17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Partisipasi Aktif Ajang SAE 2023, Pemkab Sukoharjo Apresiasi Polbangtan Kementan

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) turut berpartisipasi dalam gelaran Sukoharjo Agropolitan Expo (SAE) 2023 yang digelar di Sentra Town, Kawasan Terpadu The Park dari tanggal 1 - 10 September 2023. Ajang dengan konsep “Farmer in Town” ini digelar selama sepuluh hari penuh dengan rangkaian kegiatan yang menarik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sebagai bagian penting dari insan pertanian, Polbangtan Kementan, dalam hal ini Polbangtan YOMA terus mendedikasikan diri untuk pembangunan sektor pertanian dalam negeri ke arah yang semakin maju, mandiri dan modern.

Dalam konteks kekinian, Mentan Syahrul menyebut pertanian tak melulu hanya kegiatan yang dilakukan masyarakat pedesaan, namun juga masyarakat perkotaan.

"Pertanian itu tulang punggung bangsa ini. Pertanian tak dapat dibatasi oleh ruang dan lahan. Ia bisa dihidupkan tak hanya di pedesaan, namun juga di perkotaan," kata Mentan Syahrul.

Dikatakan Mentan Syahrul, sektor pertanian juga sudah merambah teknologi modern yang memanfaatkan digitalisasi.

"Pertanian pun telah menjelma menjadi bisnis yang menjanjikan. Oleh karenanya, terus galakkan sektor pertanian, baik di perkotaan dengan teknologi canggih, maupun di pedesaan dengan konsep yang lebih modern," ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, majunya sektor pertanian dalam negeri tak lepas dari majunya SDM pertanian. Dedi menyebut Polbangtan salah satu laboratorium untuk pengembangan dan pembangunan SDM pertanian yang unggul.

"SDM itu kata kunci utama pengungkit produktivitas pertanian. Dengan SDM yang mumpuni, maka sektor pertanian juga semakin maju, mandiri dan modern," tutur Dedi.

Baca juga: Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

Kedepan, Dedi melanjutkan, sektor pertanian tak terlepas dari kemajuan teknologi. Kolaborasi teknologi dan sektor pertanian semakin mengembangkan pertanian dalam negeri menjadi semakin maju. Kementan, Dedi melanjutkan, mendorong dan mendukung penuh kolaborasi hal tersebut.

"Kita harus bekerja keras, cepat, cermat dan akurat. Tinggalkan cara-cara lama dan gunakan cara-cara baru berbasis IoT. Pertanian merupakan ujung tombang pembangunan bangsa," tegas Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatmo menjelaskan, SAE 2023 dirancang sebagai wahana untuk pembelajaran masyarakat agar dapat mempelajari dan mengetahui potensi serta inovasi di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan.

“Ada sekitar 80 stan yang menampilkan berbagai produk pertanian mulai dari tanaman hias, ternak, ikan hias, burung hias, hingga berbagai inovasi olahan pangan,” terang Bagas.

Polbangtan YOMA turut aktif berpartisipasi dalam giat tersebut dengan menampilkan berbagai inovasi olahan pangan hasil karya mahasiswa maupun mitra binaan serta menghadirkan Petani Milenial binaan Kementerian Pertanian dalam sesi Talk Show.

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Hermawan yang hadir mewakili Direktur Polbangtan YOMA menjelaskan keikutsertaan Polbangtan YOMA dalam ajang ini.

“Tahun lalu kami juga turut berpartisipasi pada ajang SAE, tahun ini kami kembali membawa berbagai produk olahan pangan unggulan diantaranya aneka olahan coklat, minuman herbal, dan olahan mie mocaf. Selain itu ada Mas Dwi Sartono juga, petani milenial Soloraya binaan Kementerian Pertanian yang mengisi talk show sekaligus berbagi inspirasi sebagai Petani Milenial kepada pengunjung,” jelas Hermawan,

Ditambahkan oleh Hermawan, bahwa ajang SAE ini memberikan wadah untuk mempromosikan dan mengenalkan Polbangtan YOMA kepada khalayak luas.

“Masyarakat jadi tahu bahwa ada sekolah vokasi, kampus pertanian dan peternakan yang di bina langsung oleh Kementerian Pertanian dan menjanjikan lulusannya akan diarahkan menjadi agro-sociopreneur, petani milenial modern dan dekat dengan inovasi serta teknologi,” imbuhnya.

Partisipasi aktif Polbangtan YOMA dalam mendukung ajang SAE 2023 ini menuai apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

“Polbangtan YOMA sebagai representasi Kementerian Pertanian selalu turut mendukung kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian di Soloraya, khususnya Sukoharjo. Bukan hanya pameran saja namun Polbangtan YOMA juga aktif memberikan pendampingan kepada petani langsung melalui Sekolah Lapang, Bimbingan Teknis, maupun penerjunan mahasiswa. Sangat kami apresiasi,” pungkas Bagas.

Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

TANIINDONESIA.COM//CILACAP - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Cilacap, bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI. Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang petani dan 10 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan Hortikultura Lestari (PHL) peserta mendapatkan materi secara klasikal di Hotel Sindoro, Kabupaten Cilacap, Jum'at (8/9).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hortikultura merupakan subsektor pertanian yang memiliki kebanyakan kelebihan. Indonesia, kata Mentan Syahrul, memiliki beragam tanaman hortikultura yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sehingga, hal ini akan memiliki implikasi positif bagi pengembangan bisnis hortikultura ke depan. Bahkan, kata Mentan Syahrul, beberapa tanaman hortikultura Indonesia telah mampu menembus pasar internasional.

"Indonesia ini adalah negara yang penuh dengan berkah. Kita memiliki tanaman yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tentu ini menjadi keunggulan kita dan saya harap hal itu dapat terus dikembangkan," kata Mentan Syahrul.

Pemanfaatan pekarangan, menurut Mentan Syahrul adalah upaya yang semakin hari terus berkembang. Dengan begitu, pertanian tak melulu soal lahan yang luas, namun mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.

"Itulah inovasi dan teknologi. Keduanya berkolaborasi membangun pertanian kita semakin maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, pertanian merupakan sumber rezeki yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Menurutnya, sektor pertanian adalah bisnis, sekaligus lapangan kerja yang sangat menjanjikan. "Banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya melalui budidaya tanaman hortikultura," ungkap Dedi.

Dedi melanjutkan, pemanfaatan lahan pekarangan, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. "Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan dan dikelola melalui pendekatan terpadu untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Oleh karenanya, mari manfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian produktif," ajak Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto berharap melalui Bimtek ini, bukan hanya meningkatkan aspek pengetahuan saja namun juga diikuti dengan praktek di lapangan.

Baca juga: Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

“Sebagai salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sudah menjadi kewajiban kami untuk bergerilya mendiseminasikan program dan inovasi dari Kementerian Pertanian. Melalui Bimtek ini, yang juga melibatkan PPL, kami berharap kedepannya ilmu yang didapat di ruangan ini dipraktikkan di lingkungannya masing-masing. Tentunya dengan pendampingan Dinas Pertanian, khususnya Bapak/Ibu PPL,” katanya.

Teti Rohatiningsih, anggota Komisi IV DPR RI yang juga hadir langsung di lokasi turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta Bimtek.

“Saat ini kita perlu berinovasi dan berkreasi dalam usaha pertanian agar tetap bisa bertahan serta berkembang kedepannya. Salah satu hal yg dapat dilakukan adalah melakukan usaha pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah kita masing-masing, dan dikombinasikan dengan metode tumpang sari,” ujar Teti.

Ia juga berharap hasil panen diperoleh nantinya dapat dijual atau diolah untuk menghasilkan nilai ekonomi, namun utamanya adalah dimanfaatkan sendiri, terutama pada saat harga komoditas pertanian cukup tinggi.

Hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Mahbub Junaedi, selaku Kabid Hortikultura berkomitmen penuh untuk penggalakkan PHL di wilayahnya. Pasalnya program tersebut juga diproyeksikan dapat mendukung penuruan prevalensi stunting di masyarkat.

“Program PHL sudah cukup lama digalakkan di Kabupaten Cilacap, yang dulu bernama Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Tujuan dilaksanakannya program tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan marjinal/pekarangan/ruang terbuka, serta meningkatkan produksi sayuran di rumah tangga dan pendapatan rumah tangga. Apabila kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka harapannya mampu utk mendukung penurunan prevelensi stunting di masyarakat,” pungkas Mahbub.

Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) tahun 2023 resmi dimulai pada Senin (11/9/2023). Bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Cabang (Pusdiklat Kwarcab) Kota Yogyakarta, KMD 2023 akan dilangsungkan selama satu minggu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu manfaat kegiatan KMD adalah memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengembangkan mental, fisik, intelektual, emosional dan lain sebagainya. Dengan begitu, mahasiswa dalam mengambil peran positif di tengah-tengah masyarakat.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus mampu merespon tantangan dengan menjadi manusia yang unggul untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Dikatakannya, teori dan praktik harus seiring sejalan agar mahasiswa dapat menjadi solusi bagi pengembangan pertanian Indonesia ke depan. Sebagai insan pertanian, Mentan Syahrul menilai mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki motivasi tinggi untuk dapat memajukan pertanian Indonesia melalui penguatan karakter yang ditempa dalam kegiatan kepramukaan.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual pertanian. Oleh karenanya, harus memiliki kemampuan dalam menata dan mengelola sebuah konsepsi agar dapat diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat kita," tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSSMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, sebagai bagian dari insan pertanian dan generasi milenial, mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki daya nalar yang mumpuni dalam membangun sektor pertanian Indonesia yang begitu melimpah.

"Sebagai insan pertanian atau petani milenial, tentu mahasiswa Polbangtan YOMA yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ke depan, termasuk dalam sektor pertanian. Oleh karenanya, petani milenial harus cerdas, berpendidikan tinggi dan inovatif, juga adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Dedi.

Baca juga: Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

Dengan begitu, Dedi berharap tujuan pembangunan nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan produktivitas, menggenjot ekspor dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat dapat tercapai.

"Maka, diperlukan karakter mahasiswa yang kuat pula. Punya kemampuan mumpuni. Melalui kegiatan KMD inilah hal itu dipupuk dan dibangun," tutur Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Sujono, menerangkan bahwa pelaksanaan KMD merupakan salah satu tahapan yang rutin dilaksanakan untuk menumbuhkan karakter unggulan bagi mahasiswa baru.

“Pendidikan vokasi mempunyai ciri khas pengembangan karakter yang kuat, salah satunya yaitu melalui kegiatan Pramuka Saka Taruna Bumi yang membidangi pertanian ini akan memberi bekal pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman praktis,”ujarnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Heroe Poerwadi selaku ketua Kwarcab Kota Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa dengan aktif mengikuti kegiatan Pramuka, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan karakter mahasiswa ketika nanti terjun di masyarakat.

“Pengalaman yang didapat dalam Pramuka Saka Trauna Bumi akan memantapkan adik-adik ketika terjun ke masyarakat, khususnya dalam membangun pertanian,” ujar mantan Walikota Yogyakarta tersebut.

Setidaknya ada 6 materi umum dalam KMD kali ini yaitu Kepramukaan, Anggaran Dasar dan Anggra Rumah Tangga Gerakan Pramuka; Program Kegiatan Peserta Didik; Cara Membina dengan Sistem Among; Organisasi, Kecakapan Pramuka dan Alat Pendidikan; serta Kegiatan di alam terbuka.

SDM Pertanian Ungkit Produktivitas Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri, Modern

TANIINDONESIA.COM//KABUPATEN BANDUNG - Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian dan kehidupan rakyat Indonesia. Pertanian sebagai kebutuhan mendasar, tidak boleh mati. Dari tangan para petani, penyuluh dan insan pertanian lainnya, pertanian menjadi hebat dan luar biasa.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, “Tantangan pangan tahun 2023 semakin sulit. Untuk itu, saya mengajak semua insan pertanian aktif mengantisipasinya melalui strategi mitigasi dan adaptasi serta lakukan kolaborasi antara pusat, daerah, perbankan dan para stakeholder yang lain dalam rangka menyikapi ancaman krisis pangan dan mengembangkan pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim.”

"Perkuat kolaborasi kita juga dengan digital sistem dan sistem pertanian yang maju. Gerakkan setiap kegiatan dan program yang sudah direncanakan. Saya tahu pasti ini tidak mudah karena memerlukan langkah fokus dan pasti ada tantangan, tidak perlu takut, saya siap backup," tutur SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, melakukan silaturahmi dengan petani milenial, pengelola P4S, Ketua DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat, Ketua DPP Perhiptani Kabupaten Bandung, dan penyuluh pertanian, Jumat (8/9/2023). Silaturahmi dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumi Mazarie.

Baca juga: Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Bandung, Ferry, di awal pertemuan memberikan penjelasan tentang kondisi penyuluhan pertanian di Kabupaten Bandung dan kegiatan Perhiptani yang dilakukan selama ini.  “Jumlah penyuluh pertanian sebanyak 167 orang terdiri dari PNS dan P3K, Penyuluh Pertanian TBPP dan TBPP daerah, penyuluh pertanian swadaya sebanyak 150 orang yang membina 280 desa dengan potensi pertanian lengkap mulai dari sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,” kata Ferry.

Kepala BPPSDMP melakukan dialog dengan seluruh insan pertanian yang hadir. Berbagai capaian dan permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian, petani, pengelola P4S diungkapkan. Kepala BPPSDMP memberikan arahan. “Tugas BPPSDMP melakukan pendampingan bagi petani, petani milenial, P4S, penyuluh pertanian dan perhiptani,” tuturnya lagi. Kepala Badan menjelaskan pada bulan Oktober 2023 rencana ada kegiatan Tani on Stage di Bogor. “Saya minta semua insan pertanian aktif di kegiatan ini, karena banyak kegiatan yang akan mengakomodir dan mengkoordinasikan kegiatan yang menunjang program Kementan, salah satunya membuka peluang ekspor dengan mempertemukan petani dengan berbagai offtaker untuk membuka peluang ekspor.” ujarnya.

Sekretaris Forum Komunikasi P4S Jawa Barat, Udin Syafrudin, melaporkan keragaan jumlah P4S dan kegiatan yang dilakukan P4S untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.  Jumlah P4S di Jawa Barat sebanyak 331 P4S tersebar di seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Ketua P4S Bumi Mazarie yang juga seorang petani milenial, Nasrul, memberikan penjelasan aktivitas permagangan dan usahatani yang dilakukan. Usahataninya lengkap dari pembibitan hingga pengolahan hasil pertanian komoditas ubi jalar. Pembinaan yang dilakukan di Kecamatan Arjasari dan Baleendah sebanyak 13 kelompk tani. Permagangan terbuka untuk siswa dan mahasiswa seperti, UNPAD, UNINUS, UNPAS dengan subyek magang tentang budidaya dan pengolahan ubi jalar.

Menutup kegiatan, Kepala BPPSDMP menyampaikan motivasinya kepada seluruh yang hadir. “SDM menjadi faktor utama pengungkit produktivitas di bidang pertanian. SDM pertanian berperan dalam pembangunan pertanian. Tetap semangat, karena SDM Pertanian memberikan kontribusi paling besar dalam peningkatkan produksi dan produktivitas,” tegasnya. (Yoko/Che)

Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

TANIINDONESIA.COM//BANYUMAS - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), bekerjasama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh wilayah Banyumas, pada 4 September 2023 bertempat di Surya Yudha Purwokerto Jawa Tengah.

Bimtek mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari, diikuti oleh 100 peserta. Dalam kesempatan itu, Kementan mengajak warga Banyumas mengoptimalkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan lestari merupakan bagian dari pembangunan pertanian

"Pengembangan lahan pekarangan bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, penyuluh memiliki peran penting pemanfaatan lahan pekarangan.

"Penyuluh pertanian berperan penting mendorong pengembangan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari sebagai ´miniatur pertanian´ Indonesia menyokong ketahanan pangan," sebut Dedi.

Baca juga: Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan bahwa pengoptimalan pekarangan untuk kecukupan pangan memang seyogyanya harus terus diupayakan mengingat alih fungsi lahan yang terjadi terus menerus.

“Alih fungsi lahan untuk pembangunan di area pula Jawa tidak dapat terelakkan, sedangkan pengoptimalan lahan di luar Jawa bukan hal mudah karena harus melalui treatment tertentu," katanya.

"Oleh karena itu mari kita optimalkan lahan-lahan marjinal, lahan-lahan pekarangan untuk mewujudkan ketahanan pangan utamanya di lingkup rumah tangga,” ujar Bambang.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sunarna, memotivasi para peserta Bimtek untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengelolaan pekarangannya.

“Belakangan ini marak penggunaan AI (Artificial Intelegent) dalam segala bidang, ini bisa juga diterapkan bapak dan ibu sekalian dalam mengelola pekarangan. Jangan salah, pekarangan juga bisa menjanjikan secara ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Sunarna.

Hadir sebagai fasilitator kegiatan yaitu Sriwaryati yang juga merupakan Ketua Persatuan Wanita Tani Banyumas (PERWATIMAS). Dalam materinya, Sriwaryati menunjukkan beberapa success story dari pengelolaan pekarangan yang dilakukan oleh KWT diantaranya yaitu usaha penyedian bibit tanaman, pengelolaan kolam ikan, hingga pengelolaan hasil pekarangan menjadi berbagi pangan olahan.

“Utamanya memang ditujukkan untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga, namun dengan usaha lebih tidak dipungkiri bahwa pengelolaan pekarangan juga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga hingga penanganan rawan pangan dan gizi di daerah,” tandasnya.

Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) memusnahkan arsip yang sudah habis jangka waktu penyimpanan atau retensinya.

Pemusnahan arsip dilaksanakan di Polbangtan YOMA, pada 5 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari empat pilar penunjang pembinaan arsip yang terdiri dari penggunaan arsip aktif, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, dan pemusnahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga kerahasiaan negara.

"Kegiatan ini adalah bagian rutin untuk menjaga kerahasiaan negara. Berkas-berkas yang tidak diperlukan lagi sebaiknya musnahkan agar tidak menumpuk," kata Syahrul.

Hal senada Disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

"Dengan pemusnahan dokumen ini, berarti harus ada dokumen-dokumen pendukung lain yang tentunya harus mendukung kemajuan pertanian," ujarnya

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menjelaskan jika pemusnahan arsip yang habis masa retensinya merupakan salah satu langkah untuk menjaga kerahasian Negara.

“Arsip-arsip non aktif yang sudah habis masa retensinya tetap mengandung informasi-informasi penting terkait kelembagaan. Kegiatan pemusnahan arsip ini selain untuk optimalisasi ruangan penyimpanan arsip sekaligus upaya untuk menjaga kerahasiaan Negara sesuai dengan peraturan yang dimandatkan,” ujarnya.

Sebanyak 3879 berkas arsip yang sudah habis masa retensi yang terdiri dari arsip kepegawaian, arsip milik bagian perlengkapan, arsip bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan, serta arsip panitera.

Arsip-arsip tersebut selanjutnya diserahkan kepada UD Mandiri selaku rekanan kegiatan pemusnahan yang sudah memiliki MoU dengan Polbangtan YOMA.

Pengawalan dilakukan ketat mulai dari penyerahan hingga dipastikan seluruh arsip sudah dihancurkan sempurna.

Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 185 Mahasiswa Baru (Maba) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengikuti kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama), sekaligus penanda dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan Mabidama dilaksanakan tanggal 2 - 7 September 2023.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diberikan bekal untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang berbudi luhur, sehingga dapat membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, dan menjadi wirausaha muda pertanian yang professional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menganggap penting, pembentukan karakter bagi mahasiswa baru pertanian.

"Dengan karakter yang kuat dan mental baja, kita akan memiliki wirausahawan muda sektor pertanian yang tangguh. Dan ini akan berdampak bagus untuk masa depan pertanian kita," sebut Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan masa depan pertanian ada di generasi muda.

"Oleh sebab itu, kita selalu mendorong regenerasi petani. Pertanian harus digarap dengan cara kekinian, oleh karenanya peran generasi muda sangat penting," ujar Dedi.

Baca juga: Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

Untuk itu, Dedi mengimbau para mahasiswa baru bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan Mabidama erat kaitannya dengan pembentukan disiplin dan karakter yang tangguh namun jauh dari praktek perploncoan. Membentuk generasi pertanian yang tangguh dan berkarakter bukanlah hal yang mudah, apalagi di era sekarang. Generasi Z yang lebih menyukai kefleksible-an menjadi tantangan tersendiri.

“Melalui Mabidama, anak-anakku, mahasiswa baru yang kelak akan menjadi generasi penerus pertanian kalian akan dilatih dan didampingi kakak tingkat kalian untuk menyesuaikan dengan atmosfer Polbangtan YOMA. kata Bambang.

“Kedisiplinan memang menjadi salah satu kunci dan ciri khas Polbangtan, namun itu semua tentunya kami jamin jauh dari praktek perploncoan,” tambah Bambang.

Bekerjasama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (AU) Adisutjipto Yogyakarta, selama kurang lebih satu minggu, mahasiswa baru tersebut diberikan berbagai materi dalam ruangan dan juga materi bina fisik.

“Kegiatan dikemas dengan penyampaian materi seputar kehidupan kampus dan diisi dengan materi-materi yang bernas dari berbagai narasumber. Manfaatkan momen ini untuk membangun karakter yang kuat, disiplin, dan berdaya juang tinggi. Agar nantinya Ananda memiliki karakter unggul, mudah bersosialisasi, dan menjadi contoh bagi masyarakat," lanjutnya

Bambang juga menyampaikan, selain menerapkan metode klasikal, selama 4 tahun masa pendidikan, mahasiswa akan banyak mengikuti pembelajaran teaching factory, praktek kerja lapang, magang, studi banding, kajian lapang, kaji terap, dan mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Secara akademis, Polbangtan telah menyiapkan agenda intelektual yang padat dan terukur. Metode pembelajaran yang diterapkan di Polbangtan mengedepankan praktek, sehingga lulusannya siap kerja. Selain itu, Polbangtan juga membekali sertifikasi kompetensi bagi mahasiswanya,” pungkas Bambang.

Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Penyuluh pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian menjadi salah satu tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian sebagai garda terdepan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung penuh peran penyuluh pertanian.

Menurut Mentan, pada era 4.0 pertanian semakin berkembang pesat. Kualitas SDM pertanian harus terus menyesuaikan diri. Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional, Mentan SYL menilai salah satu faktor utamanya adalah SDM.

Diakui SYL peran penyuluh sangat penting dalam menumbuhkan pertanian yang lebih kuat dan modern, karena penyuluh adalah ujung tombaknya pembangunan pertanian.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa SDM pertanian seperti widyaiswara, dosen, petani, penyuluh pertanian, praktisi pertanian lainnya harus terus ditingkatkan kapasitasnya untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian. Kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai bagian dari BPPSDMP turut mengambil peran dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian. Melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan, BBPP Lembang membekali aparatur dan non-aparatur pertanian dengan tujuan utama peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli yang selama 21 hari mulai 21 Agustus hingga 10 September 2023.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian ahli dari empat provinsi, yakni: Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. Proses pembelajaran dilakukan secara klasikal di BBPP Lembang dan praktik kompetensi di Kabupaten Bogor.

Fasilitator berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Widyaiswara, dinas/instansi yang relevan, dan para praktisi.

Peserta mendapat 168 JP yang terdiri dari 14 materi inti, yaitu: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP).

   Baca juga: Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

Untuk memberikan motivasi dan pandangan baru kepada peserta, pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dasar “Pengembangan Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian”. Materi dibawakan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, setelah membuka pelatihan.

Disampaikan Ajat, sebagai bagian dari ASN, penyuluh berpendoman pada core values BerAKHLAK serta budaya kerja lainnya yang mendukung tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Peserta juga dibekali dengan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian yang disampaikan oleh Muhamad Amin, Kepala Puslatan. Pada kesempatannya Ia menyampaikan strategi kebijakan nasional yang dilakukan Kementerian Pertanian, terlebih pasca Covid-19 dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) dan dilakukan secara partisipatif dengan menggabungkan berbagai metode, antara lain: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, simulasi, praktik/seminar hasil praktik, observasi lapangan, dan pemecahan masalah.

Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok besar selama proses pembelajaran hingga akhir penilaian akhir. Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem menjadi salah satu materi yang menjadi dasar dalam menyusun programa penyuluhan di wilayah praktik kompetensi.

Bertempat di Wilayah IV BPP Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, peserta melakukan obeservasi lapang secara berkelompok.

Usai serangkaian pelatihan dasar ini, diharapkan para penyuluh mampu menyusun program penyuluhan pertanian sesuai dengan potensi dan kebutuhan di wilayahnya masing-masing.

Di sela-sela observasi lapang pada 4-9 September 2023, Chazim Ali Seham mengungkapkan kesannya. Ia menyatakan pelatihan dasar fungsional ini memberikannya banyak ilmu dasar yang perlu dipahami oleh seorang penyuluh pertanian.

“Setelah belajar lebih dalam, saya lebih memahami bahwa penyuluhan memerlukan proses yang cukup panjang dan runut. Kegiatan yang dilakukan harus terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (DRY/YKO)

Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar wisuda bagi Sarjana Terapan tahun akademik 2022/2023. Prosesi wisuda digelar di The Rich Hotel Yogyakarta pada Selasa (29/08).

Dalam rangka wisuda Polbangtan tahun 2023 ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Polbangtan adalah salah satu institusi andalan yang memiliki misi untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern.

“Polbangtan adalah salah satu institusi yang menjadi andalan untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern. baik bagi petani, negara dan daerah” sebut Mentan Syahrul.

“Oleh karena itu kalian sebagai lulusan-lulusan yang telah dilatih dan digodok serta ditempa dengan kuat di Polbangtan, menjadi andalan dan energi pertanian di daerah masing -masing dimana kalian berada.

Baca juga: Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

Saya berharap lulusan Polbangtan yang ada di seluruh Indonesia, mampu berkontribusi menghadirkan berbagai aktivitas pertanian yang lebih baik, lebih maju, mandiri dan modern” sebut Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi turut menyatakan bahwa lulusan Polbangtan merupakan aktor pembangunan pertanian.

“Kalian harus siap ditempatkan semua lini pembangunan pertanian mulai budidaya, panen dan pasca panen. Pembangunan Pertanian saat ini adalah dengan agribisnis, maka Pendidikan vokasi ini diciptakan untuk melahirkan kalian sebagai job creator. Kalian harus siap masuk disini membangun dan menciptakan wirausaha pertanian” ujar Dedi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti yang hadir langsung dalam gelaran wisuda Polbangtan YOMA turut memberikan ucapan selamat serta memotivasi para wisudawan.

“Wisuda hari ini mempunyai arti yang penting karena masyarakat, bangsa dan negara akan segera menyaksikan kiprah Saudara-saudara yang telah terdidik dan ditempa di Polbangtan. kata Santi.

Para lulusan diharapkan menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional melalui berbagai Program Utama Kementan seperti pembiayaan usaha pertanian melalui KUR Peningkatan Produksi Tanaman Pangan melalui Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi (PROPAKTANI), akselerasi ekspor melalui program Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), dan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian serta TANI AKUR di BPPSDMP.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Kompeten dan Berkarakter serta Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan Pertanian” Polbangtan YOMA mewisuda 583 wisudawan dari 23 provinsi.

Para wisudawan tahun ini terdiri dari Program Mahasiswa Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program RPL merupakan salah satu program khusus yang diselenggarakan guna mengakomodir para penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menempuh pendidikan sarjana.

“Hari ini, 29 Agustus 2023 Polbangtan Yogyakarta- Magelang mewisuda sejumlah 583 orang, terdiri dari 303 Wisudawan Reguler Jurusan Pertanian dan Peternakan serta 280 Wisudawan RPL,” terang Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YOMA.

Baca juga: Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

Sebanyak 583 wisudawan tersebut terinci dari 34 wisudawan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 67 wisudawan Program Studi Agribisnis Hortikultura, 64 wisudawan Program Studi Teknologi Benih, 35 wisudawan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 69 orang wisudawan Program Studi Teknologi Produksi Ternak, dan 34 wisudawan Program Studi Teknologi Pakan Ternak, disamping itu juga mewisuda mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan sejumlah 280 wisudawan.

Bambang juga menyampaikan kepada orangtua wisudawan yang hadir bahwa profil lulusan Polbangtan YOMA salah satunya adalah sebagai wirausaha muda pertanian, sehingga jika putra-putrinya memulai usaha diharapkan dapat didukung penuh.

“Jadi kalau putra putri memulai usaha, itu bukan menunggu kerja Bapak/Ibu, dan ini adalah hal yang luar biasa, kalau itu bisa terwujud maka putra putri Bapak/Ibu adalah bukan pencari kerja namun sebaliknya membuka lapangan kerja bagi orang lain atau masyarakat sekitar, karena itu mohon dukung putra putri bapak untuk menjadi pengusaha. Sekedar informasi, wirausahawan di Indonesia sekarang ini masih berkisar pada angka 3,47%, sementara Malaysia dan Thailand sudah diatas 4%, Singapura sudah diangka 8,6%, dan negara negara maju dikisaran 10-12%, bahkan banyak yang lebih dari itu,” terangnya.

Sementara, lanjut Bambang, untuk wisudawan program regular juga sudah ada yang diterima bekerja.

“diantaranya diterima di PT. Mustika Jaya sebanyak 11 orang, di PT Medion 3 orang, sudah lolos sebagi Spesified Skill Worker pada House Farm di Jepang sebanyak 12 orang dan akan menyusul 70 orang lainnya sudah mengikuti pelatihan budaya dan bahasa jepang menunggu proses seleksi. Diantara wisudawan program reguler juga sudah ada yang menjadi wirausahawan, diantaranya Saudara Jamaludin Nur Ridho,” pungkasnya.(***)

Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

TANIINDONESIA.COM//JAMBI - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendongkrak ekspor pertanian. Upaya ini salah satunya ditempuh melalui Training of Trainers (TOT).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menuturkan bahwa pertanian adalah kekuatan yang selama ini menopang bangsa Indonesia, termasuk saat menghadapi tiga tahun pandemi COVID-19.

"Lihat data, bukan kah hanya pertanian yang tumbuh 16,42 persen di saat COVID-19. Bukankah ekspor kita disaat semua melemah, ekspor pertanian tumbuh 15 persen, pernah 32 persen terakhir 8 persen, dan itu menunjukan bahwa pertanian menghasilkan," tuturnya pada Pembukaan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian di Jambi, Selasa, 29 Agustus 2023.

Mentan SYL yakin di saat ekonomi dunia melemah, liquiditas dunia melemah, yang bisa dihilirisasi dan bisa diekpor bukan nikel, bukan otomotif atau alat elektronik, melainkah hasil pertanian.

"Sekali lagi TOT menjadi penting, untuk membangun mindset. Untuk dapat merubah perilaku, tergantung kemampuan kita mentransfer mindset dan tentu trainerlah yang menjadi kuncinya," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Karena itu, lanjut Dedi, TOT ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait kelayakan usaha, prosedur dan prospek ekspor komoditas pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani dan meningkatkan ekspor.

Baca juga: Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

"Patut disyukuri bahwa sejauh ini kecukupan pangan di Indonesia masih terjaga. Selama pandemi, ekspor komoditas pertanian semakin meningkat," ucap Dedi.

Kondisi ini, lanjut Dedi, merupakan indikasi ketangguhan sektor pertanian sekaligus besarnya potensi pertanian sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Hadir juga pada pembukaan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, yang Mewakili Gubernur, Al Haris, Kepala Bapeltan Jambi, Zahron Helmy dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

TOT dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 - 31 Agustus 2023 secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.(***)