17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian guna menggenjot ekspor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ekspor pertanian akan terus ditingkatkan dengan mendorong pengembangan hilirisasi produk jadi.

Hal ini disampaikan Mentan saat mendampingi Wakil Presiden RI, KH Ma`ruf Amin melepas ekspor komoditas pertanian ke 176 negara dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,45 triliun baru-baru ini di Terimal Koja, Tanjung Priok Jakarta.

"Oleh karena itu, kemajuan kita dalam ekspor harus lebih kuat. Kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Dan ini suatu kebanggan Karena apa yang kita lakukan ini lahir dari sebuah proses dan kerja keras," tutur Mentan Syarhul.

Baca juga: HUT RI ke 78, Mentan SYL Ajak Jajarannya Jaga Kebugaran

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

"Tujuan yang terakhir ini, meningkatkan ekspor merupakan program utama Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) yang dimulai dari 2019 sampai 2024 nanti," kata Dedi saat memberikan keterangan pers terkait persiapan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian di Jakarta, Jumat (25/8).

Dikatakan Dedi, PDB pertanian dalam dalam beberapa tahun terakhir tetap melejit, bahkan di tengah COVID-19. Pada awal 2020, PDB pertanian berada di angka 16 persen saat sektor lain terpuruk. Sementara nilai ekspornya juga naik, di mana pada 2022 naik 6,7 persen.

"Ekspor pertanian tetap menjadi andalan pembangunan pertanian, karena tidak saja meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan GDP, tetapi juga harga diri bangsa," kata Dedi.

Menurut Dedi, peningkatan nilai ekspor dengan mengandalkan keunggulan komparatif belum cukup. Akan tetapi, perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dengan peningkatan produktivitas, memperbaiki kualitas, dan menekan ongkos produksi.

Karena itu, sebagai upaya meningkatkan keunggulan kompetitif komoditas pertanian potensi ekspor di Indonesia, BPPSDMP akan menggelar Training of Trainers (TOT) dengan tema "Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian".

"Widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian dapat mengajarkan dan mendampingi petani dalam menghasilkan nilai tambah apapun komoditas pertanian yang dihasilkan," kata Dedi.

Dedi mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) secara konsisten melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk pertanian sehingga bisa bersaing di pasar global.

"Selain itu, kegiatan ekspor pertanian juga didorong melalui pengembangan hilirisasi produk jadi," kata Dedi.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

TOT akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 - 31 Agustus 2023 yang dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

Narasumber TOT antara lain Badan PPSDMP, Badan Karantina Pertanian, Universitas Jambi, Widyaiswara, praktisi ekspor, serta pejabat pada instansi yang terkait dengan ekspor komoditas pertanian.

Adapun materi TOT ini meliputi kebijakan peningkatan kapasitas SDM pertanian, pengembangan ekspor komoditas perkebunan, pelayakan usaha komoditas perkebunan, prosedur ekspor komoditas perkebunan, penanganan panen dan pascapanen komoditas perkebunan, dan prospek ekspor komoditas perkebunan.

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sejumlah mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) yang berada di bawah Kementerian Pertanian, mengikuti Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi, 13 sd 16 Agustus 2023.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 8 dari ketiga program studi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) sebanyak 33 mahasiswa, Agribisnis Hortikultura (AH) sebanyak 68 mahasiswa dan Teknologi Benih (TB), serta 67 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus melalui sidang yudisium yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kegiatan tersebut dapat diikuti dengan sungguh-sungguh.

"Pertanian harus diisi dengan SDM-SDM berkualitas. Kemampuan serta pengetahuan SDM yang ada sekarang pun harus terus ditingkatkan, khususnya bagi mereka para petani milenial. Sebab, masa depan pertanian ada di tangan petani milenial yang kita harapkan bisa menghadirkan inovasi," kata Syahrul.

Mentan Syahrul menambahkan, Kementerian Pertanian telah mencanangkan program utama pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan mendukung penuh peningkatan kualitas dan kapasitas SDM pertanian.

"Untuk mendukung hal tersebut, BPPSDMP Kementerian Pertanian telah menyiapkan tiga program aksi yaitu Gerakan Kostratani, Penyuluh Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Mendukung Petani Pengusaha Milenial untuk meningkatkan pembangunan Pertanian Indonesia," tuturnya.

Dedi menambahkan, BPPSDMP juga memiliki banyak program untuk meningkatkan pengetahuan insan pertanian.

Baca juga: Kreatif, Polbangtan Kementan Promosikan Pertanian Lewat Karnaval

"Program seperti pelatihan dan bimtek tersebut rutin kita, baik secara online maupun offline. Bahkan saat pandemi, pelatihan juga terus kita gelar," kata Dedi.

Annisa Khoiriah, Ketua Panitia Sertifikasi Kompetensi, menjelaskan tujuan digelarnya Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi.

“Polbangtan YOMA nantinya akan menghasilkan banyak agrosociopreneur, sehingga perlu peningkatan kompetensi sesuai program study mereka,” kata Annisa Khoiriah.

Selain itu, menurut Annisa, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi, skill, memperpendek masa tunggu lulusan dan memfasilitasi diterbitkannya sertifikat kompetensi yang kompetitif.

“Adapun Mahasiswa prodi PPB mendapat Serkom Penyuluh Pertanian Level Supervisor, Mahasiswa prodi AH mendapat Serkom Digital Marketing, dan Mahasiswa prodi TB mendapat Serkom Pengawas Benih Tanaman. Kompetensi tersebut nantinya akan sangat berguna saat memasuki dunia kerja,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini Polbangtan YoMa bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi LSP Kementerian Pertanian, Markplus Institute dan Asosiasi Perbenihan Indonesia.

Kreatif, Polbangtan Kementan Promosikan Pertanian Lewat Karnaval

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kreativitas Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) patut diacungi jempol.

Polbangtan yang berada di bawah Kementerian Pertanian pada hari Minggu pagi, 13 Agustus 2023 menutup rangkaian Dies Natalis ke-5 dengan karnaval dan jalan sehat bertema pertanian.

Lewat karnaval, Polbangtan YOMA berupaya untuk mengenalkan dunia pertanian dan khususnya Sekolah Vokasi bidang pertanian kepada khalayak luas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas kegiatan itu. Menurutnya, pertanian adalah sektor menjanjikan.

"Pertanian itu sektor yang seksi. Sangat menjanjikan. Sektor yang bisa digarap secara kekinian dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu saya mengajak anak-anak muda untuk terjun menekuni pertanian," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi

"Kita harus mengubah mindset mengenai pertanian. Sebab pertanian sudah tidak identik lagi dengan kotor. Pertanian itu menyenangkan, bisa digarap dengan teknologi digital kekinian yang dekat dengan anak muda," kata Dedi.

Menurutnya, banyak sektor yang bisa digarap dari pertanian.

"Pertanian butuh anak-anak muda untuk menggarap sektor ini, baik dari hulu maupun sampai hilir. Pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika digarap dengan benar. Karena, semua orang butuh pangan dan pertanian adalah menyediakan pangan," katanya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan bahwa karnaval pertanian ini terbilang istimewa. Karena baru digelar pada peringatan Dies Natalis tahun ini.

Baca juga: Inovasi Agribisnis, Polbangtan Kementan Launching Cafe Kekinian, TAMTANI

Mengingat bahwa Polbangtan YOMA mengalami transformasi nama hingga beberapa kali, maka dipandang perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mempromosikan Polbangtan YOMA.

“Banyak masyarakat yang masih mengenal kami sebagai STPP (Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian) bahkan SPMA (Sekolah Pertanian Mennegah Atas), padahal kami sudah bertansformasi menjadi Politeknik sejak 5 tahun lalu,” jelas Bambang.

Oleh karena itu, sambungnya, melalui kegiatan ini pihaknya berharap nama Polbangtan YOMA semakin dikenal oleh masyarakat luas, masyarakat tahu dan sadar akan keberadaan sekolah vokasi khsusus bidang pertanian di tengah kota Yogyakarta.

Iring-iringan karnaval terdiri dari pasukan marching band, colour guard, parade alat mesin pertanian, pasukan mahasiswa dengan berbagai seragam kedinasan Polbangtan YOMA, gunungan hasil pertanian, dan parade kostum karnaval.

Menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer, sepanjang perjalanan dibagikan juga produk pertanian hasil panen lahan praktek Teaching Factory Polbangtan YOMA. Karnaval Pertanian tersebut disambut antusias oleh masyarakat.

Inovasi Agribisnis, Polbangtan Kementan Launching Cafe Kekinian, TAMTANI

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tumbuhnya wirausahawan muda Indonesia, khususnya di bidang pertanian. Melalui berbagai program, Kementan memberikan ruang bagi petani milenial untuk berinovasi.

Peluang tersebut ditangkap oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA). Bersamaan dengan kegiatan Closing Ceremony Dies Natalis ke 5 Polbangtan YOMA, Café TAMTANI besutanTeaching Factory (TEFA) Agribisnis Polbangtan YOMA resmi di-launching.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, inovasi harus terus dikembangkan.

"Untuk maju, pertanian membutuhkan inovasi-inovasi. Salah satunya seperti yang dilakukan. Polbangtan YOMA yang menggulirkan Cafe TAMTANI. Dengan cara ini, nilai produk pertanian akan semakin tinggi. Makanya kita mendukung hadirnya lebih banyak lagi inovasi," tutur Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM memegang peran penting dalam kemajuan pertanian.

"Inovasi pertanian hanya bisa diwujudkan jika kita memiliki SDM-SDM yang kompeten, yang berkualitas. Oleh sebab itu, BPPSDMP terus berupaya meningkatkan kualitas SDM. Agar usaha sejenis Cafe TAMTANI bisa dilahirkan," kata Dedi.

Baca juga: Pastikan Sektor Pertanian Terus Produksi, Mentan SYL Tinjau DAS Citarum

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan lewat Café TAMTANI nantinya mahasiswa didorong untuk menginisiasi bisnis dan mengembangkannya secara mandiri.

“TAMTANI ini tidak sekedar Café tapi juga sebagai media showcase bagi produk-produk hasil kreasi mahasiswa seperti produk-produk hasil MBKM, PKL, maupun Magang. Pada intinya ini akan menjadi inkubator untuk memulai Badan Usaha Pertanian Kampus,” ucap Bambang.

Selain mahasiswa aktif, pengelolaan Café TAMTANI ini juga melibatkan alumni Polbangtan YOMA yang sudah memiliki pengalaman mengelola usaha serupa sebelumnya.

“Terimakasih kepada para alumni yang sudah turut aktif terlibat dalam persiapan dan pengelolaan, kami juga membuka kesempatan untuk alumni memasarkan produk-produknya," tandas Bambang.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) serta masyarakat luas. Mereka juga cukup aktif memberikan masukan dan apresiasi terhadap menu-menu yang disajikan oleh Café TAMTANI.

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Dorong Sinergitas dengan Mitra

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Puncak Peringatan Dies Natalis ke-5 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) berlangsung sangat meriah. Berlokasi di Kampus Pertanian Yogyakarta, rangkaian peringatan Dies Natalis ditutup dengan berbagai acara yang melibatkan berbagai pihak diantaranya mitra lembaga, DUDIKA, dan masyarakat luas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap peringatan Dies Natalis ini dapat menjadi momen bagi Polbangtan YOMA untuk terus berinovasi.

"Pertanian tidak bisa digarap dengan cara yang begitu-begitu saja. Harus ada inovasi. Pertanian pun harus digarap dengan cara-cara modern sehingga produktivitas bisa ditingkatkan dan ketahanan pangan dapat terus terjaga," sebut Syahrul.

Baca juga: Siapkan Lahan 100 Ribu Hektare, Mentan SYL Andalkan Kalsel Antisipasi El Nino

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan tantangan yang harus dijawab Polbangtan YOMA adalah menghadirkan SDM-SDM berkualitas.

"Faktor terpenting dalam pertanian adalah SDM. Oleh karena itu, kita harus terus menghasilkan SDM berkualitas. SDM yang ada pun terus kita tingkatkan kapasitas dan kemampuannya," tutur Dedi.

Ia menambahkan, dunia pendidikan seperti Polbangtan YOMA harus menjadi yang terdepan untuk menghasilkan SDM pertanian yang unggul.

"Tidak hanya unggul, SDM pertanian juga harus siap bersaing di dunia industri. Pertanian harus memiliki SDM terbaik untuk sektor ini dari hulu hingga ke hilir," katanya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan bahwa melalui momentum perayaan ini merupakan salah satu upaya Polbangtan YOMA untuk mempererat sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Baca juga: Bantu Kekeringan di Indramayu, Kementan Gerak Cepat Bantu Optimalisasi Pasokan Air

“Keterlibatan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) dalam mendukung kegiatan akademik di Polbangtan Yoma sangat luar biasa. Pelaksanaan magang, PKL yang dikemas melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pelaksanaan Tugas Akhir, Penyediaan tenaga pengajar dan praktisi bahkan sampai pada kontribuasi pada public hearing peninjauan kurikulum dan rekrutmen,” ucap Bambang.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terimakasih dan berharap sinergitas ini bisa terjaling dengan lebih erat lagi antara Polbangtan Yoma dengan DUDIKA.

Mengusung tema Unity in Diversity From Polbangtan for Indonesia, kegiatan Closing Ceromony sekaligus dirangkai dengan kegiatan bazaar kewirausahaan dan launching Café Tamtani besutan Laboratorium Agribisnis Polbangtan YOMA.

“Pada kesempatan kali ini sekaligus kami jadikan mimbar ekspresi bagi civitas akademika Polbangtan YOMA. Selain penampilan seni budaya yang sifatnya rekreatif juga ada bazar kewirausahaan dan opening Café Tamtani sebagai ajang unjuk gigi produk-produk kewirausahaan mahasiswa dan juga sarana edukasi ke masyarakat luas,” pungkas Bambang.(***)

Tingkatkan Produksi Bawang Merah, Polbangtan Kementan Panen Hasil Penelitian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), melakukan panen bawang merah hasil penelitian strategis Dosen di wilayah Sleman, DI Yogyakarta.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas hal itu.
"Pertanian tidak boleh dilakukan dengan cara yang begitu-begitu saja. Harus ada inovasi agar produksi meningkat serta kualitas bertambah baik," katanya.

Untuk itu, Syahrul Yasin Limpo berharap penelitian terus dilakukan dosen-dosen Polbangtan lainnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Baca juga: Rehabilitasi Lahan dan Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Ratusan Bibit Tanaman

"Suksesnya penelitian ini membuktikan jika peran SDM dalam pertanian sangat penting. SDM ada faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian," katanya.

Dengan alasan itu, sambung Dedi, BPPSDM selalu berupaya meningkatkan kualitas SDM.

"Baik itu melalui bimtek atau kegiatan yang lain yang bisa diikuti secara online maupun offline," kata Dedi.

Penelitian yang digawangi oleh Rajiman, salah satu Dosen Polbangtan YOMA, mengambil judul Pengaruh Pembenahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah serta Ketersedian Hara Tanah.

“Kesuburan tanah akan menjadi salah satu penentu produksi bawang merah. Sementara saat ini banyak lahan yang mengalami kerusakan akibat penggunaan input produksi pertanian maupun pencemaran lingkungan,” jelas Rajiman.

Lebih lanjut Rajiman mengatakan, upaya peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan pembenahan tanah dengan menambahkan pupuk kandang, arang sekam, maupun asam humat.

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang dituju, Rajiman bersama Tim telah merancang dan melaksanakan 7 perlakuan berbeda terhadap tanaman bawang yang dibudidayakan.

“Bedengan pertama sebagai kontrol, bedengan ke dua hanya diberikan perlakuan pupuk kandang, bedengan ke tiga hanya ditambah arang sekam, bedengan ke empat hanya asam humat, sementara bedengan ke lima sampai ke delapan merupakan kombinasi antara pupuk kandang dengan asam humat saja atau dengan arang sekam saja, dan kombinasi ketiganya,” rinci Rajiman.

Rajiman juga menekankan bahwa upaya pemilihan atau kombinasi penggunaan bahan pembenahan tanah perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah.

Baca juga: Dorong Peremajaan Sawit Rakyat, Mentan: Nilai Sawit Kedepan Akan Semakin Tinggi

“Dari hasil panen hari ini nanti selanjutnya akan kami amati hasil dari masing-masing perlakuan, sehingga dapat diperoleh bahan pembenah tanah yang efektif dan efisien,” katanya.

Kegiatan Penelitian sebagai salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, merupakan salah satu pilar yang mendesak untuk dilakukan seiring dengan makin kompleksnya permasalahan pertanian di lapangan.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, yang hadir langsung saat kegiatan panen mengatakan bahwa untuk menghadapi permasalahan pertanian ditengah-tengah kondisi yang seperti sekarang ini kita tidak boleh asal berspekulasi.

“ditengah-tengah kondisi global dan persaingan industry yang ketat ini, kita sebagai kademisi di bidang pertanian tidak boleh menghadapi permasalahan hanya dengan berbekal spekulasi, harus berdasar keilmuan, itulah mengapa penelitian dan pengembangan pertanian harus menjadi perhatian serius untuk kita,” tandas Bambang.(***)

Rehabilitasi Lahan dan Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Ratusan Bibit Tanaman

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), memasifkan rehabilitasi lahan dan ketahanan pangan dengan membagikan bibit cabai dan jambu air ke sejumlah warga dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-5 Polbangtan YOMA.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik hal ini. Menurutnya, ketahanan pangan adalah isu yang serius.

"Ancaman akan ketahanan pangan tidak main-main. Perang, cuaca ekstrim dan lainnya bisa membuat pangan jadi terganggu. Oleh karena itu, kita mengajak semua insan pertanian melakukan antisipasi. Salah satunya dengan pembagian bibit ini," ujar Syahrul.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Dijelaskannya, ketahanan pangan masih menjadi isu serius tahun 2024.

"Kita melihat ancaman yang bisa mengganggu pangan masih akan berlanjut tahun depan. Oleh sebab itu, kita mengajak insan pertanian, termasuk petani milenial untuk mengambil peran dalam menjaga ketahanan pangan," kata Dedi.

Baca juga: Dorong Peremajaan Sawit Rakyat, Mentan: Nilai Sawit Kedepan Akan Semakin Tinggi

Dedi berharap langkah yang dilakukan Polbangtan YOMA bisa menjadi inspirasi untuk kampus lainnya

"Atau bahkan lebih dikembangkan lagi agar pangan kita benar-benar tidak bermasalah," katanya lagi.

Sementara dalam kegiatan Polbangtan YOMA yang mengusung tema “Pohon untuk Kehidupan”, mahasiswa yang terdiri dari perwakilan BPM, BEM, dan Panitia Dies Natalis telah menyalurkan sejumlah 50 bibit tanaman jambu air kepada KWT Asoka dan Kelompok Tani Sumber Rejeki di wilayah Kemantren Gondokusuman.

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini yaitu untuk mendukung program penghijauan lingkungan dan meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan serta perekonomian masyarakat,” ujar Alif Ibnu Sina, salah seorang panitia.

Selain bibit tanaman jambu, panitia juga membagikan sebanyak 870 bibit cabai dengan sasaran penyaluran yaitu warga RW 2 Kelurahan Tahunan.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, berharap kegiatan ini tidak hanya sebagai media mengenalkan Polbangtan YOMA ke masyarakat luas.

"Tetapi juga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya dari pekarangan," tandas Bambang.

Kembangkan Smart Farming, Kementan Gandeng EPIS Korea

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian semakin serius melakukan pengembangan Smart Farming. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menjalin kerjasama dengan pemerintah Korea Selatan.

Tanda tangan perjanjian kerjasama telah dilakukan Agustus 2021, antara BPPSDMP dengan Korea Agency of Education, Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry and Fisheries (EPIS KOREA).

MoU itu meliputi Project on Enhancing Millenial Farmer’s Income by Adopting K-Smart Farm technologies in Indonesia.

Proyek ini sangat penting. Karena, menjadikan petani milenial sebagai sasaran dalam penerapan teknologi Smart Farming yang di Korea dikenal sebagai K-SMART FARM Technology.

Baca juga: Kementan Mulai Persiapkan Pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII

Lokasi project berada di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Jawa Timur dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Jawa Barat.

Kerjasama ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan pertanian konvensional namun harus menggunakan smart farming dan digitalisasi.

"Guna menerapkan semua itu, maka peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern di masa depan," sebut Menteri Syahrul.

Salah bentuk kerjasama antara BPPSDMP dengan EPIS Korea adalah pelaksanaan Training K-Smart Farm di Korea. Training akan dilaksanakan pada 6-12 Agustus 2023. sebagai undangan dari Enhancing Milenial Farmers Income by Adopting K-Smary Farm Technologies in Indonesia.

Para peserta berasal dari pengelola proyek, dosen, widyaiswara dan pengusaha pertanian milenial dari Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan peserta serta untuk mempelajari pembangunan pertanian negara Korea yang telah mengaplikasikan teknologi tinggi dalam berusaha tani.

Saat pembekalan peserta pelatihan K Smart Farm Korea Selatan, di Hotel Ibis Style Jakarta, Sabtu (5/7/2023), hadir Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, didampingi Sekretaris Badan, Siti Munifah.

Hadir pada saat yang sama perwakilan dari Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian, dan perwakilan dari EPIS Korea, Mr Han.

Kepada peserta training yang akan berangkat, Dedi mengatakan memasuki era industri 4,0, insan pertanian harus mulai memahami arti penting sistem digitalisasi serta teknologi dan inovasi.

"Persaingan yang ketat di tingkat global harus diimbangi dengan pola-pola pergerakan usaha baik itu usaha tani dan bisnis lainnya secara lebih efisien, lincah, dan produktif," katanya.

Ia menambahkan, teknologi dan inovasi sebagai modal utama dalam menarik generasi muda untuk menggeluti bidang pertanian, baik secara keilmuan ataupun praktek langsung di lapang.

"Peran generasi milenial dalam pembangunan pertanian di era digital sangat penting sebagai kekuatan bagi ketahanan pangan. Untuk itu, Regenerasi Petani dan Petani Milenial masuk dalam Program Aksi BPPSDMP Tahun 2020-2024, melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penyuluhan, pemberdayaan P4S, Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), dan Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS)," terangnya.

"Saya sudah sering sampaikan, Petani Milenial akan menjadi pelaku pembangunan pertanian, 10 tahun lagi tanggung jawab pembangunan pertanian ada di pundak kalian," tutur Dedi.

Ia menambahkan, masa depan pembangunan pertanian ada di Agribisnis. Sehingga, pengelolaan pembangunan pertanian tidak boleh lagi memakai cara cara yang konvensional tapi harus dikelola secara modern.

"Caranya bagaimana? Ada tiga cara, pertama Smart Farming, karena efisien dan terbukti mendongkrak produktifitas. Kedua permodalan, untuk mengembangkan usaha perlu didukung oleh permodalan dalam hal ini KUR," ujarnya.

"Yang ketiga adalah kolaborasi, kalian harus membuka jejaring usaha dengan sesama petani milenial diseluruh Indonesia. Saya yakin Smart Farming adalah masa depan pertanian untuk itu tugas kalian training di sana adalah mendalami smart farming," katanya.

Dedi meminta para petani Milenial mempelajari dan mencermati, varietas unggul di Korea, nutrisi, formulasi nutrisi, sistem nutrisi, media tanam, pupuk dan pemupukan dan terakhir pengendalian hama dan penyakit.

Baca juga: Mentan: Warga yang Meninggal di Papua Bukan Kelaparan Melainkan Diare

"Mungkin tidak semua yang kalian lihat di Korea dapat diterapkan di sini, namun pelajari esensinya, pelajari sistemnya, bagaimana membangun sistem, bila selama ini kalian sudah menerapkannya, bagaimana meningkatkan kualitas sekembalinya dari sana," katanya.

"Terapkan pengetahuan smart farming yang kalian dapat di sana, dan sesuaikan dengan kondisi di lapangan," ujar Dedi lagi.

Selama 7 hari training peserta akan mendapatkan materi mengenai perkembangan pengembangan pertanian di Korea Selatan, Smart Farming dan Pemasaran, Sukses Story Start Up Smart Farming dan petani korea, pengembangan pendidikan pertanian, sharing session dengan praktisi, akademisi dan petani dan pelaku bisnis pertanian.

Selain itu Peserta akan diajak mengunjungi antara lain Perkebunan Strawberry Pocheon, Hanaro Mart di Yangjae-dong salah satu distributor untuk produk pertanian, Perkebunan Green Monster dengan komoditas Ketimun, Korea National University of Agricultural and Fisheries, Gimje Smart Farm Innovation Valley (Venture Incubation Center),Gyulkkane Farm dengan komoditas Citrus dan Cultilabs dengan komoditas Tomat.

Penarikan Mahasiswa Magang, Polbangtan Kementan Ramaikan Pasar Aksata Boyolali

TANIINDONESIA.COM//BOYOLALI - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YOMA) Kementerian Pertanian ikut meramaikan kegiatan Pasar Aksata (Aksi Bersama Pertanian) Kabupaten Boyolali dalam rangka penarikan mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2023.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (31/7/2023) di Kompleks Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali itu dihadiri sejumlah petinggi, baik dari Polbangtan YOMA maupun Pemkab Boyolali.

Partisipasi Polbangtan YOMA pada acara tersebut untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Boyolali. Pelibatan generasi muda pada sektor pertanian penting untuk dilajukan sedini mungkin sebagai bagian dari upaya regenerasi pertanian di masa mendatang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, regenerasi pertanian sudah harus dilakukan sedini mungkin. Sebab, kata Syahrul, sebanyak 71 persen petani di Indonesia sudah masuk kategori usia tua.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Jagung Hibrida, Kementan dan PT Bayer Indonesia Jalin Kerjasama

"Ke depan, secara perlahan orientasi 20 persen lebih besar lagi diisi petani muda. Meskipun tidak mudah, tapi usaha bersama pemerintah dan elemen lainnya yang terlibat akan percepat lahirnya petani muda karena petani tidak pernah ingkar janji," kata Menteri Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, pihaknya terus berupaya mengubah wajah sektor pertanian. Salah satunya melalui regenerasi petani.

Dikatakan Dedi, Kementan telah menyiapkan banyak strategi agar pertanian menjadi idola bagi anak muda. Mulai dari pendidikan dan pelatihan vokasi, penumbuhan wirausaha muda pertanian (PWMP), duta petani milenial dan duta petani andalan (DPM/DPA) dan sejumlah program lainnya.

"Tentu regenerasi petani menjadi suatu keniscayaan yang turut berkontribusi untuk kemajuan pertanian Indonesia,” ujar Dedi.

Dikatakannya, tantangan zaman yang semakin berkembang tentulah tepat bila dijawab oleh para milenial yang masih energik, berjiwa kritis sebagai petani modern yang muaranya untuk mencapai kedaulatan pangan.

"Kementan berkomitmen pada pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Maka dari itu, adaptasi pertanian pada sektor teknologi yang terus berkembang harus ditopang oleh generasi milenial yang memang merupakan ranahnya saat ini," tutur Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto menjelaskan, aksi bersama pertanian dengan petani binaan MBKM mahasiswa dimaksudkan untuk memperkuat pemasaran dan kemajuan potensi usaha petani.

"Dengan adanya petani milenial dan kegiatan ini, tentu kami berharap dapat memotivasi pemuda dan generasi milenial untuk dapat mewujudkan suatu pertanian keberlanjutan," terang Bambang.

Baca juga: Perkuat Produksi, Mentan Tanam Bawang Merah di Bangli

Dikatakan Bambang, Polbangtan YOMA amat concern terhadap pembangunan pertanian Indonesia. "Polbangtan peduli dengan regenerasi petani untuk menjadi petani modern berbasis teknologi," ujar Bambang.

Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat menegaskan perlunya aksi bersama dari semua pihak untuk meningkatkan usaha pertanian di Boyolali. "Boyolali ini mempunyai potensi pertanian yang sangat besar, sehingga perlu adanya banyak kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Polbangtan YOMA, termasuk keberlanjutan pertanian dari sisi SDM pertanian," kata Said.

Sebagaimana diketahui, ada tiga acara yang diselenggarakan yakni penarikan mahasiswa MBKM di Kabupaten Boyolali, pembukaan Pasar Aksata dan talk show yang diisi oleh tiga orang narasumber berkompeten.

Hadir di antaranya Direktur Polbangtan dan Kaprodi PBB, Bupati Boyolali, Wakil Bupati Boyolali, Ketua DPRD Boyolali, Sekda Pemkab Boyolali, Asisten Perekonomian Pemkab Boyolali, Kadis Pertanian Boyolali, Kadis DKP Boyolali, Kadis Peternakan Boyolali, Kadis Kominfo Boyolali, Kadis LH Boyolali, Camat dan Kades se-Boyolali, Gapoktan dan KWT Wilayah Selo, Cepogo, Mojosongo, Nogosari dan Simo dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Komitmen Perbaiki Kualitas Lingkungan, Kementan Gelar Pelatihan Pertanian Ramah Lingkungan

TANIINDONESIA.COM//Malang – Saat ini dunia menghadapi tantangan yang luar biasa dampaknya. Seluruh masyarakat dunia baru saja bisa dikatakan lolos dari Pandemi Covid-19.

Namun dampak utamanya terkait kecukupan pangan masih harus diatasi. Dalam satu dekade terakhir ini, masalah perubahan iklim, pemanasan global dan penurunan kualitas lingkungan hidup juga menjadi isu yang sering diperbincangkan.

Penurunan kualitas lingkungan ini berpotensi mengganggu keberlangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Hal ini seperti dikatakan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat membuka pelatihan sejuta petani dan penyuluh volume 7 dengan tema pertanian ramah lingkungan secara virtual.

“Pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan produktivitas tinggi dengan memperhatikan pasokan hara dari penggunaan bahan organik, minimalisasi ketergantungan pada pupuk anorganik, perbaikan biota tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasarkan kondisi ekologi, dan diversifikasi tanaman,”kata Mentan.

Baca juga: Kementan Apresiasi Penerapan Smart Farming oleh Petani Milenial Pasuruan

Pemahaman tentang pertanian ramah lingkungan akan diharapkan dapat menumbuhkan “sense of crisis” yang memotivasi untuk merapatkan barisan menghadapi tantangan pertanian saat ini.

“Smart farming dan pengembangan Smart Green House (SGH) berbasis pemanfaatan Internet of Thing (IoT) adalah salah satu solusi yang berperan penting dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Hal ini seperti yang tengah dikembangkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Korea Selatan,”lanjut SYL.

Menteri Pertanian, SYL, sangat mengapresiasi upaya kerjasama dari Pemerintah Korea dan BPPSDMP, yang memberikan hibah pengembangan smart farming dalam proyek “Enhanching Millenials Farmers Income by Adopting K-Smart Farm in Indonesia”.

Melalui Program tersebut pertanian tidak lagi dilakukan di lahan dengan skala kecil dan sulit dikontrol. Oleh karena itu, agenda intelektual Saudara harus meningkat dalam mengadopsi dan meniru teknologi modern tersebut sehingga akan berdampak pada meningkatnya minat petani millenial di dunia pertanian yang bermuara pada peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani,”tegas Mentan.

Sementara itu, dalam sambutan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, Kelestarian sumberdaya lahan pertanian dan mutu lingkungan serta keberlanjutan sistem produksi merupakan hal yang kritikal bagi usaha pertanian di negara tropis, termasuk Indonesia.

“Pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan dan berisiko rendah,”kata Dedi.

Pembangunan pertanian diarahkan   pada pencapaian ketahanan pangan sekaligus juga memperhatikan keamanan pangan. Konsep pertanian ramah  lingkungan  tersebut bermuara pada kualitas  tanah yang mempengaruhi: produktivitas tanah   untuk meningkatkan produktivitas   tanaman dan aspek hayati lainnya; memperbaiki kualitas lingkungan dalam menetralisasi kontaminan-kontaminan  dalam  tanah  dan produk pertanian dan kesehatan manusia yang  mengkonsumsi produk pertanian.

Baca juga: Kenaikan Harga Diprediksi Melambung Tinggi Akibat El Nino, Mentan Minta Pemda Perluas Lahan Komoditas Kedelai

Dedi menjelaskan, petani seringkali menggunakan pestisida maupun  pupuk kimiawi yang ugal-ugalan, sehingga berakibat buruk pada pertanian dan lingkungan. Pestisida bukan hanya mematikan hama serta penyakit tanaman, tetapi juga sekaligus mematikan mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Dan akibat penggunaan yang diambang batas bisa menghancurkan lingkungan.

"Pengelolaan pertanian secara berlebihan dan ugal ugalan menyebabkan tanah kita hancur, udara hancur, air hancur dan lingkungan kita hancur, " tegas Dedi.

Pelatihan ini dilaksanakan secara serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia ataupun lokasi titik kumpul lainnya selama 3 hari sejak tanggal 26 – 28 Juli 2023 secara online dan diikuti oleh 1.837.371 orang dari target 1.800.000 peserta dengan persentase mencapai 102,08% yang terdiri dari petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya.

Narasumber Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh berasal dari BPPSDMP, BSIP; Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI) didukung praktisi berkompeten dibidangnya.(***)