18 Mei 2026

admin

PMO Mitra Tani Bulog Gandeng ABI Terapkan Teknologi Biostimulan, Produksi Padi di Karawang Meningkat

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Penerapan teknologi biostimulan dinilai efektif meningkatkan produksi padi. Hal itu dibuktikan dari produksi padi di Karawang yang mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Meningkatnya produksi padi lantaran PMO Mitra Tani Bulog menggandeng Asosiasi Bio-agroinput Indonesia (ABI) bersama PT Artha Prima Humatindo dan PT Prima Agro Tech berkolaborasi dalam perbaikan sistem budidaya.

Melalui kolaborasi ini, diperkenalkan konsep budidaya terjadwal yang mengandalkan pola aplikasi input pertanian secara terjadwal sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) serta penerapan teknologi biostimulan dan biopestisida.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi input pertanian dan secara signifikan mendongkrak produktivitas. Penerapan teknologi ini dilakukan di sawah milik Bulog seluas 8,5 hektare di Desa Kepuh dan Desa Cikalong, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kegiatan ini untuk membuktikan implementasi teknologi budidaya padi dengan SOP mampu meningkatkan produktivitas padi dari 3 ton/hektare GKP menjadi rata-rata 7 ton/ hektare GKP dengan biaya rendah dan penyehatan tanah.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan wilayah Bulog Jawa Barat, pimpinan cabang Bulog Karawang, tim PMO Mitra Tani Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Guru besar IPB University sebagai ahli tanah, Komandan Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Karawang serta undangan lainnya.

Berdasarkan perhitungan BPS, hasil ubinan di tiga titik plot berbeda menunjukan hasil dalam GKP yakni 6.49 ton/hektare, 8.19 ton/hektare dan 7.58 ton/hektar. Hasil tersebut menunjukan kenaikan produksi signifikan dari 3 ton/hektare di rata-rata hasil panen sebelumnya.

Guru Besar Jurusan Ilmu Tanah IPB University Prof Budi Mulyanto mengatakan, peningkatan hasil panen ini diperoleh melalui perbaikan dalam Standar Operating Procedure (SOP) budidaya dari pengolahan tanah hingga panen yang terstruktur dan tercatat secara kuantitatif.

“Varietas Inpari 32 yang digunakan ini memiliki potensi mencapai 10 ton/hektare, dengan perbaikan SOP dan pengembalian kesehatan tanah menjadi kunci untuk peningkatan hasil ini,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Teknologi budidaya padi yang disusun menjadi SOP terintegrasi dapat mempermudah petani dalam menjalankan budidaya melalui panduan lengkap mulai dari jadwal tanam, dosis dan volume aplikasi hingga spesifikasi teknis produk seperti pupuk, biostimulan dan pestisida.

SOP ini juga menjelaskan secara rinci seperti, waktu yang tepat dilakukan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga aplikasi biostimulan sehingga menghasilkan pertanian pintar dan presisi.

Pimpinan Cabang Bulog Karawang Umar Said mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan teknis yang intensif serta pemberian senyawa humat dan biostimulan yang meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Peningkatan produktivitas ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan beras nasional.

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Alexander juga menyebutkan bahwa di Perum BULOG Jawa Barat telah mampu menyerap gabah langsung dari petani sebanyak 252.000 ton gabah atau 55.12 % dari target yang ditetapkan kantor pusat.

Salah seorang petani Eman juga mengaku puas dengan hasil panen kali ini. ”Alhamdulillah setelah memakai produk-produk tersebut hasilnya terlihat, saya berharap bisa menggunakan kembali di musim tanam berikutnya,” ujarnya.

Keberhasilan panen raya di Karawang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Bulog, pelaku teknologi pertanian dan petani lokal mampu menciptakan lompatan produktivitas yang signifikan.

Dengan penerapan pertanian pintar dan presisi berbasis teknologi serta pendampingan intensif, diharapkan model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.(***)

Kenalkan Industri Pertanian, Polbangtan Kementan Jajaki Kerjasama dengan SMK Bansari Temanggung

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan SMK Bansari Temanggung, Rabu (30/4/2025). Rombongan terdiri dari 6 guru dan siswa Agribisnis Tanaman sebanyak 97 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda saat ini memegang peranan penting untuk kemajuan pertanian.

"Oleh sebab itu, kita berharap semakin banyak anak-anak muda yang terjun ke sektor pertanian. Sebab di tangan mereka kita berharap pertanian bisa lebih berkembang," ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Ia menegaskan jika pertanian membutuhkan regenerasi petani.

"Petani yang ada sudah tua-tua. Kita butuh kehadiran anak-anak muda dengan ilmu baru dan didukung kemajuan teknologi untuk memajukan sektor pertanian," katanya.

Baca juga:

Dorong Percepatan Tanam, Kementan Kawal LTT Bantul

SMK Bansari Temanggung sendiri berkunjung ke Polbangtan YoMa untuk menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Selain itu, kunjungan ini juga untuk mengikuti perkembangan teknologi industri sebagai bekal memasuki dunia kerja serta memberikan gambaran siswa tentang pendidikan lebih tinggi.

Rombongan SMK Bansari diterima oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, beserta jajaran tenaga pendidik dan kependidikan Polbangtan YoMa.

"Saya berharap agar kunjungan ini dapat menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap dunia pertanian sehingga diharapkan mereka nantinya menjadi petani milenial yang sukses," ujar Endah dalam sambutannya.

Perwakilan dari SMK Bansari, Bidang Humas Nurjati menyampaikan terimakasih kepada pihak Polbangtan YoMa yang telah bersedia menerima kunjungan siswa siswi SMK Bansari.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian profil Polbangtan YoMa. Selain itu, para siswa diajak berkeliling lokasi Polbangtan YoMa untuk melihat fasilitas kelas, laboratorium, perpustakaan dan lahan praktek.(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Sekolah Agribisnis Fokus pada Pengolahan Hasil Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan Kota Sukabumi, memberikan pelatihan kepada anggota Sekolah Agribisnis Kreatif Sukabumi (SAKSI), 27 – 28 Mei 2025.

Kegiatan yang diikuti 55 orang itu diberi nama Pelatihan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyatakan komitmen seluruh jajarannya mendukung program Kementerian Pertanian, mencetak SDM pertanian yang inklusif, profesional, dan modern.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Dunia Usaha Dunia Industri ke Gen Z melalui Agroeduwisata

Pada pelatihan, dilakukan juga kunjungan lapang, Rabu (28/5/2025), praktik di laboratorium pengolahan hasil pertanian BBPP Lembang, Peserta dibagi menjadi 4 kelompok.

Dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium, para peserta mempraktikkan 3 jenis olahan pangan yang dapat meningkatkan nilai jual komoditas hortikultura, yaitu eggroll ubi ungu, abon cabai, dan es krim kangkung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll ubi ungu, abon cabai, dan es krim kangkung.

Pada praktik olahan ubi ungu menjadi eggroll, peserta praktik mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan yang sudah diberikan label untuk mempercantik dan menambah nilai jual produk.

Pada sesi pembuatan abon cabai, peserta praktik pencucian semua bahan dengan bahan utama cabai merah dan cabai rawit, lalu dilakukan blanching yaitu merebus sayuran sebentar di dalam air mendidih bertujuan mempertahankan masa simpan produk lebih lama.

Setelah itu bahan dikeringkan dulu sebelum dicampurkan semua dan dimasak hingga kering dan siap untuk dikemas.

Pada praktik pembuatan es krim kangkung, bahan utamanya sayuran kangkung dan buah nanas untuk menambah rasa segar dan asam dari es krim ini. Semua bahan diblender dan diletakkan dahulu ke dalam freezer.

Setelah beku, adonan es krim di mixer dan ditambahkan bahan pengembang SP, setelah adonan lembut baru dimasukkan ke dalam cup dan diberi label kemasan untuk mempercantik dan menambah nilai jual produk.

Salah satu peserta, M. Sholahuddin Ayyub, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari pelatihan ini.

“Selama 2 hari kami memperoleh materi, secara klasikal di hari pertama. Hari ke-2, praktik langsung aneka olahan produk hortikultura. Produk-produknya sangat kreatif dan dapat diterapkan di skala usaha mikro, kecil, dan menengah. Terima kasih DKP3 Kota Sukabumi dan BBPP Lembang,” ucap Ayyub.(***)

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) sebanyak 465 angkatan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Kementan untuk meningkatkan kompetensi pejuang pangan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dan salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran saat membuka pelatihan secara daring, medio April.

Amran mengatakan, BP mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per BP.

"Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” imbuhnya.

Selain itu, BP diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida.

“Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” kata Mentan Amran lagi.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan menargetkan pembentukan 4.224 BP.

Saat ini, jumlah BP yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, BP yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.

Selama bulan April, BBPP Lembang menyelenggarakan pelatihan sebanyak 25 angkatan di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Selama 3 hari pelatihan, peserta memperoleh materi inti tentang pengolahan lahan menggunakan traktor roda 2, pengolahan lahan menggunakan traktor roda 4, pengenalan, pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin panen kombinasi (combine harvester), dan laporan usahatani.

Salah seorang peserta BP Prajurit Tani, mengaku siap mempraktikkan ilmu yang didapat selama pelatihan.

“Setelah pelatihan ini, kami akan langsung mempraktikkan tanam padi di bulan Mei dengan menerapkan ilmu yang kami peroleh selama pelatihan terutama penggunaan alsintan, sehingga harapannya bulan Agustus bisa panen padi," katanya saat penutupan pelatihan, Rabu (30/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selat Kabupaten Kapuas.

“Terima kasih Kementerian Pertanian dengan diadakannya pelatihan ini kami bisa memahami pengelolaan lahan sawah di sini yang dapat lebih efisien dan produktif,” ujarnya lagi.(***)

BRI Tunjukkan Komitmen Teknologi Digital Lewat Dukungan di Galeri Nasional

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi keuangan.

Kali ini, BRI menjalin kerja sama dengan Galeri Zen 1 dan Event Arkiv dalam sebuah pameran seni yang digelar di Galeri Nasional Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi para kolektor dan pengunjung pameran dalam melakukan transaksi secara nontunai (cashless), sejalan dengan tren digitalisasi di sektor perbankan dan gaya hidup masyarakat modern.

Lewat kemitraan ini, BRI menyediakan berbagai metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan mudah digunakan, termasuk QRIS dan layanan perbankan digital lainnya.

   Baca juga:

BRI Cabang Pondok Indah Gelar Buka Bersama dan Santunan

Kepala Cabang BRI Pantai Indah Kapuk, Kurniawan, mengatakan bahwa dukungan terhadap kegiatan seni kreatif ini merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap perkembangan industri kreatif nasional.

“BRI hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Kami ingin memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman dan efisien bagi para pecinta seni,” ujarnya.

Pameran yang digelar bersama Galeri Zen 1 dan Event Arkiv ini menampilkan karya-karya seniman terpilih dan menjadi wadah apresiasi seni bagi masyarakat luas.

Dengan adanya sistem pembayaran digital dari BRI, proses pembelian karya seni menjadi lebih praktis dan modern.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah konkret BRI dalam memperluas akses layanan keuangan digital di berbagai sektor, termasuk seni dan budaya.(***)

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (24/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 20 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

BBPP Lembang sendiri sudah membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sejak pertengahan 2024. Layanan konsultasi agribisnis menjadi salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan dari widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Sindangkerta merupakan kunjungan ke-4 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Materi yang disampaikan oleh widyaiswara diusahakan relevan dengan keadaan sekitar. Pada kunjungan ke sindangkerta, widyaiswara hadir dan memberikan materi pembelajaran mengenai trichoderma.

Pembuatan trichoderma membuka berbagai kesempatan bagi petani. Namun teknik yang digunakan harus tepat. Shinta Andayani, widyaiswara pada kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa tempat yang digunakan untuk trichoderma harus steril.

Selanjutnya trichoderma dapat digunakan sebagai pupuk, pestisida, dan sebagainya yang dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan zat kimia.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Yaya, petani dari Kelompok Tani Gawe Rancage, mengucapkan harapannya pada KAK yang dilakukan BBPP Lembang.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya KAK ini, kami merasa ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kami petani. Harapan kami juga agar lebih banyak konsultasi seperti ini ke depannya,” kata Yaya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai upaya regenerasi petani, Kementerian Pertanian membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk mempelajari pertanian. Salah satunya melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang Selasa (22/04/2025) lalu menerima kunjungan SMP Budi Cendikia Islamic (BCI) School Depok.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Sementara para siswa-siswi SMP BCI Depok melakukan kunjungan dalam rangkaian Research and Leadership Development Program.

Para siswa diharuskan menyusun karya ilmiah dari kunjungan tersebut dan mempresentasikannya kepada gurunya.

Baca juga:

Transformasi Pertanian Nasional, Kementan Launching Pertanian Modern

Dalam kunjungan ini, siswa-siswi SMP BCI Depok diterima di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Mereka lalu menuju Lab Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari olahan buah dan sayur.

Di lab, para siswa-siswi diberikan pengenalan materi yang menarik bagi mereka. Widyaiswara dan Staf lab kali itu mempersiapkan bahan dan alat untuk membuat sorbet jagung.

Untuk memberikan wawasan dan pengalaman lebih mendalam, para siswa juga dipersilakan untuk mempraktikkan sendiri dengan panduan dari widyaiswara dan staf lab.

Sebelum beralih, para siswa juga melakukan tanya jawab mengenai jenis buah dan sayur yang dapat diolah menjadi es krim atau sorbet. Tidak lupa mereka mencicipi kreasi yang telah dibuat sebelumnya.

Selain mempelajari agribisnis pertanian melalui pembuatan es krim dan pengolahan hasil pertanian lainnya, para siswa berkesempatan untuk mengelilingi lahan BBPP Lembang. Di sini mereka dapat belajar berbagai hal mengenai bercocok tanam khususnya pada tanaman hortikultura.

Terakhir, mereka mengunjungi screen house tanaman hias. Di sini mereka mempelajari cara budi daya tanaman hias kaktus melalui teknik grafting.

Dengan panduan dari widyaiswara dan pendamping lapang mereka mempelajari tahap-tahap perbanyakan tanaman dan mengenai bisnis tanaman hias yang menjanjikan.

Kepala BBPP Lembang lalu menyampaikan harapannya.

“Harapan kami adalah tumbuhnya generasi petani muda melalui pelatihan-pelatihan dan kunjungan yang dilakukan pada UPT Pelatihan Kementan,” papar Ajat.(***)

Transformasi Pertanian Nasional, Kementan Launching Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//PRINGSEWU – Kementerian Pertanian resmi meluncurkan Program Pertanian Modern sebagai agenda utama dalam kegiatan nasional bertajuk Launching Pertanian Modern yang dirangkaikan dengan Gebyar Mekanisasi, Kamis, 24 April 2025, di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Program ini menjadi tonggak transformasi sistem pertanian nasional ke arah yang lebih terstruktur, terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Pertanian Modern juga didorong menjadi gerakan kewirausahaan yang melibatkan generasi muda sebagai operator teknologi dan penggerak kelembagaan petani.

Acara peluncuran dihadiri oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Plt Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, Kepala Pusat Pelatihan, Inneke Kusumawaty, Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian, Indria Fitriani, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Adi Destriadi Sutisna, serta perwakilan Bulog, Patra Niaga Pertamina, Jajaran Forkopimda dan OPD Pemda Pringsewu.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dalam kegiatan ini juga turut digelar peninjauan workshop UPJA Karya Mandiri dan Koperasi Karya Mandiri Sejahtera, demo mekanisasi pertanian, serta peluncuran penyaluran BBM subsidi dan penunjukan koperasi sebagai titik serah pupuk subsidi. Ini sekaligus menandai implementasi penyaluran subsidi di 10 Titik Pertanian Modern secara serentak di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa untuk mencapai swasembada pangan dalam empat tahun ke depan, Kementan menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Intensifikasi dilakukan lewat peningkatan indeks pertanaman dengan pompanisasi dan optimalisasi lahan. Ekstensifikasi dengan mencetak sawah baru, targetnya 3 juta hektar di 2025, khususnya di Merauke, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Generasi Z

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, Sam Herodian, menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi tulang punggung pendekatan intensifikasi nasional.

“Pertanian modern bukan sekadar penggunaan alat. Ini adalah sistem produksi baru yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, penguatan koperasi, dan efisiensi distribusi subsidi,” tegas Sam.

“Melalui koperasi sebagai titik serah BBM dan pupuk, kita potong rantai birokrasi agar subsidi tepat sasaran. Pompanisasi pun memungkinkan tanam lebih dari sekali dalam setahun.”

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menggerakkan sistem pertanian modern.

“SDM pertanian adalah kunci. Kami terus mendorong pelatihan teknologi tepat guna, pelibatan petani milenial, dan penguatan kelembagaan seperti Brigade Pangan,” ujarnya.

“Petani harus mampu mengoperasikan alsintan seperti traktor, transplanter, drone seeder dan sprayer, agar manfaat mekanisasi betul-betul dirasakan dalam produktivitas dan efisiensi.”

Dengan peluncuran ini, Kementan berharap ekosistem pertanian modern bisa mendorong peningkatan produksi, kualitas, dan kesejahteraan petani, serta mempercepat kemandirian pangan Indonesia secara menyeluruh.(***)

Siapkan Regenerasi Petani, Kementan Latih Gen Z Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali memperkenalkan sektor pertanian kepada generasi muda siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Kamis (24/4/2025).

Buat SMP Budi Cendekia Islamic School, kunjungan kali ini adalah yang ketiga kalinya sepanjang bulan April. Kali ini 50 orang siswa-siswi didampingi 5 orang guru yang ingin mempelajari pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Seperti pada dua kunjungan sebelumnya, rombongan SMP Budi Cendekia Islamic School kali ini juga fokus di hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian memberi motivasi pentingnya mengupayakan sektor pertanian terus berjalan.

Baca juga:

Presiden Prabowo dan Mentan Amran Pimpin Tanam Padi Serentak di 14 Provinsi

Kebutuhan pangan terus ada sehingga pertanian dapat menjadi peluang usaha menjanjikan terutama di sektor hilirisasi yang dapat menghasilkan keuntungan berlipat.

Hilirisasi komoditas pangan melalui pengolahan hasil pertanian diungkapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperpanjang daya simpan.

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis asam dan menyegarkan yaitu sorbet mangga.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet mangga yang siap dikonsumsi.

Siswa-siswi tekun dan antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Mudah juga ya membuat sorbet ini dan rasanya juga enak,” ucap mereka.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet cabai, juga diserbu oleh anak-anak untuk dicicipi sampai menciptakan antrian panjang di depan freezer.

Selanjutnya, di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian mengajarkan peluang bisnis tanaman hias dengan proses perbanyakan dan pemeliharaan yang sangat mudah asalkan dilakukan dengan serius dan memahami betul proses budidaya yang baik dan benar.

Karena itu, masing-masing siswa diajak mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1:1.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun. Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Jajaki Kerjasama Bidang Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Terima Kunjungan Delegasi Negara Fiji

TANIINDONESIA.COM//TANGERANG –Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menerima kunjungan delegasi Negara Fiji untuk menjajaki program beasiswa pertanian, teknologi pertanian modern, serta peluang pelatihan dan penelitian kolaboratif antara Fiji dan PEPI. bertempat di Ruang Rapat Senat PEPI, Selasa (22/4/2025).

Kunjungan ini dihadiri oleh Principal Agriculture Officer (Animal Production), Mr. Chanel Berlin Alfred, Kepala Pejabat Pertanian Utama (Produksi Hewan), Chanel Berlin Alfred, Agriculture Officer (Goat) Mr. Harold Tikiko Lord disambut oleh Direktur PEPI Muharfiza, Kapala Tim Kerja Administrasi Akademik Nita Martiani beserta civitas akademika

Dalam sambutannya, Direktur PEPI, Muharfiza menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional yang telah terjalin. Diharapkan dari pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan mengenai program kerja sama konkrit yang akan dilaksanakan ke depan.

Mudah-mudahan ini bukan hanya sebatas kunjungan persahabatan, tetapi lebih dari itu banyak hal dapat kita diskusikan untuk bersama-sama berkolaborasi dalam program yang berkelanjutan dan saling memberikan kebermanfaatan. Tiada lagi sesuatu yang menjadi kelebihan atau kemuliaan manusia, semata-mata kita bisa memberikan kemanfaatan kepada khalayak yang lebih luas.
“Kunjungan ini menjadi ajang perkuat kerja sama dan pertukaran ilmu di bidang teknologi pertanian, khususnya untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan. Pengembangan kompetensi mahasiswa dan petani melalui beasiswa dan pelatihan teknologi pertanian yang relevan dengan kondisi iklim dan lingkungan di Fiji dan Indonesia”, tegas Muharfiza.

PEPI memiliki tiga program studi diantaranya Teknologi Mekanisasi Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian dan Tata Air Pertanian, hingga saat ini mahasiswa PEPI berjumlah 378 diantaranya terdapat putra/puti yang berasal dari negara Timur Leste. Mahasiswa tersebut tinggal di asrama selama tiga tahun. “Untuk dapat bergabung/menjadi mahasiswa PEPI nantinya terdapat persyaratan yang perlu dilengkapi. Pada saat ini, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2025/2026 sedang dibuka melalui website https://pmb.pusdiktan.id/ putra/putri terbaiknya dapat ikut bagian dalam hal pengembangan teknologi mekanisasi pertanian”, tegas Muharfiza.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa regenerasi petani nasional merupakan prioritas utama dalam mewujudkan pertanian yang maju dan mandiri.

Baca juga:

Siapkan Generasi Muda Jadi Petani Muda Sukses, Politeknik Enjinering Kementan Gelar Kuliah Umum

Kementan membuka Pendaftaran PMB 2025 bagi calon mahasiswa baru, yaitu: Jalur Undangan (Anak Petani/Penyuluh), Jalur Kerja Sama dan Tugas Belajar, Jalur Umum, dan Jalur Prestasi.

"Penerimaan mahasiswa Baru jalur undangan SMKPP dan Mitra, Anak Petani dan Penyuluh diutamakan ada rekomendasi dari dinas pertanian kabupaten/Kota," imbuhnya.

“Upaya peningkatan kompetensi ASN pada rumpun jabatan fungsional pertanian melalui peningkatan jenjang pendidikan tugas belajar serta regenerasi petani nasional menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM pertanian Indonesia yang profesional dan berdaya saing,” ujar Santi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi strategi utama dalam mencetak tenaga pertanian yang siap menghadapi tantangan global.

“Kami ingin menjaring mahasiswa baru yang benar-benar memiliki minat di bidang pertanian. Mereka akan mendapatkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga praktik dan inovasi di sektor pertanian," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk berkontribusi di sektor pertanian guna mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan Indonesia.

"Optimisme kebangkitan pertanian Indonesia harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda. Jika seluruh anak muda bergerak, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi negara super power di sektor pangan," ujar Amran.

“Untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan daya saing produk pertanian, kita harus menyiapkan generasi muda yang kompeten di bidang ini. Polbangtan dan PEPI hadir sebagai solusi bagi anak-anak muda yang ingin berkontribusi dalam pertanian modern,” ujar Mentan Amran.(*)