17 Mei 2026

admin

Terima Kunjungan BPSIP Pati, Polbangtan Kementan Berbagi Kiat Sukses Pelayanan Informasi Publik

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan dari Tim PPID Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Pati yang melakukan Studi Tiru terkait Pelayanan Informasi Publik, Jumat (19/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan berbagi informasi merupakan hal penting untuk yang dapat meningkatkan produksi pertanian.

Mentan Amran menambahkan, hal ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian yang bertekad untuk kembali mewujudkan swasembada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, sependapat dengan hal tersebut.

Ia menjelaskan, studi tiru adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian.

"Dan kualitas SDM yang meningkat tentunya akan berdampak sangat positif untuk peningkatan produksi pertanian. Apalagi SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian," tuturnya.

Sementara Tim BPSIP Pati yang dipimpin langsung Kepala Balai, Wahidah Annisa Yusuf, berkunjung untuk menggali informasi mengenai kiat sukses Polbangtan Yogyakarta Magelang yang berhasil meraih Peringkat I Kategori Eselon II Kementerian Pertanian Predikat Informatif Tahun 2023.

“Maksud kedatangan kami ke Polbangtan Yoma yaitu ingin belajar bagaimana pengelolaan PPID yang dilakukan oleh Polbangtan Yoma hingga dapat meraih peringkat I kategori Eselon II,” jelas Wahidah.

Baca juga: Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

Disebutkannya, PPID BPSIP Pati pada tahun 2023 masih ada pada kelompok predikat cukup informatif.

“Target kami tidak muluk-muluk, setidaknya pada pemeringkatan PPID tahun 2024 ini kami bisa meraih predikat Informatif. Oleh karena itu dari kunjungan ini kami berharap ada masukan-masukan perbaikan yang dapat kami aplikasikan di BPSIP Pati," jelasnya.

Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan Yoma, didampingi oleh Tim PPID menyambut kedatangan rombongan BPSIP dengan hangat. Disampaikan oleh Bambang bahwa kunci kesuksesan Pengelolaan PPID salah satunya adalah kekompakan Tim.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan PPID ini sebenarnya adalah tugas tambahan bagi seluruh personil, namun yang kami tanamkan adalah bagaimana kita semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada pengguna layanan dan menanamkan bahwa jika lembaga kita berprestasi maka kita juga yang bangga,” ujar Bambang.

Selain itu keunggulan PPID Polbangtan Yoma lainnya yaitu intergrasi seluruh layanan menggunakan layanan elektronik dan layanan ramah disabilitas.

“Untuk memudahkan pengguna layanan kami dorong setiap bagian untuk mengembangkan layanan berbasis elektronik seperti aplikasi SIATO untuk mahasiswa, aplikasi konsultasi on line pertanian untuk petani dan penyuluh melalui Si Juru Tani, e- library, e-jurnal, dan tracer study. Selain itu kami juga sangat memperhatikan kebutuhan disabilitas dalam mengakses informasi seperti penyediaan buku braile, fasilitas kursi roda, web ramah disabilitas, penyematan subtitle pada video informasi dan sebagainya,” rincinya.

Bambang menambahkan pengembangan layanan berbasis elektronik ini tidak lain adalah untuk mempermudah Polbangtan Yoma dalam menjangkau seluruh pengguna layanannya tanpa batas ruang dan waktu.(***)

Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang terus berupaya menjaga mutu pendidikan, salah satunya melalui sertifikasi ISO. Terbaru, Polbangtan Yogyakarta Magelang melaksanakan Audit Surveillance ISO Integrasi 9001:2015 tentang Sistem Penjaminan Mutu dan 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.

Kick Off meeting dilakukan pada Rabu (17/1) di ruang Sidang Polbangtan YOMA Jurusan Pertanian, sementara audit dilaksanakan selama dua hari baik di Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan (17-18/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan menjaga bahkan meningkatkan kualitas harus terus dilakukan satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, hal itu akan membuat pertanian Indonesia terus bersaing, dan bisa berdampak pada peningkatan produksi.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Dengan menjaga kualitas, berarti Polbangtan telah mendukung terciptanya SDM-SDM pertanian yang berkualitas dan berdaya saing," katanya.

Dedi menegaskan, SDM adalah faktor pengungkit terpenting dalam pertanian.

"Kalau ingin meningkatkan produksi pertanian, tingkatkan dulu kualitas SDM-nya. Karena SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produktivitas pertanian," tegasnya.

Kepala Unit Penjaminan Mutu, Siti Astuti, menjelaskan audit surveillance ISO ini adalah kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA.

Baca juga: Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

“Dengan rutin melakukan audit surveillance ini, diharapkan ada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur I Bidang Akademik, Sujono, saat membuka acara menyatakan bahwa Audit Surveillance ISO ini adalah salah satu bentuk penjaminan mutu eksternal.

“Mengemban amanat sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di Kementerian Pertanian, Polbangtan Yogyakarta Magelang terus berupaya memperbarui dan mewujudkan komitmennya guna menjaga integritas institusi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pada bidang penyelenggaraan pendidikan melalui audit ISO,” ungkap Sujono.

Sujono juga berharap Polbangtan YOMA melakukan continuous improvement dalam tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan.

“Apabila ada permintaan dokumen dan ditemukan ketidaksesuaian pada audit surveillance ini, pelaksana kegiatan dapat mempersiapkan dokumen dan melakukan tindak lanjut dengan segera. Itu salah satu wujud komitmen kita untuk terus melakukan peningkatan dan pengembangan,” pesannya.

Kegiatan Audit Surveillace ISO ini bekerjasama dengan Mitra Sejati Fazahara (MSF) dan SIS Certification Indonesia dengan melibatkan 2 auditor yaitu Ivar Kusradi dan Lya Caturianty.

Meskipun ada catatan perbaikan dari hasil audit yang dilakukan, namun secara garis besar dikatakan oleh Ivar bahwa penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA masih sesuai dengan standar ISO.

“Ada beberapa catatan-catatan perbaikan yang sifatnya minor dan dapat diselesaikan segera,” kata Ivar.(***)

Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berkolaborasi dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mengembangkan pertanian di Kawasan Yogyakarta.

Salah satu wilayah yang disasar adalah Kalurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Kolaborasi yang melibatkan tiga pihak tersebut, merumuskan kesepakatan untuk mengembangkan kawasan Mulyodadi menjadi pengembangan agroeduwisata.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan pertanian tidak semata menjadi tanggung jawab Kementan.

Menurutnya, pertanian adalah sektor penting karena menjadi yang terdepan dalam penyediaan pangan. Oleh sebab itu, pengembangan pertanian membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

"Tanggung jawab pertanian adalah menyediakan pangan buat masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terkendala, pertanian tidak boleh bermasalah," tuturnya.

Dedi juga mengimbau para SDM pertanian, utamanya penyuluh dan petani, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

"Kita tidak boleh tertinggal, karena ilmu dan informasi terus berkembang. Begitu juga terhadap pertanian. Kita sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Pertanian sudah harus digarap secara modern untuk mencapai hasil maksimal," katanya.

Sementara Kepala Desa Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, menjelaskan jika kampung di sekitar Mulyodadi sebenarnya sudah memiliki potensi khas masing-masing.

“Ada Kampung TOGA di Kepuh, Kampung Lidah Buaya di Gambuhan, Kampung Kates di Bogem, Kampung Jeruk Nipis di Bregan, Kampung Singkong di Mejing, Kampung Mentimun di Wonodoro, Kampung Alpukat di Destan, dan Kampung Pisang di Carikan,” rinci Ari.

Baca juga: Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

Hermawan, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan mendukung pengembangan Agroeduwisata, terutama dari segi teknis dan pemasaran.

“Polbangtan YOMA beberapa tahun belakangan ini sudah aktif mendampingi Kalurahan Mulyodadi untuk program AKU HATINYA PKK. Pendampingan dari segi teknis pertanian dan dukungan pemasaran produk akan menjadi salah satu konsentrasi kami. Apalagi kali ini dengan tambahan semangat baru dari YDBA, tentunya akan lebih signifikan dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Koordinator YDBA Yogyakarta, Fransiska Wisni Kristanti, menjelaskan jika melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), PT Astra Internasional berkomitmen untuk berperan secara aktif dalam pembangunan nasional, salah satunya di bidang pertanian.

“Pada tahun ini CSR kami sudah mulai merambah di bidang pertanian. Salah satu faktor pendorong terjun di bidang ini bermulai dari pandemi yang memperlihatkan bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang yang stabil,” ungkapnya.

Duta Petani Milenial Kota Yogyakarta, Anjar Wahyu Nugroho, yang selama ini berkecimpung pada usaha olahan Buah Markisa, turut berbagi kiat membangun pasar bagi produk olahan pangan.

“Sebelum membuat produk, yang utama disiapkan adalah pasarnya. Kita harus jeli melihat komoditas mana yang kompetitornya masih sedikit, namun demand-nya tinggi. Seperti markisa, kebutuhan pasar sangat tinggi namun pemasok masih kurang. Ini bisa jadi peluang,” ujarnya.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, korporasi, dan masyarakat petani dapat menciptakan dampak positif yang besar dalam sektor pertanian.(***)

Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali mahasiswa pengetahuan mengenai Perdagangan Internasional, di Ruang Seminar Jurusan Pertanian, Kamis (11/1/2024) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 7 Agribisnis dan Hortikultura.

Kegiatan Kuliah Narasumber merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Polbangtan YOMA dengan menghadirkan praktisi-praktisi handal untuk menjadi Dosen tamu.

Kuliah tersebut menghadirkan praktisi dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Yogyakarta ini mengangkat topik tentang Standardisasi Produk Pertanian Ekspor Impor.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, setiap individu pertanian harus bisa membekali diri dengan perkembangan zaman. Terlebih, pertanian telah menjadi isu global.

Hal tersebut dipertegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Isu perdagangan internasional sejak dahulu telah menjadi aspek kunci dalam perekonomian global. Perdagangan Internasional memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi," sebut Dedi.

Dedi menegaskan, produk pertanian menjadi salah satu komoditas yang didorong untuk bisa go internasional. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tentunya ada prosedur dan syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi.

"Itulah mengapa SDM memegang peranan paling penting dalam kemajuan pertanian. Dan itulah juga alasan mengapa SDM pertanian harus terus membekali diri dengan pengetahuan baru agar kita terus bersaing," ujarnya.

Pada keterangan terpisah, Bambang Sudarmanto selaku Direktur Polbangtan YOMA menegaskan perlunya upaya meningkatkan kompetensi baik secara teori maupun praktik.

Baca juga: Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

“Sebelum terjun ke lapangan penguatan teori seperti dasar-dasar regulasi pertanian juga sangat penting, agar mahasiswa juga punya pedoman standar yang berlaku seperti regulasi ekspor produk pertanian yang menjadi salah satu ilmu penting bagi mahasiswa,” ujar Bambang.

Palupi Murnaningsih, Koordinator Jabatan Fungsional Karantina Tumbuhan, mengatakan untuk bisa melakukan ekspor produk pertanian salah satu langkah yang harus dilalui yaitu lolos dokumen persyaratan fitosanitari negara tujuan ekspor.

“Penerbitan Sertifikat Fitosanitari sendiri memiliki tujuan untuk memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor maupun impor," katanya.

"Produk yang dikirim maupun diterima sebelumnya harus diuji dan dipastikan bebas OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina), bebas tanah, bebas dari tanaman lain yang tidak dikehendaki, bebas dari bagian hewan dan bahan-bahan asing, dalam keadaan utuh, tidak rusak, tidak busuk, melalui perlakuan karantina, dan wajib dikemas serta disimpan terpisah dari kiriman lain,” rinci Palupi.

Namun syarat yang ditetapkan oleh masing-masing negara juga harus mengikuti standar yang ditetapkan internasional.

Palupi memberikan contoh kasus mengenai penolakan ekspor komoditas kopi ke Jepang karena residu karbaril (bahan aktif pestisida) yang menurut standar Jepang melampaui ambang batas

“Setiap negara memiliki regulasi tersendiri dalam menentukan produk layak diterima atau tidak. Seperti Jepang, Standar di Jepang kandungan residu karbaril maksimal 0,01 ppm, namun berdasarkan standar Codex, kontaminasi residu karbaril yang ditoleransi yaitu 0,02-0,03 ppm,” jelas Palupi.

Saat itu hasil sampling kopi yang akan dikirim melebihi dari 0,01 sehingga ditolak, padahal produk yang akan dikirim sebanyak 20-30 kontainer. Untuk mengatasi hal ini dilakukan dialog intensif antara Indonesia dan Jepang sejak Tahun 2010.

“Indonesia mendesak Jepang untuk menggunakan standar Codex dalam menetapkan BMR Karbaril dari 0,01 ppm menjadi 0,1 ppm yang disampaikan dalam Round Table on Regional Commodity Exchange Market Integration in Asia di Tokyo 12-13 September 2012,” terangnya.

Belajar dari kasus tersebut, Palupi menerangkan pentingnya peran laboratorium uji dalam pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan pentingnya pelaku usaha untuk mengetahui alur tatacara pengajuan sertifikasi fitosanitari serta mengidentifikasi penyebab umum penolakan ekspor produk pangan.

“Untuk meminimalkan penolakan, sebelumnya kita harus preventif dengan menguasai aturan negara tujuan. Selain itu didukung juga dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan peralatan yang terkalibrasi dengan baik,”kata Palupi.(***)

Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

TANIINDONESIA.COM//KONAWE - Rangkaian kegiatan Pembinaan Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian berlanjut ke Sulawesi Tenggara. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Konawe, Kamis (11/1/2024).

Pembinaan yang mengangkat tema 'Dukungan Penyuluh Pertanian dan Petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Provinsi Sulawesi Tenggara', dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwansyah Taridala mewakili Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, bersama 2500 petani, penyuluh pertanian dan Babinsa wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat,Kalimantan Tengah, Jawa Tengah (Pekalongan), Lampung, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah (Banyumas).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2017, 2019 dan 2020 lalu.

Menurutnya, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang begitu kaya akan pangan lokal seperti jagung, ubi dan sagu.

Amran yang bertemu langsung dengan seluruh Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Tenggara, juga memberikan sejumlah motivasi.

“Saya yakin Indonesia bisa swasembada di Sulawesi Tenggara. Terlebih Konawe merupakan lumbung pangan untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan bangsa, kita swasembada yang bekerja adalah Kita, Petani Penyuluh, untuk itu harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Baca juga: Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh pertanian se-Sulawesi Tenggara yang telah memberikan dukungan aktif dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Mentan Amran juga menyebut Petani dan Penyuluh sebagai pahlawan pangan Indonesia. Ia mengaku dulunya pernah menjadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kembali menjadi Menteri Pertanian untuk bekerja bersama PPL membantu aktivitas produksi petani dilapangan.

“Saya ini dulu PPL, PPL adalah pelayan petani Indonesia, saya kembali (menjadi Menteri Pertanian) untuk anda, kalian semua pahlawan pangan Indonesia, kami terbiasa kerja hingga ke pelosok sampai ke ujung, kami ingin petani merasakan kehadiran pemerintah,” tuturnya.

Hal yang menarik pada kegiatan itu, Mentan Amran secara tidak terduga bertemu sahabat lamanya sesama rekan penyuluh yang 20 tahun lalu sama sama bertugas (di Konawe) menjadi penyuluh lapangan, Anto dan Antonius.

Keduanya diminta Amran untuk naik keatas panggung berdialog dan bernostalgia mengenang masa sulit menjadi penyuluh pertanian.

"Saya di sini bukan untuk mempermalukan teman-temanku ini, tapi hanya ingin bernostalgia menceritakan perjalanan hidup, masa masa sulit menjadi penyuluh sekaligus memotivasi yang hadir di sini. Bahwa disiplin dan kerja keras adalah kunci kesuksesan apapun yang kita kerjakan," katanya.

"Mau sukses? Jangan meminta minta. Mau sukses? Kerja keras dan Jangan pernah mengambil yang bukan haknya," imbuhnya.

Sedangkan Anto dan Antonius tidak mengira akan dipanggil oleh Mentan Amran keatas panggung. mereka senang Amran masih mengingat mereka.

Keduanya mengaku mengenal sosok Amran sebagai pekerja keras sejak muda, sekaligus disiplin. Mereka tidak heran kalau Amran Sulaiman bisa menjadi Menteri Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Sulawesi Tenggara serta untuk memotivasi para petani dan pihak terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya.

Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

"Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk mengenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan," sebut Dedi.

Sebagai informasi, kegiatan pembinaan penyuluh dan petani ini diawali dengan Bimbingan Teknis Gerakan Tani Pro Organik Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung, peninjauan pameran produk-produk pertanian maupun hasil olahan dari Dinas Pertanian, Pengelola P4S dan UPT lingkup Kementan. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penebusan pupuk bersubsidi melalui KTP dan penyerahan sejumlah bantuan.(***)

Awali Tahun 2024, Polbangtan Kementan Pacu Kinerja Pegawai

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengawali tahun 2024 dengan melaksanakan Pembinaan Pegawai dan Sosialisasi Surat Keputusan (SK) Personalia, Senin (8/1/2024).

Agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kerja tahunan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, salah satu target yang akan dikejar ditahun 2024 adalah mengejar swasembada pangan, khususnya komoditas padi dan jagung.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM Kementan harus bisa cepat beradaptasi dengan situasi agar bisa memaksimalkan pencapaian.

"SDM Kementan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan jaman, dengan kemajuan teknologi dan informasi," tuturnya.

Dedi menambahkan, SDM memegang peran penting dalam kemajuan pembangunan pertanian.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan evaluasi kinerja Polbangtan YOMA tahun 2023 yang meliputi pencapaian prestasi dan juga poin-poin koreksi.

“Tahun 2023 telah kita lalui dengan berbagai dinamika. Apa yang sudah kita kerjakan jika dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan berserah diri maka apa yang dicita-citakan akan terkabul," kata Bambang.

Prestasi yang berhasil dicapai selama tahun 2023, dipaparkan oleh Bambang antara lain, Polbangtan YOMA berhasil meraih Juara I KIP tingkat Eselon II Kementerian Pertanian, Terakreditasinya seluruh program studi, dan tercapainya target serapan anggaran.

“Dengan digabungnya satker Yogyakarta dan Magelang dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Publik, kita berhasil menjadi yang terbaik di lingkup Eselon II. Semua program studi juga kini sudah terakreditasi. Tapi, perlu kita ingat bahwa mempertahankan itu lebih sulit, dibanding meraihnya,” ujar Bambang.

Baca juga: Wamentan Akan Terus Tingkatkan SDM untuk Akselerasi Sektor Pertanian di Sorong

Sementara evaluasi tahun 2023 yaitu belum tercapainya target penilaian zona Integritas dan ada beberapa kegiatan yang belum berhasil dilaksanakan karena adanya refocussing anggaran.

“Refocussing anggaran akan terus berlanjut, oleh karena itu kegiatan harus terdistribusi dengan baik sejak awal tahun, jangan sampai tertumpuk di belakang namun juga tetap tertib administrasi,” tutur Bambang lagi.

Ia berharap capaian dan evaluasi Tahun 2023 ini dapat menjadi motivasi agar Polbangtan YOMA lebih baik di Tahun 2024. Disampaikan juga oleh Bambang bahwa pergeseran personil dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah.

“Mutasi, rotasi, dan promosi, maupun kaderisasi merupakan hal biasa dan bagian dari dinamika institusi serta pengembangan karir pegawai. Saya juga berpesan kepada para senior, untuk dapat memberikan kepercayaan dan membimbing para juniornya,” pesan Bambang.

Kepala Bagian Umum Polbangtan YOMA, Hari Sudharto, turut menjabarkan bahwa Kinerja realisasi anggaran Polbangtan YOMA sudah sangat baik yaitu 99.68% untuk satker Magelang dan 99.27% untuk satker Yogyakarta.

Sementara capaian kinerja PNBP mencapai 106.38% untuk satker Magelang dan 100% untuk satker Yogyakarta.

Ia menyampaikan bahwa seluruh pegawai diharapkan dapat menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pada tahun 2024 ini.

“Kita sebagai bagian dari Kementerian Pertanian turut bertanggungjawab dalam mengembalikan kepercayaan publik dengan menunjukkan kinerja dan integritas yang baik serta mendukung kebijakan nasional pertanian,” pungkasnya.(***)

Wamentan Akan Terus Tingkatkan SDM untuk Akselerasi Sektor Pertanian di Sorong

TANIINDONESIA.COM//SORONG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan akan terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengakselerasi pertanian di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Menurut Wamentan, Kabupaten Sorong memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Namun hal tersebut perlu didukung oleh SDM yang mumpuni, terutama dalam mentransformasikan teknologi pertanian.

"Potensi Sumber Daya Alam pertanian di Kabupaten Sorong ini luar biasa ya, namun kita akan terus tingkatkan SDM-nya. Karena tanpa adanya SDM yang mumpuni dan transformasi teknologi pertanian yang maksimal, itu akan menjadi hambatan kita dalam mengakselerasi pertanian di Kabupaten Sorong," kata Wamentan usai panen cabai dan tomat di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Kamis (28/12/2023).

Baca juga: Genjot Produksi Padi-Jagung, Cara Kementan Hadapi Ancaman El Nino

Wamentan Harvick menambahkan peningkatan SDM tersebut akan dilakukan dengan berbagai pelatihan, mulai dari budidaya hingga hilirisasinya. Sehingga dapat menarik minat anak-anak muda di Sorong untuk terjun ke sektor pertanian.

Plh Bupati Sorong, Cliff A Japsenang mengungkapkan saat ini daerah telah ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sebagai sentra pertanian.

Meski demikian, ia mengaku bahwa masih terdapat berbagai keterbatasan untuk mengakselerasi sektor pertanian, seperti kurangnya regenerasi petani muda hingga tata niaga petani yang masih sangat lemah.

Di samping ada keunggulan, kami juga memiliki kelemahan dari sisi SDM, teknologi, digitalisasi, yang belum dikuasai oleh para petani. Untuk itu, kami berharap bapak Wamentan dapat memberikan dukungan kepada SDM pertanian di Kabupaten Sorong," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Harvick didampingi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi melakukan dialog dengan sejumlah kelompok tani maupun para penyuluh. Wamentan juga turut meninjau Digital Farming Bendungan Klawalu yang dikelola oleh Kelompok Tani Harapan Gawe Makmur.(***)

Genjot Produksi Padi-Jagung, Cara Kementan Hadapi Ancaman El Nino

TANIINDONESIA.COM//LIDO - Ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim ekstrim El nino yang belum usai, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) tak pernah berhenti berupaya untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan menggenjot produksi pangan, khususnya padi dan jagung.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya meningkatkan produksi padi dan jagung.

"Kita fokus dalam peningkatan program padi dan jagung ini adalah untuk mencapai swasembada dan mengurangi impor," tuturnya.

Menindaklanjuti hal tesebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Bertani On Cloud (BOC) Volume 247 dengan mengangkat tema Kesiapan SDM Pertanian mendukung peningkatan produksi padi dan jagung.
Acara talkshow yang digelar di Lido, Jawa Barat, pada Kamis (28/12/2023) merupakan rangkaian Apresiasi SDM Pertanian 2023,

Tampil sebagai narasumber, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Siti Munifah, Ketua Perhiptani Jawa Barat Dudy S Tafajani, Ketua KTNA Jawa Barat H. Otong Wiratna dan Ketua P4S Agro Spora Dedi Mulyadi.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menilai peran penting untuk meningkatkan dua komoditas tersebut berada di penyuluh.

"SDM pertanian harus mendongkrak produktifitas pertanian, dan tugas penting penyuluh untuk mendampingi petani dalam penyediaan pangan," katanya.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan perubahan iklim global dan dampak perang Rusia Ukraina yang menyebabkan kelangkaan pupuk, mengakibatkan penurunan produksi pangan dan meningkatkan nilai impor kita, untuk itu peningkatan produksi padi dan jagung merupakan solusi penyediaan pangan bagi 278 juta penduduk indonesia.

"Menjawab tantangan hal tersebut, program kerja dari Kementan seperti yang telah ditetapkan oleh Mentan Amran Sulaiman adalah meningkatkan produksi padi dan jagung. Fokus program dalam meningkatkan produksi sekaligus mengulang sukses swasembada pangan," katanya.

Untuk itu, Siti Munifah meminta semua insan pertanian harus aktif bekerja keras. "Utamanya penyuluh sebagai garda terdepan mendampingi petani di lapangan. Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak dalam hal ini Perhiptani, KTNA termasuk P4S untuk bahu membahu mensukseskan program pemerintah," katanya.

Ia menambahkan, saat ini Kementan menggandeng TNI dengan untuk membantu penyuluh dilapangan, jumlah penyuluh saat ini 38.800 dengan jumlah desa 83.000 yang harus didampingi.

"Dengan kekurangan personil tersebut harus dibantu oleh aparat negara yang paling dekat dengan masyarakat yaitu Babinsa yang rantai komandonya ada di TNI, diharapkan peran babinsa dalam proses percepatan tanam dan olah tanam," katanya.

Tidak hanya penyuluh, peran generasi muda dalam hal ini mahasiswa Polbangtan dan PEPI untuk turut aktif terjun kelapangan dalam program magang, sekaligus mempraktekan ilmu yang mereka dapat selama masa perkuliahan.

Baca juga: Jelang Penghujung Tahun, Kementan Apresiasi SDM Pertanian Berprestasi

"Apa yang kita bahas di event ini menjadi penting mengingat yang hadir sebagai narasumber merupakan perwakilan dari semua yang terlibat dalam peningkatan produksi," katanya.

Ketua KTNA Jawa Barat, H. Otong Wiratna, menjelaskan jika KTNA merupakan bagian dari pelaku pembangunan pertanian, sudah sejak lama hadir dan bersinergi dalam mendukung program pemerintah khususnya kementan

"Terbaru kolaborasi Kementan dan KTNA khusus di Jawa Barat, adalah dalam upaya mendukung program pemerintah dalam mencapai target peningkatan produksi padi dan jagung," ujarnya.

Ia menambahkan, isu pertanian saat ini adalah sumber daya manusia, regenerasi petani dan modernisasi pertanian.

"Untuk petani muda masih banyak yang hanya tertarik menekuni bidang hortikultura baik buah maupun sayuran. Untuk tanaman pangan masih didominasi oleh petani usia senja. Dan yang menjadi PR bersama bagaimana meningkatkan minat petani muda untuk terjun ke bidang tanaman pangan, untuk itu modernisasi pertanian menjadi jawaban sekaligus mematahkan mitos pertanian itu kotor dan tidak terjamah sentuhan teknologi," ujarnya.

Mengenai peningkatan produksi, menurutnya hal itu tidak lepas dari peran sumber daya manusia, tidak hanya petani dan penyuluh, keterlibatan Babinsa tapi juga penyuluh swadaya perlu lebih diberdayakan.

"Target Jawa Barat meningkatkan produksi dari 5,7 menjadi 6,3 Ton atau 0,06 Ton/ HA dengan rata rata tanam di jawa barat 1,6 juta itu sudah 800 ton, memang tidak mudah tapi dengan kerjasama dengan berbagai pihak semua dapat tercapai," urainya.

Otong mengatakan, dukungan teknologi alat pertanian seperti combine harvester dan power trasher berdampak signifikan dalam menekan biaya produksi dan mengurangi losses, ini yang harus dilakukan oleh semua petani.

"Kolaborasi menjadi kata kunci, kata yang mudah diucapkan namun di lapangan perlu kerja keras untuk mewujudkannya," jelasnya.

Ketua Perhiptani Jawa Barat, Dudy S Tafajani, mengatakan strategi penyuluh dalam menghadapi el nino, yang merupakan siklus perubahan iklim yang rutin dihadapi, dengan memantau perkembangan lewat BMKG, kemudian dilakukan mitigasi.

"Tugas penyuluh adalah mendiseminasikan informasi mitigasi iklim tersebut kepada petani. Di lapangan kita dihadapkan dengan berbagai macam reaksi dari petani, ada yang langsung menerima dan sudah mengantisipasi nya ada juga yang resisten," katanya.

Ia menegaskan, tugas penyuluh hanya menyampaikan, dan mencarikan solusi bagi para petani yang mengalami kesulitan di lapangan.

"Tugas penyuluh menjadi lebih berat dengan adanya dampak el nino, namun kami selalu siap untuk mendukung program kementan. Jawa Barat saat ini ada 3600 an jumlah penyuluh yang terdiri dari ASN, P3K, THL TBPP, THL Daerah dan Penyuluh Swadaya," katanya.

Ketua P4S Agro Spora, Dedi Mulyadi, petani muda yang bergerak dibidang tanaman pangan khususnya organik, menjelaskan saat selesai kuliah dan kembali ke desa, pada 2012 ia melihat potensi untuk mengembangkan pertanian organik di daerah Subang.

"Untuk meningkatkan pendapatan petani pilihan nya ada dua yaitu meningkatkan produksi atau menurunkan biaya produksi. Dalam penurunan biaya produksi banyak cara seperti penggunaan pupuk organik, penggunaan agen hayati dan lainnya," kata dia.

Ia menjelaskan jika ketertarikannya pada bidang tanaman pangan karena keluarga saya adalah keluarga petani

"Perlu proses konversi selama dua tahun dari pertanian lokal menjadi pertanian berbasis organik dimana selama masa tersebut bagaimana memasukan sebanyak mungkin bahan organik ke areal pertanaman baik dikebun dan persawahan. Kemudian proses bagaimana mengembalikan kesuburan tanah di sini peran penyuluh dalam mendampingi kita menjadi penting," imbuhnya.

Dengan adanya sinergi dan peran aktif dari berbagai pihak, Kementan yakin peningkatan produktivitas dan produksi di sektor pertanian akan meningkat.(***)

Jelang Penghujung Tahun, Kementan Apresiasi SDM Pertanian Berprestasi

TANIINDONESIA.COM//LIDO - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui program-program utama Kementan.

Kementan juga telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian yaitu mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern. Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran Kementan di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran aktif SDM pertanian, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan penghargaan kepada insan pertanian yang berprestasi pada acara Apresiasi SDM Pertanian tahun 2023 di Lido, Kamis (28/12/2023).

Sebanyak 30 Sertifikat Emas atau Golden Certificate diberikan Mentan sebagai apresiasi atas prestasi yang telah ditoreh oleh 9 Petani Milenial/Petani Andalan Inspiratif, 3 Penyuluh Pertanian, 6 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), 3 Kelompok Tani, 3 Kelompok Wanita Tani (KWT), 3 Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) serta 3 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Setelah melalui proses seleksi, 30 penerima penghargaan ini telah mengembangkan inovasi dalam sektor pertanian seperti pengendalian hayati berbasis limbah, pertanian ramah lingkungan, smart farming, intercropping budidaya cabe, pengembangan kluster, penangkaran bibit, pemberdayaan petani, pengembangan agroeduwisata, pengolahan produk pangan hingga ekspor produk pertanian.

Menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) sudah seharusnya memiliki kualitas yang mumpuni. Bahkan setiap kesempatan, Mentan membeberkan beberapa kunci yang bisa kesuksesan SDM Pertanian.

Baca juga: SDM Pertanian, Kunci Peningkatan Produksi dan Produktivitas

"Mulai dari bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil. Empat kunci inilah yang perlu di pegang teguh agar SDM kita menjadi yang mumpuni", ujar Amran.

Amran menyampaikan bahwa sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok dan akan datang adalah pertanian.

"Saya sangat bangga dengan para penerima penghargaan. Tentu saja ini akan menstimulasi bagi banyak orang agar turun tangan di sektor pertanian," ucap Mentan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan pembukaan evaluasi kinerja BPPSDMP tahun 2023 dengan tema Kesiapan SDM Pertanian Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung serta Apresiasi SDM Pertanian tahun 2023 mengatakan Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian millenial sampai dengan tahun 2024.

"Tantangan yang semakin Kompleks seperti El Nino yang berdampak terhadap penurunan produksi konflik geopolitik yang menyebabkan terganggunya distribusi pangan dan adanya restriksi ekspor dari negara-negara produsen pangan," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan solusi dari permasalahan tersebut adalah peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

"Ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian. Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian. Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen", beber Dedi.

Dedi mengajak seluruh SDM pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. 30 SDM berprestasi ini adalah sebagian dari banyaknya SDM berprestasi yang dimiliki oleh Indonesia.

"Mereka semua, siap untuk mendongkrak produksi pertanian, terutama produksi padi dan jagung. Dan hari ini, kita menyampaikan apresiasi kepada mereka karena berkontribusi untuk kemajuan pertanian dan ketahanan pangan," tegas Dedi.(***)

SDM Pertanian, Kunci Peningkatan Produksi dan Produktivitas

TANIINDONESIA.COM//LIDO - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim ekstrim yang belum usai.

Tak hanya soal peningkatan produktivitas pertanian semata, menjaga stabilitas harga pangan di pasaran menjadi tantangan bagi insan pertanian saat ini. Untuk itu, Kementan telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki baik sumberdaya alam (SDA) maupun sumberdaya manusia (SDM) serta memanfaatkan teknologi mutakhir, mekanisasi dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Fokus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam satu tahun masa jabatannya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti pada dan jagung sesuai arahan Presiden, untuk menekan impor agar dapat swasembada.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujarnya.

Andi Amran Sulaiman juga mengungkapkan optimisme bahwa dalam dua sampai tiga tahun ke depan, Indonesia akan kembali mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi padi dan jagung.

"Kita optimis bahwa target peningkatan produksi pertanian dapat tercapai seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2017 dan 2021 yang lalu", tegas Amran.

Amran mengatakan swasembada yang pernah diraih harus kembali dicapai dengan melanjutkan program-program yang baik. Salah satunya, Kementan menargetkan produksi beras pada tahun 2024 mencapai 35 juta ton, meningkat dibanding tahun 2023 saat ini berjumlah 31 juta ton.

Baca juga: Kunker Mentan Andi Amran di Sulsel, Serukan Swasembada Pangan

Di sisi SDM, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani diberbagai wilayah di Indonesia dan penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung.

Kementan juga sudah mempermudah Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi padi dan jagung. Yang terbaru, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi digantikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

"Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama", himbau Amran.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan evaluasi kinerja BPPSDMP tahun 2023 dengan tema Kesiapan SDM Pertanian Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung yang dilaksanakan di Lido (27/12/2023) mengatakan Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian millenial sampai dengan tahun 2024.

"Tantangan yang semakin Kompleks seperti El Nino yang berdampak terhadap penurunan produksi konflik geopolitik yang menyebabkan terganggunya distribusi pangan dan adanya restriksi ekspor dari negara-negara produsen pangan," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan solusi dari permasalahan tersebut adalah peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

"Ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian. Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian. Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen", beber Dedi.

Dedi mengajak seluruh SDM pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung. Bukan tanpa alasan, padi dan jagung merupakan bahan pangan pokok masyarakat di Indonesia. Sudah sepatutnya SDM pertanian harus bergerak bersama untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian.

"Di akhir tahun 2023, kita kembalikan mindset, tujuan utama kita yakni peningkatan SDM pertanian untuk menggenjot produktivitas dan produksi pertanian. kita evaluasi sejauh mana sasaran optimalisasi yang sumber daya manusia yang kita miliki, sebaik apa pemanfaatan teknologi yang dilakukan, dan seberapa manfaat yang dirasakan oleh petani Indonesia", tutup Dedi.(***)