

“Saya berterima kasih kepada para pegawai yang sudah memberikan berbagai ilmu dan pengalaman dan mendidik kami dengan penuh kesabaran,” ucap Nazwa.(***)

Dukung Regenerasi Petani, Kementan Siapkan Siswa SMK

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan renegerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/08/mahasiswa-itb-pelajari-rancangan-pertanian-terpadu-di-upt-kementan/

Kegiatan PKL SMKN I Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur diikuti 9 siswa kelas XII, periode 5 Agustus – 6 Desember 2024. PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya sayuran lapang brokoli, pakcoy, dan selada keriting.

Ada juga siswa yang ditempatkan di zona kandang sapi dan rumah kompos, screen house hidroponik sistem DFT untuk komoditas pakcoy, screen house hidroponik sistem irigasi tetes untuk komoditas melon dan tomat beef, serta screen house aeroponik untuk pembibitan kentang.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Jumat (6/12/2024), Serli Saelulrohmah, siswi yang praktik di screen house budidaya pakcoy system DFT, mengaku bisa mendapat banyak manfaat dari kegiatan PKL.

“Mengikuti aktivitas di lahan praktik BBPP Lembang membuat kami jadi bisa terampil untuk melakukan budidaya pertanian, khususnya saya yang ditempatkan di zona budidaya hidroponik,” katanya.

Serli juga merasa mendapat banyak pengalaman baru dengan teman-teman yang baru.(***)

Mahasiswa ITB Pelajari Rancangan Pertanian Terpadu di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pertanian kepada 72 mahasiswa semester 5 Program Studi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (3/12/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pertanian modern membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani. Salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.

Sementara 72 mahasiswa semester 5 Program Studi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berkunjung ke BBPP Lembang, diterima oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi.

Pemimpin rombongan, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan jika kunjungan ini adalah bagian dari kuliah lapangan dan menyiapkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas akhir merancang sistem pertanian terpadu.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/kontribusi-generasi-muda-pertanian-wujudkan-swasembada-pangan/

Rombongan yang terbagi 2 kelompok, diajak meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, generasi milenial ini belajar budidaya kaktus dan sukulen mulai dari penyiapan media tanam, perbanyakan anakan dan proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit.

Rombongan juga diajak ke lahan praktik lainnya, yaitu zona rumah pangan dengan koleksi tanaman buah dalam pot, sayuran dalam polybag, sayuran lapang dan padi varietas inpara yang dibudidayakan terapung di atas kolam.

BBPP Lembang juga memperkenalkan zona lainnya, yaitu budidaya bawang daun memanfaatkan teknologi internet of things (IOT) untuk proses penyiraman otomatis yang bisa diremote dari handphone petugas lahan praktik.

Zona berikutnya adalah screen house aeroponik kentang varietas Granola L. yang usianya mencapai 87 hari dan siap untuk dipanen. Namun, untuk proses selanjutnya pengeringan selama 1 minggu, dan penyimpanan di gudang selama 3 bulan. Setelah itu bibit kentang dipasarkan kepada para penangkar benih kentang.

Kunjungan berakhir di screen house melon yang dibudidayakan dengan hidroponik sistem irigasi tetes.

Beberapa buah melon yang tersisa setelah dipanen beberapa waktu sebelumnya, setelah diuji coba rasa dan sangat manis, menarik minat mahasiswa dan mahasiswi untuk diskusi dengan petugas lahan praktik tentang cara budidayanya.

Karen, salah seorang mahasiswi mengaku mendapatkan insight dan pelajaran baru tentang praktik pertanaman dan inovasi yang diterapkan dan belum dipelajari secara langsung di perkuliahan.

“Tadi kami melihat koleksi tanaman hias, ada padi sistem terapung, budidaya tanaman dengan smart farming, dan hidroponik sitem aeroponik, DFT, dan irigasi tetes,” ujarnya.(***)