8 Juni 2026

#Pertanian

Mentan Amran Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//SIKKA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam kunjungan kerja di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan secara langsung perkembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian di NTT.

“Kami dengar langsung dari Bupati dan Gubernur, PDB (produk domestik bruto) naik dari 3 menjadi 4,5 untuk NTT. Salah satu sektor yang menggerakkan adalah sektor pertanian. Ke depan kita dorong tingkat kemiskinan NTT dari tahun lalu 19 persen akan kita tekan, kita akan bergerak bersama-sama,” kata Mentan Amran pada Selasa (6/5/2025).

Mentan Amran menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran terhadap petani sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah akan terus hadir hingga ke pelosok guna mendengar aspirasi dari petani dalam rangka memajukan pertanian Indonesia.

“Sampai ke pelosok kita cek langsung apakah bantuan sudah sampai ke tingkat petani, terutama pupuk. Tadi aku tanya langsung, pupuk cukup, alhamdulillah bahkan ada yang mengatakan lebih. Itu yang kita cek langsung ke lapangan agar produksi dipastikan meningkat,” ujar Mentan Amran.

Dalam kunjungan dan dialog bersama petani, Mentan Amran mengungkapkan salah satu keluhan petani adalah bendungan dan pengairan. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki bendungan dan irigasi sebagai upaya mendukung sektor pertanian Kabupaten Sikka.

Baca juga:

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

“Tadi kami langsung telepon Bapak Menteri PU, kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU begitu cepat tanggap. Kami sampaikan terkait bendungan dan irigasi air yang belum optimal, beliau sampaikan tahun ini akan diperbaiki,” terangnya.

Selain itu, menanggapi keluhan petani soal distribusi pupuk yang masih terkendala jarak pengecer, Mentan Amran langsung mengambil tindakan. “Pupuk tidak akan bermasalah di seluruh Indonesia, apalagi Sikka. Saya putuskan hari ini tambah pengecer di Sikka. Kami saksikan bersama Kapolres nanti dikawal, agar petani tidak perlu lagi menempuh jarak 30 kilometer. Besok cukup 1 kilometer,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan dengan kemudahan pupuk dan infrastruktur pengairan yang memadai dapat mendongkrak produktivitas pertanian dan pendapatan petani di NTT. ”Ada dua di sini menentukan yaitu pupuk dan air, kalau ini ada, peningkatan pendapatan petani bisa meningkat bisa 2-3 kali lipat,” ungkapnya.

Selain berdialog bersama petani, dalam kesempatan tersebut Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada para petani. Untuk NTT sendiri, pemerintah telah menyiapkan ratusan hand tractor dan pompa.

Kunjungan kerja Wapres Gibran dan Mentan Amran di Kabupaten Sikka menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Dengan respons cepat terhadap berbagai persoalan petani, mulai dari distribusi pupuk hingga infrastruktur irigasi, pemerintah menunjukkan kehadiran nyata untuk memperkuat produktivitas petani serta membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.(***)

Kementan Perkenalkan Sektor Pertanian ke Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 135 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Menteri Amran.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kedatangan para siswa kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, disambut hangat oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Baca juga:

Inovatif, UPT Pelatihan Kementan Dampingi Petani Kabupaten Bandung Barat lewat Konsultasi Agribisnis Keliling

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Kepada para siswa, BBPP Lembang mengajarkan budidaya sayuran daun seperti selada, bawang daun, dan pakcoy di lapangan praktik zona kawasan rumah pangan lestari Inkubator Agribisnis (IA).

Mereka menyimak penjelasan dan praktik mulai dari menyiapkan media tanam yaitu arang sekam dan pupuk kandang untuk proses persemaian di dalam tray dan penanaman benih sayuran di lubang-lubang tanam.

Selanjutnya, didampingi manajer IA dan petugas lapangan, para gen z praktik menanam bibit sayuran yang sudah siap tanam setelah melalui proses persemaian, di dalam polybag.

Tahapan yang dilakukan mulai dari mencampurkan media tanam tanah, arang sekam, dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu menanam aneka sayuran daun seperti selada keriting, daun bawang, dan pakcoy ke dalam masing-masing polybag.

Salah satu murid, Nurin, menceritakan pengalaman berharganya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Di sini kita diajarkan untuk menanam sayuran yang baik, mulai dari menyemai, menanam dan merawat tanaman. Kami akan memelihara tanaman ini hingga siap dipanen,” ucapnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Sektor Pertanian Penyangga Ekonomi, UPT Pelatihan Kementan Latih Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Perempuan di Pedesaan dalam Usaha Ekonomi Produktif (Angkatan 3), dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy. Widyaiswara BBPP Lembang menjadi fasilitator kegiatan ini.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (26/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/dukung-swasembada-pangan-upt-pelatihan-kementan-ajak-gen-z-tekuni-pertanian/

Mereka mempraktikkan olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang dan pisang linting.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang dan pisang linting mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta menjadi active income untuk membantu keuangan keluaga sebagai upaya pemulihan mata pencaharian pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

Salah satu peserta, Wiha Wahyani menyampaikan, “Banyak hal baru yang saya dapatkan terutama terkait pengolahan pangan hingga menjadi sebuah produk yang siap dijual, bagaimana pemasaran produk, dan diskusi yang menarik dengan widyaiswara dan rekan rekan sesama peserta pelatihan mengenai masalah yang terjadi yang berkaitan dengan pengolahan pangan.

Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Satu hal yang sangat berkesan, widyaiswara memotivasi kami agar bisa menjadi seseorang yang sukses berbisnis,” cerita Wiha.

Wiha berharap BBPP lembang bisa tetap menebarkan ilmu dan memotivasi masyarakat untuk bisa bergerak bisnis pengolahan pangan sehingga mampu pengangguran di Indonesia. Selain itu juga bisa memajukan ekonomi khususnya masyarakat pedesaan.(***)

UPT Pelatihan Kementan Beri Pelatihan Hilirisasi Komoditas Hortikultura bagi Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Olahan Keripik Singkong dan Pisang, dilaksanakan di masing-masing desa terdampak dengan widyaiswara BBPP Lembang sebagai fasilitator.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Kamis (20/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 21 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium. Mereka mempraktikkan salah satu olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll, memasukkannya ke dalam kemasan.

Peserta lalu diberikan materi tentang pembuatan label produk yang di dalamnya memuat komposisi produk dan merk produk sehingga nantinya dapat meningkatkan nilai jual.

Widyaiswara BBPP Lembang juga memberikan materi analisa usahatani, dengan menganalisa biaya tetap, biaya tidak tetap dari usaha olahan keripik singkong dan pisang ini.

Disampaikan pula penerimaan yang akan diperoleh dan pendapatannya sehingga bisa dianalisa kelayakan usahanya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/23/hidroponik-dan-hilirisasi-upt-pelatihan-kementan-tarik-minat-calon-purna-tugas-bumn/

Setelah itu, dilakukan kegiatan pelepasan pelatihan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta Team Leader Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP), Neneng Nurbaeti Amien.

Neneng menyampaikan peserta merupakan ibu rumah tangga.

“Setelah pelatihan ini diharapkan peserta terinspirasi karena telah memiliki bekal ilmu untuk memulai usaha olahan pisang dan singkong dan diharapkan memperoleh keuntungan dari olahan usaha tersebut,” katanya.

Neneng juga menjelaskan bahwa program pemulihan mata pencaharian ini bertujuan meminimalkan dampak adanya pembangunan jalan tol yang menyebabkan warga harus realokasi tempat tinggal.

“Diharapkan dengan tempat tinggal baru, suasana baru dengan fasilitas yang lebih baik, warga lebih semangat memulai usaha sehingga dapat memulihkan mata pencahariannya,” kata Neneng.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika saat melepas kegiatan pelatihan, menyampaikan jika pangan sangat penting untuk terus diupayakan.

"Hilirisasi pertanian melalui pengolahan hasil pertanian mampu meningkatkan nilai tambah produk, untuk orientasi ekonomi mampu meningkatkan pendapatan. Karena itu bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” jelasnya.

Ajat juga mengingatkan para peserta agar bisa membentuk organisasi kelembagaan, minimal kelompok tani, karena ini akan membawa banyak keuntungan mulai dari akses permodalan dan kemudahan akses pasar.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri oleh setiap peserta sesuai rencana tindak lanjut yang disusun.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas hilirisasi komoditas hortikultura.(***)

Bangun Pertanian Indonesia, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Mahasiswa Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberi kesempatan kepada lima mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, melaksanakan praktik magang, periode 20 Januari sampai 20 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya, pelatihan, kunjungan singkat dan kegiatan magang atau PKL.

Para mahasiswa semester 7 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan kegiatan PKL di laboratorium pengolahan hasil pertanian dan tentang penyuluhan pertanian BBPP Lembang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/lirik-peluang-bisnis-calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern/

Setelah satu bulan, para mahasiswa melaksanakan seminar hasil, Selasa (18/2/2025), yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil magang tentang Pembuatan Video Pembelajaran di BBPP Lembang dengan mengikuti proses produksi video pembelajaran tentang rangkaian budidaya tomat beef.

Peserta magang juga melakukan Analisis Usaha Pengolahan Hasil Pertanian di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang untuk produk es krim jagung, sorbet mangga, sistik wortel, dan eggroll pisang.

Selesai melaksanakan seminar hasil, salah satu peserta, M. Irfan Akbar menyampaikan kesannya menjalani magang selama satu bulan di BBPP Lembang.

“Pengalaman yang sangat berharga dan mendalami magang di BBPP Lembang. Di sini lingkungan belajarnya kondusif, fasilitas yang lengkap, serta dukungan dari para mentor dan staf yang sangat berpengalaman," katanya.

"Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung tentang teknologi pertanian modern, manajemen pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian di sini,” ucapnya.

Irfan menceritakan selama interaksi dengan peserta pelatihan dan rekan-rekan magang lainnya juga memperkaya wawasan tentang berbagai praktik pertanian dari berbagai daerah.

“Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan semangat tim BBPP Lembang dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

“Saya berharap agar BBPP Lembang ini terus berkembang dan menjadi pusat pelatihan pertanian terdepan di Indonesia. Semoga BBPP Lembang dapat terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan inovasi pertanian," kata Irfan lagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak di BBPP Lembang yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga selama magang.(***)

Dukung Ekspor Pertanian, Wamentan Luncurkan Program Milenial Siap Ekspor di Bali

TANIINDONESIA.COM//BALI - Untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melaksanakan pelepasan ekspor komoditas pertanian yang melibatkan petani milenial, dan didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai wilayah dengan lokasi utama di Kabupaten Tabanan, Bali, yang turut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta.

Kegiatan yang digelar di Jalan Raya Marga Apuan Km 7, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ini juga melibatkan pejabat penting lainnya seperti Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, serta jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan nasional, baik dalam menjamin ketersediaan pangan, mengurangi pengangguran di pedesaan, maupun mempercepat pemerataan ekonomi.

Sudaryono juga mengingatkan urgensi peran petani milenial dalam mengembangkan pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.

Ia mengajak petani milenial untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan perbankan.

"Milenial Siap Ekspor adalah salah satu program Kementerian Pertanian untuk mendorong petani milenial agar produk mereka memiliki daya saing di pasar global," ujar Sudaryono.

Selain itu, program Link and Match atau Business Matching yang dilaksanakan dalam acara ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan industri, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Saya berharap petani milenial dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pelopor dalam pembangunan pertanian Indonesia," tambah Sudaryono.

Baca juga:

Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan, acara pelepasan ekspor ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan pasar untuk produk pertanian Indonesia, tetapi juga memberikan motivasi bagi petani milenial di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar global.

“Ekspor kali ini melibatkan komoditas unggulan dari petani milenial, dengan total nilai ekspor mencapai Rp6,9 miliar,” ungkap Ida.

Lebih lanjut Idha memaparkan, para petani milenial yang berhasil menjadi eksportir diantaranya adalah Kadek Surya Prasetya Wiguna, dari Kabupaten Tabanan, Bali, yakni komoditas ekspor coklat ke negara Malaysia, Jepang, New Zeland, Qatar, USA, Hungaria, Polandia Vietnam, Thailand, dan Inggris dengan volume 3 ton serta nilai ekspor Rp3,6 Milyar melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai-Denpasar.

Ada pula, AA Gede Agung Wedhatama dari Kabupaten Badung, Bali dengan komoditas manggis 2,7 ton ke China dan 2 ton ke Jerman dengan nilai ekspor Rp400 Juta melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai, Denpasar.

Selain itu, Ella Rizki Farihatul Maftuhah dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, komoditas gula kelapa organik ke Malaysia, dengan volume 10.000 pack dan nilai ekspor Rp. 150 Juta melalui pelabuhan laut Tanjung Mas Semarang.

I Gusti Megawati dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, komoditas gula aren semut organik. Ekspor dalam bentuk cub/kemasan 200 gram, tujuan ekspor ke China dengan volume 1 ton dan Belanda dengan volume 1 ton, nilai Ekspor Rp150 Juta melalui pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya.

Terakhir, Andi Yulianto dari Kabupaten Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara dengan komoditas kopi, tujuan ekspor ke negara Oman, Jazirah Arab dengan volume 26 ton, nilai ekspor Rp2,6 M melalui Pelabuhan Laut Belawan, Medan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pelepasan ekspor ini menjadi simbol nyata dari komitmen Kementan dalam mendorong hilirisasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat perekonomian daerah melalui ekspor komoditas pertanian.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.(***)

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Kementerian PUPR, Latih Pertanian Masyarakat Terkena Dampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang. Kegiatan bernama Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan, digelar 30 Januari sampai 1 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM pertanian adalah kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

"SDM yang berkualitas adalah penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Oleh karena itu, kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses para pelaku sektor pertanian," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus menggenjot kualitas SDM pertanian. Sebab, SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produksi pangan nasional.

“SDM pertanian berkualitas merupakan penggerak utama dalam mencapai kedaulatan pangan. Kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses dalam menghasilkan komoditas pertanian yang lebih baik,” jelasnya.

Pelatihan dibuka Kamis (30/1/2025) oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Ia mengatakan pelatihan hanya perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Pelatihan adalah jembatan karena yang penting setelah pelatihan ini peserta bisa mempraktikkan hasil pelatihan dengan melakukan budidaya yang baik sehingga bisa menghasilkan sayuran berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan," tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/27/kementan-siapkan-regenerasi-pertanian-melalui-generasi-muda/

Pelatihan Pertanian di Lahan Sempit/Pekarangan diikuti 48 orang peserta yang dibagi menjadi 2 angkatan. Peserta berasal dari Kecamatan Cipeundeuy, Pusakanagara, dan Tambakdahan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi secara klasikal dan praktik sebanyak 28 JP. Materi inti mulai dari pembuatan model penanaman untuk lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik membuat instalasi vertikultur dan menanam bibit selada.

Materi selanjutnya pembudidayaan tanaman di lahan sempit/pekarangan dan peserta praktik persemaian sayuran terong, cabai, selada keriting dan pakcoy serta menanam bibit jeruk dan jahe dan planter bag.

Materi berikutnya adalah diversifikasi tanaman pangan, pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan dan peserta praktik membuat pupuk organik cair. Peserta juga mendapat materi pemasaran dan kemitraan serta pembentukan kelembagaan tani.

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

Salah satu peserta, Yehezkiel G. Walanda merasakan manfaat yang besar mengikuti pelatihan ini. “Dari yang sudah kami pelajari, akan kami praktikkan di wilayah kami masing-masing,” ujarnya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini pada kegiatan pendampingan praktik mandiri, hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas pemanfaatan pekarangan.(***)

Ajak Gen Z Tekuni Pertanian, Kementan Ajarkan Hilirisasi Komoditas Sayuran

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 163 orang siswa-siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sirojul Athfal, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (13/1/2025).

Para siswa yang didampingi guru mempelajari peningkatan nilai tambah komoditas pertanian melalui kegiatan hilirisasi sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan terus berupaya melakukan regenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Mentan mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

“Generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia. Kata kuncinya (anak muda) diberi ruang untuk untung dan beri teknologi tinggi," ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan mendukung penuh upaya regenerasi petani. Selain itu, BPPSDMP juga membuka akses pelatihan dan pendampingan untuk petani milenial.

Kepala MTs Sirojul Athfal mengatakan tujuan berkunjung ke BBPP Lembang untuk menumbuhkan minat generasi Z ini terhadap pertanian.

“Harapannya ketika tumbuh minat terhadap pertanian, mereka akan bisa mengembangkannya sehingga kelak bisa berkontribusi aktif pada pembangunan pertanian,” katanya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/31/kementan-dan-politeknik-negeri-jakarta-implementasikan-smart-farming-berbasis-iot/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat menerima kunjungan, menjelaskan harapannya agar para generasi zilenial ada yang menekuni sektor pertanian.

“Kami berharap adik-adik di sini nantinya ada yang melanjutkan pendidikan menengah atas, pendidikan tinggi dan bekerja di sektor pertanian karena sektor pertanian menjanjikan masa depan cerah asalkan ditekuni dengan semangat dan kerja keras,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, para siswa dibagi menjadi 3 kelompok. Rombongan diajak mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Sementara petugas laboratorium menjelaskan 3 jenis olahan pangan berbahan dasar komoditas hortikultura, yaitu selai wornas (wortel-nanas), cistik wortel, dan es krim jagung. Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat aneka olahan tersebut dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

Rombongan juga diberikan kesempatan melihat lahan praktik di Inkubator Agribisnis, melihat screen tanaman anggur, tanaman hias, dan sayuran lapang.

Sejumlah siswa, Zahira, Naura, Sania, dan Putri, mengatakan kesannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Berkunjung dan belajar pertanian di BBPP Lembang menyenangkan sekali karena udaranya sejuk dan banyak tanaman di sini yang belum pernah kami lihat. Berkunjung ke sini juga menambah pengetahuan tentang pertanian khususnya pengolahan hasil pertanian,” ucap keempatnya kompak.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Terjun ke Dunia Usaha Dunia Industri

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sepuluh mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, 14 Agustus sampai 24 Desember 2024.

Kementan sendiri memiliki beberapa program yang menarik generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, antara lain Mengubah image pertanian tradisional agar lebih menarik, memfasilitasi generasi milenial untuk melanjutkan pendidikannya di sektor pertanian dengan biaya ditanggung pemerintah.

Program lainnya adalah memberikan kesempatan kepada generasi milenial untuk dibekali pengetahuan, pendidikan karakter, dan dilatih sesuai dengan keperluan dunia industri dan dunia usaha, mengasah keterampilan generasi Z melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk ikut dalam regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/24/dukung-ketahanan-pangan-kementan-kenalkan-program-pertanian-modern-ke-aparat-desa/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Mahasiswa semester 7 Universitas Bengkulu ini melaksanakan PKL di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias sukulen, budidaya pakcoy sistem DFT, budidaya melon dengan hidroponik sistem irigasi tetes, laboratorium agens hayati, zona kandang sapi dan rumah kompos, dan pembibitan kentang G0 hidroponik sistem aeroponik.

Setelah lebih dari 3 bulan melakukan PKL, untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL dilaksanakan seminar hasil pada hari Jumat (27/12/2024).

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta siswa dan mahasiswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil penelitian dan pengamatan. Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Salah seorang peserta PKL, Distira Viro Nika, menyatakan mendapatkan banyak pengalaman berharga yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilannya, khususnya dibidang pertanian.

“BBPP Lembang memberikan kesempatan untuk langsung terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendalam dan aplikatif, seperti pengelolaan tanaman, pengolahan hasil pertanian, serta penerapan teknologi modern dalam kegiatan pertanian,” katanya.

Distira memberi kesan yang paling mendalam tentang adanya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dan praktisi di BBPP Lembang yang sudah berpengalaman.

“Saya belajar banyak tentang teknik terbaru dalam pengelolaan pertanian, mulai dari sistem pertanian organik, hidroponik hingga teknologi yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.

“Selain itu, saya juga memperoleh pemahaman lebih baik tentang pentingnya keberlanjutan dan konservasi dalam dunia pertanian. PKL di BBPP Lembang juga mengajarkan saya bagaimana bekerja secara tim, menyelesaikan tugas dalam tenggat waktu yang ketat, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang dinamis," imbuhnya.

Menurutnya, pengalaman ini membuka wawasan mengenai tantangan dan peluang yang ada dalam sektor pertanian di Indonesia.

“Secara keseluruhan, pengalaman PKL ini sangat memberikan banyak pelajaran yang tidak hanya berguna untuk perkembangan akademik saya, tetapi juga untuk pengembangan karier di masa depan. Saya merasa lebih siap untuk terjun ke dunia profesional setelah mengikuti program ini,” tutur Distira semangat.(***)