17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Kementan Ajak Mahasiswa Polbangtan Kementan Bertransformasi untuk Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//MALANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan motivasi yang penuh semangat kepada 642 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam Kuliah Umum di gedung Aula Sasana Giri Sabha, Polbangtan Malang, Jumat(24/11/2023).

Acara ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menekankan perlunya transformasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.

"Kita memerlukan upaya yang revolusioner, cepat, dan memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi. Kalian, Mahasiswa Polbangtan, memiliki peran kunci dalam menjaga kedaulatan pangan kita," sebut Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional utama saat ini adalah ketahanan pangan.

Baca juga: Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

"Kalian, sebagai srikandi dan pahlawan masa depan, akan memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian dan menjamin ketahanan pangan bangsa ini," tambahnya.

Untuk mendukung peran penting tersebut, Polbangtan Malang sebagai Perguruan Tinggi Vokasi dibawah naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian. Dedi menekankan melalui perkuliahan di Polbangtan Malang, mahasiswa diharapkan mempunyai"mental baja" dan siap bahu membahu membangun negeri.

Lebih lanjut Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Polbangtan Malang berfokus untuk membentuk Petani Muda yang siap membangun negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program Alumni Mengabdi. Para alumni Polbangtan Malang yang fresh graduate saat ini Tengah mengabdi untuk Nusa Tenggara Timur di 3 Kabupaten, Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.

“Para alumni ini mengabdi untuk 3 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Alumni Mengabdi dukung Nusa Tenggara Timur menjadi lumbung Pangan Nasional,” ujar Udrayana.

Lebih lanjut Udrayana menjelaskan pembentukan program Alumni Mengabdi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di provinsi Indonesia

Dengan semangat yang berkobar, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sektor pertanian menuju keberlanjutan. kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa, di mana mereka diberikan arahan yang menginspirasi untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan pertanian yang berkelanjutan dan melindungi ketahanan pangan nasional.

Jambore Penyuluhan Pertanian Ciamis, Kementan Ajak Penyuluh Genjot Produksi Beras Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAMIS - Untuk meningkatkan semangat dan motivasi kerja serta menjaga silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan penyuluh pertanian dan mendukung produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Ciamis, dilaksanakan kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2023. Arahan Presiden RI, Kementerian Pertanian harus bergerak di 4 hal yaitu produksi pertanian, ketahanan pangan, antisipasi krisis pangan dan peningkatan nilai tukar petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan program akselerasi solusi pasti untuk menekan kebijakan impor beras akibat dampak el-nino, salah satunya percepatan tanam di lahan rawa. “Saya optimis Indonesia akan bangkit untuk mewujudkan swasembada beras dan komoditas lainnya dengan melakukan berbagai program akselerasi,” tutur Amran.

Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Jambore Penyuluh Pertanian. Hadir pada kegiatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (18/11/2023) bertempat di Bukit Samida, Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Jambore Penyuluhan Pertanian ini dihadiri anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, dan 184 orang penyuluh pertanian dan petugas POPT se-Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo menyampaikan, “Setiap tahun jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Ciamis semakin berkurang karena pensiun, namun kami tetap semangat dengan adanya tenaga-tenaga baru penyuluh pertanian dan karena kolaborasi dan dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementan melalui BPPSDMP dan BBPP Lembang yang terus berkoordinasi dan berkomunikasi untuk kemajuan sektor pertanian dan penyuluhan pertanian di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

   Baca juga: Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam arahannya, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan dan mengajak para penyuluh pertanian mengantisipasi dampak el-nino panjang yang terjadi. “Saat ini el-nino sudah memasuki tingkat lemah karena sudah mulai musim hujan. Namun dampak el-nino sejak bulan Juni lalu membuat jadwal tanam mundur sehingga jadwal panen juga mundur selama 1 bulan,” jelas Dedi. “Saat ini cadangan beras pemerintah tinggal 2-4 minggu saja sementara konsumsi beras nasional 2,6 juta ton/bulan sehingga pemerintah sudah menjadwalkan impor beras hingga Februari 2024 sebesar 3,5 juta ton beras. Beberapa negara membatasi ekspor berasnya, sehingga mau tidak mau kita harus genjot produksi beras nasional,” katanya.

“Karena itu saya minta petani, penyuluh pertanian dan semuanya untuk bangkit, amankan musim rendeng 2023/2024 untuk menjaga produksi dan produktivitas beras. Bulan Maret hingga Mei 2024 wajib panen raya dalam jumlah besar sehingga bisa mencukupi konsumsi beras nasional,” ajak Dedi.

Kepala Badan menceritakan pengalamannya berkunjung ke puluhan negara. “Ternyata negara-negara maju saat ini bergerak dari sektor pertanian dulu, sebut saja Jepang, Amerika, dan lainnya. Yang membuat hebat adalah petaninya dengan didukung pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian. Mereka selalu bersemangat, kinerja bagus, bertani mulai dari pagi hingga sore dan didukung sarana prasarana pendukung, infrastruktur jalan, pengairan, dan lainnya.”

Pembahasan menarik tentang Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) yang kerap ditanyakan oleh para penyuluh pertanian. “Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) akan naik otomatis sesuai kinerja penyuluh pertanian, mulai Januari 2024 nanti. Jika produktivitas naik, BOP akan ikut naik, begitu sebaliknya,” kata Dedi disambut riuh semangat para penyuluh pertanian yang hadir.

Kepala BPPSDMP mengakhiri sambutan dengan memberikan kesimpulan bahwa kemajuan suatu bangsa terutama di sektor pertanian dipengaruhi kinerja petani dan penyuluh pertanian yang berperan menjaga produksi dan produktivitas beras nasional. Dedi juga mengajak untuk kembali menerapkan panca usaha tani ditambah dengan penerapan smart farming (internet of things). “Bangkitlah para penyuluh pertanian, kita sudah pernah swasembada beras tahun 1984 dan di sana peran penyuluh sangat penting. Mari kita adaptasi kembali kegiatan bimas (bimbingan masyarakat) dan lakususi, dan yakinlah kita semua mampu membuat petani sejahtera dan Indonesia maju,” tutur Dedi.

Jambore Penyuluhan Pertanian Kabupaten Ciamis juga dimeriahkan aneka lomba diantaranya lomba inovasi teknologi, lomba pembuatan media penyuluhan, dan lomba asah terampil. Kepala BPPSDMP serta Kepala BBPP Lembang dan tamu undangan yang hadir ikut memberikan hadiah kepada para pemenang lomba. (Yoko/Che)

Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para pimpinan Jabatan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Ketahanan Pangan nasional merupakan salah satu tahapan penting di dalam upaya mencapai kedaulatan pangan.

Wakil Mentan Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, saat ini tugas Kementan bukan hanya menjaga Food Resilience (ketahanan pangan) tetapi juga meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian melalui program-program Kementan.

“Saat ini Kementan sedang mengakselerasi program-program dalam mewujudkan Ketahanan Pangan. Ketahanan Pangan harus diperbaiki. Kita juga harus mengawasi HET di masyarakat”, jelas Harvick pada kesempatan menutup PKN Tingkat II di BBPMKP, Rabu (15/11).

Baca juga: Mentan Ajak Petani dan Penyuluh Lanjutkan Swasembada Pangan

Melalui PKN Tingkat II, peserta yang merupakan pemimpin dari lintas Kementerian/lembaga dibekali kompetensi manajerial untuk menjamin akuntabilitas jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional, melalui tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi.

Terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

Harvick pun mengungkapkan harapannya pada lulusan peserta PKN Tingkat II.

“Diharapkan lulusan pelatihan ini dapat bermanfaat di masyarakat, mengedukasi masyarakat, memperkenalkan di masyarakat mengenai bagaimana sektor pertanian terus mengembangkan diri “ ujar Harvick.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan peserta mengacu kepada Tema PKN TK II Angkatan XXV yaitu “Mewujudkan Sinergitas Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.

Tema PKN memiliki 4 (empat) Sub tema yaitu teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kolaborasi petani milenial/muda melalui Smart Farming untuk keberlanjutan pertanian, kolaborasi pembiayaan untuk meningkatkan produksi pertanian, kolaborasi pembangunan Infrastruktur pertanian untuk peningkatan produksi dan kelancaran distribusi produk pertanian.

PKN Tingkat II angkatan XXV diikuti oleh 50 peserta baik dari Kementan maupun non Kementan. Dilaksanakan dari tanggal 10 Juli hingga 15 November 2023.

Kementan Kenalkan Olahan Pangan dari Bekatul kepada Petani dan Penyuluh Pertanian Afrika

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri melalui Kerja Sama Pembangunan Internasional (KSPI), didanai oleh Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dan penyuluh pertanian di negara-negara Afrika pada kegiatan International Training Course on Rice Agribusiness for African Countries, yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 5-18 November 2023.

Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sehingga kesejahteraan petani tercapai. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pertanian akan menguntungkan bila bergerak dari hulu hingga hilir, yang artinya harus menerapkan agribisnis.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, “Pengolahan hasil pertanian merupakan kegiatan mengubah bahan pangan menjadi aneka ragam bentuk dan macam. Di samping untuk memperpanjang daya simpan, dengan pengolahan diharapkan meningkatkan nilai tambah produk.”

Baca juga: Mentan Amran Ajak Akademisi Perkuat Akselerasi Lahan Rawa Untuk Padi dan Jagung

Kamis (9/11/2023), 12 peserta dari negara Afrika terdiri dari 9 orang pria dan 3 orang wanita yang terbagi 3 kelompok didampingi widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, Saptoningsih, dan petugas laboratorium, melaksanakan kegiatan praktik pengolahan bekatul menjadi brownis dan eggroll.

Satu-persatu bahan membuat brownis bekatul yaitu tepung bekatul, tepung terigu, cokelat blok, mentega, telur, gula, gula palm, skm cokelat, susu bubuk, baking powder, cake emulsifier, cokelat bubuk, vanila esent dicampurkan. Lalu adonan dimixer, diletakkan di loyang, ditaburi kacang almond dan parutan keju, dan dipanggang selama 45 menit suhu 160 derajat. Setelah matang, kue dipacking dan diberi label.

Sembari menunggu brownis bekatul matang, peserta membuat adonan eggroll bekatul yang terdiri dari tepung bekatul, tepung terigu, tepung sagu, telur, mentega, gula, baking powder, cake emulsifier, dan milk powder. Adonan pun dicetak menggunakan cetakan eggroll.

Awalnya peserta terlihat kesulitan mencetak adonan menjadi eggroll, namun dengan kesabaran dan bimbingan dari widyaiswara dan petugas, satu persatu eggroll selesai dicetak dan dikemas serta diberi label.

Salah satu peserta dari Ministry of Fisheries and Livestock Republic of Zambia, Mr. Cuthbert Mutakwa, Aquaculture Technical Officer, mengatakan, “Hari ini kami belajar banyak tentang olahan pangan, yaitu brownies dan eggroll. Olahan pangan ini belum pernah ada di Zambia, namun bahan-bahannya semuanya ada di Zambia,” katanya. Lebih lanjut Cuthbert mengatakan sepulang dari Indonesia akan menularkan ilmunya bagaimana membuat eggroll dan brownies berbahan dasar tepung bekatul karena ternyata bekatul bagus untuk kesehatan, kaya serat dan rendah kadar gula seperti yang dijelaskan oleh widyaiswara BBPP Lembang.

“This eggroll and brownies are very delicious and we will enjoy making and eating them in Zambia (eggroll dan brownies ini sangat lezat dan membuat kami semangat membuatnya nanti di Zambia),” ucap Cuthbert. (Yoko/Chetty)

Kementan Latih Petani dan Penyuluh Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan agribisnis padi bagi petani, penyuluh pertanian dari negara-negara Afrika di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan digelar selama 14 hari, dari 5-18 November 2023.

Peserta yang dilatih pada kegiatan ini sebanyak 12 orang, yang terdiri dari enam petani dan enam penyuluh pertanian yang berasal dari negara-negara Afrika, di antaranya Guinea, Zambia, Gambia, Senegal, Tanzania, dan Somalia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Sebab, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

"Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya," tutur Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

Baca juga: Hadiri dan Buka Jambore Penyuluh Nasional, Mentan Amran Dorong Penyuluh Akselerasi Swasembada Pangan

"Karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini," terang Dedi.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah mengatakan, pelatihan agribisnis padi bagi petani dan penyuluh pertanian Afrika merupakan komitmen pemerintah untuk membina kerja sama internasional di bidang pertanian. Di samping itu, untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh dunia.

"Pelatihan ini melambangkan komitmen terhadap pertukaran pengetahuan, memberdayakan negara-negara dengan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mencapai praktik pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan ekonomi.

Dia berharap pelatihan ini memberikan berkontribusi dalam membangun ketahanan dalam menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, serta mendorong masa depan budidaya padi yang berkelanjutan baik di Indonesia maupun di Afrika.

"Mari kita tegaskan kembali niat baik Indonesia terhadap Afrika dan masyarakat global. Melalui upaya kolaboratif dan berbagi pengetahuan, kami bercita-cita untuk berkontribusi terhadap masa depan yang berketahanan dan ketahanan pangan bagi semua," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementan, Ade Candra menyampaikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga mitra diantaranya kementerian luar negeri dan AID Indonesia atas dukungan dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

Dia mengatakan, ancaman krisis pangan merupakan isu global yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kerja sama bilateral khusus di bidang pertanian melalui pelatihan menjadi salah satu solusi.

"Harapannya melalui pelatihan ini membawa dampak positif dalam upaya antisipasi krisis pangan global sekaligus mempererat kerja sama Antar Indonesia dan negara negara di Afrika," ujar dia.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Luar Negeri, Maria Renata Hutagalung, perwakilan dari AID Indonesia/ Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Keuangan Iwan Hidayat, dan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.

Siap Jadi Garda Terdepan Informasi Publik, BPPSDMP Kementan Gelar Pelatihan Public Speaking

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Untuk memasifkan informasi dan perkembangan pertanian tanah air ke masyarakat, BPPSDMP Kementerian Pertanian menggelar pelatihan MC bertema Makin Jago Skill Ngemsi, Dijamin Makin Percaya diri, Senin (30/10/2023), di Ruang Caturgatra , Gedung D Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Pelatihan diikuti 45 peserta secara luring dan 80 orang secara daring yang berasal dari UPT lingkup BPPSDMP. Hadir sebagai narasumber Dwi Anggia, Senior Anchor dan Executive Producer TV One, serta Muhammad Fanshoby, praktisi kehumasan, pengajar di UIN Jakarta.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang hadir secara offline, menyampaikan jika salah satu tugas BPPSDMP adalah mendesiminasikan hasil hasil program pembangunan pertanian kepada masyarakat.

"Perkembangan teknologi yang begitu pesat wajib dimanfaatkan dalam menjalankan fungsi desiminasi informasi. Untuk mendesiminasikan dengan baik perlu di tunjang dengan kemampuan public speaking yang mumpuni," katanya

Dedi berharap melalui pelatihan ini akan muncul bibit bibit baru sebagai MC yang akan bertugas dalam mendesiminasi informasi pertanian melalui event event baik di pusat maupun di UPT.

"Tantangan kita adalah bagaimana menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, dan kemampuan public speaking dalam hal ini MC menjadi bagian penting dalam proses tersebut," urainya.

Diakhir arahannya, Dedi memotivasi para peserta untuk menjadi public speaker yang handal, khususnya MC.

"Materi hari ini mungkin terbatas durasi, namun untuk meningkatkan skill, rajin berlatih dan asah terus kemampuan melalui event event di instansi masing masing," katanya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, sekaligus Direktur Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), Idha Widi Arsanti, yang membuka pelatihan secara langsung, menyampaikan jika Kepala Badan menaruh perhatian besar pada kehumasan.

"Salah satu bentuk perhatian itu adalah melalui pelatihan MC ini. MC mempunyai fungsi penting dalam mengontrol jalan nya acara, materi yang akan dipelajari dalam pelatihan ini," katanya.

Santi mengatakan, BPPSDMP mempunyai tiga pilar, pilar pertama, penyuluhan dimana skill public speaking sangat dibutuhkan penyuluh dalam pendampingan petani.

"Pilar kedua, adalah pelatihan dimana pelatihan dalam upaya peningkatan skill dan kemampuan untuk aparatur dan non aparatur menjadi tugas utamanya. Dan Pilar ketiga adalah pendidikan yang tugas utamanya menciptakan petani petani muda sebagai generasi penerus melalui pendidikan vokasi di Polbangtan dan PEPI," ujarnya.

Santi menambahkan, yang hadir dalam pelatihan, baik online maupun offline, merupakan representasi SDM pertanian dari wilayah barat sampai timur.

Baca juga: Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024

"Tuntutan untuk menjadi representasi yang baik dari pembangunan pertanian mutlak diperlukan untuk dapat memberitakan hal hal positif. Harapan dari pelatihan ini, para peserta pelatihan dapat menjadi representasi dari institusi yang mencerminkan sektor pertanian yang positif," katanya.

Ia menambahkan, fokus, percaya diri, dan mempunyai pembawaan yang menarik dan menyenangkan merupakan modal untuk menjadi pembawa acara yang baik.

"Dan saya yakin semua itu dapat dipelajari. Yang tidak kalah penting, adalah public speaking, bagaimana menghadapi audience, belajar intonasi suara, kapan melempar jokes, dan ice breaking, semua akan dipelajari hari ini.

Narasumber Dwi Anggia,dalam kesempatan itu menekankan pentingnya, seorang MC untuk menguasai kemampuan public speaking, karena MC merupakan bagian dari Public Speaking.

"Public speaking diperlukan, dalam proses menyampaikan pesan, ide, mempengaruhi (dalam hal positif) dan menghibur. Faktanya tidak ada orang yang terlahir sebagai pembicara," katanya.

Anggia mengatakan, sebagai public speaker (MC) Ketakutan saat berbicara depan umum adalah hal wajar, dan harus dihadapi.

"Dihadapi dengan membangun rasa percaya diri, untuk mendapat kepercayaan diri, pembicara harus nyaman dengan dirinya sendiri, otomatis percaya diri akan hadir, mempersiapkan vokal, artikulasi dan power suara. Dan tak kalah penting adalah menguasai pesan yang akan disampaikan," terangnya.

Menurutnya, pesan harus singkat, jelas dan lugas dan tahu untuk siapa pesan akan disampaikan.

"Humas itu harus punya smiling face dan smiling voice. MC perlu percaya diri, komunikatif, penampilan menarik,
dapat mengolah suara, bahasa tubuh yang luwes, rapih dan teratur, tahu durasi dan rundown acara," katanya.

Narasumber lainnya, Muhammad Fanshoby, yang membawakan materi Strategi Komunikasi Krisis Bagi Talent dan Host Kementerian Pertanian, mengatakan situasi krisis pasti akan terjadi.

"Namun yang paling utama, bagaimana memitigasi dan merespon secara cepat agar krisis tidak meluas," katanya.

Ia menjelaskan, tahapan krisis ada 3, yaitu pra krisis, krisis dan pasca krisis.

"Tiap tahapan mempunyai penanganan yang berbeda beda, yang perlu diketahui adalah ditahap mana kita berada sehingga kita tahu bagaimana merespon dengan key message yang tepat menjadi kunci untuk mencounter krisis yang terjadi," tandasnya.

Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk tahun 2024. Perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu.

“Kita akan melakukan akselerasi dari potensi besar Indonesia, yaitu lahan rawa mineral. Dulu kan pernah kita lakukan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan,” ungkap Mentan Amran dalam Rapat Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024 (30/10).

Baca juga: Gaji dan Tunjangan Mentan Andi Amran akan Diberikan ke Yatim Piatu

Menurut Mentan Amran, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi pangan nasional. Rencananya Kementerian Pertanian akan menanam 1 juta hektare lahan rawa mineral dan 1 juta hektare lahan rawa tadah hujan. Setelah berhasil mengubah lahan rawa menjadi lahan pertanian, Kementerian Pertanian akan meningkatkan Indeks pertanaman padi dan jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan memastikan ketersediaan pupuk dan benih unggul serta mekanisasi pertanian demi mendorong keberhasilan peningkatan produksi.

“Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini, kerja aja. Pertanian Indonesia ini hebat. Tahun 2017 sudah swasembada, tahun 2019 swasembada, tahun 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” tambah Mentan Amran.

Swasembada beras dan jagung menjadi sangat penting bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan nasional. Mengingat saat ini Indonesia tengah memasuki masa tanam I bulan Oktober-Maret, Mentan Amran memiliki harapan besar untuk meningkatkan produksi padi dan jagung di tahun 2024 untuk menambah jumlah produksi komoditas pertanian Indonesia.

“Kita akan mencetak sejarah. Dulu kita pernah berhasil, 3-4 kali swasembada. Kali ini kita akan ulang dan jadikan permanen!” tutupnya.(***)

Tingkatkan Produktivitas Padi Musim Rendeng, Kementan Buka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada musim rendeng 2023/2024. Kegiatan ini pun untuk mengejar target produksi padi 35 juta ton setara beras di awal tahun atau masa panen perdana 2024.

Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, yang diwakili Plt Sekretariat Jenderal Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, salah satu yang menjadi fokus Kementan saat ini adalah persiapan musim tanam.

"Pelatihan ini sesuai arahan Bapak Plt Mentan yaitu bagaimana meningkatkan produksi padi, bahkan targetnya 35 juta ton," kata Prihasto pada Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PPSP) Vol. 9 dengan tema "Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng Tahun 2023/2024", Selasa (24/10).

Prihasto mengatakan, pupuk, irigasi, alat mesin pertanian (Alsintan), dan ketersediaan benih unggul merupakan komponen yang sangat penting untuk meningkatkan produksi padi pada musim rendeng.

"Saya melihat peran benih itu sangat signifikan untuk meningkatkan produktivitas. Peran benih itu lebih dari 50 persen dalam peningkatan produktivitas. Kalau benih yang digunakan adalah benih unggul yang lain-lain akan mendukung peningkatan produktivitas," kata dia.

Selain itu, dia juga meminta agar Alsintan, khususnya traktor roda dua yang telah diberikan Kementan agar lebih dimaksimalkan untuk mendongkrak produksi padi di musim rendeng ini.

Sebelumnya, Arief mengatakan, pihaknya sedang menyusun program untuk tiga bulan ke depan. Gerak cepat ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki perhatian besar terhadap sektor pertanian.

"Kita memiliki presiden yang luar biasa, setiap hari menanyakan kondisi lapangan. Sehingga dengan program Quick Win dan konsolidasi yang dilakukan, kita akan terus kawal pekerjaan teman-teman di lapangan," sebutnya.

Arief menyebutkan, persiapan musim tanam melibatkan kerja sama internal Kementan maupun dengan kementerian/lembaga lainnya.

"Misal, untuk Direktorat Jenderal Tanaman Pangan harus mempersiapkan area untuk tanam. Kemudian harus berkoordinasi dengan eselon I lainnya untuk penyediaan pupuk. Ini (pupuk.red) juga relate dengan BUMN," jelas Arief.

Ia meminta ketersediaan pupuk harus terjamin sehingga produksi yang dilakukan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan benih yang akan ditanam haruslah benih unggul dan berkualitas. Di samping itu perbaikan irigasi juga harus dilakukan agar petani mendapat pasokan air yang cukup.

"Pupuk ini harus tersedia di 26.000 outlet dan saya pastikan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia untuk menyiapkan itu semua. Begitu juga dengan benih dan air irigasi yang harus kita perbaiki," tegasnya.

Baca juga: Pastikan Panen Raya Pada Musim Tanam 1, Skill Petani dan Penyuluh di Perkuat

PSPP merupakan salah satu Quick
Win yang diinisiasi oleh BPPSDMP yang bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang metode dan strategi yang efektif meningkatkan produksi padi.

Kepala PPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, PSPP Vol. 9 ini ditujukan untuk mendongkrak produktivitas padi musim rendeng 2023-24 yang akan dipanen Februari, Maret dan April nanti.

"Pelatihan ini memiliki fokus seperti diarahkan plt Mentan yaitu peningkatan produksi dan produktivitas padi di musim rendeng tahun 2023-2024. Kalau begitu pelatihan PSPP ini adalah bekal, yang ditujukan untuk mendongkrak padi sawah kita," kata Dedi.

Untuk itu, Dedi meminta para penyuluh dan petani memastikan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian, seperti air, pupuk, benih bermutu, alat mesin pertanian, dan asuransi sebelum melakukan budidaya padi.

"Jadi, pastikan pupuk ada di lapangan, pastikan benih yang bermutu ada di lapangan, pastikan air dan irigasi berfungsi dengan baik, sehingga bisa menyediakan air yang diperlukan tanaman," tutur Dedi.

Di musim tanam rendeng ini akan ada kemunduran musim tanam satu hingga tiga dasarian. Walau begitu, Dedi berharap produktivitas tidak menurun melainkan meningkat.

"Gara-gara mundur tanam, gara gara mundur panen ada mundur produksi selama satu bulan. Berarti kitbamemelurkka 2,2 juta untuk menutupi kemunduran tanam itu. Tentu saya berharap tanam boleh mundur panen boleh mundur, tetapi produktivitas tidak boleh mundur apalagi menurun," imbuh dia.

Sebagai informasi, PSPP Volume 9 Tahun 2023 dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 24 – 26 Oktober 2023, baik secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian dan lokasi lainnya.

Hadir sebagai narasumber antara lain Badan Pangan Nasional; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian; Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian; Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; BBPSIP Sukamandi; PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO); Praktisi; dan Widyaiswara.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.000.000 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang akan mengikuti secara tatap muka BBPMKP Ciawi.

Pastikan Panen Raya Pada Musim Tanam 1, Skill Petani dan Penyuluh di Perkuat

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Sebagai langkah kunci dalam mewujudkan visi Musim Tanam (MT) 1 Panen Raya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) siap menghadirkan Quick Win melalui program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP).

Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi menyatakan, Kementan sekarang sedang memusatkan perhatiannya pada persiapan tanam Musim Tanam I, yang biasanya dimulai ketika tahun hampir berakhir, selaras dengan datangnya musim penghujan.

Adapun masa panen pertama umumnya akan dimulai pada Februari hingga mencapai puncaknya pada Maret-April.

"Pasokan beras yang dihasilkan pada musim rendeng ini juga menjadi yang terbesar dalam rangkaian panen tahunan serta menentukan keamanan pasokan dalam negeri hingga akhir tahun," sebutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam soft launching Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh vol. ke 9, Selasa (24/10) menambahkan, Kementan tengah mengusung Quick Win untuk mempersiapkan musim tanam 1 ini. Quick Win BPPSDMP sesuai tugas dan fungsinya pun mempersiapkan penyuluhan dan peningkatan SDM Pertanian melalui berbagai cara.

Baca juga: Hadiri Rakor di Kemendagri, Kementan Paparkan Strategi Hadapi Inflasi

"Pertama, pembinaan penyuluh pertanian. Kedua, pelatihan sejuta petani dan penyuluh serta Training of Trainer. Ketiga, membangun wirausaha muda pertanian, kerjasama pertanian dengan berbagai institusi luar Negeri hingga membangun low carbon agriculture, " jelasnya.

Namun, Prof Dedi menggarisbawahi, Quick Win bukan sekedar solusi cepat untuk meraih kemenangan, tetapi kegiatan berefek lebih luas dan lebih berkualitas, bukan sekedar kuantitas.

Salah satu upaya quick win yang dilakukan sekarang adalah mempersiapkan musim rendeng ini melalui model pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh vol. ke 9 tahun 2023 bertema "Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng 2023/2024" ini digelar secara hybrid, 24-26 Oktober 2023 secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia ataupun lokasi titik kumpul lainnya.

"Pelatihan ini harus mampu meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh untuk mendongkrak produktivitas pertanian di MT 1 yang akan dipanen Februari-April mendatang," ungkapnya.

Karenanya, Prof Dedi berharap pelatihan ini menjadi bekal dan persenjataan bagi petani dan penyuluh dalam mendongkrak produktivitas padi sawah. Dimulai dari mempersiapkan sarana dan prasarana, ketersediaan benih, ketersediaan pupuk, pengendalian OPT, hingga penanganan pascapanen.

"Penyuluh harus memberikan solusi bagi petani, Penyuluh harus tetap hadir di detak jantung petani," sebutnya.

Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh, Tingkatkan Produktivitas Padi Musim Rendeng

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Vol 9. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada musim rendeng 2023/2024.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, PSPP ini sejalan dengan arahan Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, untuk men-skill up (meningkatkan) kemampuan para petani dan penyuluh.

"Kementan saat ini seperti yang berkali-kali disampaikan oleh Bapak Mentan bahwa musim tanah pertama ini kudu sukses meningkatkan produktivitas dan produktif padi," kata Dedi pada konferensi pers persiapan PSPP Vol. 9 Tahun 2023, dengan tema "Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng Tahun 2023/2024" Kamis (19/10).

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu berharap melalui PSPP para petani para penyuluh lebih siap melaksanakan program Kementan dengan baik, sehingga produktivitas dan produksi padi di bulan Februari di bulan Maret meningkat.

Terlebih kata dia berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) akan ada kemunduran musim hujan antara satu hingga tiga dasarian. " Artinya bakal ada kemunduran jadwal tanam sepuluh hingga 30 hari di beberapa wilayah Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, ketersediaan pangan dalam jumlah cukup dan harga terjangkau di Indonesia, bahkan di dunia, merupakan isu yang penting.

"Berbagai pihak mengemukakan apabila usaha-usaha dalam rangka pencegahan adanya kekurangan pangan tidak dilakukan, maka suatu negara seperti Indonesia bahkan dunia akan mengalami krisis pangan," tuturnya.

Dedi menambahkan, beberapa indikasi penyebab kekurangan pangan sudah terlihat dari faktor makro dan mikro. Seperti laju pertumbuhan penduduk, iklim ekstrim, krisis politik, krisis ekonomi dan keamanan, serta akses pangan. Selain itu, pangan yang tersedia dan laju pertumbuhan lahan pangan semakin mengecil.

"Hal lain adalah harga pangan dari waktu ke waktu akan mengalami kecenderungan naik dan krisis pangan di Indonesia bukan karena stok terbatas akan tetapi lebih karena keterbatasan akses ke pangan," katanya.

Dia menjelaskan, strategi ketahanan pangan nasional hendaknya tidak hanya diarahkan untuk mencapai kecukupan akan pangan.

Baca juga: Kembalikan Kejayaan Pertanian, Plt. Mentan Minta Penyuluh Dampingi Petani Hadapi El Nino

"Tetapi juga lebih diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan (swasembada pangan) serta peningkatan daya saing produk-produk pangan nasional," jelasnya.

Dedi juga menambahkan, kinerja subsektor budidaya sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor.

"Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penerapan smart farming dan integrated farming ataupun ekstensifikasi, melalui program food estate dan urban farming serta program lain dari Kementerian Pertanian," katanya.

Dia mengatakan, upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi diarahkan pada pemenuhan sarana produksi yang lengkap untuk mendukung pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih berkualitas, pemupukan, pengelolaan OPT Terpadu sampai pada panen dan pasca panen, memerlukan kualitas dan kuantitas SDM pertanian yang memadai sebagai pelaku utama dan pelaku pendukung.

"Hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan" urainya.

Sebagai informasi, PSPP Volume 9 Tahun 2023 dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 24 – 26 Oktober 2023, baik secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian dan lokasi lainnya.

Hadir sebagai narasumber antara lain Badan Pangan Nasional; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian; Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian; Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; BBPSIP Sukamandi; PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO); Praktisi; dan Widyaiswara.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.000.000 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang akan mengikuti secara tatap muka BBPMKP Ciawi.