19 April 2026

Hari: 16 Desember 2024

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Asah Kompetensi Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Agribisnis Jagung bagi Non Aparatur, 9 – 14 Desember 2024. Kegiatan diikuti 30 siswa-siswi yang sedang Praktik Kerja Lapangan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/16/kementan-perkuat-kompetensi-penyuluh-pertanian-indramayu/

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Selama pelatihan, widyaiswara BBPP Lembang sebagai fasilitator pelatihan memberikan rangkaian materi budidaya tanaman jagung, mulai dari Persiapan Benih, Persiapan Lahan, Penanaman dan Pemupukan.

Materi lainnya adalah Pemeliharaan, Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Jagung, Pengolahan Hasil Jagung, Analisa Usahatani, Pemasaran/Peluang Bisnis Komoditas Jagung, dan Media Pembelajaran.

Peserta dari SMKN I Terisi Kabupaten Indramayu, Lufiatun Jaenah, mengaku beruntung bisa memperoleh pelatihan gratis.

“Mengikuti pelatihan ini saya jadi bisa mengetahui tentang agribisnis jagung. Bapak dan ibu widyaiswara juga menyampaikan materi yang mudah dipahami sehingga suasana pembelajaran juga mengasyikkan,” ujarnya, saat penutupan pelatihan, Kamis (14/12/2024).(***)

Kementan Perkuat Kompetensi Penyuluh Pertanian Indramayu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai UPT di bawah Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memiliki 4 jenis layanan sebagai badan publik, di antaranya adalah kerja sama ketenagaan dan sarana prasarana.

Salah satunya dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, untuk kegiatan Bimbingan Teknis tentang Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian serta Programa Penyuluhan.

Kegiatan dilaksanakan 2 hari, 14 – 15 Desember 2024, diikuti 153 orang peserta yaitu penyuluh pertanian PNS dan PPPK.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian.

“SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/16/kementan-tingkatkan-kompetensi-penyuluh-pertanian-kabupaten-ciamis/

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Saat memberikan materi Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh, Minggu (15/12/2024), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan peserta untuk terus belajar, memperkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja sebagai penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” tutur Ajat.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi-materi tentang Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), dan Programa Penyuluhan.

Selain itu juga diberikan materi Agen Hayati sebagai Pembenah Tanah dan SOP Budidaya Padi.(***)

Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Ciamis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian (Kementan), bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, melaksanakan Training of Trainer (TOT) Budidaya dan Penguatan Kelembagaan Tani Tembakau bagi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Penyuluh Pertanian Swadaya.

Kegiatan yang dilaksanakan 9 – 14 Desember 2024, diikuti 40 orang peserta.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian.

“SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberikan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian, Selasa (10/12/202), menyampaikan kebijakan dan program Kementerian Pertanian saat ini.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/13/regenerasi-petani-kementan-masifkan-peran-generasi-muda/

Ajat juga memberi motivasi pentingnya peran penyuluh pertanian.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” ungkap Ajat.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi-materi tentang Persiapan Penyelenggaraan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Penumbuhan dan Pengembangan Posluhdes.

Peserta juga memperoleh materi dari Fasilitator Daerah (Fasda) Perkebunan Provinsi Jawa Barat tentang Dinamika Kehidupan dan Pentingnya Keterbukaan yaitu Motivasi Diri dan Membangun Harapan dan Menemu Kenali Masalah Rumah Idaman Masa Depan (RMD), Pentingnya Kebersamaan dan Filosofi Kemitraan Menyikapi Bantuan dan Motivasi Memperbanyak Sumber Pendapatan.

Materi lainnya adalah Pemantapan Kebersamaan, Penerapan Aturan dan Sanksi Kelompok dan Sepuluh Prinsip Dasar Kelompok Produktif, Sekilas Bagan Organsiasi Kelompok Kewajiban, Hak, Pengurus dan Anggota dan Strategi Dasar Pengelolaan Lahan.

Di penghujung pelatihan, diadakan kunjungan lapang ke Kabupaten Boyolali. Di sana, peserta mempelajari Pengembangan Komoditas Tembakau, Penguatan Kelembagaan Petani Tembakau, dan Pembibitan dan Penanganan OPT Tanaman Tembakau dan SOP Teknis Pengelolaan dan Budidaya Tembakau.(***)