17 Mei 2026

Hari: 16 Mei 2024

Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk mewujudkan regenerasi serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan pelatihan Literasi Akses Permodalan dan Peningkatan Kapasitas Agribisnis bagi Petani Milenial.

Kali ini, pelatihan dilakukan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, Rabu (15/5/2024), di Ruang Rapat Bangun Desa Dinas Pertanian Gunungkidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, petani harus terus memperkuat kemampuan dan pengetahuan dengan informasi-informasi terkini seputar pertanian. Pasalnya, ilmu pengetahuan terus berkembang.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. Dijelaskannya, pertanian memiliki banyak sektor yang bisa digarap, termasuk oleh anak-anak muda.

"Banyak sektor yang bisa digarap dalam pertanian, baik dari hulu hingga ke hilir. Semuanya menjanjikan. Oleh karena itu, kita selalu mengajak anak-anak muda untuk menggarap sektor ini. Dan kita berharap mereka hadir dengan berbagai inovasi yang tentunya dapat meningkatkan juga sektor pertanian," tuturnya.

Pelatihan sendiri dihadiri secara langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti, yang memberikan motivasi kepada tidak kurang 40 petani milenial dari 18 kecamatan di Gunungkidul.

Baca juga: Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

Santi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR) serta untuk meningkatkan kemampuan agribisnis petani milenial Gunungkidul.

"Tidak dapat dipungkiri, intervensi penambahan modal berpengaruh signifikan terhadap perluasan skala usaha," ujar Santi.

Santi juga mengatakan bahwa sebagai wirausahawan, pencatatan yang rapih akan mempermudah pengusaha untuk menelusuri aktivitas keuangannya.

"Sudah kami hadirkan di sini, PPIU dari wilayah pacitan yang akan memberikan ilmu tentang penyusunan proposal bisnis, pengembangan kapasitas petani milenial dan penjabaran program KUR. hadir juga Bank BPD DIY yang akan menjelaskan prosedur KUR," imbuh Santi.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, dan jajarannya.

Bambang berpesan kepada peserta pelatihan, sebagai pengusaha penting untuk mempunyai sifat adaptif.

"Bisnis bersifat fluktuatif, kadang Harga bahan baku terjangkau maka kita bisa memenuhi tuntutan pasar dengan baik, namun ada kalanya juga biaya produksi melonjak, namun tuntutan pasar harus tetap kita penuhi. ini salah satu pentingnya pebisnis harus pandai mengelola keuangan," ujarnya.

Ia berharap dengan pelatihan literasi keuangan ini bisnis yang dijalani peserta dapat terus berkembang dengan baik.

Siapkan SDM Pertanian Unggul, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Para mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian, dilepas untuk menjalani kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ke berbagai daerah, pekan ini.

MBKM adalah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan kompetensi tambahan di luar pembelajaran yang ditetapkan Prodi. Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapatkan ilmu lebih luas dan mendalam sebagai bekal untuk masuk di dunia kerja.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, para mahasiswa Polbangtan sejak awal memang disiapkan menjadi SDM-SDM unggul yang dapat memaksimalkan sektor pertanian.

Oleh sebab itu, Mentan berharap para mahasiswa bisa menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan jika para mahasiswa adalah masa depan pertanian.

"Pertanian membutuhkan regenerasi. Dan para mahasiswa ini adalah masa depan untuk pertanian. Kita berharap mereka memberikan ide-ide segar dan terobosan untuk kemajuan pertanian," tuturnya.

Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, menerangkan jika peserta MBKM terdiri dari Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura (AH), Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), dan Teknologi Benih (TB) yang duduk di Tingkat III.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Salurkan Pompa Air untuk Optimalisasi Lahan di Bantul

Peserta disebar ke sejumlah mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Wilayah D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Ada 133 Mahasiswa Jurusan pertanian yang disebar ke 56 mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja di sekitar Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meliputi Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Sementara Wilayah Jateng tersebar di Magelang, Semarang, Salatiga, Karanganyar, Demak, Wonosobo, dan Temanggung. Untuk area Jatim hanya di Jember," rincinya.

Lebih lanjut Endah menerangkan, MBKM merupakan salah satu kurikulum yang harus ditempuh peserta didik guna mencapai kompetensinya.

"MBKM ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skill maupun hard skill dalam kegiatan kewirausahaan, perbenihan, maupun agrosociopreneur di bidang pertanian serta mendukung dan menyukseskan program unggulan prioritas Kementerian Pertanian," terangnya.

Mahasiswa peserta program MBKM ini juga diharapkan dapat mempelajari proses bisnis DUDI baik proses yang terjadi di dalam maupun di luar perusahaan.

“Dalam kegiatan MBKM nanti mahasiswa tidak boleh hanya terpaku dengan kegiatan yang ada di lingkungan DUDI tapi harus mampu menelusuri proses bisnisnya, bila perlu juga pelajari proses di luar pabriknya,” papar Endah.

Endah berpesan agar seluruh mahasiswa Polbangtan YOMA senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjaga diri dengan baik.

“Karakter menjadi ciri khas mahasiswa Polbangtan YOMA, setiap ke lapangan pasti yang dipuji dari mahasiswa kami adalah bagaimana karakter disiplin dan tanggungjawabnya. Oleh karena itu anak-anakku, saya berpesan agar kalian senantiasa menjaga diri dengan baik ketika berada di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.(***)