21 April 2026

Bulan: Januari 2024

Lakukan Audiensi dengan Bupati Sleman, Kementan dan IFAD Masifkan Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam rangka perluasan Youth Entrepreneur and Employment Support Services Scaling Up Intervetion (YESSI), Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Sleman (22/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pentingnya peran kepala daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. “Dukungan dari kepala daerah sangat dibutuhkan karena hal tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah”, tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan jika kolaborasi sangat dibutuhkan dalam pertanian.

"Kolaborasi itu bisa dilakukan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Kenapa hal ini penting, karena hal ini terkait kebijakan sebuah daerah untuk memajukan pertanian. Kita membutuhkan komitmen bersama," terangnya.

Saat berdialog dengan Bupati Sleman, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti mengatakan pentingnya dukungan Kepala Daerah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program YESS di wilayahnya.

"Komitmen Kepala Daerah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program YESS, karena nanti dalam proses pelaksanaannya akan melibatkan peran UPTD di wilayahnya, dan setelah program pendamlingan selesai maka sepenuhnya menjadi hak pemerintah daerah untuk mengambil alih keberlanjutannya," ujar Idha.

Baca juga: Upgrade Jiwa Kewirausahaan, Polbangtan Kementan Gelar Kuliah Umum

Terkait komitmen tersebut langsung dijawab oleh Kustini, bahwa pihaknya akan berkomitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Kami sangat konsen terhadap pengembangan pertanian dan utamanya regenerasi petani muda. Sleman sendiri sangat aktif menjaring dan mengukuhkan petani milenial di setiap wilayah BP4. Sehingga jika program YESS ini dilaksanakan di wilayah kami merupakan suatu pilihan yang sangat tepat," ujarnya.

Kustini menambahkan, bahwa Sleman merupakan salah satu lumbung pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga pembangunan pertanian tentu akan selalu menjadi prioritas utama.

"Potensi pertanian di Sleman sangat besar, baik dari sumberdaya alamnya dan didukung dengan kapasitas SDM. Namun menghadapi tantangan era sekarang tentunya upskilling atau peningkatan kualitas SDM harus terus diupayakan melalui program pendampingan, fasilitasi, dan permodalan," paparnya.

Diketahui bahwa Kabupaten Sleman merupakan kabupaten dengan jumlah petani milenial terbanyak di DIY yaitu mencapai 1000 petani milenial yang aktif dikukuhkan oleh bupati.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (YoMa) beserta perwakilan tim IFAD dan manajement progam YESS.

Shazreh Hussain, selaku Targetin gender and youth Consultant IFAD mengapresiasi komitmen dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Shazreh sendiri sudah berkesempatan berkeliling ke beberapa titik petani milenial yang cukup sukses di Kabupaten Sleman seperti Ardana Garden, Merapi Farm, dan Gubug Milenial Margorejo.

"Sangat menginspirasi apa yang sudah dilakukan Kabupaten Sleman, kami juga sudah melihat langsung bagaimana kesuksesan petani milenial di wilayah Kabupaten Sleman. Kami berharap melalui program YESS ini akan lebih berkembang lagi dan tentunya mengedepankan program yang responsif gender," ujarnya.(***)

Upgrade Jiwa Kewirausahaan, Polbangtan Kementan Gelar Kuliah Umum

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Guna membuka wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar Kuliah Umum, Jumat (19/01/2024).

Kuliah umum yang bertema Kemitraan Agribisnis ini diikuti oleh mahasiswa tingkat 2 Polbangtan YOMA secara langsung di gedung serbaguna Jurusan Pertanian.

Hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan sangat penting bagi generasi muda pertanian untuk memperluas pengetahuan.

Sebab, menurut Mentan, ilmu dan pengetahuan seputar pertanian terus berkembang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Dunia pertanian terus mengalami perkembangan. Sektor pertanian mempunyai banyak hal yang bisa dikembangkan generasi muda dan sangat menjanjikan," katanya.

Dedi menegaskan jika pertanian bisa digarap dari hulu sampai hilir.

"Banyak peluang untuk digarap, makanya kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian," tegasnya.

Sementara Kapusdiktan, Idha Widi Arsanti, membuka kuliah umum dengan memaparkan tantangan pertanian Indonesia saat ini yang perlu diantisipasi oleh seluruh masyarakat pertanian.

"Tantangan yang saat ini kita hadapi antara lain yaitu kondisi alam pertanian yang sudah mulai mengalami degradasi, perubahan iklim, dan regenerasi petani," rincinya.

Menurutnya, Pusdiktan sebagai salah satu bagian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), salah satu tugas dan fungsi utamanya yaitu memastikan keberlanjutan kuantitas dan kualitas SDM Pertanian Indonesia.

Baca juga: Terima Kunjungan BPSIP Pati, Polbangtan Kementan Berbagi Kiat Sukses Pelayanan Informasi Publik

"Saat ini kita ada pada era bonus demografi. Hampir 50% komposisi penduduk Indonesia didominasi gen Z dan gen Y yang saat ini ada pada usia kuliah seperti adik-adik sekalian. Inilah yang kami sasar nantinya sebagai generasi penerus pertanian Indonesia," ujar Santi.

Menjadi tugas Kementerian Pertanian untuk mengubah mindset generasi uda bahwa Pertanian itu hal yang menjanjikan dan up to date. Salah satunya dengan melakukan link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

"Salah satu upaya agar lulusan Polbangtan ini nantinya dapat mudah diserap oleh industri yaitu dengan melakukan kerjasama dan penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan DUDIKA," ujarnya.

Selain menyiapkan Alumni Polbangtan untuk menjadi qualified job seeker, Santi juga mendorong lulusan untuk menjadi qualified job creator.

"Saudara sekalian juga kami siapkan untuk menjadi qulified job creator, sebagai wirausaha pertanian dengan berbagai program seperti PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) dan YESS (Youth Enterpreneurship And Employment Support Services). Program ini kami tujukan sebagai inkubator bisnis bagi saudara yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian," katanya.

Santi juga memberikan kiat-kiat membangun ekosistem kewirausahaan dengan melakukan hilirisasi kluster pertanian.

"Yang utama yaitu memetakan pasar agar produk yang dihasilkan dapat terjual. Kemudian lakukan identifikasi produk yang diminati oleh pasar, dan terpenting yaitu bangun kelembagaan. Jangan membangun usaha secara mandiri namun usahakan berjejaring dan dilegalkan secara hukum agar mudah menjangkau pasar korporasi," tandasnya.

Mewakili Direktur, Wakil Direktur I Sujono berharap mahasiswa dapat menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh Kapusdiktan.

"Materi yang dipaparkan sangat menarik dan sesuai dengan kondisi yang kita hadapi saat ini. Oleh karena itu, saya harap mahasiswa menyimak dengan baik dan yang terpenting juga mengaplikasikannya," pesan Sujono.(***)

Terima Kunjungan BPSIP Pati, Polbangtan Kementan Berbagi Kiat Sukses Pelayanan Informasi Publik

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan dari Tim PPID Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Pati yang melakukan Studi Tiru terkait Pelayanan Informasi Publik, Jumat (19/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan berbagi informasi merupakan hal penting untuk yang dapat meningkatkan produksi pertanian.

Mentan Amran menambahkan, hal ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian yang bertekad untuk kembali mewujudkan swasembada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, sependapat dengan hal tersebut.

Ia menjelaskan, studi tiru adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian.

"Dan kualitas SDM yang meningkat tentunya akan berdampak sangat positif untuk peningkatan produksi pertanian. Apalagi SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian," tuturnya.

Sementara Tim BPSIP Pati yang dipimpin langsung Kepala Balai, Wahidah Annisa Yusuf, berkunjung untuk menggali informasi mengenai kiat sukses Polbangtan Yogyakarta Magelang yang berhasil meraih Peringkat I Kategori Eselon II Kementerian Pertanian Predikat Informatif Tahun 2023.

“Maksud kedatangan kami ke Polbangtan Yoma yaitu ingin belajar bagaimana pengelolaan PPID yang dilakukan oleh Polbangtan Yoma hingga dapat meraih peringkat I kategori Eselon II,” jelas Wahidah.

Baca juga: Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

Disebutkannya, PPID BPSIP Pati pada tahun 2023 masih ada pada kelompok predikat cukup informatif.

“Target kami tidak muluk-muluk, setidaknya pada pemeringkatan PPID tahun 2024 ini kami bisa meraih predikat Informatif. Oleh karena itu dari kunjungan ini kami berharap ada masukan-masukan perbaikan yang dapat kami aplikasikan di BPSIP Pati," jelasnya.

Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan Yoma, didampingi oleh Tim PPID menyambut kedatangan rombongan BPSIP dengan hangat. Disampaikan oleh Bambang bahwa kunci kesuksesan Pengelolaan PPID salah satunya adalah kekompakan Tim.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan PPID ini sebenarnya adalah tugas tambahan bagi seluruh personil, namun yang kami tanamkan adalah bagaimana kita semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada pengguna layanan dan menanamkan bahwa jika lembaga kita berprestasi maka kita juga yang bangga,” ujar Bambang.

Selain itu keunggulan PPID Polbangtan Yoma lainnya yaitu intergrasi seluruh layanan menggunakan layanan elektronik dan layanan ramah disabilitas.

“Untuk memudahkan pengguna layanan kami dorong setiap bagian untuk mengembangkan layanan berbasis elektronik seperti aplikasi SIATO untuk mahasiswa, aplikasi konsultasi on line pertanian untuk petani dan penyuluh melalui Si Juru Tani, e- library, e-jurnal, dan tracer study. Selain itu kami juga sangat memperhatikan kebutuhan disabilitas dalam mengakses informasi seperti penyediaan buku braile, fasilitas kursi roda, web ramah disabilitas, penyematan subtitle pada video informasi dan sebagainya,” rincinya.

Bambang menambahkan pengembangan layanan berbasis elektronik ini tidak lain adalah untuk mempermudah Polbangtan Yoma dalam menjangkau seluruh pengguna layanannya tanpa batas ruang dan waktu.(***)

Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang terus berupaya menjaga mutu pendidikan, salah satunya melalui sertifikasi ISO. Terbaru, Polbangtan Yogyakarta Magelang melaksanakan Audit Surveillance ISO Integrasi 9001:2015 tentang Sistem Penjaminan Mutu dan 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.

Kick Off meeting dilakukan pada Rabu (17/1) di ruang Sidang Polbangtan YOMA Jurusan Pertanian, sementara audit dilaksanakan selama dua hari baik di Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan (17-18/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan menjaga bahkan meningkatkan kualitas harus terus dilakukan satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, hal itu akan membuat pertanian Indonesia terus bersaing, dan bisa berdampak pada peningkatan produksi.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Dengan menjaga kualitas, berarti Polbangtan telah mendukung terciptanya SDM-SDM pertanian yang berkualitas dan berdaya saing," katanya.

Dedi menegaskan, SDM adalah faktor pengungkit terpenting dalam pertanian.

"Kalau ingin meningkatkan produksi pertanian, tingkatkan dulu kualitas SDM-nya. Karena SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produktivitas pertanian," tegasnya.

Kepala Unit Penjaminan Mutu, Siti Astuti, menjelaskan audit surveillance ISO ini adalah kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA.

Baca juga: Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

“Dengan rutin melakukan audit surveillance ini, diharapkan ada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur I Bidang Akademik, Sujono, saat membuka acara menyatakan bahwa Audit Surveillance ISO ini adalah salah satu bentuk penjaminan mutu eksternal.

“Mengemban amanat sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di Kementerian Pertanian, Polbangtan Yogyakarta Magelang terus berupaya memperbarui dan mewujudkan komitmennya guna menjaga integritas institusi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pada bidang penyelenggaraan pendidikan melalui audit ISO,” ungkap Sujono.

Sujono juga berharap Polbangtan YOMA melakukan continuous improvement dalam tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan.

“Apabila ada permintaan dokumen dan ditemukan ketidaksesuaian pada audit surveillance ini, pelaksana kegiatan dapat mempersiapkan dokumen dan melakukan tindak lanjut dengan segera. Itu salah satu wujud komitmen kita untuk terus melakukan peningkatan dan pengembangan,” pesannya.

Kegiatan Audit Surveillace ISO ini bekerjasama dengan Mitra Sejati Fazahara (MSF) dan SIS Certification Indonesia dengan melibatkan 2 auditor yaitu Ivar Kusradi dan Lya Caturianty.

Meskipun ada catatan perbaikan dari hasil audit yang dilakukan, namun secara garis besar dikatakan oleh Ivar bahwa penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA masih sesuai dengan standar ISO.

“Ada beberapa catatan-catatan perbaikan yang sifatnya minor dan dapat diselesaikan segera,” kata Ivar.(***)

Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berkolaborasi dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mengembangkan pertanian di Kawasan Yogyakarta.

Salah satu wilayah yang disasar adalah Kalurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Kolaborasi yang melibatkan tiga pihak tersebut, merumuskan kesepakatan untuk mengembangkan kawasan Mulyodadi menjadi pengembangan agroeduwisata.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan pertanian tidak semata menjadi tanggung jawab Kementan.

Menurutnya, pertanian adalah sektor penting karena menjadi yang terdepan dalam penyediaan pangan. Oleh sebab itu, pengembangan pertanian membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

"Tanggung jawab pertanian adalah menyediakan pangan buat masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terkendala, pertanian tidak boleh bermasalah," tuturnya.

Dedi juga mengimbau para SDM pertanian, utamanya penyuluh dan petani, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

"Kita tidak boleh tertinggal, karena ilmu dan informasi terus berkembang. Begitu juga terhadap pertanian. Kita sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Pertanian sudah harus digarap secara modern untuk mencapai hasil maksimal," katanya.

Sementara Kepala Desa Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, menjelaskan jika kampung di sekitar Mulyodadi sebenarnya sudah memiliki potensi khas masing-masing.

“Ada Kampung TOGA di Kepuh, Kampung Lidah Buaya di Gambuhan, Kampung Kates di Bogem, Kampung Jeruk Nipis di Bregan, Kampung Singkong di Mejing, Kampung Mentimun di Wonodoro, Kampung Alpukat di Destan, dan Kampung Pisang di Carikan,” rinci Ari.

Baca juga: Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

Hermawan, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan mendukung pengembangan Agroeduwisata, terutama dari segi teknis dan pemasaran.

“Polbangtan YOMA beberapa tahun belakangan ini sudah aktif mendampingi Kalurahan Mulyodadi untuk program AKU HATINYA PKK. Pendampingan dari segi teknis pertanian dan dukungan pemasaran produk akan menjadi salah satu konsentrasi kami. Apalagi kali ini dengan tambahan semangat baru dari YDBA, tentunya akan lebih signifikan dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Koordinator YDBA Yogyakarta, Fransiska Wisni Kristanti, menjelaskan jika melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), PT Astra Internasional berkomitmen untuk berperan secara aktif dalam pembangunan nasional, salah satunya di bidang pertanian.

“Pada tahun ini CSR kami sudah mulai merambah di bidang pertanian. Salah satu faktor pendorong terjun di bidang ini bermulai dari pandemi yang memperlihatkan bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang yang stabil,” ungkapnya.

Duta Petani Milenial Kota Yogyakarta, Anjar Wahyu Nugroho, yang selama ini berkecimpung pada usaha olahan Buah Markisa, turut berbagi kiat membangun pasar bagi produk olahan pangan.

“Sebelum membuat produk, yang utama disiapkan adalah pasarnya. Kita harus jeli melihat komoditas mana yang kompetitornya masih sedikit, namun demand-nya tinggi. Seperti markisa, kebutuhan pasar sangat tinggi namun pemasok masih kurang. Ini bisa jadi peluang,” ujarnya.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, korporasi, dan masyarakat petani dapat menciptakan dampak positif yang besar dalam sektor pertanian.(***)

Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali mahasiswa pengetahuan mengenai Perdagangan Internasional, di Ruang Seminar Jurusan Pertanian, Kamis (11/1/2024) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 7 Agribisnis dan Hortikultura.

Kegiatan Kuliah Narasumber merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Polbangtan YOMA dengan menghadirkan praktisi-praktisi handal untuk menjadi Dosen tamu.

Kuliah tersebut menghadirkan praktisi dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Yogyakarta ini mengangkat topik tentang Standardisasi Produk Pertanian Ekspor Impor.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, setiap individu pertanian harus bisa membekali diri dengan perkembangan zaman. Terlebih, pertanian telah menjadi isu global.

Hal tersebut dipertegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Isu perdagangan internasional sejak dahulu telah menjadi aspek kunci dalam perekonomian global. Perdagangan Internasional memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi," sebut Dedi.

Dedi menegaskan, produk pertanian menjadi salah satu komoditas yang didorong untuk bisa go internasional. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tentunya ada prosedur dan syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi.

"Itulah mengapa SDM memegang peranan paling penting dalam kemajuan pertanian. Dan itulah juga alasan mengapa SDM pertanian harus terus membekali diri dengan pengetahuan baru agar kita terus bersaing," ujarnya.

Pada keterangan terpisah, Bambang Sudarmanto selaku Direktur Polbangtan YOMA menegaskan perlunya upaya meningkatkan kompetensi baik secara teori maupun praktik.

Baca juga: Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

“Sebelum terjun ke lapangan penguatan teori seperti dasar-dasar regulasi pertanian juga sangat penting, agar mahasiswa juga punya pedoman standar yang berlaku seperti regulasi ekspor produk pertanian yang menjadi salah satu ilmu penting bagi mahasiswa,” ujar Bambang.

Palupi Murnaningsih, Koordinator Jabatan Fungsional Karantina Tumbuhan, mengatakan untuk bisa melakukan ekspor produk pertanian salah satu langkah yang harus dilalui yaitu lolos dokumen persyaratan fitosanitari negara tujuan ekspor.

“Penerbitan Sertifikat Fitosanitari sendiri memiliki tujuan untuk memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor maupun impor," katanya.

"Produk yang dikirim maupun diterima sebelumnya harus diuji dan dipastikan bebas OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina), bebas tanah, bebas dari tanaman lain yang tidak dikehendaki, bebas dari bagian hewan dan bahan-bahan asing, dalam keadaan utuh, tidak rusak, tidak busuk, melalui perlakuan karantina, dan wajib dikemas serta disimpan terpisah dari kiriman lain,” rinci Palupi.

Namun syarat yang ditetapkan oleh masing-masing negara juga harus mengikuti standar yang ditetapkan internasional.

Palupi memberikan contoh kasus mengenai penolakan ekspor komoditas kopi ke Jepang karena residu karbaril (bahan aktif pestisida) yang menurut standar Jepang melampaui ambang batas

“Setiap negara memiliki regulasi tersendiri dalam menentukan produk layak diterima atau tidak. Seperti Jepang, Standar di Jepang kandungan residu karbaril maksimal 0,01 ppm, namun berdasarkan standar Codex, kontaminasi residu karbaril yang ditoleransi yaitu 0,02-0,03 ppm,” jelas Palupi.

Saat itu hasil sampling kopi yang akan dikirim melebihi dari 0,01 sehingga ditolak, padahal produk yang akan dikirim sebanyak 20-30 kontainer. Untuk mengatasi hal ini dilakukan dialog intensif antara Indonesia dan Jepang sejak Tahun 2010.

“Indonesia mendesak Jepang untuk menggunakan standar Codex dalam menetapkan BMR Karbaril dari 0,01 ppm menjadi 0,1 ppm yang disampaikan dalam Round Table on Regional Commodity Exchange Market Integration in Asia di Tokyo 12-13 September 2012,” terangnya.

Belajar dari kasus tersebut, Palupi menerangkan pentingnya peran laboratorium uji dalam pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan pentingnya pelaku usaha untuk mengetahui alur tatacara pengajuan sertifikasi fitosanitari serta mengidentifikasi penyebab umum penolakan ekspor produk pangan.

“Untuk meminimalkan penolakan, sebelumnya kita harus preventif dengan menguasai aturan negara tujuan. Selain itu didukung juga dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan peralatan yang terkalibrasi dengan baik,”kata Palupi.(***)

Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

TANIINDONESIA.COM//KONAWE - Rangkaian kegiatan Pembinaan Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian berlanjut ke Sulawesi Tenggara. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Konawe, Kamis (11/1/2024).

Pembinaan yang mengangkat tema 'Dukungan Penyuluh Pertanian dan Petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Provinsi Sulawesi Tenggara', dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwansyah Taridala mewakili Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, bersama 2500 petani, penyuluh pertanian dan Babinsa wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat,Kalimantan Tengah, Jawa Tengah (Pekalongan), Lampung, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah (Banyumas).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2017, 2019 dan 2020 lalu.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang begitu kaya akan pangan lokal seperti jagung, ubi dan sagu.

Amran yang bertemu langsung dengan seluruh Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Tenggara, juga memberikan sejumlah motivasi.

“Saya yakin Indonesia bisa swasembada di Sulawesi Tenggara. Terlebih Konawe merupakan lumbung pangan untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan bangsa, kita swasembada yang bekerja adalah Kita, Petani Penyuluh, untuk itu harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Baca juga: Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh pertanian se-Sulawesi Tenggara yang telah memberikan dukungan aktif dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Mentan Amran juga menyebut Petani dan Penyuluh sebagai pahlawan pangan Indonesia. Ia mengaku dulunya pernah menjadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kembali menjadi Menteri Pertanian untuk bekerja bersama PPL membantu aktivitas produksi petani dilapangan.

“Saya ini dulu PPL, PPL adalah pelayan petani Indonesia, saya kembali (menjadi Menteri Pertanian) untuk anda, kalian semua pahlawan pangan Indonesia, kami terbiasa kerja hingga ke pelosok sampai ke ujung, kami ingin petani merasakan kehadiran pemerintah,” tuturnya.

Hal yang menarik pada kegiatan itu, Mentan Amran secara tidak terduga bertemu sahabat lamanya sesama rekan penyuluh yang 20 tahun lalu sama sama bertugas (di Konawe) menjadi penyuluh lapangan, Anto dan Antonius.

Keduanya diminta Amran untuk naik keatas panggung berdialog dan bernostalgia mengenang masa sulit menjadi penyuluh pertanian.

"Saya di sini bukan untuk mempermalukan teman-temanku ini, tapi hanya ingin bernostalgia menceritakan perjalanan hidup, masa masa sulit menjadi penyuluh sekaligus memotivasi yang hadir di sini. Bahwa disiplin dan kerja keras adalah kunci kesuksesan apapun yang kita kerjakan," katanya.

"Mau sukses? Jangan meminta minta. Mau sukses? Kerja keras dan Jangan pernah mengambil yang bukan haknya," imbuhnya.

Sedangkan Anto dan Antonius tidak mengira akan dipanggil oleh Mentan Amran keatas panggung. mereka senang Amran masih mengingat mereka.

Keduanya mengaku mengenal sosok Amran sebagai pekerja keras sejak muda, sekaligus disiplin. Mereka tidak heran kalau Amran Sulaiman bisa menjadi Menteri Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Sulawesi Tenggara serta untuk memotivasi para petani dan pihak terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya.

Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

"Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk mengenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan," sebut Dedi.

Sebagai informasi, kegiatan pembinaan penyuluh dan petani ini diawali dengan Bimbingan Teknis Gerakan Tani Pro Organik Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung, peninjauan pameran produk-produk pertanian maupun hasil olahan dari Dinas Pertanian, Pengelola P4S dan UPT lingkup Kementan. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penebusan pupuk bersubsidi melalui KTP dan penyerahan sejumlah bantuan.(***)

Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengawali tahun 2024 dengan melaksanakan Pembinaan Pegawai dan Sosialisasi Surat Keputusan (SK) Personalia, Senin (8/1/2024).

Agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kerja tahunan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, salah satu target yang akan dikejar ditahun 2024 adalah mengejar swasembada pangan, khususnya komoditas padi dan jagung.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM Kementan harus bisa cepat beradaptasi dengan situasi agar bisa memaksimalkan pencapaian.

"SDM Kementan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan jaman, dengan kemajuan teknologi dan informasi," tuturnya.

Dedi menambahkan, SDM memegang peran penting dalam kemajuan pembangunan pertanian.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan evaluasi kinerja Polbangtan YOMA tahun 2023 yang meliputi pencapaian prestasi dan juga poin-poin koreksi.

“Tahun 2023 telah kita lalui dengan berbagai dinamika. Apa yang sudah kita kerjakan jika dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan berserah diri maka apa yang dicita-citakan akan terkabul," kata Bambang.

Prestasi yang berhasil dicapai selama tahun 2023, dipaparkan oleh Bambang antara lain, Polbangtan YOMA berhasil meraih Juara I KIP tingkat Eselon II Kementerian Pertanian, Terakreditasinya seluruh program studi, dan tercapainya target serapan anggaran.

“Dengan digabungnya satker Yogyakarta dan Magelang dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Publik, kita berhasil menjadi yang terbaik di lingkup Eselon II. Semua program studi juga kini sudah terakreditasi. Tapi, perlu kita ingat bahwa mempertahankan itu lebih sulit, dibanding meraihnya,” ujar Bambang.

Baca juga: Wamentan Akan Terus Tingkatkan SDM untuk Akselerasi Sektor Pertanian di Sorong

Sementara evaluasi tahun 2023 yaitu belum tercapainya target penilaian zona Integritas dan ada beberapa kegiatan yang belum berhasil dilaksanakan karena adanya refocussing anggaran.

“Refocussing anggaran akan terus berlanjut, oleh karena itu kegiatan harus terdistribusi dengan baik sejak awal tahun, jangan sampai tertumpuk di belakang namun juga tetap tertib administrasi,” tutur Bambang lagi.

Ia berharap capaian dan evaluasi Tahun 2023 ini dapat menjadi motivasi agar Polbangtan YOMA lebih baik di Tahun 2024. Disampaikan juga oleh Bambang bahwa pergeseran personil dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah.

“Mutasi, rotasi, dan promosi, maupun kaderisasi merupakan hal biasa dan bagian dari dinamika institusi serta pengembangan karir pegawai. Saya juga berpesan kepada para senior, untuk dapat memberikan kepercayaan dan membimbing para juniornya,” pesan Bambang.

Kepala Bagian Umum Polbangtan YOMA, Hari Sudharto, turut menjabarkan bahwa Kinerja realisasi anggaran Polbangtan YOMA sudah sangat baik yaitu 99.68% untuk satker Magelang dan 99.27% untuk satker Yogyakarta.

Sementara capaian kinerja PNBP mencapai 106.38% untuk satker Magelang dan 100% untuk satker Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa seluruh pegawai diharapkan dapat menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pada tahun 2024 ini.

“Kita sebagai bagian dari Kementerian Pertanian turut bertanggungjawab dalam mengembalikan kepercayaan publik dengan menunjukkan kinerja dan integritas yang baik serta mendukung kebijakan nasional pertanian,” pungkasnya.(***)