17 Mei 2026

Hari: 17 Mei 2024

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli angkatan I dilepas untuk menjalani praktik lapangan. Pelepasan dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jalancagak, Kabupaten Subang, oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika. Para peserta itu telah menuntaskan seluruh materi pelatihan yang dilaksanakan 23 April-13 Mei 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan peran penting penyuluh. Menurut Mentan penyuluh adalah garda terdepan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi dan jagung. Amran juga menyerukan bahwa seluruh penyuluh pertanian harus merapatkan barisan untuk mewujudkan swasembada pangan bahkan sampai mampu melakukan ekspor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nuryamsi, menekankan peran penting penyuluh pertanian.

“Petani dan penyuluh pertanian diharapkan dapat berkolaborasi di lapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya pada padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan,” tegas Dedi.

Baca juga: Tidak Hanya Cerdas Akademik, Calon Mahasiswa Polbangtan Kementan Harus Tangguh Jiwa Raga

BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis BPPSDMP, menjadi lokasi pelatihan sebelum melepas peserta untuk praktik ke lapangan. Selama berada di BBPP Lembang para peserta menerima materi secara klasikal dan praktik, kemudian mereka menerapkannya di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk bertugas di enam desa di Kecamatan Jalancagak.

Kegiatan praktik diawali dengan pengumpulan data potensi wilayah di lokasi praktik dan kemudian melakukan analisis. Setelahnya para penyuluh pertanian mengidentifikasi masalah dan mencoba memecahkan masalahnya. Selanjutnya dilakukan penyusunan programa penyuluhan dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh.

Pada praktik penyuluhan ke kelompok tani, para peserta pelatihan diharuskan menyiapkan bahan ajar, media penyuluhan, metode penyuluhan, dan terakhir melakukan evaluasi dari kegiatan penyuluhan yang telah mereka laksanakan. Kegiatan praktik juga dipertanggungjawabkan dengan menyusun laporan hasil praktik kompetensi dan membuat rencana implementasi hasil pelatihan.

“Penyuluh pertanian harus selalu meng-upgrade, meningkatkan, dan memperbarui kompetensinya, untuk menyiapkan diri masing-masing,” pesan Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, saat melepas para penyuluh pertanian.

Salah seorang peserta, Slamet Widodo, memberikan kesannya. “Kami sangat berterima kasih kepada para penyelenggara yang telah membuat proses pembelajaran berjalan baik dan lancar,” ujar Slamet.(***)

Tidak Hanya Cerdas Akademik, Calon Mahasiswa Polbangtan Kementan Harus Tangguh Jiwa Raga

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Pembangunan pertanian memerlukan SDM pertanian yang berkualitas. Untuk mendukung hal itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, pendidikan vokasi di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), menggelar Tes Kesehatan/Pemeriksaan Kesehatan (Rikes) bagi peserta pendaftaran mahasiswa baru jalur umum.

Tes diikuti oleh mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara beberapa waktu lalu. Tes Rikes ini juga diikuti oleh peserta dari jalur Tugas Belajar, jalur undangan anak Petani dan Penyuluh Pertanian Gelombang I dan jalur undangan SMK Binaan dan dilaksanakan serentak pada tanggal 15-16 Mei 2024 untuk wilayah Jawa dan 14-17 Mei untuk wilayah Luar Jawa.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas agar tidak tertinggal dari negara lain. Selain itu, pertanian adalah sektor penting yang harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh sebab itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya," tutur Dedi.

Baca juga: Ciptakan Pengusaha Pertanian Tangguh, Kementan Fasilitasi Akses Permodalan

Mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endra Prasetyanta, yang juga Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan calon mahasiswa yang mengikuti tes rikes sebanyak 276 orang.

Tes Rikes dilaksanakan secara offline dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Sebanyak 276 calon mahasiswa, 221 dari Pula Jawa dan sisanya dari Luar jawa. Untuk calon mahasiswa yang berdomisili di Pulau Jawa dan Madura diarahkan untuk melakukan Rikes di RS DKT Yogyakarta, sementara untuk calon mahasiswa yang di luar wilayah Jawa dan Madura pelaksanaan Rikes dilakukan secara mandiri di Rumah Sakit Tentara,” jelasnya.

Lebih lanjut Endra merinci jenis pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui yaitu tes fisik diagnostik, laboratorium, dan rohani.

“Tes yang dilakukan meliputi tes laboratorium untuk melihat kondisi kesehatan organ dalam dan status penggunaan obat terlarang, kemudian tes keragaan dan diagnostik fisik, serta kesehatan jiwa (keswa)," rincinya.

Endra mengatakan melalui rangkaian tes ini diharapkan Polbangtan Yogyakarta Magelang mendapatkan calon mahasiswa yang benar-benar sehat jasmani dan rohani.

“Sehingga nantinya saat menjalani pendidikan selama 4 tahun minim atau tidak ada gangguan yang disebabkan karena kondisi kesehatan fisik maupun kejiwaan,” tandasnya.(***)