17 Februari 2026

Bulan: November 2023

Kementan Ajak Mahasiswa Polbangtan Kementan Bertransformasi untuk Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//MALANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan motivasi yang penuh semangat kepada 642 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam Kuliah Umum di gedung Aula Sasana Giri Sabha, Polbangtan Malang, Jumat(24/11/2023).

Acara ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menekankan perlunya transformasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.

"Kita memerlukan upaya yang revolusioner, cepat, dan memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi. Kalian, Mahasiswa Polbangtan, memiliki peran kunci dalam menjaga kedaulatan pangan kita," sebut Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional utama saat ini adalah ketahanan pangan.

Baca juga: Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

"Kalian, sebagai srikandi dan pahlawan masa depan, akan memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian dan menjamin ketahanan pangan bangsa ini," tambahnya.

Untuk mendukung peran penting tersebut, Polbangtan Malang sebagai Perguruan Tinggi Vokasi dibawah naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian. Dedi menekankan melalui perkuliahan di Polbangtan Malang, mahasiswa diharapkan mempunyai"mental baja" dan siap bahu membahu membangun negeri.

Lebih lanjut Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Polbangtan Malang berfokus untuk membentuk Petani Muda yang siap membangun negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program Alumni Mengabdi. Para alumni Polbangtan Malang yang fresh graduate saat ini Tengah mengabdi untuk Nusa Tenggara Timur di 3 Kabupaten, Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.

“Para alumni ini mengabdi untuk 3 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Alumni Mengabdi dukung Nusa Tenggara Timur menjadi lumbung Pangan Nasional,” ujar Udrayana.

Lebih lanjut Udrayana menjelaskan pembentukan program Alumni Mengabdi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di provinsi Indonesia

Dengan semangat yang berkobar, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sektor pertanian menuju keberlanjutan. kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa, di mana mereka diberikan arahan yang menginspirasi untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan pertanian yang berkelanjutan dan melindungi ketahanan pangan nasional.

Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Jawa Timur.

"Saya dulu pernah jadi PPL (Penyuluh Petani Lapangan), jadi saya tahu bagaimana perasaan PPL," kata Mentan Amran pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian tersebut di Graha Sandiya Semen Gresik Tuban, Kamis (22/11).

Acara ini dihadiri oleh 2.500 peserta undangan yang terdiri dari penyuluh pertanian, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P4S, serta Petani Milenial Jawa Timur, anggota KTNA Provinsi Jawa Timur, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN).

Mentan Amran menyebutkan kehadirannya dalam pembinaan penyuluh tersebut untuk bertatap muka dengan para penyuluh dan petani guna memberikan motivasi agar bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar dapat berswasembada, maka Kementan bersama semua pihak fokus pada produksi padi dan jagung untuk peningkatan produksi pangan khususnya padi dan jagung tahun 2023-2024 ini.

"Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Baca juga: Kementan Latih Pemangku Kebijakan Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

“Dulu kita pernah berswasembada, bahkan Indonesia pernah diberikan penghargaan oleh FAO karena berhasil swasembada dan sekarang saatnya kita harus melanjutkan,” imbuh Amran.

Mentan Amran berjanji akan mempermudah Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi padi dan jagung. Yang pertama, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi.

"Sekarang akses pupuk subsidi akan lebih mudah. Yang kedua, mulai tanggal 1 Desember nanti, BOP (Biaya Operasional Penyuluh) akan naik 200 ribu rupiah dan bisa naik lagi tahun depan jika hasil tanamnya baik," ucapnya.

Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Ingat, krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor," sambung Amran.

Kepala Badan Penyuluhan BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Jawa Timur serta untuk memotivasi para petani dan stakeholder yang terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya. Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

"Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan," sebutnya.

"Hari ini saya mewakilkan penyuluh pertanian dan petani, keinginan kami untuk menyukseskan program pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan jagung, terutama di Jawa Timur," pinta Dedi.

Kementan Latih Pemangku Kebijakan Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan agribisnis padi bagi pemangku kebijakan, dari negara-negara Afrika di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang digelar selama 8 hari, dari 19-26 November 2023.

Peserta yang dilatih pada kegiatan ini sebanyak 15 orang, yang berasal dari negara-negara Afrika, di antaranya Guinea, Zambia, Senegal, Gambia, Tanzania, Somalia dan Burundi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Sebab, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

"Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya," sebut Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang membuka secara resmi pelatihan pada Senin (20/11/2023), menegaskan kembali, bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

"Karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini," terang Dedi.

Dedi menjelaskan, pelatihan agribisnis padi bagi pemangku kebijakan Afrika merupakan komitmen pemerintah untuk membina kerja sama internasional di bidang pertanian. Di samping itu, untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh dunia.

"Pelatihan ini melambangkan komitmen terhadap pertukaran pengetahuan, memberdayakan negara-negara dengan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mencapai praktik pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan ekonomi.

Baca juga: Jambore Penyuluhan Pertanian Ciamis, Kementan Ajak Penyuluh Genjot Produksi Beras Nasional

Dia berharap pelatihan ini memberikan kontribusi dalam membangun ketahanan dalam menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, serta mendorong masa depan budidaya padi yang berkelanjutan baik di Indonesia maupun di Afrika.

"Mari kita tegaskan kembali niat baik Indonesia terhadap Afrika dan masyarakat global. Melalui upaya kolaboratif dan berbagi pengetahuan, kami bercita-cita dapat berkontribusi terhadap masa depan dan ketahanan pangan bagi semua," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementan, Ade Candra menyampaikan apresiasi kepada kementerian lembaga mitra diantaranya kementerian luar negeri dan kementerian keuangan atas dukungan dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

Dia mengatakan, ancaman krisis pangan merupakan isu global yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kerja sama bilateral khusus di bidang pertanian melalui pelatihan menjadi salah satu solusi.

"Harapannya melalui pelatihan ini membawa dampak positif dalam upaya antisipasi krisis pangan global sekaligus mempererat kerja sama antara Indonesia dan negara negara di Afrika," ujar dia.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional (KSPI) Kementerian Luar Negeri, Maria Renata Hutagalung. Kepala Divisi Pengelolaan Investasi, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Keuangan, Masjhuri Sjuaib, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika dan Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), Muharfiza.

Jambore Penyuluhan Pertanian Ciamis, Kementan Ajak Penyuluh Genjot Produksi Beras Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAMIS - Untuk meningkatkan semangat dan motivasi kerja serta menjaga silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan penyuluh pertanian dan mendukung produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Ciamis, dilaksanakan kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2023. Arahan Presiden RI, Kementerian Pertanian harus bergerak di 4 hal yaitu produksi pertanian, ketahanan pangan, antisipasi krisis pangan dan peningkatan nilai tukar petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan program akselerasi solusi pasti untuk menekan kebijakan impor beras akibat dampak el-nino, salah satunya percepatan tanam di lahan rawa. “Saya optimis Indonesia akan bangkit untuk mewujudkan swasembada beras dan komoditas lainnya dengan melakukan berbagai program akselerasi,” tutur Amran.

Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Jambore Penyuluh Pertanian. Hadir pada kegiatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (18/11/2023) bertempat di Bukit Samida, Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Jambore Penyuluhan Pertanian ini dihadiri anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, dan 184 orang penyuluh pertanian dan petugas POPT se-Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo menyampaikan, “Setiap tahun jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Ciamis semakin berkurang karena pensiun, namun kami tetap semangat dengan adanya tenaga-tenaga baru penyuluh pertanian dan karena kolaborasi dan dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementan melalui BPPSDMP dan BBPP Lembang yang terus berkoordinasi dan berkomunikasi untuk kemajuan sektor pertanian dan penyuluhan pertanian di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

   Baca juga: Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam arahannya, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan dan mengajak para penyuluh pertanian mengantisipasi dampak el-nino panjang yang terjadi. “Saat ini el-nino sudah memasuki tingkat lemah karena sudah mulai musim hujan. Namun dampak el-nino sejak bulan Juni lalu membuat jadwal tanam mundur sehingga jadwal panen juga mundur selama 1 bulan,” jelas Dedi. “Saat ini cadangan beras pemerintah tinggal 2-4 minggu saja sementara konsumsi beras nasional 2,6 juta ton/bulan sehingga pemerintah sudah menjadwalkan impor beras hingga Februari 2024 sebesar 3,5 juta ton beras. Beberapa negara membatasi ekspor berasnya, sehingga mau tidak mau kita harus genjot produksi beras nasional,” katanya.

“Karena itu saya minta petani, penyuluh pertanian dan semuanya untuk bangkit, amankan musim rendeng 2023/2024 untuk menjaga produksi dan produktivitas beras. Bulan Maret hingga Mei 2024 wajib panen raya dalam jumlah besar sehingga bisa mencukupi konsumsi beras nasional,” ajak Dedi.

Kepala Badan menceritakan pengalamannya berkunjung ke puluhan negara. “Ternyata negara-negara maju saat ini bergerak dari sektor pertanian dulu, sebut saja Jepang, Amerika, dan lainnya. Yang membuat hebat adalah petaninya dengan didukung pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian. Mereka selalu bersemangat, kinerja bagus, bertani mulai dari pagi hingga sore dan didukung sarana prasarana pendukung, infrastruktur jalan, pengairan, dan lainnya.”

Pembahasan menarik tentang Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) yang kerap ditanyakan oleh para penyuluh pertanian. “Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) akan naik otomatis sesuai kinerja penyuluh pertanian, mulai Januari 2024 nanti. Jika produktivitas naik, BOP akan ikut naik, begitu sebaliknya,” kata Dedi disambut riuh semangat para penyuluh pertanian yang hadir.

Kepala BPPSDMP mengakhiri sambutan dengan memberikan kesimpulan bahwa kemajuan suatu bangsa terutama di sektor pertanian dipengaruhi kinerja petani dan penyuluh pertanian yang berperan menjaga produksi dan produktivitas beras nasional. Dedi juga mengajak untuk kembali menerapkan panca usaha tani ditambah dengan penerapan smart farming (internet of things). “Bangkitlah para penyuluh pertanian, kita sudah pernah swasembada beras tahun 1984 dan di sana peran penyuluh sangat penting. Mari kita adaptasi kembali kegiatan bimas (bimbingan masyarakat) dan lakususi, dan yakinlah kita semua mampu membuat petani sejahtera dan Indonesia maju,” tutur Dedi.

Jambore Penyuluhan Pertanian Kabupaten Ciamis juga dimeriahkan aneka lomba diantaranya lomba inovasi teknologi, lomba pembuatan media penyuluhan, dan lomba asah terampil. Kepala BPPSDMP serta Kepala BBPP Lembang dan tamu undangan yang hadir ikut memberikan hadiah kepada para pemenang lomba. (Yoko/Che)

Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para pimpinan Jabatan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Ketahanan Pangan nasional merupakan salah satu tahapan penting di dalam upaya mencapai kedaulatan pangan.

Wakil Mentan Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, saat ini tugas Kementan bukan hanya menjaga Food Resilience (ketahanan pangan) tetapi juga meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian melalui program-program Kementan.

“Saat ini Kementan sedang mengakselerasi program-program dalam mewujudkan Ketahanan Pangan. Ketahanan Pangan harus diperbaiki. Kita juga harus mengawasi HET di masyarakat”, jelas Harvick pada kesempatan menutup PKN Tingkat II di BBPMKP, Rabu (15/11).

Baca juga: Mentan Ajak Petani dan Penyuluh Lanjutkan Swasembada Pangan

Melalui PKN Tingkat II, peserta yang merupakan pemimpin dari lintas Kementerian/lembaga dibekali kompetensi manajerial untuk menjamin akuntabilitas jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional, melalui tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi.

Terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

Harvick pun mengungkapkan harapannya pada lulusan peserta PKN Tingkat II.

“Diharapkan lulusan pelatihan ini dapat bermanfaat di masyarakat, mengedukasi masyarakat, memperkenalkan di masyarakat mengenai bagaimana sektor pertanian terus mengembangkan diri “ ujar Harvick.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan peserta mengacu kepada Tema PKN TK II Angkatan XXV yaitu “Mewujudkan Sinergitas Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.

Tema PKN memiliki 4 (empat) Sub tema yaitu teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kolaborasi petani milenial/muda melalui Smart Farming untuk keberlanjutan pertanian, kolaborasi pembiayaan untuk meningkatkan produksi pertanian, kolaborasi pembangunan Infrastruktur pertanian untuk peningkatan produksi dan kelancaran distribusi produk pertanian.

PKN Tingkat II angkatan XXV diikuti oleh 50 peserta baik dari Kementan maupun non Kementan. Dilaksanakan dari tanggal 10 Juli hingga 15 November 2023.

Mentan Ajak Petani dan Penyuluh Lanjutkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//BANYUASIN - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk melanjutkan swasembada pangan seperti yang pernah dilakukan tahun 2019-2020.

Hal itu disampaikan Mentan saat mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan - Pembangunan Pertanian (SMKPP) Negeri Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (13/11/2023).

Dalam kunjungan yang juga dihadiri Pj Gubernur Sumatera Selatan A. Fatoni. dan Anggota DPD RI Amaliah Sobli itu, Menteri Pertanian hadir bertemu dan memotivasi para penyuluh di Provinsi Sumatera Selatan

"Saya yakin Indonesia bisa swasembada mulai dari Sumatera Selatan. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan bangsa," katanya.

"2019 2020 kita swasembada yang bekerja adalah Kita, Petani Penyuluh dan Babinsa, untuk itu harus kita lanjutkan," ujarnya

Mentan Amran menambahkan, Sumatera Selatan dapat menjadi penyelamat pangan Indonesia.

"Kami siapkan alsintan, pupuk, kalau dulu harus ada kartu tani baru dapat pupuk sekarang cukup KTP dapat pupuk dan ini sedang kita proses harmonisasinya," katanya.

Baca juga: Kementan Kenalkan Olahan Pangan dari Bekatul kepada Petani dan Penyuluh Pertanian Afrika

Motivasi disampaikan oleh Mentan Amran, untuk penyuluh mau sukses? jangan pernah mengeluh, jangan meminta minta dan bersyukur dengan apa yang didapat.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah memberikan dukungan.

"Saya berterima kasih atas dukungan Gubernur, kami siapkan anggaran untuk 100 ribu HA untuk Sumatera Selatan, semoga ini bisa terserap, ini bisa mengangkat produksi pangan bisa jadi no 3 atau no 4 di Indonesia dari no 5," katanya.

Bahkan kalo 500 ribu kita garap, ini bisa masuk peringkat 2 tingkat nasional, karena lahan rawa yang bisa dijadikan sawah disini pertama ada yang indeks pertanaman nya ditingkatkan 1 menjadi 2, 1 menjadi 3 itu ada 300 ribu HA.
Kemudian ada lahan rawa mineral kurang lebih 500 ribu HA," ujarnya.

Menurutnya, kalau ini digarap, persoalan bangsa 30% selesai di Sumatera Selatan.

"Semoga mimpi kita 500 ribu Ha di Sumatera Selatan dapat terwujud paling lambat 3 tahun mendatang sehingga Sumatera Selatan mendapat peringkat dua secara nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertemuan yang berlangsung di SMKPP Negeri Sembawa itu mengusung tema “Dukungan Penyuluhan dan Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung di Provinsi Sumatera Selatan”.

"Tujuan kegiatan untuk memotivasi penyuluh pertanian, para petani dan stakeholder yang terkait dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Sumatera Selatan," jelas Dedi.

Sebagai pengingat Provinsi Sumatera Selatan merupakan penyangga komoditas pangan strategis yang mempunyai potensi lahan sawah, lahan kering dan lahan rawa.

Kegiatan ini mengundang sebanyak 1.000 orang yang terdiri dari Petani Milenial, Kelompok Wanita Tani (KWT), P4S, KTNA dan para Penyuluh Pertanian di Sumatera Selatan.

Kementan Kenalkan Olahan Pangan dari Bekatul kepada Petani dan Penyuluh Pertanian Afrika

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri melalui Kerja Sama Pembangunan Internasional (KSPI), didanai oleh Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dan penyuluh pertanian di negara-negara Afrika pada kegiatan International Training Course on Rice Agribusiness for African Countries, yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 5-18 November 2023.

Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sehingga kesejahteraan petani tercapai. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pertanian akan menguntungkan bila bergerak dari hulu hingga hilir, yang artinya harus menerapkan agribisnis.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, “Pengolahan hasil pertanian merupakan kegiatan mengubah bahan pangan menjadi aneka ragam bentuk dan macam. Di samping untuk memperpanjang daya simpan, dengan pengolahan diharapkan meningkatkan nilai tambah produk.”

Baca juga: Mentan Amran Ajak Akademisi Perkuat Akselerasi Lahan Rawa Untuk Padi dan Jagung

Kamis (9/11/2023), 12 peserta dari negara Afrika terdiri dari 9 orang pria dan 3 orang wanita yang terbagi 3 kelompok didampingi widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, Saptoningsih, dan petugas laboratorium, melaksanakan kegiatan praktik pengolahan bekatul menjadi brownis dan eggroll.

Satu-persatu bahan membuat brownis bekatul yaitu tepung bekatul, tepung terigu, cokelat blok, mentega, telur, gula, gula palm, skm cokelat, susu bubuk, baking powder, cake emulsifier, cokelat bubuk, vanila esent dicampurkan. Lalu adonan dimixer, diletakkan di loyang, ditaburi kacang almond dan parutan keju, dan dipanggang selama 45 menit suhu 160 derajat. Setelah matang, kue dipacking dan diberi label.

Sembari menunggu brownis bekatul matang, peserta membuat adonan eggroll bekatul yang terdiri dari tepung bekatul, tepung terigu, tepung sagu, telur, mentega, gula, baking powder, cake emulsifier, dan milk powder. Adonan pun dicetak menggunakan cetakan eggroll.

Awalnya peserta terlihat kesulitan mencetak adonan menjadi eggroll, namun dengan kesabaran dan bimbingan dari widyaiswara dan petugas, satu persatu eggroll selesai dicetak dan dikemas serta diberi label.

Salah satu peserta dari Ministry of Fisheries and Livestock Republic of Zambia, Mr. Cuthbert Mutakwa, Aquaculture Technical Officer, mengatakan, “Hari ini kami belajar banyak tentang olahan pangan, yaitu brownies dan eggroll. Olahan pangan ini belum pernah ada di Zambia, namun bahan-bahannya semuanya ada di Zambia,” katanya. Lebih lanjut Cuthbert mengatakan sepulang dari Indonesia akan menularkan ilmunya bagaimana membuat eggroll dan brownies berbahan dasar tepung bekatul karena ternyata bekatul bagus untuk kesehatan, kaya serat dan rendah kadar gula seperti yang dijelaskan oleh widyaiswara BBPP Lembang.

“This eggroll and brownies are very delicious and we will enjoy making and eating them in Zambia (eggroll dan brownies ini sangat lezat dan membuat kami semangat membuatnya nanti di Zambia),” ucap Cuthbert. (Yoko/Chetty)

Mentan Amran Ajak Akademisi Perkuat Akselerasi Lahan Rawa Untuk Padi dan Jagung

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para akademisi untuk terlibat langsung pada program akselerasi percepatan produksi padi dan jagung di lahan rawa yang tersebar di seluruh Indonesia. Demikian disampaikan Mentan dalam rapat FGD bersama akademisi di Gedung D, Kantor Pusat Kementan.

"Sekarang kita undang dekan yang nantinya mereka akan membantu percepatan tanam dan membangun rawa sebagai lahan produktif. Jadi secara teknis mahasiswa akan dilibatkan dalam program magang dan dosen yang ahli di bidang rawa dan benih akan kita maksimalkan," ujar Mentan, Kamis, 9 November 2023.

Mentan mengatakan saat ini ada lebih dari 10 juta hektar lahan rawa yang berpotensi menambah daya gedor produksi nasional. Dari semua lahan tersebut, beberapa di antaranya sudah menghasilkan produktivitas sebanyak 5 ton per hektare.

"Sekarang baru 5 ton tapi ke depan akan kita tingkatkan menjadi 7 ton per hektare. Jadi yang IP nya 1 kita naikan jadi 2 atau menjadi IP 3. Semuanya perlu kolaborasi dan kerja keras untuk memaksimalkan lahan rawa yang ada," katanya.

Akademisi dari IPB, Sam Herodian mengatakan bahwa pihaknya siap menyerahkan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memanfaatkan lahan rawa yang kini bisa dioptimalkan menjadi lumbung pangan nasional.

Baca juga: Kementan Latih Petani dan Penyuluh Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

Bagi Sam, program akselerasi yang dilakukan kementan sangat bagus dan membantu percepatan swasembada. Apalagi, saat ini sudah ada program khusus dari Kemendikbud Ristek untuk mengakomodir semua kegiatan mahasiswa yang ingin turun langsung ke lapangan.

"Di kampus itu ada program MDKM yang digagas Kemendikbud Ristek. Nah dalam rangka itu mahasiswa butuh tempat untuk melatih mereka di lapangan. Kebetulan di kementan ada akselerasi lahan rawa dan itu sudah pas dengan semua program yang ada," katanya.

Sejalan dengan hal ini, Peneliti Senior dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Prof Hasil Sembiring mendukung penuh upaya kementan dalam memanfaatkan lahan rawa sebagai lahan produktif nasional. Baginya, hal ini adalah ide cemerlang sebagai pondasi masa depan menuju swasembada.

"Dengan pengoptimalan lahan rawa maka luas panen kita bisa ditingkatkan melalui IP dan tentunya rawa punya potensi yang sangat luas. Jadi itu sangat bagus menurut saya dan tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan produktivitas," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa target akselerasi percepatan ini adalah terwujudnya swasembada pada tahun 2025 mendatang sehingga Indonesa bisa menekan kebijakan impor. Karena itu, Dedi mengajak agar kampus dan para akademisi lain terlibat secara langsung dalam proses percepatan ini.

"Seluruh komponen harus support dalam akselerasi ini. Apalagi para ahli ada disini dan kampus bisa terlibat secara langsung. Kami minta agar perguruan tinggi juga memberi rekomendasi terkait Peningkatan produksi padi dan jagung baik di lahan rawa, sawah maupun kering," jelasnya.

Kementan Latih Petani dan Penyuluh Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan agribisnis padi bagi petani, penyuluh pertanian dari negara-negara Afrika di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan digelar selama 14 hari, dari 5-18 November 2023.

Peserta yang dilatih pada kegiatan ini sebanyak 12 orang, yang terdiri dari enam petani dan enam penyuluh pertanian yang berasal dari negara-negara Afrika, di antaranya Guinea, Zambia, Gambia, Senegal, Tanzania, dan Somalia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Sebab, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

"Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya," tutur Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

Baca juga: Hadiri dan Buka Jambore Penyuluh Nasional, Mentan Amran Dorong Penyuluh Akselerasi Swasembada Pangan

"Karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini," terang Dedi.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah mengatakan, pelatihan agribisnis padi bagi petani dan penyuluh pertanian Afrika merupakan komitmen pemerintah untuk membina kerja sama internasional di bidang pertanian. Di samping itu, untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh dunia.

"Pelatihan ini melambangkan komitmen terhadap pertukaran pengetahuan, memberdayakan negara-negara dengan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mencapai praktik pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan ekonomi.

Dia berharap pelatihan ini memberikan berkontribusi dalam membangun ketahanan dalam menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, serta mendorong masa depan budidaya padi yang berkelanjutan baik di Indonesia maupun di Afrika.

"Mari kita tegaskan kembali niat baik Indonesia terhadap Afrika dan masyarakat global. Melalui upaya kolaboratif dan berbagi pengetahuan, kami bercita-cita untuk berkontribusi terhadap masa depan yang berketahanan dan ketahanan pangan bagi semua," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementan, Ade Candra menyampaikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga mitra diantaranya kementerian luar negeri dan AID Indonesia atas dukungan dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

Dia mengatakan, ancaman krisis pangan merupakan isu global yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kerja sama bilateral khusus di bidang pertanian melalui pelatihan menjadi salah satu solusi.

"Harapannya melalui pelatihan ini membawa dampak positif dalam upaya antisipasi krisis pangan global sekaligus mempererat kerja sama Antar Indonesia dan negara negara di Afrika," ujar dia.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Luar Negeri, Maria Renata Hutagalung, perwakilan dari AID Indonesia/ Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional, Kementerian Keuangan Iwan Hidayat, dan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika.

Hadiri dan Buka Jambore Penyuluh Nasional, Mentan Amran Dorong Penyuluh Akselerasi Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//SULAWESI TENGAH - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri dan membuka Jambore Penyuluh Pertanian Nasional Tahun 2023 yang dihelat di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, yakni tanggal 5 hingga 8 November 2023 ini dihadiri 2.000 penyuluh serta stakeholder pertanian dari seluruh Indonesia dengan tema "Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Keberhasilan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Penyangga Pangan Utama IKN".

"Tujuan saya hadir di Jambore ini adalah bertemu dengan penyuluh. Kalau 50.000 penyuluh se Indonesia bergerak, maka persoalan pangan ke depan selesai. Dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan kita bisa swasembada, tidak impor pangan. Penyuluh adalah pahlawan pangan, garda terdepan swasembada. Keberhasilan program pertanian, salah satunya bisa swasembada beras itu karena penyuluh. Jadi penyuluh tak boleh mengeluh. Kalau mengeluh, gagal naikan produksi," demikian dikatakan Mentan Amran saat membuka Jambore Penyuluh Pertanian tahun 2023 di Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (6/11/2023).

Amran mengatakan Jambore Penyuluh Pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan motivasi serta meningkatkan keterampilan, wawasan dan jiwa diantara para penyuluh pertanian. Dalam rangka mencapai produksi padi setara 35 juta ton beras, salah satunya adalah optimalisasi penyuluh pertanian lapangan, sehingga para penyuluh harus benar-benar dekat dan menjadi pendamping petani yang mampu mengantarkan dan mengawal kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian sampai tingkat petani, mulai dari penyaluran pupuk, memastikan penggunaan benih yang bermutu, penyaluran sarana dan prasarana produksi yang lain, pemanfaatan asuransi pertanian.

Baca juga: Hari Minggu, Mentan Amran Turun Tinjau Petani Anggur di Palu

"Oleh karena itu, kami mengajak penyuluh pertanian dan KTNA se Indonesia agar bahu membahu menaikan produksi seperti pada tahun 2017 hingga 2019. Pada saat itu tidak ada impor beras medium dari negara lain. Nah, di tahun 2024 kita targetkan meningkatkan produksi dan tahun 2026 sudah kembali semula, swasembada," ungkapnya.

"Berikutnya kita ekspor ke berbagai negara. Tapi dengan catatan, ini program harus dilanjutkan. Tidak boleh ganti menteri, program terhenti. Program pertanian modern, bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern. Dan ini berhasil kita jalankan. Dulu El Nino 2015, tapi dampaknya tidak seperti kita rasakan saat sekarang," pinta Amran.

Lebih lanjut Amran menegaskan peran dan jasa penyuluh pertanian dalam transfer teknologi dan pendampingan kepada petani sangat penting, terutama di tengah tantangan perubahan iklim. Oleh karena itu, penyuluh pertanian harus meningkatkan kinerja mereka dan beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan yang ada, salah satu solusinya yakni dengan penerapan digitalisasi pertanian.

"Kita optimis bisa swasembada ke depan dengan kita optimalkan peran penyuluh. Saya mengucapkan selamat atas dilaksanakannya Jambore Penyuluh Tahun 2023 Provinsi Sulawesi Tengah ini," tandasnya.

Bersamaan, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mengucapkan terimakasih kepada Mentan Amran atas kehadirannya untuk membuka Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023. Sejak pasca Gempa pada 2018 yang lalu, Provinsi Sulawesi Tengah terus berbenah diri dan bangkit serta terus berupaya untuk melaksanakan kegiatan even Nasional untuk mempromosikan budaya wisata Sulawesi Tengah sebagai negeri 1.000 megalit.

"Pertanian di Sulawesi Tengah masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Ekspor komoditas pertanian Sulawesi Tengah sebesar 1.284 Ton dengan nilai 9,6 Milyar dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Satu dari tiga poin yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023 ini adalah produktivitas," ujarnya.

“Melalui momentum pelaksanaan kegiatan Jambore Penyuluh diharapkan para Penyuluh Pertanian terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya dalam mendampingi sahabat petani untuk meningkatkan produktivitas, memberikan informasi pasar dan teknologi, pengembangan diri sehingga menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri," pinta Rusdy.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mendukung penuh Jambore Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan dalam rangka membangkitkan semangat para penyuluh dalam melaksanakan tugas dilapangan. Penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian, harus mampu menjadi sahabat dan pemberi solusi untuk petani, manfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi, karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa, tambahnya.

"Jambore Penyuluh Pertanian juga merupakan kesempatan berharga untuk mengevaluasi sejauh mana peran dan keberadaan para penyuluh telah diterima oleh masyarakat, terutama para petani di Sulawesi Tengah. Ini merupakan momen penting untuk menunjukkan semangat dan dedikasi dalam membantu petani dan masyarakat di wilayah ini. Mari kita sukseskan Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023 ini," tutup Dedi.