16 Maret 2026

#Pertanian

Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang melaksanakan kajiwidya penerapan smart farming selama 4 bulan di lahan usahatani Kecamatan Lembang, tepatnya di Kelompok Tani Perintis Tani Desa Cikole dan Kelompok Tani Multi Karya di Desa Cibodas. Seminar hasil kajiwidya dilaksanakan Senin (15/12/2025) di Kelas Krisan 2 BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Menurutnya, smart farming menjadj kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Seminar hasil kajiwidya sendiri dibuka Kepala Balai dan dihadiri narasumber/pembimbing dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti, seluruh pejabat fungsional widyaiswara dan petani, penyuluh pertanian, serta petugas POPT Kecamatan Lembang.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, menyampaikan jika salah satu kunci keberhasilan widyaiswara adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian.

"Kegiatan kajiwidya merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) “Perbandingan Dua Jenis Light Trap Terhadap Serangga yang Tertangkap Pada Pertanaman Tomat” oleh widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian, 2) “Analisis Potensi Kerugian Ekonomi Serangan OPT Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) berdasarkan data Light Trap di Desa Cibodas Kecamatan Lembang” oleh widyaiswara spesialisasi sosial ekonomi, dan 3) “Persepsi dan Kesiapan Petani terhadap Adopsi Teknologi SMART TRAP” oleh widyaiswara spesialisasi penyuluhan pertanian.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan hasil kajiwidya. Hasil tangkapan serangga pada Light trap A (UV Keunguan) sebanyak 283 serangga lebih banyak jika dibandingkan dengan Light trap B (UV Kuning/kemerahan) sebanyak 182 serangga.

Baca juga: Bidik Generasi Muda, Kementan Optimalkan Peran P4S

Light Trap A (UV Keunguan) lebih banyak memerangkap serangga hama sebesar 58% bila dibandingkan dengan Light trap B (UV kuning/ kemerahan) sebesar  4%.

Hasil kajiwidya bidang sosial ekonomi secara umum menunjukkan bahwa potensi kerugian ekonomi hanya menyebabkan kerugian Rp 49.200 per 300 m2, dengan kehilangan hasil 4,92 kg (0,33% dari potensi).

Hasil pengkajian tentang persepsi petani secara umum bahwa petani menilai light trap memiliki kemanfaatan tinggi (skor 49,12; kategori setuju) terutama dalam mengurangi serangan hama dan menekan penggunaan pestisida.

Selanjutnya, Kepala Balai dan pembimbing baik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti memberikan komentar tentang hasil pengkajian.

Perwakilan petani, Dadang Rukmana, dari Kelompok Tani Multi Karya Desa Cibodas, menyampaikan ucapan terima kasih atas hasil pengkajian light trap ini.

“Kegiatan yang dilakukan di lahan usahatani kami ini sangat bermanfaat karena saya sebagai pelaku budidaya organik jadi mengetahui bagaimana cara menghindari pemakaian bahan kimia berlebih agar lingkungan dan masyarakat menjadi sehat. Saya juga merasakan dengan menggunakan bahan alami, kualitas produk jauh lebih baik dari aspek rasa maupun ketahanan mutunya,” ucapnya.

Sedangkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembang, Andi Lesmana, sebagai pendamping petani juga mengatakan kajiwidya ini sangat membantu sekali karena hasilnya bagus dan bisa diterapkan untuk petani.

“InsyaAllah kami akan terus berkolaborasi karena hasil kajiwidya ini efektif dan efisien sehingga bisa diimplmentasikan di banyak lokasi petani untuk pengadaan light trap,” katanya.(*)

KATALIS, Sarana Edukasi dan Informasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Terpadu, Andal, Luar Biasa, Inovatif, Solutif (KATALIS), Kamis (23/10/2025), di BP3K Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hadir pada kegiatan ini konsultan dari widyaiswara BBPP Lembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, dan kelompok tani dari desa-desa di Kecamatan Rongga sejumlah 30 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyambut baik setiap usaha memperkenalkan dunia pertanian karena hal itu sangat penting untuk masyarakat.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KATALIS sebagai salah satu standar pelayanan bagi para stakeholder dengan tujuan peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Baca juga:

Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk, Petani Tersenyum Harga Pupuk Turun

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui konsultasi agribisnis,” jelasnya.

Kegiatan KATALIS diikuti dengan antusias oleh petani Bandung Barat. Petani pun memanfaatkan acara ini dengan melontarkan banyak pertanyaan.

Salah seorang petani, Nurdin, menanyakan tentang bagaimana menanggulangi hama pada tanaman cabai.

Widyaiswara BBPP Lembang yang menjadi konsultan menjelaskan mengenai pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT).

Diawali dengan penanaman barrier ataupun trap crop berupa jagung sebanyak 3 baris di pinggir dan ditanam 3 minggu sebelum tanam, pemilihan benih yang sehat, pengolahan lahan yang sempurna, pemberian kompos yang diberi trichoderma, dan pemasangan mulsa plastik hitam perak.

Diskusi dan konsultasi antara petani dan widyaiswara, diharapkan bisa memberikan solusi atas kendala yang dihadapi petani dan peluang bisnis pertanian yang bisa dilakukan agar dapat meningkatkan taraf hidup petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang petani, Imas, mengatakan kesannya terhadap kegiatan KATALIS ini.

“Adanya konsultasi agribisnis ini menambah ilmu pengetahuan bagi kami tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbagai tanaman yang sering kami alami,” ucapnya.

“Mudah-mudahan para petani yang ada di Kecamatan Rongga pertaniannya lebih maju dengan adanya program-program seperti ini,” harap Imas.(***)

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Keberadaan Agroeduwisata di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), dimanfaatkan untuk menarik minat generasi muda dalam mempelajari pertanian. Hal ini juga dimanfaatkan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama saat mengunjungi BBPP Lembang, Selasa (21/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan sektor pertanian memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkarir.

“Kita mentransformasi pertanian dari tradisional ke modern. Kita buat setara dengan Amerika dan China dengan teknologinya sehingga anak muda turun,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mengubah paradigma bertani.

“Mindset harus berubah. Pertanian modern adalah keharusan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Upaya modernisasi tersebut dapat dilihat di UPT seperti BBPP Lembang. Penggunaan teknologi internet of things hingga otomatisasi di green house sudah dapat dilihat praktik dan penggunaannya.

Baca juga:

Lewat KATALIS, Kementan Kenalkan Teknologi Aeroponik Kentang ke Petani Bandung Barat

Hal ini menarik bagi generasi muda seperti para siswa SMPIT Insantama yang melakukan study tour ke BBPP Lembang.

Para siswa yang mendapatkan tugas untuk menulis karya ilmiah mengenai pertanian kemudian antusias mengelilingi inkubator agribisnis yang ada di balai tersebut.

Yang menarik bagi mereka diantaranya adalah budidaya tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Instalasi hidroponik di BBPP Lembang menunjukkan berbagai teknik yang dimungkinkan tanpa media tanam berupa tanah. Diantaranya adalah menggunakan teknik aeroponik, irigasi tetes, dan deep flow technique (DFT).

Masing-masing teknik tersebut memiliki keuntungannya tersendiri. Aeroponik misalnya, yang digunakan untuk membudidayakan kentang di BBPP Lembang, dapat menghasilkan kentang G0 yang digunakan untuk membudidayakan bibit unggul tanaman kentang.

Para siswa juga mengunjungi greenhouse otomatis BBPP Lembang yang digunakan untuk membudidayakan melon dan tomat. Di sampingnya terletak instalasi DFT yang umumnya digunakan untuk membudidayakan tanaman berdaun seperti selada, pak choi, dan sebagainya.

Sebagai penutup, para siswa mengunjungi Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Di sana mereka dapat melihat beragam sayuran diolah menjadi makanan kemasan seperti es krim, cheese stick, eggroll, dan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pertanian.

“Ini adalah komitmen kami dalam menumbuhkan petani generasi selanjutnya,” tegas Ajat.(***)

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 263 siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hijrah Kota Cimahi yang berkunjung Senin (13/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal aktivitas pertanian mulai dari hulu dan hilir yang dikembangkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai instalasi berlatih untuk mendukung pengembangan SDM pertanian.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi petani. Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Sementara kehadiran rombongan siswa dan guru MI Al-Hijrah Kota Cimahi diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Para siswa lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar untuk mengenal dan praktik budidaya tanaman di dalam polybang, praktik perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen, serta praktik pengolahan hasil jagung menjadi es krim dan pengolahan buah mangga menjadi sorbet.

Baca juga:

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

Di lahan terbuka Inkubator Agribisnis, widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas, menjelaskan budidaya tanaman sayuran secara konvensional di dalam polybag.

Pertama-tama, pengenalan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah itu anak-anak praktik memasukkan media tanam ke dalam polybag, menyiraminya dan menanam bibit selada dan pakcoy.

Keseruan terjadi di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung dan sorbet mangga.

Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim dan sorbet.

Terakhir, di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Zafran, siswa kelas 3, mengungkapkan keseruannya belajar di BBPP Lembang. “seru sekali belajar di sini, udaranya segarrr,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah, Wissya Maryanti.

“Kami diterima dan dilayani dengan baik di sini. Banyak sekali pengetahuan yang kami dapatkan disini karena BBPP Lembang sangat lengkap fasiltasnya. Anak-anak juga antusias belajar dan senang karena sambil praktik langsung menanam sayuran di dalam polybag, perbanyakan kaktus dan sukulen serta membuat es krim dan sorbet,” tutur Wissya.

Wissya berharap outdoor activity ini menjadi motivasi untuk anak-anak di masa depan jika ingin menekuni dunia pertanian.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

LEMBANG – Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti akhirnya menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, 4 Agustus 2025 – 4 September 2025, di BBPP Lembang UPT di Kementerian Pertanian. Keduanya juga menggelar Seminar Hasil PKL yang menampilkan inovasi menjanjikan di sektor pertanian.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berpesan bahwa generasi muda sangat dinanti perannya dalam pertanian.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika regenerasi petani harus dilakukan.

Sebab, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Menurutnya, BPPSDMP berkomitmen untuk melakukan regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Mewujudkan hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis lingkup BPPSDMP seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang membuka kesempatan lebar bagi mahasiswa atau siswa sekolah kejuruan yang ingin meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui PKL dan Magang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi dibidang pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” terang Ajat.

Dua mahasiswa Universitas Winaya Mukti melakukan PKL di bawah bimbingan widyaiswara pendamping. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjalankan suatu proyek sesuai peminatan mereka.

Pertama, Teisya Haga Pratama mengolah pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urine sapi yang diperkaya dengan mikroorganisme lokal (MOL) dari bonggol pisang.

Risetnya membuktikan bahwa metode ini efektif dan dapat menjadi solusi ekonomis bagi peternak dalam mengelola limbah dan petani untuk memperoleh pupuk terjangkau.

Teisya Haga Pratama mengatakan program magang sangat membantu.

"Karena kami diajarkan bagaimana menghadapi dunia kerja. Kami juga terbantu dalam membangun relasi yang penting untuk karier ke depannya, terutama dalam menambah pengalaman kerja," ujarnya.

Sementara itu, Krisna Wibawa memaparkan risetnya tentang pembuatan bokashi. Ia mendemonstrasikan bahwa isi rumen sapi, yang biasanya dibuang, dapat diolah menjadi pupuk padat berkualitas tinggi dengan memanfaatkan MOL dari rumen itu sendiri.

Metode ini tidak hanya efisien tetapi juga mendukung pengelolaan limbah peternakan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, seminar ini menegaskan kembali dedikasi para mahasiswa Universitas Winaya Mukti dalam menciptakan solusi praktis dan ramah lingkungan untuk menjawab tantangan pertanian di masa depan.

Krisna Wibawa menambahkan bahwa telah mendapatkan relasi yang baik, baik dari instruktur, pembimbing, maupun sesama mahasiswa magang. Selain itu, kami juga menambah ilmu dan pengalaman, khususnya dalam bidang kompos.(***)

Mentan Amran Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

TANIINDONESIA.COM//SIKKA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam kunjungan kerja di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini bertujuan memastikan secara langsung perkembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian di NTT.

“Kami dengar langsung dari Bupati dan Gubernur, PDB (produk domestik bruto) naik dari 3 menjadi 4,5 untuk NTT. Salah satu sektor yang menggerakkan adalah sektor pertanian. Ke depan kita dorong tingkat kemiskinan NTT dari tahun lalu 19 persen akan kita tekan, kita akan bergerak bersama-sama,” kata Mentan Amran pada Selasa (6/5/2025).

Mentan Amran menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran terhadap petani sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah akan terus hadir hingga ke pelosok guna mendengar aspirasi dari petani dalam rangka memajukan pertanian Indonesia.

“Sampai ke pelosok kita cek langsung apakah bantuan sudah sampai ke tingkat petani, terutama pupuk. Tadi aku tanya langsung, pupuk cukup, alhamdulillah bahkan ada yang mengatakan lebih. Itu yang kita cek langsung ke lapangan agar produksi dipastikan meningkat,” ujar Mentan Amran.

Dalam kunjungan dan dialog bersama petani, Mentan Amran mengungkapkan salah satu keluhan petani adalah bendungan dan pengairan. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki bendungan dan irigasi sebagai upaya mendukung sektor pertanian Kabupaten Sikka.

Baca juga:

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

“Tadi kami langsung telepon Bapak Menteri PU, kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU begitu cepat tanggap. Kami sampaikan terkait bendungan dan irigasi air yang belum optimal, beliau sampaikan tahun ini akan diperbaiki,” terangnya.

Selain itu, menanggapi keluhan petani soal distribusi pupuk yang masih terkendala jarak pengecer, Mentan Amran langsung mengambil tindakan. “Pupuk tidak akan bermasalah di seluruh Indonesia, apalagi Sikka. Saya putuskan hari ini tambah pengecer di Sikka. Kami saksikan bersama Kapolres nanti dikawal, agar petani tidak perlu lagi menempuh jarak 30 kilometer. Besok cukup 1 kilometer,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan dengan kemudahan pupuk dan infrastruktur pengairan yang memadai dapat mendongkrak produktivitas pertanian dan pendapatan petani di NTT. ”Ada dua di sini menentukan yaitu pupuk dan air, kalau ini ada, peningkatan pendapatan petani bisa meningkat bisa 2-3 kali lipat,” ungkapnya.

Selain berdialog bersama petani, dalam kesempatan tersebut Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada para petani. Untuk NTT sendiri, pemerintah telah menyiapkan ratusan hand tractor dan pompa.

Kunjungan kerja Wapres Gibran dan Mentan Amran di Kabupaten Sikka menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Dengan respons cepat terhadap berbagai persoalan petani, mulai dari distribusi pupuk hingga infrastruktur irigasi, pemerintah menunjukkan kehadiran nyata untuk memperkuat produktivitas petani serta membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.(***)

Kementan Perkenalkan Sektor Pertanian ke Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 135 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Menteri Amran.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kedatangan para siswa kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, disambut hangat oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Baca juga:

Inovatif, UPT Pelatihan Kementan Dampingi Petani Kabupaten Bandung Barat lewat Konsultasi Agribisnis Keliling

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Kepada para siswa, BBPP Lembang mengajarkan budidaya sayuran daun seperti selada, bawang daun, dan pakcoy di lapangan praktik zona kawasan rumah pangan lestari Inkubator Agribisnis (IA).

Mereka menyimak penjelasan dan praktik mulai dari menyiapkan media tanam yaitu arang sekam dan pupuk kandang untuk proses persemaian di dalam tray dan penanaman benih sayuran di lubang-lubang tanam.

Selanjutnya, didampingi manajer IA dan petugas lapangan, para gen z praktik menanam bibit sayuran yang sudah siap tanam setelah melalui proses persemaian, di dalam polybag.

Tahapan yang dilakukan mulai dari mencampurkan media tanam tanah, arang sekam, dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu menanam aneka sayuran daun seperti selada keriting, daun bawang, dan pakcoy ke dalam masing-masing polybag.

Salah satu murid, Nurin, menceritakan pengalaman berharganya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Di sini kita diajarkan untuk menanam sayuran yang baik, mulai dari menyemai, menanam dan merawat tanaman. Kami akan memelihara tanaman ini hingga siap dipanen,” ucapnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Sektor Pertanian Penyangga Ekonomi, UPT Pelatihan Kementan Latih Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Perempuan di Pedesaan dalam Usaha Ekonomi Produktif (Angkatan 3), dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy. Widyaiswara BBPP Lembang menjadi fasilitator kegiatan ini.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (26/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/dukung-swasembada-pangan-upt-pelatihan-kementan-ajak-gen-z-tekuni-pertanian/

Mereka mempraktikkan olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang dan pisang linting.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang dan pisang linting mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta menjadi active income untuk membantu keuangan keluaga sebagai upaya pemulihan mata pencaharian pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

Salah satu peserta, Wiha Wahyani menyampaikan, “Banyak hal baru yang saya dapatkan terutama terkait pengolahan pangan hingga menjadi sebuah produk yang siap dijual, bagaimana pemasaran produk, dan diskusi yang menarik dengan widyaiswara dan rekan rekan sesama peserta pelatihan mengenai masalah yang terjadi yang berkaitan dengan pengolahan pangan.

Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Satu hal yang sangat berkesan, widyaiswara memotivasi kami agar bisa menjadi seseorang yang sukses berbisnis,” cerita Wiha.

Wiha berharap BBPP lembang bisa tetap menebarkan ilmu dan memotivasi masyarakat untuk bisa bergerak bisnis pengolahan pangan sehingga mampu pengangguran di Indonesia. Selain itu juga bisa memajukan ekonomi khususnya masyarakat pedesaan.(***)