13 Februari 2026

Penyuluh Pertanian

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima kunjungan studi lapangan dari 50 peserta yang berasal dari lima desa di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan praktis masyarakat Cisauk, khususnya dalam teknik perbanyakan tanaman unggul melalui okulasi, serta mengenal lebih dekat beragam komoditas pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Studi lapangan asal Kecamatan Cisauk di BBPP Lembang diikuti petani dan perwakilan masyarakat penggerak pertanian di tingkat desa. Mereka disambut hangat oleh tim manajemen dan widyaiswara BBPP Lembang.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian mengenalkan teknik budidaya tanaman buah-buahan.

Peserta praktik langsung teknik okulasi atau penempelan, dengan fokus pada komoditas rambutan varietas parakan karena komoditas ini menjadi komoditas pertanian unggulan di wilayah Tangerang.

Rambutan Parakan dipilih karena dikenal memiliki kualitas buah yang baik dan potensi nilai ekonomi tinggi.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan langkah demi langkah perbanyakan tanaman. Mulai dari pemilihan batang bawah dan entres (mata tunas) yang sehat, proses penempelan dengan teknik yang cepat dan tepat, hingga pemeliharaan pasca okulasi.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

Selain praktik okulasi, rombongan dari Kecamatan Cisauk juga melakukan penjelajahan ke berbagai lahan percontohan dan instalasi pelatihan yang ada di BBPP Lembang.

Peserta berkesempatan melihat langsung budidaya sayuran dengan berbagai metode teknologi modern, serta pengelolaan komoditas hortikultura unggulan lainnya.

Kunjungan ke lahan ini memberikan perspektif baru tentang penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang bisa diadopsi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Tangerang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik inisiatif kunjungan studi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci dalam upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

"BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian senantiasa terbuka untuk berbagi ilmu dan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha pertanian dan mendukung regenerasi petani yang handal di seluruh Indonesia, termasuk di Cisauk, Tangerang," ujar Ajat.

Salah satu perwakilan peserta dari Kecamatan Cisauk menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegaiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan ilmu yang diberikan BBPP Lembang. Kami berharap BBPP Lembang ini semakin maju, semakin inovatif, yang bisa terus menyampaikan ilmu dan teknologi kepada kami, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Dengan membawa pulang bekal keterampilan praktis dan semangat baru, rombongan dari Cisauk optimis untuk memajukan sektor pertanian di desa mereka.(***)

Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Transformasi Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//Jakarta – Puncak peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 Tahun 2025 menjadi momentum penting pengakuan terhadap peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam menopang transformasi sektor pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dedikasi para penyuluh dan Babinsa yang terus mendampingi petani di lapangan. Ia menegaskan, HKP tahun ini menjadi momentum penguatan peran penyuluh sebagai pengawas langsung program pertanian dari proses tanam, distribusi pupuk dan alsintan, hingga adopsi benih unggul dan teknologi pertanian modern.

“PPL dan Babinsa adalah mata dan telinga Pak Presiden untuk mengawasi pertanian. Semua penyimpangan di lapangan harap segera dilaporkan. Kalau ada harga pupuk di atas HET, laporkan, pasti kita tindak!” tegas Mentan Amran dalam peringatan HKP ke-53 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Mentan Amran menambahkan, kios atau distributor yang menjual pupuk di atas HET akan langsung dikunci dan tidak lagi diperkenankan menyalurkan pupuk bersubsidi. Untuk itu, penyuluh dan Babinsa diminta aktif melaporkan pelanggaran secara rutin sebagai bagian dari pengawasan terpadu.

Hal ini ditegaskan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menyatakan bahwa penguatan peran penyuluh merupakan bagian dari langkah serius pemerintah dalam mereformasi sistem penyuluhan, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 termasuk pengalihan status ASN penyuluh dari pemerintah daerah ke pusat.

“Selama masa transisi ini, seluruh proses sedang kita siapkan. Mulai tahun 2026, seluruh penyuluh resmi menjadi pegawai pusat. Dengan status ini, penyuluh dapat diberdayakan lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” ujarnya.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

Dari total 38.000 penyuluh yang ada saat ini, sebanyak 34.000 telah diseleksi dan akan ditarik ke pusat. Penarikan ini bersifat mandatori, yang berarti otomatis menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski status berubah, para penyuluh tetap bekerja di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di daerah masing-masing.

“Percepatan swasembada pangan juga harus diiringi peningkatan produktivitas petani. Penyuluh berperan penting dalam mendampingi petani meningkatkan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, dan penerapan teknologi pertanian modern,” tambahnya.

Idha Widi juga menjelaskan bahwa saat ini Brigade Pangan telah menjadi motor transformasi pertanian di berbagai wilayah. Sejak awal 2025, brigade telah menerima bantuan alsintan dan pelatihan intensif. Banyak di antaranya kini telah mampu mengelola lahan dan mengoperasikan alat mesin pertanian secara mandiri.

“Brigade Pangan adalah titik balik transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern. Mereka dibekali teknologi, benih unggul, dan pelatihan pengelolaan usaha tani. Tapi bantuan dari pemerintah hanya diberikan sekali, selanjutnya Brigade Pangan harus mandiri dan mampu menyusun rencana usaha sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada PPL yang berprestasi, Mentan Amran menyerahkan secara simbolis 10 unit sepeda motor kepada penyuluh terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan indikator kinerja seperti pendampingan Luas Tambah Tanam (LTT), pengawalan harga gabah dan jagung, serta keterlibatan dalam program Brigade Pangan.

Selain itu, Kementan juga meluncurkan dua inisiatif strategis yang didampingi langsung oleh penyuluh, yaitu penetapan 1.000 gapoktan sebagai titik serah pupuk bersubsidi, serta penguatan Brigade Pangan dan Koperasi Pertanian Modern sebagai penyalur BBM Alsintan.

Mengusung tema “Transformasi Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, peringatan HKP ke-53 ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, penyuluh pertanian, gapoktan, Brigade Pangan, TNI/Polri, akademisi, mahasiswa, dan mitra pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.(***)

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengundang 800 kepala desa dan penyuluh pertanian DIY, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengakselerasi penerapan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Inpres ini terkait Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih ini sebagai upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pemerataan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani.

Seperi disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa dengan Koperasi Desa Merah Putih, rantai distribusi pangan dapat disederhanakan dari yang sebelumnya delapan lini menjadi tiga lini. Dengan demikian, harga bahan pokok dapat lebih terjangkau dan stabil.

“Ini solusi permanen dari Bapak Presiden yang dulunya rantai pasoknya delapan menjadi tiga, delapan menjadi tiga lini, dari petani, koperasi, langsung ke konsumen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan manfaat, salah satunya mengatasi permasalahan praktik tengkulak (middleman) yang mengambil keuntungan dari distribusi bahan pokok tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga mengingatkan kembali peran penyuluh yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Percepatan Swasembada Pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Kudus, Kementan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih

Ia menekankan perlunya peningkatan efektivitas penyuluhan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Ia menggerakkan penyuluh untuk turut serta membangun Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi Merah Putih akan menjadi sarana strategis untuk menyerap hasil pertanian, mendistribusikan pupuk bersubsidi, menyediakan bahan pangan pokok, serta menjalankan berbagai unit usaha produktif lainnya seperti Rice Milling Unit (RMU), jasa alsintan- alat mesin pertanian, dan logistik desa,” ujarnya.

Dalam arahannya, Idha menekankan pentingnya mengintegrasikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.

Para kepala desa menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan koperasi di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, para penyuluh pertanian siap mendampingi dan mengawal proses transformasi kelembagaan desa ini menuju korporatisasi petani yang mandiri dan berdaya saing.

Giat ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih dan penyusunan roadmap pendampingan yang melibatkan dinas dan penyuluh di semua tingkat wilayah.

Komitmen ini disaksikan oleh Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Provinsi DIY, serta Kepala Dinas Pertanian provinsi, kota, dan kabupaten se-DIY. (TW/os)

Siap Wujudkan Swasembada Pangan, Penyuluh Pertanian Kalimantan Tengah Ikuti ToT

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Training of Trainers Mendukung Brigade Pangan Angkatan 1 dan 2, yang dilaksanakan secara hybrid.

Sesi daring telah dilaksanakan, dilanjutkan sesi luring (offline), 18 – 21 Maret 2025, di Asrama Haji Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Pelatihan diikuti 60 penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Brigade Pangan adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Ia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Pendampingan yang efektif penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Kementan melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi brigade pangan,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan brigade pangan sudah terbentuk dibeberapa wilayah di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman.

“Kami mengharapkan dukungan para penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak untuk membantu mendorong dan mendiseminasikan inovasi kepada patani agar kesejahteraan yang menjadi target utama dapat terwujud,” ungkapnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/20/regenerasi-petani-kementan-dukung-peningkatan-kapasitas-generasi-z/

Selama sesi luring, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik dari widyaiswara BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah.

Materi klasikal tentang pemeliharaan padi lahan rawa dan penanganan pascapanen serta penyusunan proposal agribisnis berorientasi bisnis.

Sedangkan materi praktik dilaksanakan di lokasi Brigade Pangan Muda Jaya Sejahtera Kabupaten Pulang Pisau, tentang pengoperasian tractor roda 2, combine harvester.

Sementara itu materi pengoperasian drone spray diberikan oleh PT. Maxxi Tani Teknologi Kalimantan.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, saat menutup pelatihan, Jumat (21/3/2025), mengapresiasi kolaborasi yang telah kita lakukan dalam upaya swasembada pangan yang sangat penting ini untuk kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

"Saya berharap Kalimantan Tengah bisa berperan aktif menjadi leading sektor pangan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini," katanya.

Kartika, salah satu peserta yang berasal dari Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, menyatakan rasa bersyukurnya bisa mengikuti pelatihan ini.

“Kegiatan ini menambah pengalaman dan pengetahuan kami. Selain itu bisa serta silaturahmi, saling bertukar pengalaman dengan penyuluh pertanian lainnya berkaitan pencapaian swasembada pangan,” katanya.(***)