8 Juni 2026

#Pertanian

Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

TANIINDONESIA.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.

“Karena ini nanti memimpin menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” kata Mentan Amran dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia pada Rabu (6/52026).

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas generasi sejak dini. Ia menyebut pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan generasi muda.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ungkapnya.

Ia juga mendorong anak muda untuk menguatkan nasionalisme dan menjadi penerus dari program pembangunan pertanian. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk melanjutkan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: Langkah Besar Politeknik Enjiniring Pertanian! AWG Singapura Jajaki Kerja Sama Tridharma Pertanian

Mentan Amran menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting untuk mengawasi berbagai program pemerintah. Kata Mentan Amran, kritik dari berbagai pihak termasuk mahasiswa dibutuhkan, asal kritik tersebut bersifat membangun dengan berbasis informasi dan data yang aktual.

“Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan. Kami ingin menyampaikan fakta data. Negara butuh kritik konstruktif. Dulu aku janji 4 tahun swasembada, berubah 1 tahun, dan tahun ini kita sudah swasembada,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam diskusi tersebut, Mentan Amran juga menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah disiapkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai fondasi bagi generasi mendatang. Salah satunya pengembangan hilirisasi pertanian. Mentan Amran mengungkapkan bahwa potensi hilirisasi sektor pertanian, termasuk komoditas strategis seperti sawit, akan menjadi ruang besar yang kelak dikelola oleh generasi muda.

“Ini sawit untuk generasi muda nanti. 3 juta kita sewa, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih 1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka nanti,” katanya.

Mentan Amran menutup dengan penekanan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan mahasiswa hari ini. “Siapa yang mau lanjutkan, kalau bukan mahasiswa,” tutupnya.(*)

Langkah Besar Politeknik Enjiniring Pertanian! AWG Singapura Jajaki Kerja Sama Tridharma Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tanggerang – Agribusiness Working Group (AWG) dari Singapura melakukan kunjungan ke Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) pada Senin (27/04/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di sektor pertanian, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan inovasi teknologi pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penguatan pendidikan, riset terapan, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi kunci dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui pendidikan vokasi, Kementerian Pertanian melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal sekaligus pengusaha pertanian milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan sektor pertanian nasional.

“Pertanian ke depan harus dikelola oleh generasi milenial yang mengedepankan kreativitas dan inovasi. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berorientasi ekspor,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menegaskan, penguatan pendidikan vokasi harus selaras dengan kebutuhan industri pertanian modern.

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Ia menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan mekanisasi pertanian, serta pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

“Kolaborasi dengan mitra, baik dalam maupun luar negeri, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset terapan, serta pertukaran pengetahuan,” ujarnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan PEPI sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang mampu mencetak SDM pertanian siap menghadapi tantangan global.

Menurutnya, penguatan kurikulum berbasis praktik, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta kerja sama dengan mitra strategis menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas lulusan.

“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator yang mampu menciptakan inovasi dan membuka peluang usaha di sektor pertanian,” ungkapnya.

Harmanto juga menambahkan bahwa kunjungan AWG Singapura ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional, khususnya dalam transfer teknologi, inovasi, dan praktik terbaik di bidang agribisnis modern.

Melalui kerja sama ini, PEPI diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan drone pertanian bagi mahasiswa pada 2–3 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi digital.

Pelatihan dilaksanakan secara komprehensif melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) pertanian, regulasi ruang udara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), mitigasi paparan bahan kimia, serta pemahaman komponen dan sistem propulsi drone.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan teknis seperti manajemen baterai lithium polymer (Li-Po), kalibrasi instrumen, prosedur pengoperasian drone, serta penanganan kondisi darurat.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam penyusunan perencanaan misi penerbangan, pembuatan peta lahan, serta pengoperasian sistem autopilot dan telemetri untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini dipandu oleh instruktur profesional dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BBPM Mektan). Materi yang disampaikan mencakup pemetaan digital, teknik penerbangan, hingga pengolahan data menjadi peta digital menggunakan aplikasi DroneDeploy. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pemanfaatan drone dalam kegiatan penyuluhan, seperti pemantauan serangan organisme pengganggu tanaman dan pendataan kondisi lahan.

Baca Juga: Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

“Kami berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi. Penguatan sistem data pertanian berbasis teknologi juga menjadi fokus utama dalam mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci dalam mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, PEPI berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(*)

Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan, sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. Di Jawa Tengah, 58 Brigade Pangan telah dibentuk di 12 kabupaten, termasuk lima di Kabupaten Grobogan yang tersebar di Kecamatan Godong, Toroh, Tawangharjo, Kradenan, dan Gubug.

Dengan pemanfaatan alat mesin pertanian modern, diharapkan anak muda tertarik mengelola lahan secara produktif dan memperoleh keuntungan dari usaha pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemuda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah berupa bibit dan pupuk gratis, serta akses pembiayaan.

“Kalau ada lahan dari orang tua, sepupu, atau keluarga, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Anak muda harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan peran Brigade Pangan dalam mempercepat swasembada pangan melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kompetensi petani milenial.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan sarana regenerasi petani sekaligus wadah pengelolaan agribisnis yang terorganisasi.

Baca Juga: Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

“Brigade Pangan harus berjalan dan beroperasi, bukan sekadar dibentuk,” tegas Hermawan saat pertemuan Brigade Pangan di BPP Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (12/3/2026).

Hermawan menambahkan pentingnya kelembagaan yang kuat, dengan manajer, sekretaris, bendahara, dan unit-unit usaha. Tidak hanya menjalankan alsintan, Brigade Pangan juga harus fokus pada budidaya padi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, konsolidasi lahan menjadi strategi penting. Brigade Pangan dapat bekerja sama dengan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Dalam kesempatan ini, Brigade Pangan Toroh menandatangani MoU dengan Gabungan Kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Kelompok Tani Sidodadi untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Toroh.

Dengan langkah ini, Kementan berharap Brigade Pangan menjadi model pertanian modern berbasis generasi muda yang mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang melaksanakan kajiwidya penerapan smart farming selama 4 bulan di lahan usahatani Kecamatan Lembang, tepatnya di Kelompok Tani Perintis Tani Desa Cikole dan Kelompok Tani Multi Karya di Desa Cibodas. Seminar hasil kajiwidya dilaksanakan Senin (15/12/2025) di Kelas Krisan 2 BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Menurutnya, smart farming menjadj kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Seminar hasil kajiwidya sendiri dibuka Kepala Balai dan dihadiri narasumber/pembimbing dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti, seluruh pejabat fungsional widyaiswara dan petani, penyuluh pertanian, serta petugas POPT Kecamatan Lembang.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, menyampaikan jika salah satu kunci keberhasilan widyaiswara adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian.

"Kegiatan kajiwidya merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) “Perbandingan Dua Jenis Light Trap Terhadap Serangga yang Tertangkap Pada Pertanaman Tomat” oleh widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian, 2) “Analisis Potensi Kerugian Ekonomi Serangan OPT Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) berdasarkan data Light Trap di Desa Cibodas Kecamatan Lembang” oleh widyaiswara spesialisasi sosial ekonomi, dan 3) “Persepsi dan Kesiapan Petani terhadap Adopsi Teknologi SMART TRAP” oleh widyaiswara spesialisasi penyuluhan pertanian.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan hasil kajiwidya. Hasil tangkapan serangga pada Light trap A (UV Keunguan) sebanyak 283 serangga lebih banyak jika dibandingkan dengan Light trap B (UV Kuning/kemerahan) sebanyak 182 serangga.

Baca juga: Bidik Generasi Muda, Kementan Optimalkan Peran P4S

Light Trap A (UV Keunguan) lebih banyak memerangkap serangga hama sebesar 58% bila dibandingkan dengan Light trap B (UV kuning/ kemerahan) sebesar  4%.

Hasil kajiwidya bidang sosial ekonomi secara umum menunjukkan bahwa potensi kerugian ekonomi hanya menyebabkan kerugian Rp 49.200 per 300 m2, dengan kehilangan hasil 4,92 kg (0,33% dari potensi).

Hasil pengkajian tentang persepsi petani secara umum bahwa petani menilai light trap memiliki kemanfaatan tinggi (skor 49,12; kategori setuju) terutama dalam mengurangi serangan hama dan menekan penggunaan pestisida.

Selanjutnya, Kepala Balai dan pembimbing baik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti memberikan komentar tentang hasil pengkajian.

Perwakilan petani, Dadang Rukmana, dari Kelompok Tani Multi Karya Desa Cibodas, menyampaikan ucapan terima kasih atas hasil pengkajian light trap ini.

“Kegiatan yang dilakukan di lahan usahatani kami ini sangat bermanfaat karena saya sebagai pelaku budidaya organik jadi mengetahui bagaimana cara menghindari pemakaian bahan kimia berlebih agar lingkungan dan masyarakat menjadi sehat. Saya juga merasakan dengan menggunakan bahan alami, kualitas produk jauh lebih baik dari aspek rasa maupun ketahanan mutunya,” ucapnya.

Sedangkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembang, Andi Lesmana, sebagai pendamping petani juga mengatakan kajiwidya ini sangat membantu sekali karena hasilnya bagus dan bisa diterapkan untuk petani.

“InsyaAllah kami akan terus berkolaborasi karena hasil kajiwidya ini efektif dan efisien sehingga bisa diimplmentasikan di banyak lokasi petani untuk pengadaan light trap,” katanya.(*)

KATALIS, Sarana Edukasi dan Informasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Terpadu, Andal, Luar Biasa, Inovatif, Solutif (KATALIS), Kamis (23/10/2025), di BP3K Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hadir pada kegiatan ini konsultan dari widyaiswara BBPP Lembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, dan kelompok tani dari desa-desa di Kecamatan Rongga sejumlah 30 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyambut baik setiap usaha memperkenalkan dunia pertanian karena hal itu sangat penting untuk masyarakat.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KATALIS sebagai salah satu standar pelayanan bagi para stakeholder dengan tujuan peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Baca juga:

Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk, Petani Tersenyum Harga Pupuk Turun

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui konsultasi agribisnis,” jelasnya.

Kegiatan KATALIS diikuti dengan antusias oleh petani Bandung Barat. Petani pun memanfaatkan acara ini dengan melontarkan banyak pertanyaan.

Salah seorang petani, Nurdin, menanyakan tentang bagaimana menanggulangi hama pada tanaman cabai.

Widyaiswara BBPP Lembang yang menjadi konsultan menjelaskan mengenai pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT).

Diawali dengan penanaman barrier ataupun trap crop berupa jagung sebanyak 3 baris di pinggir dan ditanam 3 minggu sebelum tanam, pemilihan benih yang sehat, pengolahan lahan yang sempurna, pemberian kompos yang diberi trichoderma, dan pemasangan mulsa plastik hitam perak.

Diskusi dan konsultasi antara petani dan widyaiswara, diharapkan bisa memberikan solusi atas kendala yang dihadapi petani dan peluang bisnis pertanian yang bisa dilakukan agar dapat meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang petani, Imas, mengatakan kesannya terhadap kegiatan KATALIS ini.

“Adanya konsultasi agribisnis ini menambah ilmu pengetahuan bagi kami tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbagai tanaman yang sering kami alami,” ucapnya.

“Mudah-mudahan para petani yang ada di Kecamatan Rongga pertaniannya lebih maju dengan adanya program-program seperti ini,” harap Imas.(***)

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Keberadaan Agroeduwisata di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), dimanfaatkan untuk menarik minat generasi muda dalam mempelajari pertanian. Hal ini juga dimanfaatkan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama saat mengunjungi BBPP Lembang, Selasa (21/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan sektor pertanian memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkarir.

“Kita mentransformasi pertanian dari tradisional ke modern. Kita buat setara dengan Amerika dan China dengan teknologinya sehingga anak muda turun,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mengubah paradigma bertani.

“Mindset harus berubah. Pertanian modern adalah keharusan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Upaya modernisasi tersebut dapat dilihat di UPT seperti BBPP Lembang. Penggunaan teknologi internet of things hingga otomatisasi di green house sudah dapat dilihat praktik dan penggunaannya.

Baca juga:

Lewat KATALIS, Kementan Kenalkan Teknologi Aeroponik Kentang ke Petani Bandung Barat

Hal ini menarik bagi generasi muda seperti para siswa SMPIT Insantama yang melakukan study tour ke BBPP Lembang.

Para siswa yang mendapatkan tugas untuk menulis karya ilmiah mengenai pertanian kemudian antusias mengelilingi inkubator agribisnis yang ada di balai tersebut.

Yang menarik bagi mereka diantaranya adalah budidaya tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Instalasi hidroponik di BBPP Lembang menunjukkan berbagai teknik yang dimungkinkan tanpa media tanam berupa tanah. Diantaranya adalah menggunakan teknik aeroponik, irigasi tetes, dan deep flow technique (DFT).

Masing-masing teknik tersebut memiliki keuntungannya tersendiri. Aeroponik misalnya, yang digunakan untuk membudidayakan kentang di BBPP Lembang, dapat menghasilkan kentang G0 yang digunakan untuk membudidayakan bibit unggul tanaman kentang.

Para siswa juga mengunjungi greenhouse otomatis BBPP Lembang yang digunakan untuk membudidayakan melon dan tomat. Di sampingnya terletak instalasi DFT yang umumnya digunakan untuk membudidayakan tanaman berdaun seperti selada, pak choi, dan sebagainya.

Sebagai penutup, para siswa mengunjungi Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Di sana mereka dapat melihat beragam sayuran diolah menjadi makanan kemasan seperti es krim, cheese stick, eggroll, dan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pertanian.

“Ini adalah komitmen kami dalam menumbuhkan petani generasi selanjutnya,” tegas Ajat.(***)

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 263 siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hijrah Kota Cimahi yang berkunjung Senin (13/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal aktivitas pertanian mulai dari hulu dan hilir yang dikembangkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai instalasi berlatih untuk mendukung pengembangan SDM pertanian.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi petani. Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Sementara kehadiran rombongan siswa dan guru MI Al-Hijrah Kota Cimahi diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Para siswa lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar untuk mengenal dan praktik budidaya tanaman di dalam polybang, praktik perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen, serta praktik pengolahan hasil jagung menjadi es krim dan pengolahan buah mangga menjadi sorbet.

Baca juga:

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

Di lahan terbuka Inkubator Agribisnis, widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas, menjelaskan budidaya tanaman sayuran secara konvensional di dalam polybag.

Pertama-tama, pengenalan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah itu anak-anak praktik memasukkan media tanam ke dalam polybag, menyiraminya dan menanam bibit selada dan pakcoy.

Keseruan terjadi di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung dan sorbet mangga.

Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim dan sorbet.

Terakhir, di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Zafran, siswa kelas 3, mengungkapkan keseruannya belajar di BBPP Lembang. “seru sekali belajar di sini, udaranya segarrr,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah, Wissya Maryanti.

“Kami diterima dan dilayani dengan baik di sini. Banyak sekali pengetahuan yang kami dapatkan disini karena BBPP Lembang sangat lengkap fasiltasnya. Anak-anak juga antusias belajar dan senang karena sambil praktik langsung menanam sayuran di dalam polybag, perbanyakan kaktus dan sukulen serta membuat es krim dan sorbet,” tutur Wissya.

Wissya berharap outdoor activity ini menjadi motivasi untuk anak-anak di masa depan jika ingin menekuni dunia pertanian.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

LEMBANG – Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti akhirnya menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, 4 Agustus 2025 – 4 September 2025, di BBPP Lembang UPT di Kementerian Pertanian. Keduanya juga menggelar Seminar Hasil PKL yang menampilkan inovasi menjanjikan di sektor pertanian.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berpesan bahwa generasi muda sangat dinanti perannya dalam pertanian.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika regenerasi petani harus dilakukan.

Sebab, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Menurutnya, BPPSDMP berkomitmen untuk melakukan regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Mewujudkan hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang membuka kesempatan lebar bagi mahasiswa atau siswa sekolah kejuruan yang ingin meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui PKL dan Magang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi dibidang pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” terang Ajat.

Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti melakukan PKL di bawah bimbingan widyaiswara pendamping. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjalankan suatu proyek sesuai peminatan mereka.

Pertama, Teisya Haga Pratama mengolah pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urine sapi yang diperkaya dengan mikroorganisme lokal (MOL) dari bonggol pisang.

Risetnya membuktikan bahwa metode ini efektif dan dapat menjadi solusi ekonomis bagi peternak dalam mengelola limbah dan petani untuk memperoleh pupuk terjangkau.

Teisya Haga Pratama mengatakan program magang sangat membantu.

"Karena kami diajarkan bagaimana menghadapi dunia kerja. Kami juga terbantu dalam membangun relasi yang penting untuk karier ke depannya, terutama dalam menambah pengalaman kerja," ujarnya.

Sementara itu, Krisna Wibawa memaparkan risetnya tentang pembuatan bokashi. Ia mendemonstrasikan bahwa isi rumen sapi, yang biasanya dibuang, dapat diolah menjadi pupuk padat berkualitas tinggi dengan memanfaatkan MOL dari rumen itu sendiri.

Metode ini tidak hanya efisien tetapi juga mendukung pengelolaan limbah peternakan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, seminar ini menegaskan kembali dedikasi para mahasiswa Universitas Winaya Mukti dalam menciptakan solusi praktis dan ramah lingkungan untuk menjawab tantangan pertanian di masa depan.

Krisna Wibawa menambahkan bahwa telah mendapatkan relasi yang baik, baik dari instruktur, pembimbing, maupun sesama mahasiswa magang. Selain itu, kami juga menambah ilmu dan pengalaman, khususnya dalam bidang kompos.(***)