18 Mei 2026

admin

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Dorong Percepatan Swasembada Pangan, Kementan Terjunkan Mahasiswa MBKM di 4 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 309 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) ke Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Beltung.

Kementan optimis, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini akan berkontribusi pada percepatan target swasembada pangan. Sekaligus memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan langsung di lapangan.

Mereka adalah 158 mahasiswa jurusan pertanian yang dilepas pada Senin (14/4/2025). Menyusul 136 mahasiswa jurusan peternakan yang sudah dilepas pekan lalu.

Di kesempatan sebelumnya, 15 mahasiswa juga telah lebih dulu diberangkatkan ke Bangka Belitung sebagai Pendamping Brigade Pangan.

Disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda.

“Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” ungkap Mentan Amran.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut MBKM menjadi jalan untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi muda.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan”, jelasnya.

Baca juga :

https://taniindonesia.com/2025/04/13/manfaatkan-alsintan-petani-kulon-progo-panen-raya/

Saat melepas mahasiswa MBKM, Wakil Direktur 1 Polbangtan YOMA, Endah Puspitojati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan swasembada pangan.

“Kami sudah menyesuaikan kurikulum MBKM dengan target swasembada pangan. Terutama pada deskripsi beberapa mata kuliah, lebih ditekankan pada komoditas padi,” papar Endah.

Ia menambahkan, mahasiswa juga telah dibekali dengan keterampilan budidaya dan pasca panen. Salah satunya dengan mengunjungi Gapoktan yang sudah maju, untuk mempelajari penggilingan padi hingga hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mendampingi petani selama 4 bulan di lapangan.

“Untuk mendukung lokasi Brigade Pangan Jawa Tengah, kami terjunkan mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo, Wonosobo, dan Boyolali.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan YOMA, Sumaryanto, mengatakan bahwa MBKM menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk berlatih di dunia kerja sesungguhnya.

“Dalam melakukan MBKM kalian akan belajar di dunia kerja yang sesungguhnya, ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi diri kalian masing-masing”, imbuhnya.(***)

Manfaatkan Alsintan, Petani Kulon Progo Panen Raya

TANIINDONESIA.COM//KULON PROGO - Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Kulonprogo memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya padinya. Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Petani di Dukuh Karangasem, Kedungsari, Pakanewonan Pengasih Kulon Progo berhasil menikmati panen raya. Dengan lahan poktan seluas 21 ha, produktivitas petani bisa mencapai 6,88 ton/ha.

Sementara itu, di lokasi Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara, baik pusat maupun daerah, untuk mencapai target swasembada pangan.

"Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," kata Idha.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) R. Hermawan yang hadir di lokasi panen raya Kulon Progo mengatakan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hermawan menyebut alsintan menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/14/dorong-swasembada-pangan-kementan-laksanakan-bimtek-penyuluhan-keamanan-pangan/

Disampaikan oleh Sarino, Ketua Poktan Kedungsari alsintan sudah menjadi kebutuhan dasar petani.

“Saat ini rata – rata usia petani mencapai 50 tahun ke atas, sehingga program percepatan tanam memerlukan bantuan alsintan yang sesuai” ucapnya.

Senada, Rizal Agung Wahyudi, petani milenial sekaligus pengurus UPJA Ngestiraharjo, mengatakan alsintan berperan penting dalam mempermudah budidaya, panen, dan pasca panen di lapangan.

“Kami sudah mendapat bantuan alsintan traktor dan combine serta drier. Usaha jasa pengolahan tanah, panen juga sudah berjalan.” jelasnya.

Ia menyebut bantuan drier sangat bermanfaat bagi petani yang bergerak dalam penggilingan padi. Dengan semakin tingginya produksi padi harian, ia menyebut perlunya drier yang lebih besar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan optimis produktivitas padi Kulon Progo akan terus meningkat.

“Kami menyiapkan Kulon Progo untuk menjadi lumbung pangan. Kami akan melatih taruna tani, dengan 50 orang petani tiap angkatan, di lokasi tanam” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini bisa merubah mindset petani muda dari petani kumuh menjadi petani bisa kaya.

Hadir di lokasi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi gerakan ini. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya varietas padi unggul.

“Dengan luasan lahan yang sempit akan lebih menguntungkan jika tanam padi premium.” papar Sri Sultan usai melakukan panen raya di lokasi pada Senin (7/4/2025).(***)

Sinergi Kementan dan Kementerian PUPR Kembangkan SDM Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui OCG Associates, memberikan pelatihan kepada masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Olahan Keripik Singkong dan Pisang (Angkatan 3), dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (10/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada pelatihan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok diajak melakukan praktik dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Para peserta dipandu untuk membuat eggroll pisang, pai susu keju, dan keripik mangleng singkong.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan oleh widyaiswara dan petugas laboratorium tentang bahan dan alat. Kemudian peserta praktik membuat ketiga bahan olahan tersebut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/07/presiden-prabowo-pimpin-panen-serentak-di-14-provinsi-produksi-beras-tertinggi-dalam-7-tahun-petani-adalah-pahlawan-bangsa/

Mereka juga dipandu untuk menindaklanjuti hasil pelatihan agar bermanfaat.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, tim manajemen dan widyaiswara, serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Pelatihan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua peserta, sekaligus dapat menjadi active income untuk membantu keuangan keluarga pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami harap para peserta dapat mempraktikkan pelatihan ini secara mandiri dan menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan mereka,” tutup Ajat.(***)

Presiden Prabowo Pimpin Panen Serentak di 14 Provinsi, Produksi Beras Tertinggi dalam 7 Tahun: Petani Adalah Pahlawan Bangsa

TANIINDONESIA.COM//Majalengka  – Beberapa hari setelah Idul Fitri, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota, sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS mencatat bahwa pada April 2025, potensi luas panen nasional mencapai 1.595.583 hektare, dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 4,97 juta ton beras. Secara kumulatif, produksi Januari–April 2025 tercatat 13.948.785 ton GKG, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap capaian ini yang menurutnya merupakan hasil dari kerja keras para petani serta sinergi lintas sektor. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan semata capaian teknis, namun juga keberhasilan moral dan sosial.

“Saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, jajaran pemerintah, dan tentu saja para petani. Saudara-saudara petani adalah tulang punggung bangsa. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyatakan kebahagiaannya karena pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, harga-harga pangan terkendali, stabil, dan terjangkau. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja nyata seluruh jajaran pemerintahan dan para petani di seluruh pelosok negeri.

“Banyak negara saat ini kekurangan beras, harga pangan menjulang. Bahkan di negara terkaya sekalipun, telur langka. Tapi kita, Alhamdulillah, sekarang ekspor telur dan harganya turun. Ini berkat kerja keras semua pihak. Ini hasil kebijakan yang masuk akal dan kesungguhan kita untuk membela rakyat,” tambah Presiden.

Empat belas provinsi utama seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Sumut, Kalbar, Kalteng, Kalsel, NTB, dan Sulsel tercatat menyumbang hampir 91,42% produksi nasional bulan ini. Dengan luas panen 1,43 juta hektare dan produksi 7,89 juta ton GKG, wilayah ini menjadi tulang punggung produksi nasional. Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di luar Pulau Jawa, kontribusi tertinggi berasal dari Sulsel, Lampung, dan NTB.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian ini. Program strategis seperti cetak sawah, distribusi pupuk, teknologi pertanian, dan koperasi desa akan terus diperluas untuk mendorong kemandirian pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/24/kementan-tarik-minat-generasi-muda-melalui-agribisnis-tanaman-hias/

“Saya ingin jadi Presiden yang berhasil menjaga harga pangan. Saya ingin rakyat kita menikmati protein yang cukup, harga yang terjangkau. Kita ingin desa punya gudang, cold storage, apotek murah, dan truk pengangkut hasil panen. Kita ingin petani hidup makmur,” ujarnya penuh semangat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir mendampingi Presiden menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Terima kasih dari petani Indonesia. Harga gabah naik Rp6.500 per kilogram. Dan ini kebahagiaan petani seluruh Indonesia. Ada 100 juta petani yang berterima kasih kepada Bapak Presiden. Kemudian juga terima kasih atas kebijakan pupuk yang lebih sederhana. Tadi kami keliling, petani berterima kasih karena mendapatkan pupuk lebih mudah dibanding sebelumnya,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, sebelumnya distribusi pupuk memerlukan tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 wali kota/bupati. Namun kini, berkat Instruksi Presiden yang ditandatangani, pupuk dapat langsung disalurkan dari pabrik ke kelompok tani (Gapoktan).

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian, Bapak Presiden. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya kepada seluruh petani Indonesia. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan produksi, dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan berdiri bersama mereka untuk membangun masa depan pangan Indonesia.

“Kami bangga mengabdi kepada rakyat. Tidak ada panggilan lebih mulia daripada membela petani. Karena itu, petani harus dimuliakan. Harus makmur. Dan kami akan buktikan itu bersama-sama,” tegas Presiden Prabowo.

Dengan komitmen kuat dan sinergi nasional, Indonesia melangkah mantap menuju swasembada pangan yang berkelanjutan, menjawab tantangan global dengan keberanian dan kerja nyata.

BRI Rawamangun Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Cabang Rawamangun terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah. Tak hanya itu, untuk lingkungan sekitar juga ada kepedulian sosial yang dilakukan oleh BRI Cabang Rawamangun.

Pimpinan Cabang BRI Rawamangun, Rahardian Umar Dani mengatakan, pihaknya memiliki agenda rutin bulanan. Tentunya ini ditujukan bagi masyarakat sekitar. Program rutin bulanan ini berupa Jumat Berkah.

"Jadi kami berbagi Jumat Berkah kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.

Adapun Program Jumat Berkah ini berupa pembagian makan siang gratis kepada masyarakat sekitar di Jalan Pemuda, Rawamangun. Kali ini BRI Cabang Rawamangun membagikan makan siang gratis pada Jumat, 25 April 2025.

"Pembagian makan siang gratis ditujukan untuk masyarakat sekitar yang melintas di area kantor cabang kami," jelasnya.

Selain program Jumat Berkah, BRI Rawamangun juga memiliki beragam agenda lainnya di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya. Juga ada produk-produk unggulan perbankan BRI yang tentunya akan menguntungkan nasabah.

"Kalau program, BRI punya banyak sekali begitu juga dengan produk perbankan unggulan," tegasnya.

BRI tak hanya memaksimalkan pelayanan offline di seluruh kantor cabang yang ada. Melalui aplikasi online, nasabah juga bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah melalui BRImo.(***)

Sinergi Dua UPT Kementan Wujudkan Regenerasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), bersinergi melakukan regenerasi petani sebagai komitmen mencapai swasembada pangan.

Sinergi antara pelatihan dan pendidikan itu diwujudkan saat lima mahasiswa PEPI melakukan praktik magang selama 90 hari di BBPP Lembang yang berakhir, Jumat (27/03/2025).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Mustika Balqis, Marsudi, F. Dahinar, Imas Masruroh, dan Uli Cristina Nainggolan, yang mempelajari budidaya berbagai komoditas yang ditumbuhkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/11/sinergi-kementan-dan-kementerian-pupr-kembangkan-sdm-bidang-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika BBPP Lembang selalu berusaha mengoptimalkan PKL sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan seperti PEPI. Harapnya, ini dapat berkontribusi kepada swasembada pangan.

Selama PKL, kelima mahasiswa membudidayakan berbagai komoditas. Marsudi misalnya, mempraktikkan budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik deep flow technique.

Kemudian Dahinar mengembangkan budidaya tanaman padi menggunakan sistem aquaponik. Lalu Imas mempelajari budidaya tanaman hias kaktus dan sukulen secara vegetatif.

Sementara Mustika dan Uli berfokus pada budidaya tanaman tomat beef. Namun, Mustika berfokus kepada sistem budidayanya dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan Uli berfokus pada analisis usaha tani tomat beef untuk mendapatkan keuntungan.Salah seorang mahasiswa, Mustika Balqis, memberikan kesan pesannya selama melakukan PKL di BBPP Lembang.

“Para widyaiswara dan pembimbing telah dengan baik dan sabar membimbing kami. Kami juga mendapat banyak pengetahuan mengenai budidaya yang tidak kami dapatkan di kampus,” ujarnya.(***)

BRI Cabang Pondok Indah Gelar Buka Bersama dan Santunan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bulan suci Ramadan hanya datang setahun sekali. Oleh karena itu momen dibulan yang mulia ini kita manfaatkan sebaik mungkin. Terlebih jika kita bisa bermanfaat untuk orang lain bahkan masyarakat luas.

Bertepatan dengan Ramadan kali ini, BRI Cabang Pondok Indah menggelar acara buka puasa bersama sekaligus santunan Anak Yatim dan Duafa.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Yayasan Baitul Maal BRILian Regional Office Jakarta 2 pada 26 Maret 2025.

Pimpinan Cabang BRI Pondok Indah, Michael Sebastian mengatakan, acara buka bersama dan santunan diberikan kepada 50 Anak Yatim dan Duafa yang di kelola oleh Masjid Ar Rahmah Komplek Kodam Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Masjid ini merupakan salah satu binaan BRI Cabang Pondok Indah.

"Semoga apa yang diberikan oleh BRI Cabang Pondok Indah bisa bermanfaat untuk anak yatim dan duafa yang menerima santunan," ungkapnya.

Michael menambahkan, BRI selain memiliki produk perbankan unggulan, juga mempunyai program-program yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya di Ramadhan, berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan juga menjadi agenda rutin BRI di luar bulan puasa.

"Tentunya kami sangat menyambut baik jika ada program yang bisa membantu masyarakat," tegasnya.(***)

BRI BO Jakarta Menara Brilian Salurkan Santunan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Di bulan yang penuh berkah ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memaksimalkan diri. Tak hanya memberikan pelayanan terbaik, memberikan produk dan program unggulan, BRI juga memiliki aktivitas sosial saat ramadan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan paket sembako kepada yang membutuhkan. BRI Branch Office (BO) Jakarta Menara Brilian memberikan santunan berupa paket sembako dan uang tunai.

Pimpinan Cabang BRI BO Jakarta Menara Brilian, Yoga Aditya Pratama menjelaskan, ini merupakan program rutin ramadan, hanya saja lokasi berbagi disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahunnya. Adapun paket sembako dan uang tunai diberikan kepada 20 anak yatim.

“Ramadan tahun ini kami memberikan paket sembako dan uang tunai kepada 20 anak yatim di Resto Rumadara Cipete, salah satu nasabah kelolaan kami, ” ungkapnya.

Yoga menambahkan, BRI mempunyai banyak aktivitas tak hanya di ramadan. Tentunya semua kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar yang ada di lingkungan BRI BO Jakarta Menara Brilian. Untuk jenis programnya sendiri juga beragam, dibidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lainnya.

BRI juga mengunggulkan pelayanan di kantor cabang maupun aplikasi online yaitu BRImo. Dimana para nasabah bisa mudah melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman di smartphone.

“Baik datang langsung maupun melalui aplikasi BRImo, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan nyaman,” tegasnya.

BRI juga terkenal dengan beberapa produk unggulan, bahkan ada program undian berhadiah yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Semakin banyak transaksi perbankan, nasabah berkesempatan mendapat hadiah menarik yang disediakan BRI.

“Ayo tingkatkan transaksi perbankan di BRI, dapatkan beragam benefit yang menarik,” tutupnya.(***)

Akhir Pekan, Gerai Pasar Pangan Murah Kementan Diburu Warga Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Akhir pekan ini, Sabtu (22/3/2025), Gerai Pasar Pangan Murah Kementerian Pertanian (Kementan), yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lmbang, mampu menarik minat masyarakat Lembang dan sekitarnya.

Warga berdatangan dan belanja aneka bahan pangan pokok yang dibutuhkan selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Selain itu, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/24/siap-wujudkan-swasembada-pangan-penyuluh-pertanian-kalimantan-tengah-ikuti-tot/

Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadah pun nyaman.

Ditemui saat membeli aneka bahan pangan, 3 warga Kampung Sukahaji Lembang, Neneng, Yayat dan Pipin, mengaku sering datang ke pasar murah BBPP Lembang, untuk membeli aneka bahan pangan yang dibutuhkan.

“Pasar murah ini sangat membantu karena harganya terjangkau, di bawah harga pasar,” ucap ketiganya.

Selama 17 hari pelaksanaan Gerai Pasar Pangan Murah di BBPP Lembang, tercatat total penjualan sebesar Rp 261.730.500.

Rinciannya minyak goreng Minyakita terjual 4.860 liter, beras premium 1000 kg, telur ayam ras 968 kg, daging ayam beku 147 kg, daging kerbau 720 kg, bawang merah 386 kg, tepung terigu 634 kg, gula pasir 395 kg, dan beras SPHP sebesar 5.685 kg.(***)