17 Mei 2026

Hari: 8 Mei 2024

Siapkan SDM Andal, Kementan Tingkatkan Kompetensi Insan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi insan pertanian Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan menyelenggarakan Pelatihan Hidroponik yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 24-26 April 2024 serta Pelatihan Microsoft Office yang dilaksanakan selama empat hari, mulai dari 27-30 April 2024. Pelatihan yang diikuti oleh 17 orang pegawai THL dan siswa-siswi PKL dari SMKN 1 Subang ini diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menuturkan, SDM memiliki peran yang amat penting dalam pengembangan dan kemajuan pertanian Indonesia. “Peran SDM pertanian penting untuk menggerakkan pembangunan pertanian di Indonesia itu amatlah penting," kata Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan hal yang sama. Menurutnya, SDM menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian.

"Saya meminta seluruh insan pertanian, baik itu petani, petani milenial, kelompok tani, kelompok wanita tani, gapoktan, penyuluh, pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya, bergerak aktif berkontribusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia yang berkelanjutan,” pinta Dedi.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika di setiap kesempatan mengingatkan jajarannya untuk selalu belajar, belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi diri.

Baca juga: Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

“Sebagai pegawai di BBPP Lembang, baik ASN maupun non ASN, harus terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya. Ini menjadi modal utama melakukan pekerjaan sehari-hari dengan baik dan memberikan kinerja positif untuk mendukung tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang,” tuturnya.

Selama berlatih, fasilitator pelatihan yaitu widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang instalasi, nutrisi hidroponik, pembenihan dan penanaman pada sistem hidroponik dan analisa usaha tani hidroponik.

Sedangkan untuk materi Microsoft office, materi pada kelompok inti adalah pengenalan jendela microsoft word, menyisipkan ilustrasi gambar, membuat table, membuat garis tepi dan garis header dan membuat cover dan daftar isi.

Saat dijumpai setelah proses pelatihan selesai, Jumat (3/5/2024), salah seorang peserta, Tedy Ramdhani mengatakan, kegiatan Pelatihan Hidroponik dan MS Office yang ia ikuti sangat bermanfaat dan sangat membantu mereka selaku pengelola Inkubator Agribisnis. "Di pelatihan ini kami mempelajari berbagai materi mengenai hidroponik dan juga MS office, nantinya bisa kami aplikasikan dalam kegiatan sehari-hari," kata Tedy.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas ilmu yang didapatnya. “Terima kasih kepada widyaiswara BBPP Lembang atas sharing ilmunya dan BBPP Lembang yang telah memfasilitasi kami sebagai peserta untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Tedy.

Peserta lainnya, Yayat Ruhiyat, mengatakan bahwa ia mempunyai pengalaman budidaya dan dapat mengetahui apa yang harus dibuat ketika berwirausaha. "Ke depan, saya ingin lebih bisa memahami tentang analisa pemasaran secara detail,” katanya. (Yoko/Che)

Pacu Produktivitas Beras Nasional, Mentan Tinjau Pompanisasi di Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//SOLOKANJERUK - Menteri Pertanian meninjau salah satu lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Bojong Emas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Selasa (7/5/2024).

Lokasi ini merupakan wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada program pomanisasi, kegiatan dihadiri 100 orang yaitu petani, penyuluh pertanian, Dandim, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

“Dengan terpasangnya pompa air akan mampu mengairi sawah 50 – 100 hektar. Bantuan pompanisasi untuk Provinsi Jawa Barat tahun 2024 sebanyak 10.000 unit, maka bisa mengairi 500 ribu hektar. Ini dapat meningkatkan produksi beras 1,5 juta ton untuk Jawa Barat, meningkatkan pendapatan petani 15 trilyun per tahun sehingga ekonomi bergerak di desa,” tutur Mentan Amran.

Menteri Pertanian berkesempatan berdialog singkat dengan salah seorang petani, Ute Saripudin dari Kelompok Tani Babakan Ciparay Kabupaten Bandung. Ute meminta agar pemerintah terus dapat menstabilkan harga jual gabah dan harga pupuk. Respon Mentan cepat dan meminta semuanya agar fokus untuk bisa memperhatikan kesejahteraan petani.

Baca juga: Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

Mentan Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

"Menaikkan kuota subsidi pupuk 2 kali lipat, dan menaikkan HPP untuk gabah 20% dari Rp 5.000,00 menjadi Rp 6.000," ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

“Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini,” sebut Dedi.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Bandung menyebar di seluruh kecamatan. SDM yang bergerak di sektor pertanian lebih dari 60% atau sejumlah 88.000 orang penduduk Kabupaten Bandung berprofesi sebagai petani.

“Sektor pertanian menjadi andalan di Kabupaten Bandung. Berbagai perhatian kami untuk petani diantaranya asuransi petani dan BPJS ketenagakerjaan. Petani Kabupaten Bandung aktif sehingga angka laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung sebesar 4,93% mayoritas berasal dari sektor pertanian,” jelas Dadang.

Pada kegiatan ini, Kementerian Pertanian juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk wilayah Kabupaten Bandung. Diakhir sambutannya Dadang menyampaikan apresiasinya “Terima kasih Pak Menteri, bantuan benih padi dan jagung serta alsintan akan didistribusikan di wilayah Kabupaten Bandung,” tandas Dadang.

Mentan Apresiasi Jawa Barat Target Surplus Beras 1,5 Juta Ton dengan Program Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mengimplementasikan berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Salah satunya adalah program pompanisasi. Implementasi program strategis terlaksana berkat kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga dukungan dari TNI.

Salah satu provinsi yang mendapat program tersebut adalah Jawa Barat. Untuk memantau pelaksanaan program tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/5/2024). Kegiatan dilaksanakan di Kantor Markas Kodam III Siliwangi.

Kegiatan diawali dengan penjelasan panel sebaran alat mesin pertanian (alsintan) di Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya dilaksanakan inspeksi bantuan alsintan, penyerahan bantuan brigade alsintan secara simbolis kepada Kadistan TPH Provinsi Jawa Barat dan Pangdam III Siliwangi, serta pelepasan bantuan brigade alsintan untuk kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Mentan mengapresiasi kinerja insan pertanian di Provinsi Jawa Barat. "Saya apresiasi kinerja pertanian di Provinsi Jawa Barat. Jika target peningkatan produksi beras 1,5 juta ton di Jawa Barat tercapai, ini luar biasa, karena Jawa Barat mampu menyelesaikan 30-40 persen masalah impor, di mana impor beras kita tercatat 3 juta,” tutur Amran.

Mentan menegaskan bahwa ia menaruh harapan besar kepada tiga provinsi di Pulau Jawa. Ketiganya adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang menurut Mentan akan menjadi solusi cepat menyelesaikan krisis pangan di seluruh belahan bumi. Hal ini dapat membuat Indonesia surplus beras dan menghentikan kran impor beras.

Baca juga: Tarik Minat Generasi Muda, BBPP Kementan Sambut Siswa SMPN 18 Kota Bekasi

“Mari kita semua bergandengan tangan semua menyelesaikan masalah pangan. Pangan menjadi masalah bersama. Tidak ada pangan, maka tidak ada kehidupan, tidak ada peradaban dan tidak ada negara,” tegas Amran.

Amran menjelaskan bahwa ada tiga hal yang saat ini sedang digerakkan untuk solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional di wilayah Jawa Barat. Hal itu adalah pompa eksisting harus dipasang 4.100 buah, alat mesin pertanian dan pompa sebanyak 10.000. Menurut Mentan, akan datang 2.700 pompa, selanjutnya 2.300 dan berikutnya 5.000 unit, tergantung kecepatan daerah masing-masing memasang pompa.

Di sisi lain, terkait dengan pupuk bersubsidi, Mentan kembali mengingatkan jika presiden sudah menyetujui menaikkan kuota pupuk bersubsidi dua kali lipat. "Dari yang semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Karena itu, jangan mempersulit petani, karena sama dengan mempersulit pangan dan negara," tegasnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, air merupakan elemen pendukung strategis bagi pertanian. Tanpa aliran air yang baik dan cukup, Dedi pesimis pertanian akan berkembang baik. Oleh karenanya, dalam rangka memperlancar aliran air bagi pertanian, Kementan menggulirkan program pompanisasi.

“Salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi, yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi," terang Dedi.

Sekadar informasi, kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 2.000 tamu undangan. Hadir di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, ⁠Pangdam III Siliwangi, Wakapolda Jabar, Irjen Kementan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Anggota Komite II DPD-RI, Bupati Bandung, Asisten Khusus Menhan bidang Pangan dan merangkap TAM bidang Pompanisasi, Aster Panglima TNI, Kogabwilhan II, Waaster Kasad, Satgas Pangan, Tenaga Ahli Mentan, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pupuk Indonesia (Persero), para Direktur Eselon II Kementan, Pimpinan Wilayah Bulog Jabar, Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jabar, para Babinsa, Babinkamtibmas, Petani, Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian.