17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Tingkatkan Produktivitas dan Jaga Kelestarian Alam, Kementan Masifkan Penggunaan POC

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi produktivitas pertanian. Diantaranya dengan menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas dan untuk menjaga keseimbangan alam.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 41 yang bertemakan Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penggunaan POC, Selasa (17/10/2023) secara virtual Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pemupukan merupakan komponen utama pada sebuah tanaman.

Karena itu diperlukan keberimbangan baik pupuk urea maupun dengan proses perawatan. Salah satunya mengatur aliran air. Air sangat diperlukan pada sawah yang baru proses tanam. Namun pengairan tidak boleh berlebih karena dapat merusak akar tanaman.

“Pada lahan insentif pupuk kimia wajib dikurangi dan pupuk organik wajib ditingkatkan karena dapat memperbaiki unsur tanah. Pupuk organik juga merupakan sumber kehidupan terhadap mikroorganisme penyubur tanah. Dan tugas penyuluh pertanian adalah harus dapat mendongkrak produksi tanam, salah satunya dengan penggunaan Pupuk Organik Cair atau POC”, jelas Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Gulamut Jogja Semakin Mendunia

Narasumber Ngobras, Teti Herawati yang merupakan Penyuluh Pertanian Kota Banjar Provinsi Jawa Barat menjelaskan tentang penggunaan Pupuk Organik Cair atau POC. POC adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau dekomposer. Selain itu juga sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan, ujar Teti Herawati.

Yang melatarbelakangi pembuatan POC dari buah pepaya adalah dikarenakan berlimpahnya limbah pepaya. Selain itu juga untuk meningkatkan produktivitas serta untuk menekan biaya produksi, ungkap Teti.

Teti juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan POC yang bahan utamanya adalah buah pepaya, air cucian beras, air kelapa dan gula merah yang berperan sebagai sumber makanan bagi Mikroorganisme.

Untuk penggunaan POC, dimulai pada fase vegetatif 10 Hst sampai 60 hst dan aplikasi setiap satu minggu dilakuan dilakukan dua kali sampai padi memasuki fase generatif. Sedangkan untuk dosis pemberian POC sebanyak 20 lt/ha. semakin banyak penggunaan POC maka semakin baik bagi pertumbuhan tanaman dan kelestarian alam pun terjaga, tutupnya.(***)

Jaga Mutu Penyelenggaraan Pelatihan melalui Surveillance ISO 9001:2015

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan sesuai standar sistem manajemen mutu. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengingatkan jajarannya bahwa SDM menjadi kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. “BPPSDMP punya 3 program aksi yang harus dilakukan yaitu Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.”

Surveillance sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2015 merupakan upaya untuk mempertahankan mutu penyelenggaraan pelatihan dari sertifikat yang telah diperoleh sebelumnya. Diharapkan juga dapat meningkatkan kinerja dan mutu setiap bagian dan kelompok kerja di suatu instansi.

“BPPSDMP mempunyai 3 pilar. Tiga pilar inilah yang terus kita genjot SDM nya agar profesional mandiri berdaya saing dan berjiwa wirausaha yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan mampu meningkatkan ekspor,” ujar Dedi. Ini menjadi pedoman standar dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan sesuai standar manajemen mutu yang telah ditetapkan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan surveillance pertama ISO 9001:2015 tentang Manajemen Mutu Pelatihan. Menghadirkan auditor eksternal dari PT. Enhaii Mandiri 186, pembukaan kegiatan audit sertifikasi dihadiri seluruh tim manajemen BBPP Lembang dan tim ISO 9001:2015 pada Kamis (12/10/2023).

   Baca juga: Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

Audit dilaksanakan dengan ruang lingkup layanan penyelenggaraan pelatihan pertanian untuk aparatur dan non aparatur sebagai proses bisnis yang ada di BBPP Lembang. Dilakukan random sampling dengan melakukan audit yang dilaksanakan kepada Top Management, Wakil Manajemen Mutu terkait management review, audit mutu internal, pengendalian informasi terdokumentasi, dan verifikasi tindakan perbaikan, Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan dan Kelompok Program dan Evaluasi.

Lead Auditor, Agustani Bustami, saat closing meeting menyampaikan hasil audit eksternal yang dilakukan. “Tidak ada temuan baik minor ataupun mayor,” tuturnya. Agus melanjutkan, “Ada 2 observasi positif yang kami lihat yaitu adanya komitmen yang baik dari pimpinan dan personil BBPP Lembang dalam implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dan telah diraihnya sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016.”

Beberapa hal sebagai bentuk saran terhadap penyelenggaraan ISO 9001:2015 yang juga disampaikan. “Dari sisi organisasi diperlukan adanya file server sebagai repositori pengetahuan organisasi antara lain data bekerja, laporan, materi pelatihan dan lain-lain. Untuk Kelompok Program dan Evaluasi, monitoring dan evaluasi pasca pelatihan sebaiknya dilakukan dengan efektif dan periodik. Keluhan peserta pelatihan sebaiknya dicatat dengan konsisten guna memudahkan dalam penelusuran informasi dan pemantauan status penyelesaiannya. Ini berguna agar jika ada keluhan berulang bisa ditemukan akar permasalahannya,” kata Agus.

“Dengan ini kami merekomendasikan bahwa BBPP Lembang mampu mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015,” ungkapnya saat memberikan closing statement.

Ini disyukuri oleh segenap jajaran BBPP Lembang. Mewakili Kepala Balai, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, menyampaikan, “alhamdulillah, pencapaian ini kami syukuri sebagai bagian dari tanggung jawab kami melaksanakan proses bisnis kami di bidang penyelenggaraan pelatihan. Ini merupakan kerja keras semua pegawai BBPP Lembang,” katanya. (Yoko/Che)

Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

TANIINDONESIA.COM//BATU - Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai penanggungjawab kegiatan Training on Broiler Rearing for Farmers and Agricultiral Extension Officials hasil kerjasama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional – Kementerian Keuangan kembali menggelar pelatihan tematik bagi insan pertanian. Kali ini melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu yang merupakan salah satu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) kegiatan tersebut.

Sejumlah peternak dan penyuluh pertanian dari Kepulauan Solomon antusias berlatih budidaya ayam broiler yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di BBPP Batu, sebagai penugasan khusus dari Kementeri Luar Negeri Kepulauan Solomon.

Pelatihan Budidaya Ayam Broiler bagi Peternak dan Penyuluh Pertanian Kepulauan Solomon bertujuan untuk meningkatkan kapasitas budidaya ayam broiler dan mendesiminasikan pengetahuan tersebut di Kepulauan Solomon, salah satu kegiatan bimbingan tindak lanjut pelatihan di Indonesia adalah dispatch of expert Tahun 2024.

Sejak 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat Kerjasama Selatan - Selatan Triangular (KSST).

Pelatihan Budidaya Ayam Broiler dilaksanakan selama 28 hari (9 Oktober-5 November 2023), peserta akan mendapatkan materi dari narasumber, praktisi serta fasilitator yang berkompeten di bidangnya yang terdiri dari Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Melakukan Biosekuriti, Menyiapkan Kandang Produksi, Mengelola Unggas Periode Starter, Mengelola Unggas Periode Finisher, Menghitung Jumlah Kebutuhan Pakan, Menyimpan Bahan Pakan dan Pakan, Melakukan pemanenan serta Menghitung Hasil Usaha. Metode pelatihan meliputi : tatap muka, diskusi dan kunjungan (praktek). Lokasi pelatihan meliputi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani dan 10 penyuluh pertanian, berasal dari 9 provinsi di Kepulauan Solomon, meliputi: Guadalcanal, Malaita, Central, Honiara, Western, Temotu, Choiseul, Renbel, dan Isabel. Kehadiran seluruh calon peserta pada kegiatan pelatihan dapat meningkatkan hubungan baik dan kerja sama di bidang sosial – ekonomi antara Indonesia dan Kepulauan Solomon, serta mempererat people to people contact antar kedua negara.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada Senin (09/10/2023). Dalam arahannya, Dedi menyampaikan bahwa program pelatihan ini berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman, best practice serta inovasi dalam peternakan ayam.

Baca juga: Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

“Sebagai industri yang sedang berkembang di wilayah pasifik, produksi unggas tentunya dapat berkontribusi terhadap keamanan pangan, mata pencaharian di pedesaan serta pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh” ujar Dedi.

Dedi menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Pemerintah Indonesia kepada Negara Kepulauan Solomon guna meningkatkan perekonomian melalui sektor pertanian.

"Tahap pertama peternak dan penyuluh Indonesia datang dan belajar di Indonesia, tahap kedua pakar/ahli peternakan akan hadir langsung di Kepulauan Solomon untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para peternak disana,"ungkap Dedi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BBPP Batu, Sabir, mengatakan bahwa pelatihan ini sebagai jawaban pemenuhan kebutuhan pangan akibat pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, begitu pula dengan Negara Kepulauan Solomon.

“Pelatihan ini merupakan simbol kerjasama antara Indonesia dan Kepulauan Solomon untuk menjawab tantangan ketahanan pangan serta mendorong kemajuan ekonomi” ujar Sabir.

Turut serta hadir pada acara pembukaan pelatihan di BBPP Batu, Koordinator Fungsi Kerjasama Internasional Kawasan Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri, Kepala Divisi Organisasi dan SDM Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian Keuangan, General Manager Technical Information System dan General Manager Marketing Feed PT. Charoen Pokphand Indonesia serta Kepala BBPP Ketindan Malang.

Salah satu peserta pelatihan yang merupakan penyuluh pertanian dari Provinsi Western Kepulauan Solomon, Margaret Telemahua mengungkapkan bahwa di Kepulauan Solomon, mereka masih memiliki akses yang sangat sulit untuk mengembangkan peternakan keluarga di desa-desa. “Harapan saya ketika saya mendapat ilmu di sini, saya bisa membagikan kepada peternak di wilayah saya mengenai sistem, teknologi, dan sebagainya untuk mempermudah kami" ucapnya.

Dalam pelatihan ini Sekretaris Badan PPSDMP Siti Munifah juga memberikan overview program pengembangan SDM Pertanian sbg lesson learn bagi peserta yang bisa direplikasi di masing-masing lokasi tugasnya peserta di Kepulauan Solomon.

Asah Keterampilan Penyuluhan, Peserta Pelatihan Jalani Praktik Kompetensi

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Praktik kompetensi pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian merupakan rangkaian kegiatan pelatihan meliputi menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan metode SWOT, menyusun programa penyuluhan di tingkat kecamatan/desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, merencanakan dan melaksanakan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian.

Kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas. Diperlukan kolaborasi yang apik dari seluruh stakeholder di bidang pertanian untuk menggenjot produktivitas. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, “Peningkatan produktivitas bertujuan menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, peningkatan kesejahteraan petani dan meningkatkan peluang ekspor.”

“Swasembada pangan bisa diraih melalui kolaborasi dan sinergitas dari berbagai pihak. Semua harus berperan baik pemerintah, swasta, peneliti, akademisi, petani dan penyuluh pertanian,” tuturnya.

Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian yang mendampingi petani di lapangan, harus memiliki analisa yang tepat di lapangan sebelum melakukan penyuluhan. Diharapkan saat melakukan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Kemampuan melakukan analisa ini salah satunya dapat diperoleh dan dipertajam saat kegiatan praktik kompetensi pada pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh pertanian.

Praktik kompetensi menjadi bagian dari Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Praktik kompetensi merupakan salah satu persyaratan kelulusan bagi peserta. Bobot nilai 10% dari nilai laporan hasil praktik setiap peserta akan digabungkan dengan nilai yang diperoleh berdasarkan pembobotan dari berbagai aspek lainnya yang menentukan predikat peserta dan kelulusannya pada akhir pelatihan.

Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

Praktik kompetensi Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil (pola PNBP) yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang, dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian wilayah VII Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor selama 7 hari pada tanggal 5 – 11 Oktober 2023.

Terbagi dalam 2 kelompok, 21 orang peserta pelatihan ditempatkan di 2 lokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah VII untuk Kecamatan Ciawi dan Megamendung.

Selama 1 minggu, dibimbing widyaiswara BBPP Lembang dan dipandu penyuluh pertanian peserta melakukan rangkaian kegiatan dengan langsung terjun ke desa-desa, mulai dari Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), membuat programa penyuluhan, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyusun materi dan media penyuluhan, membuat instrumet evaluasi penyuluhan, melakukan praktik penyuluhan, dan membuat laporan praktik kompetensi.

Ditemui di sela kegiatan praktik penyuluhan, Senin (9/10/2023) Wisnu Kresna Bayu, salah seorang peserta pelatihan yang berasal dari Kabupaten Bogor menceritakan aktivitas saat praktik kompetensi. “Di kegiatan ini, beberapa hal baru kami peroleh untuk mempersiapkan kegiatan penyuluhan. Saya yang ditempatkan di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung, memulai kegiatan dengan melakukan identifikasi potensi wilayah.

Bersama beberapa teman, menggali potensi desa dan permasalahan yang ada melalui wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat pertanian yaitu 5 kelompok tani yang ada. Dari hal itu kami rangkum menjadi rancangan yang lebih terarah dan rinci dalam bentuk programa dan RKTP,” ungkapnya.

“Setelah itu kami menyiapkan materi penyuluhan dan merancang media penyuluhan sesuai permasalahan yang ada dan juga menyiapkan instrumen evaluasi penyuluhan. Dengan bimbingan widyaiswara, semuanya tersusun secara sistematis dan fokus pada masalah yang ada,” ucap Wisnu.

Wisnu dengan semangat berucap, “Seru sekali kegiatan praktik kompetensi ini, walaupun lelah karena kerap begadang menyelesaikan berbagai dokumen untuk praktik kompetensi, namun kami belajar banyak dari masyarakat di sini, widyaiswara dan penyuluh pertanian di BPP Megamendung ini, sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan kami.” (yoko/che)

Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

TANIINDONESIA.COM//Kuala Lumpur - Rangkaian pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45, ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three (AMAF+3) ke-23, ASEAN Japan Ministers on Agriculture and Forestry Meeting (the AJMAF Meeting) dan ASEAN China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary Cooperation ke-8 (the 8th ASEAN China MM on SPS) digelar di Kuala Lumpur pada tanggal 2-6 Oktober 2023.

Pertemuan didahului dengan pertemuan tingkat Senior Officials (PrepSOM AMAF dan PrespSOM AMAF+3) yang diikuti oleh seluruh perwakilan negara ASEAN, mitra dialog ASEAN yakni China, Korea dan Jepang, serta Timor Leste yang untuk pertama kalinya bergabung dalam pertemuan ini sebagai observer.

Pertemuan dipimpin oleh Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, Minister of Agriculture and Food Security Malaysia, selaku AMAF Leader.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Karantina Nasional, ini dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi sebagai alternate AMAF Indonesia, dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, DR. Ade Candradijaya sebagai Contact Point SOM AMAF Indonesia.

Sementara pada pertemuan 8th ASEAN – China MM on SPS dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro.

Dalam sambutannya di pertemuan AMAF ke-45, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyampaikan apresiasinya kepada seluruh negara ASEAN atas dukungannya terhadap ASEAN Leaders Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis yang telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 tanggal 5 September 2023 di Jakarta.

Baca juga: BBPP Kementan Latih Gen Z Sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia

Pada KTT ASEAN di Jakarta beberapa mitra dialog seperti Australia, Tiongkok dan Kanada juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung ASEAN dalam implementasi deklarasi ini.

Selanjutnya, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan pentingnya untuk mendorong seluruh badan sektoral AMAF untuk mulai mengidentifikasi program aksi yang potensial serta kerja sama strategis dengan mitra dialog untuk mengimplementasikan secara konkret deklarasi tersebut.

Pada pertemuan ini para Menteri Pertanian ASEAN mencatat kemajuan kegiatan dan mengesahkan beberapa dokumen, diantaranya 17 (tujuh belas) dokumen untuk di adopsi, dan 7 (tujuh) dokumen untuk di notasi, termasuk capaian kerjasama ASEAN tahun 2023 serta menyetujui rencana kerja AMAF untuk tahun bidang pangan, peternakan, pangan asal tumbuhan, perikanan, kehutanan, litbang pertanian, penyuluhan dan pelatihan pertanian, promosi produk pertanian, dan pengaturan pengakuan bersama produk pertanian.

Selain itu pertemuan juga menyetujui usulan 2 (dua) Priority Economic Deliverables (PEDs) Laos sebagai Ketua ASEAN 2024 yang terdiri dari: i) Pengembangan Rencana Aksi untuk Implementasi Pedoman Pertanian Berkelanjutan ASEAN; dan ii) Strategi atau Panduan Mengurangi Pembakaran Tanaman untuk Mendukung Implementasi Strategi Netralitas Karbon ASEAN.

Para Menteri Pertanian AMAF mendorong kolaborasi terkait perubahan iklim dengan berbagi pratik, pengalaman dan pengetahuan terbaik, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pengurangan resiko bencana.

ASEAN terus berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama perubahan iklim antar negara anggota ASEAN dalam mewujudkan kawasan yang berketahanan iklim dan rendah karbon.

Pada pertemuan AJMAF, seluruh negara ASEAN menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada Pemerintah Jepang atas usulan kerjasama “Enhancing Resilient and Sustainable Agriculture and Food Systems for Ensuring Regional Food Security yang kemudian disebut MIDORI Cooperation Plan sebagai bentuk perayaan 50 tahun hubungan ASEAN dengan Jepang.

Dengan dukungan teknologi dan pengalaman yang dimiliki oleh Jepang, kerjasama ini akan berfokus pada kesesuaian dan kebutuhan teknologi dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan yang akan dikembangkan melalui kegiatan i). Pengembangan, demonstrasi dan diseminasi teknologi untuk membangun pertanian dan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan melalui inovasi, peningkatkan teknologi pertanian digital, ekonomi sirkular, energi biomassa, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT); ii). Pengembangan sumber daya manusia untuk membangun sistem pertanian, kehutanan dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan; dan iii). Dukungan dalam implementasi ASEAN Regional Guidelines for Sustainable Agriculture in ASEAN.

Prof. Dedi menyampaikan optimismenya terhadap proyek MIDORI, dalam membuka jalan menuju pembangunan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan, lebih khusus lagi dalam hal peningkatan produktivitas pangan dan produksi pertanian, sekaligus mengurangi beban lingkungan dengan mempromosikan pertanian yang inovatif.

Proyek kerja sama ini juga sangat sejalan dan menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari ASEAN Leaders Declaration in Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis, yang salah satunya menekankan pentingnya penguatan ketangguhan dan keberlanjutan jangka panjang Agri-food System di Kawasan ASEAN.

Sementara pada pertemuan AMAF+3, Prof. Dedi Bersama dengan AMAF Leaders lainnya menyampaikan apresiasinya atas perkembangan implementasi kerja sama ASEAN Plus Three Cooperation Strategy (APTCS) Framework on Food, Agriculture, and Forestry dan mendorong Negara APT untuk terus mendukung strategi-strategi utama Kerjasama ASEAN  bidang pertanian, pangan dan kehutanan di ASEAN, yang mencakup promosi pertanian sirkular dan berkelanjutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, pengurangan penggunaan agrokimia berbahaya, dekarbonisasi, pemanfaatan teknologi digital, memerangi resistensi Antimicrobial, dan menjamin keberlanjutan sumber daya tanah dan air.

Baca juga: Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

Secara khusus, Indonesia juga mengapresiasi ASEAN – China Action Plan on Green Agricultural Development dan ASEAN – China Joint Statement on Food Security Cooperation yang telah diadopsi oleh para Leaders pada tahun 2022, yang menekankan dukungan Pemerintah China untuk ketahanan pangan Kawasan melalui berbagai kolaborasi antara kedua pihak.

Kepada Pemerintah Jepang atas inisiasi dukungannya yang tercermin melalui Rencana Kerjasama Midor, serta kepada Pemerintah Korea, atas dukungan yang dilakukan melalui berbagai proyek yang melengkapi program-program pangan dan pertanian, seperti Establishing Real – Time ASEAN Food Security Information Network.

Selanjutnya pada pertemuan ke-8 ASEAN – China on SPS, Delegasi Indonesia yang pada kesempatan ini dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam implementasi Plan of Action 2022-2023, dan mendukung pengesahan Plan of Action Kerjasama ASEAN-Tiongkok di bidang SPS untuk tahun 2024-2025.

Selanjutnya, dengan ditandatanganinya MOU ASEAN-China on SPS Cooperation oleh seluruh AMS tahun lalu, Indonesia optimis bahwa MoU ini akan memperdalam kerja sama kita di bidang SPS dalam menjamin ketahanan pangan termasuk keamanan pangan di kawasan.

Lebih lanjut, Indonesia berharap MoU ini dapat mengakomodasi mekanisme transparansi dan kesetaraan yang lebih baik dalam penerapan langkah-langkah SPS antara ASEAN dan Tiongkok sejalan dengan Perjanjian SPS WTO.(***)

BBPP Kementan Latih Gen Z Sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian dalam upaya meregenerasi petani muda berkomitmen melatih insan-insan pertanian generasi selanjutnya. Melalui pelatihan-pelatihan di fasilitas pelatihan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian memberikan pembekalan berupa pelatihan kepada Gen Z sebagai masa depan pertanian nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan generasi milenial dan generasi Z melanjutkan upaya-upaya pembangunan pertanian di masa depan. Generasi Z yang dilihat sebagai generasi terkini diharuskan memperbarui dan terus mempelajari teknologi pertanian terkini. “Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman, harus berani menjadi petani yang modern atau mendirikan start-up pertanian,” tegas SYL.

"Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendukung gagasan SYL. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, berpendapat bahwa di tangan generasi milenial dan generasi Z pembangunan pertanian akan dilanjutkan. Menurutnya milenial dan generasi Z akan menjadi motor penggerak pertanian di Indonesia, melanjutkan generasi pendahulunya yang telah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan di bidang pertanian.

   Baca juga: Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

BBPP Lembang melalui satu dari enam standar pelayanan public, salah satunya kerja sama Praktik Kerja Lapang (PKL), memiliki peran dalam meningkatkan kualitas SDM. Baik mahasiswa maupun pelajar di jurusan pertanian dapat mendaftarkan diri ke BBPP Lembang untuk meningkatkan kapasitasnya.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan upaya regenerasi SDM pertanian dapat dilakukan dengan mempersiapkan generasi selanjutnya. “Adanya program PKL ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan hingga rasa cinta kepada dunia pertanian,” tambah Ajat mengiringi seminar akhir PKL dari SMK Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung pada Jumat (29/09).

"Sebanyak 8 putra SMK Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung telah menjalani masa PKL selama tiga bulan. Di akhir periode magang, mereka diharuskan melakukan presentasi hasil selama PKL di BBPP Lembang. Masing-masing dari pemuda-pemuda ini ditempatkan di screen house atau lahan-lahan yang tersedia di BBPP Lembang. Mereka ditempatkan di lahan tanaman brokoli, seledri, anggur, selada, dan bawang merah untuk masing-masing mempelajari komoditas-komoditas tersebut mulai dari persiapan media tanam hingga panen. Pelaku PKL kali ini dipercayakan SMKN 3 Baleendah untuk menjalankan praktik lapangan di BBPP Lembang pada periode 3 Juli 2023 hingga 3 Oktober 2023.

Para peserta PKL menyajikan hasil pembelajarannya dalam bentuk presentasi sederhana. Mereka menggambarkan alur budidaya masing-masing komoditas di atas kertas karton dalam bentuk bagan sederhana. Moch. Fahmi Firmansyah misalnya, menunjukkan alur budidaya seledri di dalam polybag. Rekan Fahmi, Fadhillah Panca M., memberikan presentasi mengenai tanaman anggur. Masing-masing diberikan nilai atas empat kategori yaitu penyampaian, penguasaan materi, keaktifan, dan kerapian. Widyaiswara BBPP Lembang menyimak dan memberikan nilai kepada para peserta PKL dan saran perbaikan laporan hasil PKL.

"Sebelum dikembalikan ke sekolahnya, para peserta magang memberikan kesan-kesannya. Bagi mereka pengalaman di BBPP Lembang menjadi pengalaman yang berharga dan menambah wawasan. Widyaiswara dan pendamping juga banyak memberikan ilmu dan menambah pengalaman mereka selama PKL berlangsung. Bagi Bagas Yusak S., salah satu peserta PKL, masa pembelajaran di BBPP menambah wawasan dan menambah teman juga.(***)

Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

TANIINDONESIA.COM//KUNINGAN - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP Pertanian (BPPSDMP) mengajak petani dan penyuluh memanfaatkan smart farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal tersebut disampaikan saat Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengunjungi lokasi BPP Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jumat (29/9/2023).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu tugas penyuluh adalah menjalankan fungsi seorang komunikator.

"Menjadi penyuluh itu tugas mulia. Kalian menjadi penyampai pesan dan harapan negara. Ujung tombak yang ada di garis depan dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga kestabilan pangan," sebut Menteri Syahrul.

Dihadapan para penyuluh, petani dan petani milenial yang hadir di BPP Jalaksana, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan para petani adalah sebaik-baiknya manusia.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, sinergitas pemerintah, penyuluh dan petani harus terjalin dengan baik. Agar upaya dan program pembangunan pertanian dapat terlaksana dengan mudah apabila semua insan saling bersinergi.

Menurutnya, pembangunan pertanian ditujukan untuk menyediakan pangan, utamanya untuk seluruh warga Indonesia.

Baca juga: Kunjungi BPP Balongan, Kementan Sebut Pertanian Berkontribusi Nyata Terhadap Ekonomi

“Peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, jika tidak seimbang juga tidak laku dan akhirnya dijual dengan harga rendah,” tegas Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

"Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia," paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

"Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma," terangnya.

“Saya mengajak semua, para petani untuk mengimplementasikan smart farming agar produktivitas meningkat, kualitas produk dapat diperbaiki, dan ongkos produksi dapat ditekan,” tandas Dedi.

Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Ahmad Juber, berharap kunjungan Kepala BPPSDMP, menjadi motivasi dan semangat penyuluh untuk mendampingi para petani, mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi dan pada akhirnya mensejahterakan Petani.

“Dengan adanya kekeringan yang melanda akibat El Nino, penyuluh hadir untuk mendampingi petani dalam mencarikan solusi,” ujar Ahmad Juber.

Koordinator BPP Jalaksana, Iim Surohim, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

"Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Total penyuluh di Jalaksana sebanyak 21 orang. Diantaranya 7 orang PNS. 6 orang P3K. Dan 8 orang THL dan Saya sampaikan bahwa kinerja teman-teman penyuluh di Jalaksana cukup solid dan kompak," tandas Iim Surohim.

Kunjungi BPP Balongan, Kementan Sebut Pertanian Berkontribusi Nyata Terhadap Ekonomi

TANIINDONESIA.COM//INDRAMAYU - Usai mengunjungi Jawa Tengah, safari kerja Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berlanjut ke Jawa Barat, Jumat (29/9/2023).

Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balongan yang berada di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPPSDMP memberikan motivasi dan memaparkan kontribusi nyata pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.

Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian menjadi sektor strategis dan menjadi salah satu pilar kekuatan negara.

Menurutnya, agar produksi dan produktivitas pertanian terus meningkat, dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan menguasai teknologi pertanian yang tepat guna, efektif serta efisien.

"Kekuatan suatu bangsa saat ini dapat dilihat dari kemandirian penyediaan pangannya, sumber daya pertanian sebagai pelaku nya, pertanian jago, Indonesia kokoh," sebut Menteri Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian, petani dan petani milenial yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

"Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam," ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

"Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani," ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadang pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif," katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

"Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling penting dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Indramayu ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

"Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia," paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatkan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

"Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma. Dengan pemanfaatan smart farming, pemakaian air juga akan efisien sehingga cocok untuk antisipasi kekeringan di saat El Nino” kata Dedi.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Balongan yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati sebagai penerapan pertanian ramah lingkungan.

Swasembada tidak lepas dari pembahasan Dedi. Dijelaskannya, swasembada itu tidak terjadi sekejap mata, ada prosesnya dan didukung dengan banyaknya program pertanian dari pemerintah.

"Jadi, jika kita ingin meningkatkan produktivitas, harus kita ulangi panca usaha tani ditambah dengan smart farming. Smart farming itu adalah pertanian cerdas. Yang dilakukan dengan cara cara yang cerdas," katanya.

Ia menambahkan, saat ini mendongkrak produktivitas pertanian dapat menggunakan rabi gabah dan smart farming atau Rabigabah Plus.

Sementara Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal, menjelaskan kondisi terkini kabupaten Indramayu.

Baca juga: Kunjungi Bangkir Farm, Kementan Bagikan Kiat Bangun Agribisnis Kokoh

Menurutnya, potensi wilayah kabupaten Indramayu cukup unik dengan wilayah yang dikelilingi pesisir pantai membuat sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Namun demikian Kabupaten Indramayu tercatat menjadi salah satu pemasok beras nasional yang cukup besar. Indramayu meraih predikat wilayah produsen padi terbesar di Indonesia dengan jumlah produksi tahun 2021 produksi padi 1.3 juta ton, tahun 2022 1.79 juta ton. Untuk tahun 2023 sendiri, Per akhir Agustus 1.19 juta ton.

“Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan, 8 kelurahan, dan 309 desa, dengan lahan sekitar 122.920 hektare, terluas di wilayah Jawa Barat,” jelas Iqbal.

“Pada tahun 2023, 11 BPP mendapat bantuan rehabilitasi, 4 di antaranya rehab total, terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat, mudah-mudahan tahun depan akan ada alokasi rehabilitasi di BPP lagi,” tambah Iqbal.

“Tantangan di Indramayu adalah kekeringan dimana sistem irigasi menjadi prioritas yang harus dicarikan jalan keluarnya, kami mohon perhatiannya dari Kementerian Pertanian untuk hal ini” kata Iqbal.

“Semoga dengan kunjungan Kepala BPPSDMP Kementerian hari ini, Petani dan PPL Indramayu mendapat berkah dan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan pertanian di Indramayu,” katanya lagi.

Koordinator BPP Balongan Kushendarti mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

"Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 4 PNS, 1 P3K dan 1 THL-TBPP kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani," tandas Kushendarti.

Kunjungi Bangkir Farm, Kementan Bagikan Kiat Bangun Agribisnis Kokoh

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG - Disela sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, berkesempatan mengunjungi area peternakan Bangkir Farm, di Kabupaten Semarang Kamis (29/9) dengan komoditas Ayam KUB.

Bangkir Farm dimiliki oleh petani milenial Semarang, Muhammad Riski Kurniawan yang merupakan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) YOMA yang juga Young Ambassador Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian saat ini sudah menjadi bisnis bersifat global, dan kolaborasi menjadi kata kunci bisnis pertanian masa kini.

"Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (petani muda) untuk membangun ekosistem," kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, kunci sukses selain memperluas jejaring, manfaatkan teknologi dan fokus pada satu komoditas.

“Dan fokus kalian harus pada suatu komoditas, tekuni sampai berhasil.” tegas Syahrul.

Bangkir Farm merupakan peternakan ayam KUB yang berfokus pada pembibitan doc ayam kub, pembesaran potong, indukan ayam kub dan telur.

Ayam Kampung Unggul merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik hasil persilangan antara sesama ayam kampung.

Saat kunjungan Dedi bertanya jawab secara langsung dilokasi kandang ayam Bangkir Farm, mulai dari awal mula Riski mengembangkan usahanya, macam produk dan dimana dipasarkan.

Riski menjelaskan awal dari pengembangan peternakan ayam nya untuk DOC membeli dulu kemudian dikembangkan sendiri.

“Setahun KUB petelur dapat memproduksi telur 180 Setelah dua tahun menjadi ayam pedaging jelas Riski.

Pakan yang dipasok dari petani dengan jenis jagung ,dedak halus dari penggilingan padi dalam proses nya Riski mendapat dukungan dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP).

Ia juga menjelaskan dua jenis ayam KUB dan yang membedakan adalah kemampuan produksi telur untuk KUB satu 180 butir pertahun, KUB dua sampai 200 butir.

Baca juga: Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

Riski menjelaskan juga bahwa pilek adalah penyakit yang biasa menjangkiti ayam KUB di peternakan ini, cara mengatasi nya dengan mengisolasi ayam yang sakit terpisah dengan yang lain nya.

Setelah berkeliling dan bertanya langsung pada Riski, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi memberi arahan sekaligus membagikan kiat kiat membangun agribisnis.

“Potensi KUB ini luar biasa, karena kualitasnya dan tingkat pertumbuhan lebih tinggi.dan sebagai petani milenial harus berorientasi Agribisnis, bangun usaha dengan skala bisnis yang berorientasi profit” ujar Dedi.

Untuk membangun agribisnis beberapa kiat yang dapat saya sarankan.

“Bibit, di sini Riski bersama asosiasi sudah menguasai pembibitan, kalian harus menguasai dari mulai memilah bibit unggul sampai pengembang biakan, jangan tergantung dengan orang lain, kalau asosiasi adalah mitra kita” jelas Dedi.

Nutrisi untuk peternakan harus dikuasai, jangan tergantung dengan orang lain, tadi disebutkan kesulitan pengadaan jagung, kalo memungkinkan tanam jagung, kalau tidak bisa tanam sendiri, kerjasama dengan petani jagung, rangkul ajak kerjasama.

“Untuk tepung ikan kerjasama dengan petani nelayan yang memproduksi ajak kerjasama”tambahnya.

Ketiga pengendalian penyakit, makanya saya tadi tanya apa yang sering menjadi penyakit yang biasa terjadi harus pahami, kuasai dan kendalikan.

“Dan yang terakhir adalah pemasaran, kunci nya adalah banyak teman perluas jaringan, bangun kerjasama seluas luas nya”. pesan Dedi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung kesini, dengan produk dari DOC, Pedaging dan Pupuk, dari diversikasi usaha yang dia (Riski) punya, bersama assosiasi saya yakin usahanya akan berkembang dengan baik tandas” Dedi.

Pada kunjungan ini Kepala BPPSDMP didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi,Yusral Tahir.

Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

TANIINDONESIA.COM//BOYOLALI - Motivasi kembali disampaikan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kali ini motivasi disampaikan saat Kepala BPPSDMP melanjutkan kunjungan kerja ke BPP Mojosongo, di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/9/).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Penyuluh, Petani dan Petani Milenial dari sekitar Kecamatan Mojosongo. Hadir mendampingi Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani adalah garda terdepan dalam pertanian.

"Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Ditambahkan Syahrul, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk 273 juta jiwa, bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat, pemberi solusi untuk petani, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi.

“Karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa," tegas Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

"Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam," ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Petani Milenial Pasuruan, Kementan Sampaikan 3 Elemen Utama Syarat Keberhasilan Petani Muda

"Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani," ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadang pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif," katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

"Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Mojosongo ini," imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP juga diacungi jempol oleh Dedi.

"Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

"Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia," paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatkan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

"Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma," terangnya.

Dedi juga mengatakan, petani perlu menggunakan PGPR untuk merangsang pertumbuhan akar untuk menyedot unsur hara dan air di dalam tanah.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Mojosongo yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati untuk budidaya beras sehat.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Ahmad Nasrullah Fathurahman, menjelaskan jika Kabupaten Boyolali tengah melakukan peningkatan kegiatan penyuluhan. Melalui penguatan kelembagaan petani.

Ia optimis dengan melibatkan 133 orang penyuluh, 245 gapoktan, 2199 poktan 47 pemuda petani, 279 kelompok ternak, Kabupaten Boyolali mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui konsep smart farming.

Ia juga menjelaskan Kabupaten Boyolali saat ini sedang proses Digitalisasi Lahan Pertanian untuk pemetaan lahan secara digital.

"18 BPP sudah dilengkapi digital. Permasalahan ketenagaan terbatasnya jumlah penyuluh," katanya.

Koordinator BPP Mojosongo Retna Palupi mengucapkan terima kasih kepada kepala badan atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

"Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL," katanya.

"Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 2 PNS dan 5 P3K kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami," ujarnya.

Retna pun menjelaskan produk yang ditampiilkan yang sebelumnya dipamerkan di pelataran BPP Mojosongo.

Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami :
“Puspahati yang merupakan paguyuban gabungan kelompok tani yang memproduksi agen hayati. dan Kelompok Tani Pangudi Bogo, jelas Retna.

“Pangudi Bogo memiliki arti penyedia pangan, kelompok tani yang mulai tahun 2017 bergerak pada produksi beras organik, dengan kemasan yang menarik, produk mereka juga dipasarkan memanfaatkan media sosial” tutup Retna.(***)