17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Bangun Ekosistem Kewirausahaan Pertanian, Kementan Ajak Petani Muda dan Pemda Belajar ke Pacitan

TANIINDONESIA.COM//PACITAN - Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktifitas usaha tani, salah satu program kementan adalah mencetak banyak petani muda. Kementan berkeyakinan masih banyak anak muda yang mau terjun dibidang pertanian agar mempunyai kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.

Untuk itu Kementan menerjunkan program Youth Enterpreneur and Employment Services (YESS) dan dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dibidang pertanian

Dalam rangka membuka wawasan dan mengembangkan program Youth Enterpreneur and Employment Services (YESS) , Kementerian Pertanian mengajak puluhan Petani Muda dan Pemerintah Daerah dari berbagai wilayah untuk melakukan studi banding pelaksanaan program YESS ke Pacitan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, kemajuan pertanian disuatu daerah sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, Mentan berharap pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama untuk memajukan pertanian di wilayah masing-masing.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan jika masa depan pertanian berada di pundak generasi muda saat ini.

"Kementerian Pertanian selalu mengimbau para SDM pertanian, khususnya petani muda, untuk terus menambah pengetahuan dan kemampuan. Salah satunya melalui program YESS," tutur Dedi.

Sementara Project Manager National Program Management Unit (NPMU) YESS program, Inneke Kusumawati, menjelaskan, Pacitan dipilih sebagai wilayah studi banding karena dinilai menjadi salah satu wilayah pelaksana program YESS yang berhasil

"Pacitan merupakan salah satu wilayah existing program YESS yang saat evaluasi dinilai menjadi wilayah yang berhasil, karena mampu menumbuh kembangkan koperasi petani milenial," ujarnya.

Dalam pelaksanaan programnya, Inneke juga memuji bagaimana sinergi multistakeholder yang terbentuk di dalamnya. Sehingga memberikan kepercayaan kepada para anak muda untuk mereka berkelompok dan melembaga hingga terbentuk iklim kewirausahaan.

Baca juga: Lakukan Audiensi dengan Bupati Sleman, Kementan dan IFAD Masifkan Regenerasi Petani

"Kita bisa melihat bagaimana kerjasama apik yang terbangun antara Kementerian Pertanian, dan jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Pacitan seperti Bappeda, Dinas terkait, hingga para petani milenial. Ini yang kami harapkan dapat diadopsi oleh wilayah YESS dan calon wilayah YESS-Scalling Up Intervention (SI) lainnya," tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi multistakeholder ini penting dibangun, karena setelah intervensi program YESS ini selesai diharapkan dampaknya masih terus dapat dirasakan dan bahkan berkembang menjadi lebih baik.

"Di penghujung Juni 2025, kita akan closing Program, dan kami tidak ingin ini (Program YESS) menjadi proyek mangkrak, sehingga komitmen pemerintah daerah memang sangat diperlukan untuk mendorong tumbuhnya lembaga yang menaungi para penerima manfaat agar tidak tercerai berai dan dikuatkan dengan legalitas seperti Peraturan Gubernur atau SK Gubernur," kata Inneke.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, yang mewakili Bupati untuk menerima kunjungan studi banding, mengakui jika Program YESS merupakan program strategis yang dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

"Tercatat sebanyak 34% penduduk Pacitan terdiri dari pemuda yang berusia 17-39 tahun, sehingga di level ini sangat strategis untuk dilakukan intervensi program dengan harapan di masa depan pemuda Pacitan akan menjadi wirausahawan yang mampu menjadi pelopor perubahan dan tentunya dapat bersama-sama untuk menurunkan angka kemiskinan dan tentunya meningkatkan perekonomian," jabarnya.

Selama pelaksanaan program YESS, diakui juga oleh Heru terjadi penurunan angka kemiskinan.

"Program YESS turut berkontribusi menurunkan angka kemiskinan sebesar 1.46% yaitu dari 15.11% di tahun 2021di menjadi 13.65% di tahun 2023 dan tentunya juga berkontribusi menurunkan tingkat pengangguran di Pacitan," rinci Heru.

Heru berharap capaian tersebut dapat direplikasi oleh wilayah program YESS lainnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan keberhasilan Program YESS Wilayah Pacitan oleh perwakilan Bappeda, Dinas pertanian, dan Pengurus Koperasi Petani Milenial, serta diskusi dengan peserta.

Hermawan, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Yogyakarta Magelang sekaligus koordinator rombongan peserta, mengatakan peserta yang turut dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari para Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Manajer dan Calon Manajer PPIU (Provincial Project Implementation Unit), Koordinator dan Calon Koordinator DIT (Distric Implementation Team), serta Young Ambassador penerima dan calon Penerima Program YESS.

"Hadir juga Kepala Dinas Pertanian Gunung Kidul, Kabid Penyuluhan Distan Kabupaten Banyumas, Kabid Penyuluhan Distan Kabupaten Sleman, Kabid Penyuluhan Distan Kota Semarang, dan beberapa Petani Milenial Jawa Tengah dan DIY yang nantinya diproyeksikan menjadi wilayah YESS-SI di bawah koordinasi Polbangtan Yogyakarta Magelang dan juga calon wilayah YESS-SI lainnya," imbuhnya.(***)

Upgrade Jiwa Kewirausahaan, Polbangtan Kementan Gelar Kuliah Umum

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Guna membuka wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar Kuliah Umum, Jumat (19/01/2024).

Kuliah umum yang bertema Kemitraan Agribisnis ini diikuti oleh mahasiswa tingkat 2 Polbangtan YOMA secara langsung di gedung serbaguna Jurusan Pertanian.

Hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan sangat penting bagi generasi muda pertanian untuk memperluas pengetahuan.

Sebab, menurut Mentan, ilmu dan pengetahuan seputar pertanian terus berkembang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Dunia pertanian terus mengalami perkembangan. Sektor pertanian mempunyai banyak hal yang bisa dikembangkan generasi muda dan sangat menjanjikan," katanya.

Dedi menegaskan jika pertanian bisa digarap dari hulu sampai hilir.

"Banyak peluang untuk digarap, makanya kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian," tegasnya.

Sementara Kapusdiktan, Idha Widi Arsanti, membuka kuliah umum dengan memaparkan tantangan pertanian Indonesia saat ini yang perlu diantisipasi oleh seluruh masyarakat pertanian.

"Tantangan yang saat ini kita hadapi antara lain yaitu kondisi alam pertanian yang sudah mulai mengalami degradasi, perubahan iklim, dan regenerasi petani," rincinya.

Menurutnya, Pusdiktan sebagai salah satu bagian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), salah satu tugas dan fungsi utamanya yaitu memastikan keberlanjutan kuantitas dan kualitas SDM Pertanian Indonesia.

Baca juga: Terima Kunjungan BPSIP Pati, Polbangtan Kementan Berbagi Kiat Sukses Pelayanan Informasi Publik

"Saat ini kita ada pada era bonus demografi. Hampir 50% komposisi penduduk Indonesia didominasi gen Z dan gen Y yang saat ini ada pada usia kuliah seperti adik-adik sekalian. Inilah yang kami sasar nantinya sebagai generasi penerus pertanian Indonesia," ujar Santi.

Menjadi tugas Kementerian Pertanian untuk mengubah mindset generasi uda bahwa Pertanian itu hal yang menjanjikan dan up to date. Salah satunya dengan melakukan link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

"Salah satu upaya agar lulusan Polbangtan ini nantinya dapat mudah diserap oleh industri yaitu dengan melakukan kerjasama dan penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan DUDIKA," ujarnya.

Selain menyiapkan Alumni Polbangtan untuk menjadi qualified job seeker, Santi juga mendorong lulusan untuk menjadi qualified job creator.

"Saudara sekalian juga kami siapkan untuk menjadi qulified job creator, sebagai wirausaha pertanian dengan berbagai program seperti PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) dan YESS (Youth Enterpreneurship And Employment Support Services). Program ini kami tujukan sebagai inkubator bisnis bagi saudara yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian," katanya.

Santi juga memberikan kiat-kiat membangun ekosistem kewirausahaan dengan melakukan hilirisasi kluster pertanian.

"Yang utama yaitu memetakan pasar agar produk yang dihasilkan dapat terjual. Kemudian lakukan identifikasi produk yang diminati oleh pasar, dan terpenting yaitu bangun kelembagaan. Jangan membangun usaha secara mandiri namun usahakan berjejaring dan dilegalkan secara hukum agar mudah menjangkau pasar korporasi," tandasnya.

Mewakili Direktur, Wakil Direktur I Sujono berharap mahasiswa dapat menyerap pengetahuan yang disampaikan oleh Kapusdiktan.

"Materi yang dipaparkan sangat menarik dan sesuai dengan kondisi yang kita hadapi saat ini. Oleh karena itu, saya harap mahasiswa menyimak dengan baik dan yang terpenting juga mengaplikasikannya," pesan Sujono.(***)

Terima Kunjungan BPSIP Pati, Polbangtan Kementan Berbagi Kiat Sukses Pelayanan Informasi Publik

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan dari Tim PPID Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Pati yang melakukan Studi Tiru terkait Pelayanan Informasi Publik, Jumat (19/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan berbagi informasi merupakan hal penting untuk yang dapat meningkatkan produksi pertanian.

Mentan Amran menambahkan, hal ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian yang bertekad untuk kembali mewujudkan swasembada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, sependapat dengan hal tersebut.

Ia menjelaskan, studi tiru adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian.

"Dan kualitas SDM yang meningkat tentunya akan berdampak sangat positif untuk peningkatan produksi pertanian. Apalagi SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian," tuturnya.

Sementara Tim BPSIP Pati yang dipimpin langsung Kepala Balai, Wahidah Annisa Yusuf, berkunjung untuk menggali informasi mengenai kiat sukses Polbangtan Yogyakarta Magelang yang berhasil meraih Peringkat I Kategori Eselon II Kementerian Pertanian Predikat Informatif Tahun 2023.

“Maksud kedatangan kami ke Polbangtan Yoma yaitu ingin belajar bagaimana pengelolaan PPID yang dilakukan oleh Polbangtan Yoma hingga dapat meraih peringkat I kategori Eselon II,” jelas Wahidah.

Baca juga: Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

Disebutkannya, PPID BPSIP Pati pada tahun 2023 masih ada pada kelompok predikat cukup informatif.

“Target kami tidak muluk-muluk, setidaknya pada pemeringkatan PPID tahun 2024 ini kami bisa meraih predikat Informatif. Oleh karena itu dari kunjungan ini kami berharap ada masukan-masukan perbaikan yang dapat kami aplikasikan di BPSIP Pati," jelasnya.

Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan Yoma, didampingi oleh Tim PPID menyambut kedatangan rombongan BPSIP dengan hangat. Disampaikan oleh Bambang bahwa kunci kesuksesan Pengelolaan PPID salah satunya adalah kekompakan Tim.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan PPID ini sebenarnya adalah tugas tambahan bagi seluruh personil, namun yang kami tanamkan adalah bagaimana kita semaksimal mungkin memberikan pelayanan prima kepada pengguna layanan dan menanamkan bahwa jika lembaga kita berprestasi maka kita juga yang bangga,” ujar Bambang.

Selain itu keunggulan PPID Polbangtan Yoma lainnya yaitu intergrasi seluruh layanan menggunakan layanan elektronik dan layanan ramah disabilitas.

“Untuk memudahkan pengguna layanan kami dorong setiap bagian untuk mengembangkan layanan berbasis elektronik seperti aplikasi SIATO untuk mahasiswa, aplikasi konsultasi on line pertanian untuk petani dan penyuluh melalui Si Juru Tani, e- library, e-jurnal, dan tracer study. Selain itu kami juga sangat memperhatikan kebutuhan disabilitas dalam mengakses informasi seperti penyediaan buku braile, fasilitas kursi roda, web ramah disabilitas, penyematan subtitle pada video informasi dan sebagainya,” rincinya.

Bambang menambahkan pengembangan layanan berbasis elektronik ini tidak lain adalah untuk mempermudah Polbangtan Yoma dalam menjangkau seluruh pengguna layanannya tanpa batas ruang dan waktu.(***)

Jaga Mutu Pendidikan, Polbangtan Kementan Gelar Sertifikasi ISO

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang terus berupaya menjaga mutu pendidikan, salah satunya melalui sertifikasi ISO. Terbaru, Polbangtan Yogyakarta Magelang melaksanakan Audit Surveillance ISO Integrasi 9001:2015 tentang Sistem Penjaminan Mutu dan 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.

Kick Off meeting dilakukan pada Rabu (17/1) di ruang Sidang Polbangtan YOMA Jurusan Pertanian, sementara audit dilaksanakan selama dua hari baik di Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan (17-18/1/2024).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan menjaga bahkan meningkatkan kualitas harus terus dilakukan satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, hal itu akan membuat pertanian Indonesia terus bersaing, dan bisa berdampak pada peningkatan produksi.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Dengan menjaga kualitas, berarti Polbangtan telah mendukung terciptanya SDM-SDM pertanian yang berkualitas dan berdaya saing," katanya.

Dedi menegaskan, SDM adalah faktor pengungkit terpenting dalam pertanian.

"Kalau ingin meningkatkan produksi pertanian, tingkatkan dulu kualitas SDM-nya. Karena SDM adalah faktor utama untuk mengungkit produktivitas pertanian," tegasnya.

Kepala Unit Penjaminan Mutu, Siti Astuti, menjelaskan audit surveillance ISO ini adalah kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA.

Baca juga: Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

“Dengan rutin melakukan audit surveillance ini, diharapkan ada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur I Bidang Akademik, Sujono, saat membuka acara menyatakan bahwa Audit Surveillance ISO ini adalah salah satu bentuk penjaminan mutu eksternal.

“Mengemban amanat sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di Kementerian Pertanian, Polbangtan Yogyakarta Magelang terus berupaya memperbarui dan mewujudkan komitmennya guna menjaga integritas institusi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pada bidang penyelenggaraan pendidikan melalui audit ISO,” ungkap Sujono.

Sujono juga berharap Polbangtan YOMA melakukan continuous improvement dalam tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan.

“Apabila ada permintaan dokumen dan ditemukan ketidaksesuaian pada audit surveillance ini, pelaksana kegiatan dapat mempersiapkan dokumen dan melakukan tindak lanjut dengan segera. Itu salah satu wujud komitmen kita untuk terus melakukan peningkatan dan pengembangan,” pesannya.

Kegiatan Audit Surveillace ISO ini bekerjasama dengan Mitra Sejati Fazahara (MSF) dan SIS Certification Indonesia dengan melibatkan 2 auditor yaitu Ivar Kusradi dan Lya Caturianty.

Meskipun ada catatan perbaikan dari hasil audit yang dilakukan, namun secara garis besar dikatakan oleh Ivar bahwa penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan YOMA masih sesuai dengan standar ISO.

“Ada beberapa catatan-catatan perbaikan yang sifatnya minor dan dapat diselesaikan segera,” kata Ivar.(***)

Kolaborasi Kementan dan YDBA Kembangkan Pertanian Kawasan Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berkolaborasi dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mengembangkan pertanian di Kawasan Yogyakarta.

Salah satu wilayah yang disasar adalah Kalurahan Mulyodadi Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Kolaborasi yang melibatkan tiga pihak tersebut, merumuskan kesepakatan untuk mengembangkan kawasan Mulyodadi menjadi pengembangan agroeduwisata.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan pertanian tidak semata menjadi tanggung jawab Kementan.

Menurutnya, pertanian adalah sektor penting karena menjadi yang terdepan dalam penyediaan pangan. Oleh sebab itu, pengembangan pertanian membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

"Tanggung jawab pertanian adalah menyediakan pangan buat masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terkendala, pertanian tidak boleh bermasalah," tuturnya.

Dedi juga mengimbau para SDM pertanian, utamanya penyuluh dan petani, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

"Kita tidak boleh tertinggal, karena ilmu dan informasi terus berkembang. Begitu juga terhadap pertanian. Kita sudah tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Pertanian sudah harus digarap secara modern untuk mencapai hasil maksimal," katanya.

Sementara Kepala Desa Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, menjelaskan jika kampung di sekitar Mulyodadi sebenarnya sudah memiliki potensi khas masing-masing.

“Ada Kampung TOGA di Kepuh, Kampung Lidah Buaya di Gambuhan, Kampung Kates di Bogem, Kampung Jeruk Nipis di Bregan, Kampung Singkong di Mejing, Kampung Mentimun di Wonodoro, Kampung Alpukat di Destan, dan Kampung Pisang di Carikan,” rinci Ari.

Baca juga: Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

Hermawan, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan mendukung pengembangan Agroeduwisata, terutama dari segi teknis dan pemasaran.

“Polbangtan YOMA beberapa tahun belakangan ini sudah aktif mendampingi Kalurahan Mulyodadi untuk program AKU HATINYA PKK. Pendampingan dari segi teknis pertanian dan dukungan pemasaran produk akan menjadi salah satu konsentrasi kami. Apalagi kali ini dengan tambahan semangat baru dari YDBA, tentunya akan lebih signifikan dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Koordinator YDBA Yogyakarta, Fransiska Wisni Kristanti, menjelaskan jika melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR), PT Astra Internasional berkomitmen untuk berperan secara aktif dalam pembangunan nasional, salah satunya di bidang pertanian.

“Pada tahun ini CSR kami sudah mulai merambah di bidang pertanian. Salah satu faktor pendorong terjun di bidang ini bermulai dari pandemi yang memperlihatkan bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang yang stabil,” ungkapnya.

Duta Petani Milenial Kota Yogyakarta, Anjar Wahyu Nugroho, yang selama ini berkecimpung pada usaha olahan Buah Markisa, turut berbagi kiat membangun pasar bagi produk olahan pangan.

“Sebelum membuat produk, yang utama disiapkan adalah pasarnya. Kita harus jeli melihat komoditas mana yang kompetitornya masih sedikit, namun demand-nya tinggi. Seperti markisa, kebutuhan pasar sangat tinggi namun pemasok masih kurang. Ini bisa jadi peluang,” ujarnya.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, korporasi, dan masyarakat petani dapat menciptakan dampak positif yang besar dalam sektor pertanian.(***)

Pacu Ekspor Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Dibekali Pengetahuan Perdagangan Internasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali mahasiswa pengetahuan mengenai Perdagangan Internasional, di Ruang Seminar Jurusan Pertanian, Kamis (11/1/2024) dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 7 Agribisnis dan Hortikultura.

Kegiatan Kuliah Narasumber merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Polbangtan YOMA dengan menghadirkan praktisi-praktisi handal untuk menjadi Dosen tamu.

Kuliah tersebut menghadirkan praktisi dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Yogyakarta ini mengangkat topik tentang Standardisasi Produk Pertanian Ekspor Impor.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, setiap individu pertanian harus bisa membekali diri dengan perkembangan zaman. Terlebih, pertanian telah menjadi isu global.

Hal tersebut dipertegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

"Isu perdagangan internasional sejak dahulu telah menjadi aspek kunci dalam perekonomian global. Perdagangan Internasional memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi," sebut Dedi.

Dedi menegaskan, produk pertanian menjadi salah satu komoditas yang didorong untuk bisa go internasional. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tentunya ada prosedur dan syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi.

"Itulah mengapa SDM memegang peranan paling penting dalam kemajuan pertanian. Dan itulah juga alasan mengapa SDM pertanian harus terus membekali diri dengan pengetahuan baru agar kita terus bersaing," ujarnya.

Pada keterangan terpisah, Bambang Sudarmanto selaku Direktur Polbangtan YOMA menegaskan perlunya upaya meningkatkan kompetensi baik secara teori maupun praktik.

Baca juga: Mentan Ajak Insan Pertanian Sulawesi Tenggara Lanjutkan Swasembada

“Sebelum terjun ke lapangan penguatan teori seperti dasar-dasar regulasi pertanian juga sangat penting, agar mahasiswa juga punya pedoman standar yang berlaku seperti regulasi ekspor produk pertanian yang menjadi salah satu ilmu penting bagi mahasiswa,” ujar Bambang.

Palupi Murnaningsih, Koordinator Jabatan Fungsional Karantina Tumbuhan, mengatakan untuk bisa melakukan ekspor produk pertanian salah satu langkah yang harus dilalui yaitu lolos dokumen persyaratan fitosanitari negara tujuan ekspor.

“Penerbitan Sertifikat Fitosanitari sendiri memiliki tujuan untuk memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor maupun impor," katanya.

"Produk yang dikirim maupun diterima sebelumnya harus diuji dan dipastikan bebas OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina), bebas tanah, bebas dari tanaman lain yang tidak dikehendaki, bebas dari bagian hewan dan bahan-bahan asing, dalam keadaan utuh, tidak rusak, tidak busuk, melalui perlakuan karantina, dan wajib dikemas serta disimpan terpisah dari kiriman lain,” rinci Palupi.

Namun syarat yang ditetapkan oleh masing-masing negara juga harus mengikuti standar yang ditetapkan internasional.

Palupi memberikan contoh kasus mengenai penolakan ekspor komoditas kopi ke Jepang karena residu karbaril (bahan aktif pestisida) yang menurut standar Jepang melampaui ambang batas

“Setiap negara memiliki regulasi tersendiri dalam menentukan produk layak diterima atau tidak. Seperti Jepang, Standar di Jepang kandungan residu karbaril maksimal 0,01 ppm, namun berdasarkan standar Codex, kontaminasi residu karbaril yang ditoleransi yaitu 0,02-0,03 ppm,” jelas Palupi.

Saat itu hasil sampling kopi yang akan dikirim melebihi dari 0,01 sehingga ditolak, padahal produk yang akan dikirim sebanyak 20-30 kontainer. Untuk mengatasi hal ini dilakukan dialog intensif antara Indonesia dan Jepang sejak Tahun 2010.

“Indonesia mendesak Jepang untuk menggunakan standar Codex dalam menetapkan BMR Karbaril dari 0,01 ppm menjadi 0,1 ppm yang disampaikan dalam Round Table on Regional Commodity Exchange Market Integration in Asia di Tokyo 12-13 September 2012,” terangnya.

Belajar dari kasus tersebut, Palupi menerangkan pentingnya peran laboratorium uji dalam pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan pentingnya pelaku usaha untuk mengetahui alur tatacara pengajuan sertifikasi fitosanitari serta mengidentifikasi penyebab umum penolakan ekspor produk pangan.

“Untuk meminimalkan penolakan, sebelumnya kita harus preventif dengan menguasai aturan negara tujuan. Selain itu didukung juga dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan peralatan yang terkalibrasi dengan baik,”kata Palupi.(***)

Jelang Penghujung Tahun, Kementan Apresiasi SDM Pertanian Berprestasi

TANIINDONESIA.COM//LIDO - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui program-program utama Kementan.

Kementan juga telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian yaitu mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern. Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran Kementan di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran aktif SDM pertanian, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan penghargaan kepada insan pertanian yang berprestasi pada acara Apresiasi SDM Pertanian tahun 2023 di Lido, Kamis (28/12/2023).

Sebanyak 30 Sertifikat Emas atau Golden Certificate diberikan Mentan sebagai apresiasi atas prestasi yang telah ditoreh oleh 9 Petani Milenial/Petani Andalan Inspiratif, 3 Penyuluh Pertanian, 6 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), 3 Kelompok Tani, 3 Kelompok Wanita Tani (KWT), 3 Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) serta 3 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Setelah melalui proses seleksi, 30 penerima penghargaan ini telah mengembangkan inovasi dalam sektor pertanian seperti pengendalian hayati berbasis limbah, pertanian ramah lingkungan, smart farming, intercropping budidaya cabe, pengembangan kluster, penangkaran bibit, pemberdayaan petani, pengembangan agroeduwisata, pengolahan produk pangan hingga ekspor produk pertanian.

Menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian, keberadaan sumberdaya manusia (SDM) sudah seharusnya memiliki kualitas yang mumpuni. Bahkan setiap kesempatan, Mentan membeberkan beberapa kunci yang bisa kesuksesan SDM Pertanian.

Baca juga: SDM Pertanian, Kunci Peningkatan Produksi dan Produktivitas

"Mulai dari bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil. Empat kunci inilah yang perlu di pegang teguh agar SDM kita menjadi yang mumpuni", ujar Amran.

Amran menyampaikan bahwa sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok dan akan datang adalah pertanian.

"Saya sangat bangga dengan para penerima penghargaan. Tentu saja ini akan menstimulasi bagi banyak orang agar turun tangan di sektor pertanian," ucap Mentan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan pembukaan evaluasi kinerja BPPSDMP tahun 2023 dengan tema Kesiapan SDM Pertanian Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung serta Apresiasi SDM Pertanian tahun 2023 mengatakan Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian millenial sampai dengan tahun 2024.

"Tantangan yang semakin Kompleks seperti El Nino yang berdampak terhadap penurunan produksi konflik geopolitik yang menyebabkan terganggunya distribusi pangan dan adanya restriksi ekspor dari negara-negara produsen pangan," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan solusi dari permasalahan tersebut adalah peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

"Ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian. Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian. Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen", beber Dedi.

Dedi mengajak seluruh SDM pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. 30 SDM berprestasi ini adalah sebagian dari banyaknya SDM berprestasi yang dimiliki oleh Indonesia.

"Mereka semua, siap untuk mendongkrak produksi pertanian, terutama produksi padi dan jagung. Dan hari ini, kita menyampaikan apresiasi kepada mereka karena berkontribusi untuk kemajuan pertanian dan ketahanan pangan," tegas Dedi.(***)

SDM Pertanian, Kunci Peningkatan Produksi dan Produktivitas

TANIINDONESIA.COM//LIDO - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim ekstrim yang belum usai.

Tak hanya soal peningkatan produktivitas pertanian semata, menjaga stabilitas harga pangan di pasaran menjadi tantangan bagi insan pertanian saat ini. Untuk itu, Kementan telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki baik sumberdaya alam (SDA) maupun sumberdaya manusia (SDM) serta memanfaatkan teknologi mutakhir, mekanisasi dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Fokus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam satu tahun masa jabatannya adalah memperkuat produksi berbagai komoditas strategis seperti pada dan jagung sesuai arahan Presiden, untuk menekan impor agar dapat swasembada.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujarnya.

Andi Amran Sulaiman juga mengungkapkan optimisme bahwa dalam dua sampai tiga tahun ke depan, Indonesia akan kembali mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi padi dan jagung.

"Kita optimis bahwa target peningkatan produksi pertanian dapat tercapai seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2017 dan 2021 yang lalu", tegas Amran.

Amran mengatakan swasembada yang pernah diraih harus kembali dicapai dengan melanjutkan program-program yang baik. Salah satunya, Kementan menargetkan produksi beras pada tahun 2024 mencapai 35 juta ton, meningkat dibanding tahun 2023 saat ini berjumlah 31 juta ton.

Baca juga: Kunker Mentan Andi Amran di Sulsel, Serukan Swasembada Pangan

Di sisi SDM, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani diberbagai wilayah di Indonesia dan penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung.

Kementan juga sudah mempermudah Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi padi dan jagung. Yang terbaru, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi digantikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

"Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama", himbau Amran.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan evaluasi kinerja BPPSDMP tahun 2023 dengan tema Kesiapan SDM Pertanian Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung yang dilaksanakan di Lido (27/12/2023) mengatakan Kementan berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktifitas, kontinuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian millenial sampai dengan tahun 2024.

"Tantangan yang semakin Kompleks seperti El Nino yang berdampak terhadap penurunan produksi konflik geopolitik yang menyebabkan terganggunya distribusi pangan dan adanya restriksi ekspor dari negara-negara produsen pangan," ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan solusi dari permasalahan tersebut adalah peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

"Ada tiga faktor pengungkit produktivitas pertanian. Pertama, Inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, serta SDM Pertanian. Poin ketiga, SDM Pertanian menyokong 50 persen peningkatan produktifitas pertanian, sisanya masing-masing berimbang menyumbangkan 25 persen", beber Dedi.

Dedi mengajak seluruh SDM pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan jagung. Bukan tanpa alasan, padi dan jagung merupakan bahan pangan pokok masyarakat di Indonesia. Sudah sepatutnya SDM pertanian harus bergerak bersama untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian.

"Di akhir tahun 2023, kita kembalikan mindset, tujuan utama kita yakni peningkatan SDM pertanian untuk menggenjot produktivitas dan produksi pertanian. kita evaluasi sejauh mana sasaran optimalisasi yang sumber daya manusia yang kita miliki, sebaik apa pemanfaatan teknologi yang dilakukan, dan seberapa manfaat yang dirasakan oleh petani Indonesia", tutup Dedi.(***)

Manfaatkan Artificial Intelligence, Kementan Perkuat Diseminasi Informasi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Diseminasi informasi atau publikasi memiliki peran penting untuk memasyarakatkan perkembangan pertanian di tanah air. Menyadari hal itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Publikasi.

BPPSDMP melalui Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), menggelar pelatihan Pembuatan Konten Publikasi dengan tema 'What is good content and How do we create it', yang diikuti 30 peserta secara luring dan 60 orang secara daring yang berasal dari UPT lingkup BPPSDMP.

Kegiatan tersebut, digelar di Ruang Catur Gatra, Gedung D lantai 6 Kantor Pusat Kementan, Kamis (21/12/2023). Tampil sebagai narasumber Erry Farid, atau dikenal sebagai Anto Lupus, seorang konsultan komunikasi dan pengajar.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengakui pentingnya kehumasan bagi pertanian. Menurut Dedi, diseminasi informasi merupakan bagian dari tugas dan fungsi BPPSDMP.

"Pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan penanggung jawab serta pengelola kehumasan terkait media komunikasi serta kreatif dalam mengemas konten terkait program serta kinerja BPPSDMP. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemilihan media yang tepat dalam melakukan diseminasi informasi," kata Dedi.

Baca juga: Penyuluh Menjadi Ujung Tombak Pertanian, Mentan Amran Naikkan Biaya Operasional Penyuluh

Ia berharap setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta dapat meningkatkan kualitas kinerja kehumasan terus meningkat.

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang membuka kegiatan mengatakan agar komunikasi dapat berjalan efektif, kita harus pintar memilih gaya bahasa,kata, format media yang sesuai dengan audience atau target sasaran.

"Bahasa yang digunakan harus lugas, tidak terlalu teknis sifat nya dan dapat dimengerti oleh masyarakat luas",tegas Munifah.

Beliau pun menambahkan, output yang diharapkan dari pelatihan ini, meningkatnya kemampuan dari peserta dalam mengolah konten publikasi dalam beragam bentuk.

Sementara narasumber, Erry Farid, membagikan kiat kiat dalam proses membuat konten.

"Awal adalah pencarian ide, eksplorasi ide yang ada, catat semua dulu, ide yang menurut kita jelek belum tentu untuk orang lain. Bebaskan imajinasi dalam menggali ide, jangan dibatasi, kalau terasa aneh catat dulu, aneh menurut kita mungkin ide yang bagus untuk di eksekusi, jangan takut jangan dibatasi," katanya.

Menurutnya, setelah ide terkumpul kemudian diseleksi mana yang kemungkinan dapat dieksekusi.

"Sifat media sekarang adalah multi platform, namun tidak berarti All for one. Kesalahan yang sering terjadi adalah, satu konten dipublish disemua platform," urainya.

Erry mencontohkan, sebuah konten mungkin cocok untuk di upload di youtube, Instagram dan Facebook, namun untuk dipublish di Videotron dipinggir jalan tanpa support audio maka konten tersebut butuh disesuaikan.

Penggunaan teknologi juga disarankan oleh Erry, terlebih untuk memudahkan dalam proses pengumpulan data dan riset sebelum membuat konten.

“Sekarang sudah jaman nya Artificial Intelegent (AI) penggunaan seperti ChatGPt atau Bard dapat sangat membantu dalam proses pengumpulan data” jelasnya.

Sebelum menutup sesi paparan nya, Erry pun menekan kan penting nya perencanaan konten lebih dari proses pembuatan.

“Perencanaan konten sangat penting, sama penting dengan proses pembuatan, karena kita mampu mengidentifikasi kendala yang mungkin terjadi sekaligus mengantisipasi nya. Jangan pernah menentukan media placement dan evaluasi. Ini sangat penting, untuk mengukur efektifitas publikasi yang telah kita lakukan”,ujarnya.(***)

Hadir di Jawa Tengah, Presiden Ajak Petani,Penyuluh dan Babinsa Tingkatkan Produktivitas

TANIINDONESIA.COM//PEKALONGAN - Setelah melakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Tengah, kini Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan serupa di Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Menko PMK, Menteri Pertanian,Panglima TNI, Anggota DPR RI, DPRD dan DPD, Plt Gubernur Jateng serta Bupati Pekalongan beserta jajarannya merupakan bentuk dukungan atas pentingnya peran penyuluh dan petani dalam peningkatan produktivitas pertanian khususnya produksi padi dan jagung di Provinsi Jawa Tengah untuk kebutuhan Nasional.

Presiden Jokowi mengatakan saat ini Indonesia sedang mengalami krisis pangan, adanya pandemi, perang ukraina antara rusia dan ukraina dan perang di gaza antara israel dan palestina, elnino dan perubahan iklim. Hal ini menyebabkan kelangkaan bahan dasar puluk, peningkatan harga minyak dunia hingga gagal panen.

"Urusan pupuk akan menjadi fokus Kementan. Mentan akan mengkontrol supply pupuk akhir desember 2023 hingga awal Januari 2024. Subsidi pupuk akan kami tambah", ungkap Presiden di hadapan puluhan ribuan petani,penyuluh dan Babinsa di alun-alun Kajen Pekalongan, Rabu (13/12/2023).

Kita ingin meningkatkan produksi pangan Indonesia. "Saya meminta para PPL, Babinsa dampingi para petani dalam menjalankan budidayanya sehingga produksi padi kita meningkat", pesan Jokowi.

Mentan Amran menyebut bahwa Petani dan Penyuluh adalah pahlawan pangan Indonesia. Ia mengaku dulunya pernah menjadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kembali menjadi Menteri Pertanian untuk bekerja bersama PPL membantu aktivitas produksi petani di ada lapangan.

“Saya ini dulu PPL, PPL adalah pelayan petani Indonesia, saya kembali (menjadi Menteri Pertanian) untuk anda, kalian semua pahlawan pangan Indonesia, kami terbiasa kerja hingga ke pelosok sampai keujung, kami ingin petani merasakan kehadiran pemerintah," ujar Mentan.

Baca juga: Didampingi Mentan Amran, Presiden Jokowi Sapa Puluhan Ribu Petani, Penyuluh & Babinsa Se – Jawa Tengah

Masalah utama dalam penurunan produksi adalah pupuk, keterbatasan alsintan serta kesulitan benih. 2019-2022 swasembada kita raih 2 kali dan menurun karena hadirnya elnino, tapi saat ini kita bersinergi untuk kembali meraih swasembada dalam waktu dekat.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan, sehingga upaya peningkatan produksi tidak bisa dilakukan melalui langkah - langkah biasa.

Dirinya mengaku, saat ini tengah berupaya meningkatkan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) yang total anggarannya mencapai Rp 260 miliar. Biaya ini diharapkan dapat mendukung kerja penyuluh dilapangan secara lebih maksimal.

"Pertanian itu tidak perlu di perdebatkan tapi harus dikerjakan. Kita hadirkan solusi untuk kemajuan pertanian Indonesia", tutup Amran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan sekitar 25.000 insan pertanian yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani baik petani millenial termasuk petani hutan, pemilik kios pupuk pertanian. serta Babinsa hadir disini untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani di Provinsi Jateng.

"Ini merupakan dukungan nyata atas peran penting penyuluh dan petani sebagai tonggak pembangunan pertanian. Tak kalah pentingnya adalah peran serta Babinsa. Setelah ini Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan Bimtek petani dan penyuluh pertanian serta Babinsa. Bimtek ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dan petani serta Babinsa dalam peningkatan produksi padi dan jagung khususnya di wilayah Jateng sebagai salah satu penyangga kebutuhan pangan nasional", tegas Dedi.(***)